Blog Tausiyah275

Februari 1, 2007

Bisnis Nikah Sirri

Filed under: Fiqh,HOT NEWS — Tausiyah 275 @ 1:39 pm

Masya ALLOH…ada yg membisniskan nikah sirri. Padahal, seperti pernah aku tulis, nikah sirri itu merugikan pihak perempuan.

Tinggi Minat Nikah Siri Lewat Internet

SANA’A, RABU – Nikah ’misyar’ atau nikah siri, nikah yang dilakukan secara agama dan hanya diketahui oleh orang-orang tertentu, belakangan menjadi pilihan bagi sebagian warga Arab di kawasan Teluk.

Seperti pernikahan biasa, nikah misyar juga harus dilakukan sesuai dengan syarat-syarat pernikahan biasa, seperti wali, saksi dan ijab kabul. Bedanya hanya tidak dilakukan secara terbuka atau pesta yang dihadiri tamu undangan dan juga tidak dicatat secara resmi di catatan sipil.

Tingginya minat pernikahan semacam ini, memberi inspirasi pemerhati nikah siri, Sheikh Ridwan Al-Hamadi, untuk membuat situs khusus, yang bisa menampung keinginan publik untuk melakukan pernikahan tersebut. Di luar dugaan situs tersebut mendapat respon yang cukup tinggi.

“Dalam tiga bulan saja sebanyak 8 ribu peminat menyatakan keinginan untuk melangsungkan nikah tersebut,” ujar Sheikh Ridwan Al-Hamadi, pemilik situs tersebut seperti dikutip harian Al-Sharqul Awsat, Rabu (31/1).

Menurut Hamadi, sebagian besar peminat berasal dari Saudi dan negara-negara Teluk lainnya. Sebagian lainnya berasal dari warga Arab yang mukim di Amerika, Australia dan Eropa. “Bagi peminat di Amerika dan Eropa, memang sangat butuh jenis pernikahan ini agar terhindar dari fitnah (zina-red) dan mereka dapat menyalurkan kebutuhan biologis secara halal,” katanya lagi.

Pihak pengelola situs tersebut menentukan sejumlah syarat bagi para peminat, baik dari kaum Adam maupun Hawa, meliputi nafkah, pekerjaan, status sosial dan pendidikan secara transparan.

Para pengelola bukan bertugas sebagai penghulu untuk mengawinkan mereka, tapi lebih bersifat sebagai mediator sehingga pernikahan bisa berlangsung sesuai dengan tradisi masing-masing dan tidak melanggar ketentuan syariat (hukum Islam). “Hingga saat ini, baru sembilan pasangan yang telah berhasil melangsungkan nikah misyar lewat situs tersebut, dan dalam waktu-wkatu mendatang diperkirakan akan melonjak,” ujar Hamadi lagi.

Bagi peminat nikah tersebut dari kaum pria dikenakan iuran sebesar 200 riyal (sekitar Rp500 ribu) untuk setahun, dan 150 riyal (sekitar Rp375 ribu) untuk enam bulan. Uang tersebut digunakan pihak pengelola untuk mencarikan calon istri yang siap disunting secara misyar.

Sumber: Antara
Penulis: eh

artikel diambil dari sini.
Hmmm…apakah ini memang tanda2 akhir dunia? 😦

Iklan

19 Komentar »

  1. JADI KAPAN NIKAH MI? JANGAN TEORI MOLO…

    Komentar oleh Azil — Februari 3, 2007 @ 9:58 am | Balas

  2. nikah tdk hanya penghalalan seksual, namun masih banyak konsekuensi-konsekuensi dari pernikahan. Jadi nikah siri yang dimaksud adalah nikah-nikahan, kawin-kawinan

    Komentar oleh mhr — Februari 6, 2007 @ 7:28 am | Balas

  3. ass.
    Tanya ya…
    aq, seorang anak dari orang tua yang nikahnya diharamkan, karena ayahku menikahi ibuku dan saudara kandung ibuku (tidak dalam waktu yang bersamaan lhoh). skg ini, calon suamiku menginginkan nikah siri lantaran nikah kami harus ditunda 2 tahun lg gara2 kakak perempuan calon suamiku itu belum nikah(ngasih waktu sapa tau tahun ini jodohnya datang). nah, sedangkan secara agama ayahku itu haram menikahkan anak2 dari ibuku (betul gak??). bulan ini rencana kami nikah siri dg alasan mengurangi dosa dg status pacaran. sapa yg harus menjadi waliku nanti? saudara kandung laki2 aku tk punya. terima kasih. wass.

    Komentar oleh female 26 th — Februari 7, 2007 @ 9:39 am | Balas

  4. Aku mau tanya…setahu saya pencatatan di KUA harus menyertakan surat izin dari istri pertama. Masalah jika surat izin tersebut tidak ada – karena istri pertama tidak mengizinkan suaminya menikah lagi – maka apakah KUA tetap bisa mencatat pernikahan suami tersebut dengan calon istri keduanya itu? mohon penjelasannya…

    Komentar oleh Swendy — Maret 1, 2007 @ 6:43 pm | Balas

  5. nikah sirri itu haram hukumnya karena rosul sudah mengatkan dalam hadist jadi ya gak usah dilakukan aja dari pada nanti menyesal di kemudian hari.kalau seandainya tidak punya uang nikah itu gak usah dirayakan yang penting ijab kabul,saksi, wali,mahar dan datang ke KUA setempat itu sudah cukup dan gak usah neko-neko………!!!!!!itu kan dah beressssssss

    Komentar oleh hopy — April 14, 2007 @ 12:39 pm | Balas

  6. saya cuma mo tanya apakah pandangan KHI mengenai nikah siri?

    Komentar oleh voel — April 19, 2007 @ 4:08 pm | Balas

  7. Maaf aku ga tau banyak tentang agama, yang aku tau laki2 kebanyakan hanya ingin senang sendiri selain menang sendiri, toh nikah sirri emangnya knapa? nikah sirri pun perlu biaya jika alasannya adalah biaya kan? bagi saya itu hanya kedok seorang lelaki yang ingin di bilang bertanggung jawab atau punya niat baik padahal sebenarnya tidak, bukankah dengan keadaan demikian sewaktu2 pihak laki2 bisa meninggalkan pihak perempuan dan pada akhirnya sang perempuan hanya bisa menangisi nasibnya…Wahai perempuan moslem!!!apakah engkau rela dirimu dipermainkan?Apakah sebenarnya yang mereka tuntut dari dirimu??bukankah muhammad mengajarkan kita untuk bersabar jika benar kita adalah bagian dari rusuk kirinya knapa mereka tidak menjaga kita???bukankah nikah sirri walaupun sah tapi hanya menimbulkan fitnah dan prasangka tidak baik terhadap kamu n semua keluargamu…!!!!!!!!!!!!!!!

    Komentar oleh hayne — Oktober 2, 2007 @ 2:16 pm | Balas

  8. maaf saya mau tanya tentang nikah siri.
    saya punya pacar yg masih status istri orang,pacar saya itu selingkuh dengan saya karena sakit hati dengan suaminya,sering dipukul,ditawar2kan dengan orang lain…kami berdua saling cinta.dan saya yakin sekali dia tidak main2 denga saya.
    pertanyaan saya,saya ingin menikah siri dengan dia.

    Komentar oleh ardo — Januari 3, 2008 @ 7:24 pm | Balas

  9. mas…saya mau tanya, gimana ya caranya nikah siri, kami melakukan ini karena kami benar2 saling mencintai dan kami benar2 berniat untuk hidup bersama, sedangkan ortu kami masih belum mengizinkannya sedangkan kami berdua sudah nggak tahan, kami ingin nikah siri dulu terus pelan-pelan kami ngumpulin duit untuk biaya pernikahan kami di KUA, tolong ya mas, hubungi saya via email secepatnya

    Komentar oleh Arifin — Januari 18, 2008 @ 11:04 am | Balas

  10. setelah baca2 neh, menurut sy yg awam soal ini, nikah siri itu masih kurang jelas landasannya ya. & kebanyakan hanya utk mempermudah. alias tidak mau repot. mudah2 an sbg muslimah akan lebih banyak yg menyadari hal ini. amin

    Komentar oleh risna — April 3, 2008 @ 1:05 pm | Balas

  11. Saya butuh penghulu untuk nikah siri, kemana saya harus mencari

    Komentar oleh hery — Mei 31, 2008 @ 5:36 pm | Balas

  12. aku mungkin adalah orang yang paling berdosa karna karna aku mencintai sahabat suami ku sendiri aku selalu di hantui rasa brsalah setiap ingat kejadian itu mungkin tuhan tidak mau mengampuni aku??…………………..

    Komentar oleh nanda — Juli 20, 2008 @ 11:32 am | Balas

  13. saya janda beranak 1.sekarang usia saya 27th.sedang menjalin kasih dengan lelaki dengan 2orang anak dan sedang dalam proses perceraian.bolehkah kami nikah siri?apakah kebaikan untuk kami selain telah dihalalkan berhubungan suami istri setelah melaksanakan nikah siri?

    Komentar oleh riri — Agustus 24, 2008 @ 5:23 pm | Balas

  14. Sebenarnya mereka yg menikah siri bukan ingin mempermudah proses menikah, dari yg saya alami (namun saya blm melakukan nikah siri tersebut) tidak setujunya org tua dari pihak perempuan atau laki2 atau keduanya lah merupakn pemicu untuk melakukan nikah siri tersebut. jadi, mohon kepada rekan2 yg “tdk mengalami” kejadian tsb utk bs mengerti dan saling menjaga etika bahasa dalam memberikan koment.trims.

    Komentar oleh Danis — September 15, 2008 @ 1:23 pm | Balas

  15. Nikah siri itu sah menurut agama jadi tidak usah dipermasalahkan. Lebih baik negara mengurusi masalah pelacur yang ada dimana-mana, yang sampai saat ini tidak ada pelacur dan yang melacurkan diri menikah di KUA, bukankah kalau mereka punya anak tidak menjadi permasalahan dikemudian hari, begitu juga dengan perempuan-perempuan yang melacurkan diri itu ada jaminan tidak akan disia-siakan oleh pasangannya. Jadi alangkah bijaksananya pemerintah kalau membuat undang-undang untuk mempidanakan orang-orang yang menjadi pelacur maupun yang melacurkan diri baik laki-laki maupun perempuannya. Jadi kesimpulan saya lebih baik nikah siri yang diridhoi oleh Allah SWT dari pada yang jadi pelacur (PSK) yang pasti dilaknat oleh Allah SWT.

    Komentar oleh Kasmadi, S.Pd — Maret 2, 2009 @ 7:05 pm | Balas

  16. mas…saya mau tanya, gimana ya caranya nikah siri, kami melakukan ini karena kami benar2 saling mencintai dan kami benar2 berniat untuk hidup bersama, sedangkan ortu kami masih belum mengizinkannya sedangkan kami berdua sudah nggak tahan, kami ingin nikah siri dulu terus pelan-pelan kami ngumpulin duit untuk biaya pernikahan kami di KUA, tolong ya mas, hubungi saya via email secepatnya

    Komentar oleh feby — April 3, 2009 @ 3:19 pm | Balas

  17. sekedar alternatif aj. menurut mahdzab imam abu hanifah sah menikah tanpa wali. anda bisa mencari penghulu didaerah rembang kab. pasuruan. tepatnya di desa kanigoro, cari aj ust h. zinul bagian siri.

    Komentar oleh FERRY — Oktober 11, 2010 @ 12:11 pm | Balas

  18. gw juga nglakoni nikah siri, biaya sekitar 2,5jt sd 3,5jt. tapi kalo nikahnya sama pacar dhewe bisa lebih rendah

    Komentar oleh FERRY — Oktober 11, 2010 @ 12:13 pm | Balas

  19. nmr yg bisa dihubungi????

    Komentar oleh son — Januari 9, 2011 @ 8:22 pm | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: