Blog Tausiyah275

Januari 18, 2007

Muhasabah

Filed under: Ensiklopedia Islam,Fiqh,Lain-lain — Tausiyah 275 @ 11:10 pm

Kita mungkin sering mendengar kata muhasabah di berbagai kesempatan. Kata ini kian sering kita dengar di bulan Ramadhan. Banyak para da’i menggunakan kata ini dalam tausyiahnya. Nah, tahukah kita, apakah muhasabah itu sebenarnya?

Muhasabah berasal dari kata hasibah yang artinya menghisab…atau menghitung. Dalam penggunaan katanya, muhasabah diidentikkan dengan menilai diri sendiri atau mudahnya adalah MENGEVALUASI.

Dalam melakukan muhasabah, seorang muslim menilai dirinya, apakah dirinya lebih banyak berbuat baik (beribadah) ataukah malah lebih banyak berbuat jahat (bermaksiat) dalam kehidupan sehari-hari. Dia mesti objektif melakukan penilaian, menggunakan Al Qur’an dan Sunnah sebagai dasar/basis melakukan penilaian, bukan berdasar keinginan diri/sesuka hati.

Rasululloh SAW sendiri sebenarnya menyuruh kita untuk melakukan muhasabah tiap hari. Saat menjelang tidur, kita mengevaluasi diri kita, apakah kita hari ini sudah melakukan banyak kebajikan atau kejahatan. Seberapa banyak kebaikan yg kita lakukan, dan seberapa banyak kejahatan yg kita lakukan. Dari situ, kita perhatikan, apakah amal kebajikan kita lebih banyak dari kejahatan…sehingga kita bisa prediksi, apakah kita akan ditempatkan di surga atau neraka? *catatan: ini hanya hitung2an versi manusia. Wewenang boleh masuk surga atau neraka adalah hak preogatif ALLOH SWT*

Ingatlah saudaraku, bahwa Rasululloh SAW membagi manusia dalam 3 golongan:
1. Golongan beruntung, jika hari ini lebih baik dari hari kemarin. Kaitannya dg artikel ini, amal perbuatannya hari ini lebih banyak daripada hari kemarin (serta maksiatnya lebih sedikit dibandingkan dg hari kemarin).
2. Golongan merugi, jika hari ini sama dengan hari kemarin. Dengan demikian, amal perbuatannya hari ini sama dengan hari kemarin.
3. Golongan celaka, jika hari ini lebih buruk daripada hari kemarin. Ini berarti, amal perbuatannya hari ini lebih sedikit dibandingkan hari kemarin.

So, mari kita mulai biasakan bermuhasabah…

Iklan

17 Komentar »

  1. Komentar saya : artikel ini sangat – sangat bagus untuk media dakwah, tapi kalau boleh ana ngusul kita dikirimin dong artikel – artikel khutbah jum’at yang sudah tidak kepakai . terima kasih sebelumnya

    Komentar oleh harikasidi — Februari 1, 2007 @ 1:14 pm | Balas

  2. sayang dalam artikel ini tidak dimuat bunyi hadits – hadits yang berhubungan dengan materi ” Muhasabah”

    Komentar oleh harikasidi — Februari 1, 2007 @ 1:19 pm | Balas

  3. subhanalloh taujihnya nyentuh banget dan sangat membantu,kalau ada tausiyah baru tolong kirim ke email yang lain supaya ukhuwah islamiyahnya bisa josss.

    Komentar oleh fibonacci — Februari 2, 2007 @ 9:11 am | Balas

  4. terimakasih saya sangat terbantu dalam hal peningkatan ilmu keagamaan (memperdalam)semoga dapat terus ditingkatkan, jangan putus yah….
    wassalam

    Komentar oleh amrullah — Oktober 11, 2007 @ 2:43 pm | Balas

  5. menurut saya bagus media dakwah untuk kita, kalau bia diperbajak lagi artikelnya…trima kasih

    Komentar oleh suhani — Januari 23, 2008 @ 2:19 pm | Balas

  6. banyakin lagi dong isinya..biar lebih membangkitkan ghiroh..oke.

    Komentar oleh erlina — September 16, 2008 @ 11:57 am | Balas

  7. ada ga software muhasabah untuk menghitung amal

    Komentar oleh budi — April 4, 2009 @ 8:51 pm | Balas

  8. Amirul Mukminim pernah berkata tentang amalan seseorang, secara garis besar bisa dikelompokan atas 3 jenis (Saya lupa urutan pasti yg ke1 dan ke2):
    1. Level pertama ini adalah ibadah pedagang, beribadah karena ingat untung pahala
    2. Level kedua ibadahnya orang yang takut, beribadah karena takut neraka
    3. level ketiga dan tertinggi, beribadah karena cinta, karena kerinduan dengan Kekasih, hubungan Asyiq-Masyuq antara Sang Pencipta dan ciptaanNya

    Komentar oleh Sapujagad — Juni 3, 2009 @ 6:02 am | Balas

  9. […] sebuah artikel yg menarik dan cocok untuk jadi bahan renungan (muhasabah). semoga […]

    Ping balik oleh Mengapa Banyak Hewan Kurban Yang Menangis? « Blog Tausyiah275 — Juli 19, 2012 @ 8:58 pm | Balas

  10. […] Saudara2ku, kegiatan maaf memaafkan memang baik, tapi hendaknya DILAKUKAN TIDAK SAJA MENJELANG RAMADHAN, namun (jika perlu) dilakukan tiap hari setelah sebelumnya melakukan muhasabah. […]

    Ping balik oleh Bermaaf-maafan Menjelang Ramadhan Dan Saat Lebaran « Blog Tausyiah275 — Juli 19, 2012 @ 9:15 pm | Balas

  11. […] Bukhari) maka mestinya pemimpin2 ‘kacangan’ seperti itu banyak2 muhasabah dan bertobat, bukannya mencalonkan diri kembali menjadi […]

    Ping balik oleh Mencari Dan Memilih Pemimpin Dari Kacamata Islam « Blog Tausyiah275 — Agustus 8, 2012 @ 6:57 am | Balas

  12. […] nasihat Bapakku. Beliau pernah berpesan padaku, jika tahun baru akan tiba, hendaknya kita banyak bermuhasabah, melakukan evaluasi terhadap amal perbuatan yg kita lakukan. Rasululloh SAW sendiri sudah […]

    Ping balik oleh Perlukah Merayakan Tahun Baru?? « Blog Tausiyah275 — November 14, 2012 @ 9:48 am | Balas

  13. […] kita meributkan keadaan Soeharto, lebih baik kita tengok dan muhasabah diri kita sendiri. Seberapa banyak amal yg sudah kita siapkan untuk menyongsong ajal yg akan datang […]

    Ping balik oleh Jangan Bersuka Cita Atas Kematian Orang « Blog Tausiyah275 — Desember 24, 2012 @ 12:36 am | Balas

  14. […] itu, kita mesti waspada terhadap pintu2 kesombongan ini. 1. Sebelum tidur, lakukan muhasabah. Cek tiap tindakan kita hari ini, apakah ada sikap dan perbuatan kita yg menyerempet (atau malah […]

    Ping balik oleh Pintu-pintu Kesombongan « Blog Tausiyah275 — Desember 24, 2012 @ 12:39 am | Balas

  15. […] ‘lebih baik’ daripada menghinakan diri, karena menertawakan diri (menurutku) identik muhasabah (introspeksi diri sendiri). Jika memang ada kekurangan/kelemahan ataupun kesalahan, kita […]

    Ping balik oleh Untuk Tukul Arwana « Blog Tausiyah275 — Desember 24, 2012 @ 12:48 am | Balas

  16. […] mari kita tengok lagi perjalanan hidup dan amalan kita (muhasabah). Lihatlah ‘catatan’ kita…kesan apa yang akan kita dapatkan saat kita mati nanti? […]

    Ping balik oleh Bacaan di Akhir Pekan – Kesan Orang Saat Kita Mati Nanti « Blog Tausiyah275 — Desember 24, 2012 @ 12:48 am | Balas

  17. […] Muhasabah/evaluasi diri hendaknya dilakukan dengan rutin. Hal ini perlu dilakukan agar manusia senantiasa meningkatkan kualitas hidup manusia selama di dunia dan untuk mempersiapkan diri bekal hidup di akhirat kelak. […]

    Ping balik oleh Khutbah Jum’at – 20130524 | Kumpulan Khutbah Jum'at — Juli 17, 2013 @ 5:55 am | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: