Blog Tausiyah275

Januari 15, 2007

Surga Untuk Ayah Bunda

Filed under: Dari Inboxku,Tidak Jelas Juntrungannya — Tausiyah 275 @ 3:15 pm

SURGA UNTUK AYAH BUNDA
oleh : Abdurahman Faiz
Dalam puisiku aku pernah menulis: Aku mencintai bunda seperti aku mencintai surga.

Sebenarnya aku tak tahu seindah dan seagung apa surga itu. Tapi apa ada yang lebih indah dari surga dan cinta? Dari kitab suciku dan hadis nabi, aku tahu tak satu pun orang yang lebih tua dariku tahu apa itu surga. Sama sepertiku, mereka yakin, itulah tempat paling indah. Paling agung.

Aku selalu membayangkan tentang surga itu. Itu ada karena cinta Allah yang besar pada hambaNya. Padahal terserah Allah kan kalau Allah tidak mau memberi kita surga. Tapi yang kutahu Allah itu tidak pernah ingkar janji sih.

Aku yakin, kalau aku bisa masuk ke sana, aku bisa mendapatkan yang aku mau. Di surga mungkin aku tak perlu meminta. Kalau aku berpikir tentang pizza atau nasi kuning, maka tiba-tiba di hadapanku sudah ada deh. Sungai-sungai di surga juga banyak. Airnya bisa langsung diminum. Tinggal pilih mau minum apa: susu, soft drink atau capuccino, mocca oreo? Aku suka mocca oreo sama lemon tea.

Di surga tidak ada yang perlu mandi atau buang air. Kan semua bersih dan wangi terus tanpa harus pakai parfum. Ibu-ibu tidak usah mencuci, menyetrika atau memasak. Tidak perlu repot-repot. Pikirkan dan katakan saja. Lalu ting! Muncul deh.

Aku membayangkan surga yang bertingkat-tingkat. Yang mewahnya lebih dari apartemen manapun. Mungkin untuk anak kecil, ada lift yang terbuat dari coklat. Kalau cat coklat lift itu dicolek dan dimakan tidak apa. Nanti tumbuh lagi.

Kalau anak soleh, katanya dapat sayap. Jadi bisa terbang ke sana kemari. Menempel di dinding-dinding surga. Melihat orang-orang baik yang mukanya bercahaya semua. Aku ingin terbang mencari Nabi Muhammad dan Umar . Aku cintaaa sekali sama mereka.

Kubayangkan di surga itu ada panggung yang megah. Aku dan semua orang bisa membaca puisi puji-pujian untuk Allah. Musik di surga seperti apa ya? Pasti lebih indah daripada irama yang pernah kudengar selama ini.

Aku juga jadi ingat si Einstein. Dia membayangkan surga itu adalah perpustakaan raksasa yang dipenuhi banyak buku!.Lucu tapi keren juga. Yang pasti Allah itu Maha Hebat!

Aku ingin sekali masuk surga nanti. Sudah pasti indahnya luar biasa. Tak bisa dibayangkan sebelumnya, begitu kata Nabi. Aku pun ingin ayah bunda masuk ke sana. Nah, aku sudah tahu caranya. Aku harus jadi anak saleh. Soalnya kata Nabi, anak saleh bisa menyelamatkan ayah bunda dari api neraka.

Mengapa aku menulis: aku mencintai bunda seperti surga?

Ya karena aku cinta sekali padanya. Dan supaya aku ingat. Surga sangat mahal. Tak satu mata uang pun yang bisa membelinya. Tidak euro tidak dolar. Tidak juga uang segunung. Tiketnya hanya kesalehan. Tiketnya anak saleh. Dan ini memang susah sekali deh.

Semoga aku bisa, ya Allah. Masuk surga membawa ayah bundaku. Semoga semua orang yang kucintai, yang baik hati juga sampai ke sana. Itulah harapan, doa abadiku.
Aamiin.

Iklan

2 Komentar »

  1. gmna klo qu ta’ cinta pada ayah qu??
    bakl msuk surga ga?
    kaw enak cekalee,,
    punya ortu bae!!
    disini ayahku jahatnya naudzubillah deh!!
    aku benci banget sama dya,,
    najis!!
    jangan2 dya itu dajjal ya??
    hehehe,,,
    amin deh!!
    aku benci ayah,,benciiiiiiiiii!!!!!!!!!
    dya jahat!!!!!!!!!
    tadi dya jotosin ade aku,,
    trus aku bela,,
    tapy,,aku maw di cekek sama dya,,
    ayah macem apa tuh?!
    aku aja ga abis pikir kok ada ayah yang durhaka ma anaknya ,,
    hehhe,,
    emang jamn dagh edan!!
    makanya lo nak cilik,,
    sayangin bner2 ortu lo yang keren abis itu,,
    lo bner2 manusya yang “lucky!”
    salam ya bwat orut lo,,
    gw doain byar nanti kalian skeluarga masuk surga,,
    jangan lupa doain qu jga yawh,,
    byar bner2 bahagya en masuk surga,,
    udah ga usah doain ayahku,,
    doain aja aku sama ummi en ade2 ku yang masuk surga,,
    sweet regard,,
    _LeNtera”OrEns”_

    Komentar oleh lentera"orens" — Februari 17, 2007 @ 2:26 pm | Balas

  2. Ass. Wr.Wb…..
    Dear…orens,
    Maaf ya, kita memang belum kenal, but saya sedih baca tulisanmu diatas…kenapa keadaannya seperti itu….sedikit share aja…Desember yang lalu Papa ku dipanggil Alloh SWT, beliau sakit…..sedih dan ngerasa kehilangaaaaaaaannnnnn….sekali….sukar rasanya menerima kenyataan tersebut….Mamaku juga sudah dipanggil terlebih dahulu sekitar tahun ’80an yang lalu….
    Begini lho…saya ngerasa sedih dan menyesal yang tidak berkesudahan…Pasalnya, saat Mama meninggal, saya masih terlalu kecil dan belum bisa banyak berbakti kepada beliau..kemudian saat Papa meninggal saya juga merasa belum banyak memberi kepada beliau…jadi……apapun alasannya, saya sering bicara dengan teman2 yang masih memiliki orang tua agar berbakti semaksimal mungkin kepada orang tua, karena penyesalan dikemudian hari tiada guna. Jasa orang tua membesarkan kita hingga kini itu tidak akan dapat dibayar lunas….begitu prinsip saya.Bagaimanapun perlakuan orang tua terhadap kita, seyogya nyalah kita sebagai anak2nya senantiasa membalas dengan kebaikan serta tetap mendo’akan yang terbaik bagi orang tua.
    Demikian orens, maafkan saya apabila ada kata2 yang kurang berkenan.

    Wass.Wr.Wb

    Herman P

    Komentar oleh herman — Februari 19, 2007 @ 11:34 am | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: