Blog Tausiyah275

Februari 25, 2007

Istri-istri Rasululloh SAW

Filed under: Ensiklopedia Islam,Kisah Nabi dan Rasul — Tausiyah 275 @ 9:33 pm

Berawal dari komentar mas Ruly di sini, aku jadikan artikel saja…agar pengetahuan kita (terhadap Rasululloh SAW) lebih bertambah.

Berikut ini kita tampilkan nama-nama Istri Nabi Muhammad SAW beserta sekilas penjelasannya:

1. SITI KHADIJAH: Nabi mengawini Khadijah ketika Nabi masih berumur 25 tahun, sedangkan Khadijah sudah berumur 40 tahun. Khadijah sebelumnya sudah menikah 2 kali sebelum menikah dengan Nabi SAW. Suami pertama Khadijah adalah Aby Haleh Al Tamimy dan suami keduanya adalah Oteaq Almakzomy, keduanya sudah meninggal sehingga menyebabkan Khadijah menjadi janda. Lima belas tahun setelah menikah dengan Khadijah, Nabi Muhammad SAW pun diangkat menjadi Nabi, yaitu pada umur 40 tahun. Khadijah meninggal pada tahun 621 A.D, dimana tahun itu bertepatan dengan Mi’raj nya Nabi Muhammad SAW ke Surga. Nabi SAW sangatlah mencintai Khadijah. Sehingga hanya setelah sepeninggalnya Khadijah lah Nabi SAW baru mau menikahi wanita lain.

2. SAWDA BINT ZAM’A: Suami pertamanya adalah Al Sakran Ibn Omro Ibn Abed Shamz, yang meninggal beberapa hari setelah kembali dari Ethiophia. Umur Sawda Bint Zam’a sudah 65 tahun, tua, miskin dan tidak ada yang mengurusinya. Inilah sebabnya kenapa Nabi SAW menikahinya.

3. AISHA SIDDIQA: Seorang perempuan bernama Kholeah Bint Hakeem menyarankan agar Nabi SAW mengawini Aisha, putri dari Aby Bakrs, dengan tujuan agar mendekatkan hubungan dengan keluarga Aby Bakr. Waktu itu Aishah sudah bertunangan dengan Jober Ibn Al Moteam Ibn Oday, yang pada saat itu adalah seorang Non-Muslim. Orang-orang di Makkah tidaklah keberatan dengan perkawinan Aishah, karena walaupun masih muda, tapi sudah cukup dewasa untuk mengerti tentang tanggung jawab didalam sebuah perkawinan. Nabi Muhammad SAW bertunangan dulu selama 2 tahun dengan Aishah sebelum kemudian mengawininya. Dan bapaknya Aishah, Abu Bakr pun kemudian menjadi khalifah pertama setelah Nabi SAW meninggal.

4. HAFSAH BINT UMAR: Hafsah adalah putri dari Umar, khalifah ke dua. Pada mulanya, Umar meminta Usman mengawini anaknya, Hafsah. Tapi Usman menolak karena istrinya baru saja meninggal dan dia belum mau kawin lagi. Umar pun pergi menemui Abu Bakar yang juga menolak untuk mengawini Hafsah. Akhirnya Umar pun mengadu kepada nabi bahwa Usman dan Abu Bakar tidak mau menikahi anaknya. Nabi SAW pun berkata pada Umar bahwa anaknya akan menikah demikian juga Usman akan kawin lagi. Akhirnya, Usman mengawini putri Nabi SAW yiatu Umi Kaltsum, dan Hafsah sendiri kawin dengan Nabi SAW. Hal ini membuat Usman dan Umar gembira.

5. ZAINAB BINT KHUZAYMA: Suaminya meninggal pada perang UHUD, meninggalkan dia yang miskin dengan beberapa orang anak. Dia sudah tua ketika nabi SAW mengawininya. Dia meninggal 3 bulan setelah perkawinan yaitu pada tahun 625 A.D.

6. SALAMA BINT UMAYYA: Suaminya, Abud Allah Abud Al Assad Ibn Al Mogherab, meninggal dunia, sehingga meninggalkan dia dan anak-anaknya dalam keadaan miskin. Dia saat itu berumur 65 tahun. Abu Bakar dan beberapa sahabat lainnya meminta dia mengawini nya, tapi karena sangat cintanya dia pada suaminya, dia menolak. Baru setelah Nabi Muhammad SAW mengawininya dan merawat anak-anaknya, dia bersedia.

7. ZAYNAB BINT JAHSH: Dia adalah putri Bibinya Nabi Muhammad SAW, Umamah binti Abdul Muthalib. Pada awalnya Nabi Muhammad SAW sudah mengatur agar Zaynab mengawini Zayed Ibn Hereathah Al Kalby. Tapi perkawinan ini kandas ndak lama, dan Nabi menerima wahyu bahwa jika mereka bercerai nabi mesti mengawini Zaynab (surat 33:37).

8. JUAYRIYA BINT AL-HARITH: Suami pertamanya adalah Masafeah Ibn Safuan. Nabi Muhammad SAW menghendaki agar kelompok dari Juayreah (Bani Al Mostalaq) masuk Islam. Juayreah menjadi tahanan ketika Islam menang pada perang Al-Mustalaq (Battle of Al-Mustalaq). Bapak Juayreyah datang pada Nabi SAW dan memberikan uang sebagai penebus anaknya, Juayreyah. Nabi SAW pun meminta sang Bapak agar membiarkan Juayreayah untuk memilih. Ketika diberi hak untuk memilih, Juayreyah menyatakan ingin masuk islam dan menyatakan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah utusan Allah yang terakhir. Akhirnya Nabi pun mengawininya, dan Bani Almustalaq pun masuk islam.

9. SAFIYYA BINT HUYAYY: Dia adalah dari kelompok Jahudi Bani Nadir. Dia sudah menikah dua kali sebelumnya, dan kemudian menikahi Nabi SAW. Cerita nya cukup menarik, mungkin Insya Allah disampaikan terpisah.

10. UMMU HABIBA BINT SUFYAN: Suami pertamanya adalah Aubed Allah Jahish. Dia adalah anak dari Bibi Rasulullah SAW. Aubed Allah meninggak di Ethiopia. Raja Ethiopia pun mengatur perkawinan dengan Nabi SAW. Dia sebenarnya menikah dengan nabi SAW pada 1 AH, tapi baru pada 7 A.H pindah dan tinggal bersama Nabi SAW di Madina, ketika nabi 60 tahun dan dia 35 tahun.

11. MAYMUNA BINT AL-HARITH: Dia masih berumur 36 tahun ketika menikah dengan Nabi Muhammad SAW yang sudah 60 tahun. Suami pertamanya adalah Abu Rahma Ibn Abed Alzey. Ketika Nabi SAW membuka Makkah di tahun 630 A.D, dia datang menemui Nabi SAW, masuk Islam dan meminta agar Rasullullah mengawininya. Akibatnya, banyaklah orang Makkah merasa terdorong untuk merima Islam dan nabi SAW.

12. MARIA AL-QABTIYYA: Dia awalnya adalah orang yang membantu menangani permasalahan dirumah Rasullullah yang dikirim oleh Raja Mesir. Dia sempat melahirkan seorang anak yang diberi nama Ibrahim. Ibrahim akhirnya meninggal pada umur 18 bulan. Tiga tahun setelah menikah, Nabi SAW meninggal dunia, dan Maria (thx buat Joan) akhirnya meninggal 5 tahun kemudian, tahun 16 A.H. Waktu itu, Umar bin Khatab yang menjadi Iman sholat Jenazahnya, dan kemudian dimakamkan di Al-Baqi.

Kalau sudah tahu begini dan kalau memang dikatakan mau mengikuti Sunnah Nabi Muhammad SAW, kira-kira masih minat dan berani nggak ya kaum Adam untuk ber-istri lebih dari 1?

(sumber: anwary-islam.com)

Iklan

115 Komentar »

  1. “…Tiga tahun setelah menikah, Nabi SAW meninggal dunia, dan akhirnya meninggal 5 tahun kemudian,…”

    Ada satu kata yang tertinggal? 😉

    Komentar oleh Joan — Februari 26, 2007 @ 6:59 pm | Balas

  2. – komentar dihapus, terkait tidak beretika dalam diskusi –

    di sini bukan forum untuk menghina suatu ajaran agama!
    Nabi kami Muhammad SAW, membawa ajaran “untukku agamaku, untukmu agamamu…”, tolong anda belajar beretika dan menghargai orang lain, jika anda merasa ajaran agama yang anda anut itu baik,jangan tunjukkan kejelekan anda sendiri!!!

    admin tausyiah275

    Komentar oleh Valentino — Februari 27, 2007 @ 6:22 pm | Balas

  3. Jika Ada pertanyaan Mau Kah punya Istri Lebih dari satu Ya Para pria tensu saja sangat setuju
    Tetapi Masalahnya sekarang di Indonesia sudah ada yang mengatur tentang permasalahan mengenai berpoligami yang dilarang dengan undang-undang!@

    Komentar oleh Mario — Maret 2, 2007 @ 8:58 am | Balas

  4. jika semua laki2 seperti rasulullah saw aku rela untuk di poligami tapi hanya rasul saja lah yang bisa berpoligami dan menurutku tidak ada lagi di dunia ini.

    Komentar oleh ulay — Maret 24, 2007 @ 3:27 pm | Balas

  5. umur berapa muhhammad menikahi aisha? 9 atau 11 tahun?

    Komentar oleh si bodoh — Maret 28, 2007 @ 12:58 am | Balas

  6. Buat para kaum lelaki jika kamu ingin poligami maka nikahilah para janda2 miskin yang butuh uluran tangan anda jangan kamu nikahi para “ABG” atau pun “JANDA KAYA” ok…

    Komentar oleh annissa — Maret 29, 2007 @ 11:01 am | Balas

  7. sangat bagus agar di kembangkan dakwah ini,di akses diberbagai media bisa dan menentramkan

    Komentar oleh bambang s — April 13, 2007 @ 10:28 am | Balas

  8. Dalam Berpoligami kita sebagai seorang pria harus punya trik khusus yaitu : semua istri kita diberi pegangan sendiri-sendiri antara lain rombong bakso, rombong soto, rombong nasi goreng, dibuatkan stan tambal ban, rombong rokok,dan lain-lain agar mereka berpenghasilan.

    Komentar oleh Imam — Mei 24, 2007 @ 5:39 pm | Balas

  9. [dihapus…dianggap melanggar etika berkomentar di blog ini..]

    Komentar oleh cha cha — Juni 5, 2007 @ 3:17 am | Balas

  10. Poligami yang dilakukan oleh Rasulullah adalah standar, jika ada yang mampu melakukan seperti Beliau Alhamdulillah, Sama dengan contoh shalat Beliau, apa ada yang sanggup melakukannya???? saya rasa tidak ada yang bisa. Shalat Beliau tidak seperti kita yang hanya berkisar 5 menit. Beliau bisa berjam-jam itupun baru satu rakaat. Begitu pula dengan Poligami, meski Beliau menikahi kebanyakan janda tua, bukan berarti kita yang umatnya tidak boleh berpoligami dengan gadis2 muda. mudah2n bermanfaat komentar saya.

    wassalam

    Komentar oleh aliy — Juni 21, 2007 @ 4:28 pm | Balas

  11. Ass..Ana Lu’lu’
    Semoga poligami Nabi yang begitu adil dan sempurna atas izin ALLAH dapat menjadi panutan bagi kaum adam yang semakin hobi akan poligami di zaman yang sudah kembali lagi menjadi zaman yang jahilliyah ini….dan semoga bagi kaum yang hobi poligami tersebut, tidak menjadikan pengalaman Nabi semata – mata sebagai alasan untuk menyalurkan hobinya…Afwan jika komen saya menyakiti beberapa pihak ( khususnya bagi pihak yg merasa red )

    Komentar oleh mufidah lu'lu'atul mabruroh — Agustus 31, 2007 @ 9:27 am | Balas

  12. nabi muhamad menikah dengan banyak wanita pasti ada sebab dan tujuan yang penting untuk pengembangan islam serta contoh bagi umat untuk mengambil keputusan…
    yang jelas bukan berdasarkan “NAFSU”.. jadi jangan dikaitkan dengan umur atau yang lainnya…

    Komentar oleh o riz qhan — September 4, 2007 @ 4:16 pm | Balas

  13. Nabi Muhammad SAW adalah kekasih Allah dari golongan manusia, jadi apa yang dilakukan nabi muhammad maka manusia lainnya pun sanggup melakukannya. hanya saja pertanyyannya apakah ilmu manusia itu sudah sampai?????? ……..

    Komentar oleh ajigerok — September 13, 2007 @ 6:19 am | Balas

  14. di zaman sekarang orang yang boleh ber POLIGAMI diantaranya
    1.pejabat yg kaya
    2.pengusaha yg sukses
    3.ajengan/ KIAYI yang mempunyai santri banyak
    4.orang gila yang mesti masuk RS JIWA….
    maksud no 4 adalah bila bukan termasuk orang yang 1/2/3 ko’ poliami, berarti dia orang yg ke 4…..maap yach.. jgn tersinggung…karena poligami adalah hal yang sakral…tanggungan duniya akhirat……

    Komentar oleh FATUR — September 20, 2007 @ 8:26 am | Balas

  15. Kita tidak usah mempermasalahkan perihal istri2 Rasulullah SAW, karena dalam soal2 seperti ini beliaulah yang lebih tahu. Kita hanya mengenal Islam itu dari beliau. Jadi yang sudah diatur, itulah yang benar & baik.Wassalam.

    Komentar oleh RcA — September 27, 2007 @ 7:50 am | Balas

  16. Thanx berat atas artikelnya.
    Bisa nggak dibikin KRONOLOGIS, tahun berapa Rasululllah menikah dengan X, kemudian beberapa tahun kemudian, menikah dengan Y, dst. Setelah membaca ini, kok saya jadi yakin bahwa Rasulullah “tidak pernah melanggar” aturan beristeri lebih dari 4. Dalam satu waktu yang sama, sepertinya Rasulullah tidak pernah beristeri lebih dari 4 sesuai tuntunan Al Quran.
    Contohnya periode ketika Rasulullah bersama KHADIJAH yang satu-satunya isteri. Kemudian ZAINAB BINT KHUZAYMA yang cuman selama 3 bulan sebelum wafat. Saya pikir, banyak juga usia pernikahan Rasulullah yang singkat karena isterinya wafat terlebih dahulu. Artinya Rasulullah tidak pernah memiliki isteri lebih dari 4 pada suatu saat yang sama.
    Maaf kalau saya yang salah dan kurang berkenan.

    Komentar oleh Pal — Oktober 24, 2007 @ 1:50 pm | Balas

  17. kox cuma itu saja sih?? ga ada yang lain ka???

    Komentar oleh rahasia — November 8, 2007 @ 5:30 am | Balas

  18. Mas, bisa diulas ga, wahyu yang didapat Rosul pada surat 33 ayat 37.

    Saya penasaran mas…

    Komentar oleh Nengah — November 29, 2007 @ 1:45 pm | Balas

  19. tidak ada yang salah dalam pengajaran muhammad,karena dia nabi pembawa sholawat.tapi kebenaran tentang Allah ada di dalam Yesus Kristus karena tidak dapat di pungkiri, 75 persen dalam Al-Quran menulis tentang Yesus,dan menyatakan Isa adlah jalan keselamatan dan firman yang hidup….Dijamin 100%

    Komentar oleh jo — November 29, 2007 @ 6:36 pm | Balas

  20. ini kisah SAFIYAH YANG SEBENARNYA

    Kisah Shafiyah yang Memilukan
    by Ali Sina
    Bukhari 7. 71.58

    Di kisah lain, kita baca bahwa “Setelah Muhammad menyerbu benteng2 pertahanan kota Kheibar dan masyarakat tak bersenjata disergap, prajurit2 Muslim membunuh banyak orang sampai mereka menyerah. Muhammad mengijinkan mereka meninggalkan tempat tinggalnya, tapi mereka harus menyerahkan harta benda mereka kepada penakluk. Dengan beberapa orang, datanglah ke muka Kinana, ketua kaum Yahudi di Kheibar dan keponakannya.

    Muhammad menuduh mereka berdua melanggar persetujuan, dengan menyembunyikan harta, terutama kekayaan Bani Nadhir, yang dimiliki Kinana sebagai bagian perkawinan dengan istrinya, Safiyah yang adalah anak ketua suku Nadhir. “Di mana bejana2 emas,” tanya Nabi, “yang kau gunakan untuk dipinjamkan pada orang2 Mekah?” Mereka protes dan berkata mereka tidak punya itu lagi. “jika kau menyembunyikan apapun dariku, “ lanjut Muhammad, “dan aku mengetahui akan itu, maka nyawamu dan nyawa keluargamu akan kucabut.” Mereka berkata biarlah begitu. Seorang pengkhianat Yahudi membocorkan rahasia pada Muhammad tentang tempat di mana sebagian harta mereka disimpan. Dia pergi dan mendapatkannya. Setelah usaha penyembunyian harta ini diketahui, Kinana disiksa secara kejam, — “api diletakkan di atas dadanya sampai dia hampir putus nafas, “ – dengan harapan dia mengatakan di mana sisa hartanya disembunyikan. Muhammad lalu memberi perintah, dan kepala dua kepala suku Yahudi dipancung.” [Tabari]

    Dikisahkan oleh ‘Abdul ‘Aziz:
    Anas berkata, ‘Ketika Rasul Allah menyerang Khaibar, kami melakukan sembahyang subuh ketika hari masih gelap. Sang Nabi berjalan menunggang kuda dan Abu Talha berjalan menunggang kuda pula dan aku menunggang kuda di belakang Abu Talha. Sang Nabi melewati jalan ke Khaibar dengan cepat dan lututku menyentuh paha sang Nabi. Dia lalu menyingkapkan pahanya dan kulihat warna putih di pahanya. Ketika dia memasuki kota, dia berkata, ‘Allahu Akbar! Khaibar telah hancur. Ketika kita mendekati suatu negara maka kemalangan menjadi pagi hari bagi mereka yang telah diperingatkan.’ Dia mengulangi kalimat ini tiga kali. Orang2 ke luar untuk bekerja dan beberapa berkata, ‘Muhammad (telah datang)’ (Beberapa kawan kami berkata, “Dengan tentaranya.”) Kami menaklukkan Khaibar, menangkap para tawanan, dan hartabenda rampasan dikumpulkan. Dihya datang dan berkata, ‘O Nabi Allah! Berikan aku seorang budak wanita dari para tawanan.’ Sang Nabi berkata, ‘Pergilah dan ambil budak mana saja.’ Dia mengambil Safiya bint Huyai. Seorang datang pada sang Nabi dan berkata, ‘O Rasul Allah! Kauberikan Safiya bint Huyai pada Dihya dan dia adalah yang tercantik dari suku2 Quraiza dan An-Nadir dan dia layak bagimu seorang.’ Maka sang Nabi berkata,’Bawa dia (Dihya) beserta Safiya.’ Lalu Dihya datang bersama Safiya dan ketika sang Nabi melihatnya (Safiya), dia berkata pada Dihya,’Ambil budak wanita mana saja lainnya dari para tawanan.’ Anas menambahkan: sang Nabi lalu membebaskannya dan mengawininya.”

    Thabit bertanya pada Anas,”O Abu Hamza! Apa yang dibayar sang Nabi sebagai maharnya?” Dia menjawab, “Dirinya sendiri adalah maharnya karena dia telah membebaskannya (dari status budak) dan lalu mengawininya.” Anas menambahkan, “Di perjalanan, Um Sulaim mendandaninya untuk (upacara) pernikahan dan malam ini Um Sulaim mengantar Safiya sebagai pengantin sang Nabi. (Sahih Bukhari 1.367)

    Dari Hadis di atas kita mengetahui bahwa penyerangan terhadap Khaibar merupakan serangan mendadak. Orang2 kota tidak diperingatkan lebih dahulu dan mereka tidak siap menghadapi serangan ini. Ini memang kebiasaan sang Nabi untuk tidak membiarkan korbannya membela diri. Dia akan menyerang mereka tidak dengan cara ksatria dan tanpa peringatan. Pada kenyataannya nama Quzvah berarti “serangan mendadak”. Khaibar tidak melanggar perjanjian apapun dengan Nabi, dan tidak ada tanda2 apapun bahwa mereka membahayakan kedudukan orang2 Muslim. Satu2nya alasan sang Nabi menyerang kota ini, membunuh siapa saja yang berdiri di jalannya dan merampas wanita yang tercantik sebagai budak pemuas seks-nya adalah karena dia menginginkan kekayaan masyarakat kota ini.
    Sang Nabi menyerang Kheibar, memperbudak Safiyah dan memperkosanya di hari yang sama dia membunuh suami, ayah, dan saudara2 Safiyah. Beginikah seharusnya tingkah laku seorang utusan Tuhan?
    Safiyah adalah anak kepala suku orang Yahudi yang dikenal sebagai Bani Nadir. Nama ayahnya adalah Huyah ibn Akhtab. Bani Nadir diusir paksa oleh sang Nabi untuk meninggalkan tanah Arab. Sisa Bani Nadir dan keluarga Huyah ibn Akhtab melarikan diri ke tempat Bani Qurayza. Tapi Muhammad bersama tentaranya datang pula ke sana dan menyerang mereka semua.

    Ayah Safiyah, Huyah ibn Akhtab, dipancung kepalanya karena menolak masuk Islam. Suami Safiyah pun dipancung. Pada hari itu sekitar 600-900 orang Yahudi dipancung kepalanya oleh Muhammad and the gang.

    Sewaktu Muhammad melihat Safiyah yang cantik luar biasa, dia pun mengambilnya untuk melayani nafsu berahinya malam itu juga.
    Dinarasikan oleh ‘Abdul ‘Aziz:
    “Kata Anas, ketika nabi menyerbu Khaibar orang2 di kota berseru “Muhamad dan pasukannya datang”. Kami mengalahkan mereka semua, menjadikan mereka tawanan dan harta rampokan dikumpulkan. Nabi membunuh para pria yang melawan, membantai anak-anak keturunan merekan dan mengumpulkan para wanita menjadi tawanan (Sahih Bukhari V.5 B.59 N.512).

    “budak” tawanan wanita dibagi2 kepada masing2 anggota geng muhammad, namun karena Safiyah yang tercantik dan seorang anak kepala suku, maka ia dibawa kehadapan Muhammad sebagai kepala geng. Ketua Geng yang kemudian birahi melihat kecantikan Safiyah, kemudian memutuskan untuk menambah koleksi “petutup sarung”-nya, dinikahi tanpa mahar, dan Safiyah digauli malam itu juga. Malam dimana anggota sukunya, keluarga, dan suaminya baru saja terbunuh oleh pasukan muslim Muhammad.

    Thabit lalu bertanya pada Anas, “apa mahar yang diberikan sebagai mas kawinnya?” Ia berkata” dirinya sendiri merupakan mahar yang harus dibayar” ketika nabi menikahinya. Di perjalanan Um Sulaim mendandaninya untuk upacara pernikahan, dan malamnya ia langsung diantar sebagai pengantin untuk nabi.” (Sahih Bukhari 1.367)

    Kisah yang membuat kita miris mendengarnya pada jaman sekarang, namun lagi2 Muhammad mengejutkan kita dengan ajarannya bahwa dengan menikahi Safiyah dia akan menerima 2 imbalan. Pertama, dengan menghindari mahar karena menikahi gadis budak yang diperbudaknya sendiri dengan sengaja, kedua ia dapat menikahi gadis tercantik yang 40 tahun lebih muda darinya.

    Dalam salah satu topik tanya jawab :
    Filsufsufi (ini nick name) dan Adheel (ini nick name) BAHU MEMBAHU untuk MEMBENARKAN pernikahan Nabi dan Safiyah . padahal SUAMI safiyah baru saja DIBUNUH di KAMPUNGNYA atas perintah NABI(Ingat bukan mati dalam PERTEMPURAN!!.tapi PENYERANGAN mendadak ke KAMPUNG tsb)

    nah…ke dua muslim tsb BERSIKUKUH utk mengatakan..bahwa safiyah itu memang akan DINIKAHIN rasul.berdasarkan bukti berikut :

    adheel menulis:
    Kamu tahu setelah pernikahan Beliau dengan Syafiah, beliau melihat tanda bekas Tamparan di pipi Syafiah dan beliau bertanya :”Apa ini”..?
    Syafiah menceritakan bahwa dia bermimpi bahwa rembulan telah jatuh di kamarnya, dan kemudian Suaminya menampar pipinya… (mengisyaratkan mimpi bahwa ia akan menikah dengan beliau)
    FILSUF sufi menulis :
    Mengenai perkawinan Nabi saw dengan Syafiah; hukum yang berlaku pada masa perang adalah siapa yang kalah dalam berperang maka perempuan dan lelaki menjadi tawanan pihak yang menang, sehingga boleh jadi wanita Syafiah ingin dinikahkan oleh orang2 muslim secara baik2, namun waktu itu para sahabat tidak berani dan merasa tidak pantas untuk menikahkan wanita yang berparas sangat cantiq jelita itu, dan memang sudah menjadi takdir, bahwa sebelum terjadi perang dengan kaum Muslimin, Syafiah bermimpi ‘tertimpa bulan’, setelah diceritakan pada suaminya mimpi itu, ia langsung mendapat tamparan, karena ta’wil yang dipercaya oleh suaminya sendiri “kalau begitu engkau akan menikah dengan Muhammad itu”. Pernikahan Nabi saw dan Syafiah sudah mengikuti rukun2 dan syarat2 dari undang2 yang berlaku pada waktu itu.

    Sepintas mungkin ke 2 aLasan2 itu kayaknya MASUK AKAL.tp mari kita baca dulu bagaimana MUHAMMAD menyuruh utk MENYIKSA dan MEMENGGAL kepala dari suami SAIFYAH ini

    mari kita baca dari SIRAH NABAWIYAH ibnu HISYAM
    SIRAH TERTUA islam,yaitu SIRAH NABAWIYAH IBNU HISYAM/IBNU ISHAQ,

    inilah cerita ttg PEMBANTAIAN suami sAFIYAH tsb

    PENYIKSAAN DAN PEMBUNUHAN KINANAH BIN AR_RABIAH

    Perihal Kinanah bin Ar-Rabi’ah dan Kematiannya

    Ibnu Ishaq berkata, “Kinanah bin Ar-Rabi’ didatangkan kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, karena kekayaan Bani An-Nadhir ada padanya. Beliau menanyakan kekayaan tersebut kepada Kinanah bin Ar-Rabi’, namun ia mengaku tidak mengetahui tempatnya. Setelah itu, salah seorang Yahudi didatangkan kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Orang Yahudi tersebut berkata, ‘Aku pernah melihat Kinanah mengelilingi reruntuhan benteng ini setiap pagi.’ Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda kepada Kinanah bin Ar-Rabi’, ‘Bagaimana pendapatmu, kalau kami menemukan kekayaan tersebut kemudian kami membunuhmu?’ Kinanah bin Ar-Rabi’ menjawab, ‘Ya.’ Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam memerintahkan penggalian re-runtuhan benteng tersebut hingga akhimya sebagian kekayaan orang-orang Khaibar dapat dikeluarkan daripadanya. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bertanya kepada Kinanah bin Ar-Rabi’ tentang kekayaan lainnya, namun ia bungkam. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda kepada Az-Zubair bin Al-Awwam, ‘Siksa dia hingga engkau bisa mendapatkan apa yang ada padanya.’ Az-Zubair bin Al-Awwam menyalakan api dengan batang kayu di dada Kinanah bin Ar-Rabi’ hingga ia melihatnya, kemudian Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mendorong Kinanah bin Ar-Rabi’ kepada Muhammad bin Maslamah yang kemudian memenggal kepalanya sebagai pembalasan atas kematian saudaranya yaitu Mahmud bin Maslamah.”

    SAFIYAH

    Safiyah Bint Huyeiy Ibn Akhtab adalah wanita Yahudi berumur 17 tahun ketika pasukan Muslim menyerang Khaibar dan membawanya pada nabi sebagai bagiannya dalam harta rampasan. Kisah ini termuat dalam buku TABAQAT dan terdapat juga dalam situs Islam yang terpercaya.
    http://www.prophetmuhammed.org/
    (ketika penulisan ini dibuat banyak situs Islam memuat kisah ini, namun sekarang sudah tidak lagi, walaupun demikian kisah ini cukup mudah dicari dalam hadis).

    “Safiyah lahir di Medinah, dibesarkan oleh suku Yahudi Banu ‘I-Nadir. Ketika sukunya terusir dari Medinah, A.H. Huyaiy adalah salah seorang yang tinggal bersama-sama di Khaibar dengan Kinana ibn al-Rabi’, pria yang menikahi Safiyah tak lama sebelum Muslim menyerang perkampungan baru tersebut. Ia berumur 17 tahun. Ia sebelumnya adalah istri dari Sallam ibn Mishkam, yang menceraikannya (???). Satu mil jauhnya dari Khaibar, sang nabi menikahi Safiyah. Ia dipersiapkan dan didandani oleh Umm Sulaim, ibu dari Anas ibn Malik. Disana mereka berdua bermalam.

    Abu Ayyub al-Ansari menjaga tenda sang nabi semalaman dan ketika fajar, nabi melihatnya terus berjaga-jaga. Nabi bertanya alasanya dan ia menjawab, ”Saya khawatir tentang wanita ini denganmu. Anda telah membunuh suami, ayah dan banyak kerabatnya dan sampai saat ini ia masih kafir. Saya sangat menghawatirkan pembalasan darinya.”

    Safiyah dikatakan meminta agar nabi menunggu untuk menikahinya di lokasi yang lebih jauh dari Khaibar dengan alasan masih banyak Yahudi yang berkeliaran di sekitarnya. Alasan sebenarnya Safiyah menolak
    sangat jelas. Ia memilih untuk berduka daripada harus naik ranjang pada hari yang sama suami, ayah, dan keluarganya terbunuh oleh orang yang
    ingin menyetubuhinya. Sikap nabi Allah, yang berumur 57 tahun ini, yang tak dapat menahan birahi untuk satu hari saja dan mengijinkan gadis muda ini berkabung, menunjukkan cara berpikir dan derajad moralnya.

    Sejarawan muslim pun mencatat bahwa perkawinan terjadi satu hari setelah Muhamad menyetubuhinya. Ini bukanlah masalah untuk nabi karena Allah telah mengeluarkan ayat yang memperbolehkan hubungan seksual dengan para budak tanpa perkawinan, meskipun mereka telah menikah. “dan semua wanita yang telah menikah (terlarang untukmu) kecuali (hamba sahaya/babu/budak) yang kamu miliki…(Q. 4:24)

    Ayat diatas menunjukkan bahwa nabi tidak mengganggap bahwa budak mempunyai hak apapun. Anda bisa saja wanita yang telah menikah dan berbahagia, namun jika Muhamad dan para pengikutnya menyerang kotamu, kamu akan kehilangan semua hak yang kamu punya dan sementara suamimu dibunuh atau diperbudak, Anda dapat diberikan pada seorang Mujahidin Muslim yang memperkosamu dengan bebas dengan ridho Allah.

    Mari kita lanjutkan kisah Safiyah.

    Ketika ia dibawa bersama tawanan lainnya, Nabi berkata,”Safiyah, ayahmu selalu memusuhiku, sampai akhirnya Allah sendiri yang menghukumnya.” Dan Safiyah berkata, “Bukankah Allah tidak akan menghukum seseorang karena kesalahan orang lain?”
    “Yakni, bahwa tidak ada pendosa yang dapat dibebani oleh beban dosa pendosa lainnya” Q. 53:38

    Ini tentu saja bertolak belakang dengan perbuatan Muhamad yang menumpas seluruh Bani Qainuqa dengan dalih mereka membunuh seorang muslim. Dan bukannya Allah yang membunuh ayah Safiyah, melainkan pengikut Muhamad. Hitler saja tidak pernah mengklaim bahwa Tuhanlah yang membantai kaum Yahudi dalam PD II.

    “Nabi kemudian memberikannya pilihan : bergabung dng sukunya setelah bebas ATAU menerima Islam dan mengadakan hubungan perkawinan dgn nabi.” (Tabaqat)

    Kami harus ingat bahwa Muhamad membantai kebanyakan sukunya dan mengusir sisanya yg masih hidup (mungkin karena mereka wanita peot2). Jadi Safiyah tidak punya banyak ‘plilihan’.

    “Ketika Safiyah menikah, ia sangat muda, hampir 17 tahun, sangat cantik. Bukan hanya ia sangat mencintai Muhammad (???) iapun sangat menghormati kenabiannya karena sebelum menikah, ia telah mendengar pembicaraan ayah dan pamannya tentang Muhamad ketika ia baru saja mengungsi ke Medinah. Salah seorang berkata, ”Bagaimana pendapatmu tentang dia?”, jawabnya,”Ia adalah benar nabi yang telah diramalkan oleh kitab kita”, lalu yang lain berkata, ”Lalu apa yang harus dilakukan?” jawabannya adalah mereka harus menentangnya sekuat tenaga. ” (Tabaqat)

    (Masuk akalkah cerita ini? Bagaimana mungkin dua orang Yahudi yang mengenali Muhamad sebagai orang yang diramalkan dalam kitab mereka (TAURAT) dan kemudian memutuskan untuk MENENTANGNYA ? LOGISKAH INI ? Bukan hanya itu, dimanakah dalam Taurat disebut tentang Muhamad ? Bagaimanakah caranya paman dan ayah Safiyah dengan mudah menemukan ramalan tersebut dalam kitab mereka sedangkan selama 1400 tahun kaum terpelajar muslim tak mampu menemukannya?)

    “Safiyah kemudian sadar akan kebenaran nabi. Dengan suka rela ia merawat, menyediakan kebutuhan dan menyenangkan nabi dengan berbagai cara. Hal ini jelas terlihat pada saat kedatangannya kehadapan nabi saat jatuhnya Khaibar.” (Tabaqat)

    Anda tidak melihat pernyataan2 bertentangan sang penulis muslim ? Tadinya ia mengatakan bahwa Safiyah ditawan dan diserahkan pada Muhamad sebagai tawanan. Itu berarti Safiyah tidak datang dengan suka-rela, namun ia dibawa ke hadapan sang nabi karena dia masih muda dan tercantik diantara tawanan lainnya.

    Bukhari juga mencatat pertemuan Muhamad dengan Safiyah dan pertempuran Khaibar dalam hadis.

    Dinarasikan oleh ‘Abdul ‘Aziz:
    “Kata Anas, ketika nabi menyerbu Khaibar orang2 di kota berseru “Muhamad dan pasukannya datang”. Kami mengalahkan mereka semua, menjadikan mereka tawanan dan harta rampokan dikumpulkan. Nabi membunuh para pria yang melawan, membantai anak-anak keturunan merekan dan mengumpulkan para wanita menjadi tawanan (Sahih Bukhari V.5 B.59 N.512).

    Kemudian Dihya datang menghadap nabi dan berkata,” Oh Nabi Allah! Berikan aku seorang budak perempuan dari para tawanan.” Nabi berkata, “Pergilah dan ambil budak perempuan yang mana saja.” Ia lalu mengambil Safiya bint Huyai. Namun seorang pria datang pada nabi dan berkata,” Oh nabi Allah, kau memberi Safiya bint Huyai pada Dihya, sedangkan ia adalah istri pemimpin suku Quraiza dan An-Nadir, ia seharusnya adalah milikmu.” Maka nabi berkata, “Bawa dia bersamanya.” Maka Dihya pun datang bersama Safiya, dan nabi berkata, “Carilah budak perempuan lain dari antara para tawanan.” Kemudian nabi mengambil dan mengawini dia.

    Thabit lalu bertanya pada Anas, “Apa mahar yang diberikan sebagai mas kawinnya?” Ia berkata “dirinya sendiri merupakan mahar yang harus dibayar ketika nabi menikahinya. Di perjalanan, Um Sulaim mendandaninya untuk upacara pernikahan, dan malamnya ia langsung diantar sebagai pengantin untuk nabi.” (Sahih Bukhari 1.367)

    Mahar adalah uang yang diterima pengantin wanita dari pengantin pria saat pernikahan. Muhamad tidak membayar mahar karena ia harus membayarnya pada dirinya sendiri karena menikahi seorang budak. Tentu ironinya adalah ia tidak membeli Safiyah, namun memang memperbudaknya dengan cara menyerbu kota kediamannya. Kisah ini sangat signifikan dalam menilai moral dan etika dari seorag abi Tuhan.

    Dan … ceritanya belon selesai … lagi2 Muhammad mengejutkan kita dengan ajarannya bahwa dengan menikahi Safiyah dia akan menerima dua imbalan. Pertama, dengan menghindari mahar karena menikahi gadis budak yang diperbudaknya sendiri dengan sengaja, kedua ia dapat ‘menikahi’ gadis tercantik yang 40 tahun lebih muda darinya.

    KESIMPULAN

    … Inti permasalahan yang anda lewati adalah bahwa Muhamad mengklaim diri sebagai nabi Tuhan untuk segala zaman dan semua bangsa. Ia memperkenalkan diri sebagai Nabi Terakhir dan Yang Terbaik dari Semuanya. Ia bersikeras bahwa ia mempunyai ”moral yang maha mulia” 68:4, dan ia adalah, “contoh yang harus diikuti” 33:21, ”Maha pengampun semua mahkluk” 21:107 dan ”Nabi yang paling terhormat” 81.19.

    Namun berdasarkan apa yang telah kita telusuri, ternyata tidak begitu adanya.

    Apakah contoh yang diberikan Muhamad dalam kisah Juwairiyah, Safiyah, dan Aisyah sepatutnya diikuti oleh para muslim?

    Jika ada menyetujuinya maka para muslim seharusnya menyerang rumah-rumah non-muslim, membunuh mereka dan memperkosa istri2 mereka. Jika anda berkata TIDAK dan tindakan Muhamad pada jaman tersebut tidak dapat diterapkan pada peradaban sekarang, maka semua ayat yang mengatakan bahwa kita harus mengikuti contoh Muhammad menjadi tidak berarti.

    Yang menjadi masalah adalah bahwa orang2 muslim tidak konsisten. Apakah kita harus mengikuti contohnya apa tidak? Apakah ia memberi contoh yang baik untuk kemanusiaan untuk diikuti atau tidak?

    Muhamad bukan hanya figur sejarah. Sebelum menjadi Presiden USA, George Washington mungkin meniduri budaknya (dgn alasan bukan penyebaran agama dan tidak mengaku sebagai utusan Tuhan). Pada jaman tersebut mungkin tindakan itu dianggap biasa, namun tidak ada orang yang mengatakan bahwa tindakannya merupakan contoh yang harus diikuti UNTUK SEGALA JAMAN DAN UNTUK SEMUA BANGSA !

    Berikut ini kisah Shafiya yang telah dimanipulasi untuk menutupi kebejatan Muhammad.
    Biar bagaimana pun juga cerita oleh Profesor Hasan Qaribullah ini sama sekali tidak bisa dipandang sahih karena tidak berdasarkan Hadist dan Alquran.
    Lady Safiyah, Daughter of Huyay
    By: Grand Shaykh, Professor Hasan Qaribullah
    Dean of Umm Durman Islamic University and Sammania Grand Shaykh

    Safiyah was the daughter of Huyay from the Jewish tribe of Nadir. She was quite unlike her father and since early childhood had grown in piety and become an upright young lady in search of the truth. During her childhood she had heard stories about the expected coming of a new prophet and learned that the reason why her ancestors had settled in Yathrib, as Medina was then called, was because the prophecies foretold he would appear in that vicinity and each tribe hoped the honor would belong to their own tribe. Safiyah remembered well the days, when she, as a young girl, had heard from traders returning from Mecca of a man claiming to be a prophet and that he denounced idol worship and preached the Oneness of Allah. She also remembered how it had caused such an upheaval in her community as the Prophet (sa) was an Arab, a descendant of Ishmael rather than a Jew descended from Isaac.

    She also remembered how, at the age of ten, she had seen both her father and uncle journey from Medina to prove to themselves that the rumors where unfounded. Both of them knew the characteristics of the expected prophet as well as the signs to look for as they had been recorded in their scriptures and that his expected arrival was a constant topic for discussion amongst the Jews. Upon their return Safiyah had been unable to comprehend their reaction and even more so their state of depression. In the purity of her heart, she had expected them either to return with the news that he either fulfilled or did not fulfill the conditions in the scriptures, but they were silent and their silence puzzled her.

    Shortly before the Prophet (sa) had set out for Khybar. Huyay had married the now seventeen-year old Safiyah to Kinanah. To the onlooker it may have appeared that the marriage was all a young girl could ever hope for on account of Kinanah’s wealth and standing. However, she was a reluctant bride and far from happy. One night Safiyah had a vision in which she saw the moon suspended over a city, which she knew to be Medina. In her vision she saw the moon drift towards Khybar and when it reached the city it had come to rest in her lap. Innocently, Safiyah told Kinanah of her vision whereupon, in an uncontrollable burst of anger, Kinanah struck her violently upon her face saying, “This can mean but one thing, you desire Muhammad the King of Hijaz!” When Safiyah was brought before the Prophet (sa) he noticed her badly bruised face and asked her about it whereupon Safiyah told him of her vision and how after she had related it to her husband he had struck her. When the spoils of war were being divided, Safiyah had been given to a man from the tribe of Kalb by the name if Dihyah. When the Prophet (sa) learned of her vision he asked him to release her to him and take her cousin instead. Dihyah agreed and the Prophet (sa) offered her, her freedom telling her that if she wished she may remain as a Jewess or embrace Islam. Without hesitation, Safiyah replied, “I choose Allah and His Messenger (sa).” And so when the time came for the Muslims to leave Khybar, Safiyah left with the ladies. Soon thereafter the Prophet (sa) asked Lady Safiyah to marry him and she welcomed the proposal and the two were married.

    Komentar oleh JONTOR — Desember 3, 2007 @ 10:55 am | Balas

  21. “Apapun yang dilakukan oleh Baginda Nabi Muhammad SAW, sunah ditiru, jangan salah mengartikan apapun yang dilakukan oleh beliau, karena beliau adalah kekasih Allah yang selalu di Ridhoi-Nya.

    Komentar oleh Fajar Andrianto Wibowo — April 3, 2008 @ 3:45 pm | Balas

  22. Untuk @Jontor, pemaparan anda tentang kisah Safiyah sangatlah tidak relevan, saya undang anda untuk berdiskusi dalam Forum Mailing List http://www.myquran.org sub Forum Islam dan Agama Lain, dengan topik yang sama tentang istri – istri Rasulullah SAW. saya menunggu anda. Username saya Luthifah Azzahra

    Komentar oleh luthifah — Mei 8, 2008 @ 10:34 am | Balas

  23. Untuk @jontor, loe mau nulis komentar.. apa mau nulis buku…
    kalau mau nulis buku bukan disini tempatnya…
    Buat blog sendiri sono….
    Panjang bener komentarnya….ngga kuku deh…

    thank u

    Komentar oleh agus — Mei 12, 2008 @ 10:57 am | Balas

  24. tambahan-tambahan…Untuk@jontor…
    Agama loe apa seh….
    Kalau agamamu islam…nga masuk diakal deh…
    “agamamu adalah hidupmu”…..

    Pelajari lagi isi dari Al-Qur’an dengan benar jangan sambil ngelamun to @jontor…

    thank u

    Komentar oleh agus — Mei 12, 2008 @ 11:02 am | Balas

  25. Assalamu’alaikum ….

    Astaghfirullah al-‘adzim,,,

    bwat JONTOR…
    Apa kmu seorang muslim?
    kl iya, jujur aku sangat sedih dgn yg kmu lakuin…
    Apa kmu udah gila,,,

    Tp kl kmu non muslim,,,
    Apa maksud kamu?
    Jgn jdi pengecut, jgn menyebar fitnah..
    Bagiku Agamaku, dan bagimu Agamu,,

    Wallahu A’lam,,
    Cerita itu benar atau salah…
    Tapi bagi saya dan umat muslim lainya,,,
    kami percaya Baginda Rasulullah Saw TIDAK SEPERTI itu,,

    Apa kmu bisa mempertanggung jawabkan semuanya di hari nanti??

    Smoga Allah mengapuni dosa2 kita semua…
    Amin ya Rabb,,,

    Komentar oleh Org yg byk dosa — Agustus 27, 2008 @ 5:35 pm | Balas

  26. buat @jontor…gile Lo yach…udah komentarnya panjangGG kayak rel kereta,mending komentarnya masuk akal dan benar..komentar yang ngawur bin sableng tuh (kelihatan ilmu Lo rendah)…dan yang paling bikin emosi lo menghina dan merendahkan Rasulullah ITU YANG GAK BISA GUE TERIMA…semoga Lo kena balasan yang setimpal dan azab burukkkkkkkkk menghampirimu..

    Komentar oleh ika — September 2, 2008 @ 12:00 pm | Balas

  27. ada orang kebakaran jenggot (apa punya jenggot ya?)

    Komentar oleh mahmud — September 10, 2008 @ 11:27 am | Balas

  28. kok bisa ya istrinya sebanyak itu????
    jaman dulu tuh aneh aneh
    kalo sekarang ya mestinya klepek-klepek

    Komentar oleh Kantata — September 14, 2008 @ 12:52 am | Balas

  29. poligami boleh dengan sarat harus adil terhadap istri2nya

    Komentar oleh abdillah — September 24, 2008 @ 11:39 am | Balas

  30. sebaikmya setelah istri kita sudah meninggal barulah menikah lagi,karena jika berpoligami maka harus bisa adil-seadil-adilnya.tetapi sangatlah sulit.hanya memiliki 1 istri saja terkadang belum merasa adil…apalagi lebih dari 1.dan memiliki istri lbh dari 1 juga terkadang menimbulkan masalah2 pada keturunan kita,misal iri karna pembagian harta yg banyak krn punya banyak istri.kesimpulan saya sebaiknya suami tidak punya istri lbh dr 1/jika mau berpoligami harus mendpt izin dulu dari istri 1/menunggu istri 1meninggal dulu…..

    Komentar oleh wila — Oktober 10, 2008 @ 11:36 am | Balas

  31. he…he.. ternyata ada yang kasih contoh..

    Komentar oleh joyo — November 2, 2008 @ 11:20 pm | Balas

  32. Untuk yang punya blog,
    tolong diskusi mengenai hal ini ditutup karena sangat berpotensi adanya penghinaan kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan istri-istri beliau.
    Karena penghinaan terhadap Rasulullah adalah masalah yang sangat besar, dan janganlah antum memfasilitasi terjadinya hal itu.
    Terima kasih

    Komentar oleh Abdullah — November 7, 2008 @ 3:32 pm | Balas

  33. Yang punya blog ini si JONTOR y, kok seenak udelnya aja berkomentar, trus nggak dihapus dan kayak nyambung dgn tulisan awal, yang janji kisah safiyah akan dibahas lain kali. Terserah y…yang jelas aku cinta dan sayang dengan Rasulullah,

    Komentar oleh bu mi — November 14, 2008 @ 9:42 pm | Balas

  34. ceritanya sangat bagus

    Komentar oleh supi hidayati — November 25, 2008 @ 6:58 pm | Balas

  35. menghapus kenyataan, dan fanatik buta.. adalah kebodohann terbesar…

    kali aku islam hal yang paling menyenangkan adalah POLYGAMI…
    kalau ada ibu yang rela menyerahkan anak 9 tahun untuk berbagi ranjang … maka ini sunatulloh….
    just thinking

    Komentar oleh sabar — Desember 16, 2008 @ 6:38 am | Balas

  36. Poligami itu sunnah.. Berpahala bagi orang yang sanggup menjalaninya dengan benar.. Bukan cuma sekedar muasin hawa nafsu semata.. Inget tujuan nikah adalah ibadah.. Kalo gue kalaupun ada kesempatan poligami.. gue mikir 1000 kali.. karena jadi Imam buat diri gue sendiri aja belum bener, mungkin punya seorang istri aja gue belum tentu bisa menjadi imam yang baik.. apalagi lebih.. Buat yang doyan poligami.. jangan samakan kedudukan iman kita dengan Rasulullah.. jauh banget..

    Nanggepin tulisan Jo yang bilang kebenaran ada bersama Yesus karena 75% Quran bercerita tentang Yesus.. Lo nulis sesuatu yang ga berdasar dan bohong.. mana ada nama Yesus didalam aL-Quran?? Jangan Ngaco.. Baca Quran buatan sendiri yah lo??

    Menanggapi tulisan Jontor.. Inilah akibatnya kalau umat islam terlalu sibuk dengan duniawi dan jauh dari Quran dan Hadis.. Untuk itu jadikan dia sebuah pelajaran supaya lebih perduli sama agama kita ( Islam )dan mencari tahu kebenarannya.. Semoga kita semua bisa mencapai Ma’rifatullah.. Amien..

    Komentar oleh iLo Sanre — Januari 2, 2009 @ 2:17 am | Balas

  37. aku setuju aza karna sahwat terjadi kepada lelaki dan apabila sahwad tak dipenuhi maka akan menuju hal yang tak diingin kan

    Komentar oleh enggal — Januari 12, 2009 @ 9:52 pm | Balas

  38. begina ya jontor…

    Apa yang di lakukan Rasullulah ada lah menikahi janda untuk mengangkat martabat mereka… untuk menafkahi mereka , dan tidak ada seperti kata – kata kamu kita harus menyerang umat non muslim dan memperkosa istrinya…. (maka kamu telah membuat fitnah).

    Umat nabi berperang karena islam diburu, karena nabi mau di bunuh, karena muslim di serang terlebih dahulu.

    Ingat Umat muslim itu seperti lebah… apabila gak di ganggu maka lebah itu tidak akan menyengat, namun apabila di usik / diganggu maka lebah itu akan menyengat, walaupun si lebah itu tau kalau sengatnya terlepas dari tubuhnya maka lebah itu akan mati. Begitu juga umat Muslim, apabila di usik akan berjuang walaupun kematian akibatnya.

    Ingat agamaku adalah agamaku , agamamu adalah agamamu….

    Sesungguhnya Syaitan dan Iblis akan selalu memfitnah umat muslim seperti janji mereka kepada allah waktu adam di ciptakan.

    Komentar oleh H. Adithya — Januari 12, 2009 @ 11:09 pm | Balas

  39. yeeeeeeeeeeeeeeeeeee….q kira sulit ya………….cowok-cowok nikahi yng tua…pasti slalu cariistri yg lebih muda dari istri yang pertama…klko perlu yang lebih seksi…dasar…cowok sekarang hanya pengen melampiaskan nafsuna doang…..bkan menolong orang2 yang sdah jandalagi tua.

    Komentar oleh yatimah — Januari 13, 2009 @ 2:23 pm | Balas

  40. puasa kemaren aku pergi kepasar beli daging kondisinya sesak sekali karena hampir lebaran otomatis aku berdiri antre…lalu ada laki2 di belakang aku ternyata…..anunya (ngerti kan…..)tegang…terus menusuk-nusuk..di bodyku…wlaupun tidak dibuka….lama kelamaan aku juga terangsang..lalu anuku senyut2 enak.gmn hkumnya ya….

    Komentar oleh yatimah — Januari 13, 2009 @ 2:34 pm | Balas

  41. Gw juga pengen poligami! enak kaleeee! gak puas ama istri yang satu tinggal embat istri yg lainnya! syukur2 istri msh pada ABG semua! jelas enak tenan cengkraman masih kuat dan seret, tubuh masih kenyal dan sehat. Wow mana tahan! sehari main 100x sampai dengkul pada copot! saking seringnya ngewek sampai lupa tuh cari duit. Akhirnya pada kelaparan dan mati waktu orgasme.

    Komentar oleh wow uenak — Februari 7, 2009 @ 10:36 am | Balas

  42. Ga semua yg dilakuin Rasulullah itu sunah untuk ditiru. CATAT
    1. Hal2 yg TIDAK BOLEH ditiru:
    – mengaku Rasul Allah
    – mgk termasuk poligami-nya…subjektif sich..)
    – Punya budak. Rasul + sahabat2 punya budak, budak perempuan boleh digauli dengan bebas karena “kemerdekaannya” telah dibeli, dah jadi hak milik (bener ga sih..apa pada baru tahu?).
    – ada yg mo nambahin (tapi dipikir dulu, harus logis dan sopan)

    2. Hal2 yang tidak perlu ditiru (boleh niru kalo mau, tapi ga berhak menyatakannya sebagai SUNAH)
    – hobi Rasul yang terkait dengan pribadi beliau (berjenggot, tidak berkumis, dll)
    – Naik Onta
    – Makan kurma
    – Cara berjalan,model baju, dll
    Mungkin ada yang menyangkal..silakan saja.

    Komentar oleh Allie — Februari 18, 2009 @ 7:39 pm | Balas

  43. “…dasar…cowok sekarang hanya pengen melampiaskan nafsuna doang…..bkan menolong orang2 yang sdah jandalagi tua… ”

    gini hari nolong janda lagi tua? kwek kwek kwek… pergi aja ke luat….! di daratan mah gak ada ! yang ada cuma buaya darat yhang doyan ABG(anak baru gede)!

    Komentar oleh Peri_langit — Februari 23, 2009 @ 8:13 pm | Balas

  44. tidak ada yang salah dalam pengajaran muhammad,karena dia nabi pembawa sholawat.tapi kebenaran tentang Allah ada di dalam Yesus Kristus karena tidak dapat di pungkiri, 75 persen dalam Al-Quran menulis tentang Yesus,dan menyatakan Isa adlah jalan keselamatan dan firman yang hidup….Dijamin 100%

    Komentar oleh jo — November 29, 2007 @ 6:36 pm

    ^
    ^
    Ya sudah kita buktikan saja, kelak klo kita sudah mati/datang hr kiamat. Apakah Islam kami yg benar apakah Kristen mu yg benar..Wahai Kafirun yg mentuhankan Isa almasih sebagai Allah yg Esa.

    “lakum dinukum waliadin” (untuk mu lah agamamu, untuk ku lah agamaku)

    Komentar oleh trep — Maret 12, 2009 @ 10:30 pm | Balas

  45. Buat apa manusia meributkan agama? agama bukan berhala yang harus di puja puji! cukup di amalkan di dalam hati. Bukankah agama apapun tdk bisa membebaskan umatnya dari siksaan neraka jika org tsb dosanya lebih besar dari pahalanya!
    Untukmu agamamu untukku agamaku cuma slogan di bibir saja! Lihatlah peperangan antar agama membuktikan hal itu!
    Kebencian dibalas dengan kebencian ibarat menuang api dengan minyak maka kebencian tidak akan berakhir!
    Biarkanlah api yang berkobar itu dan jgn siram dgn minyak lagi maka api itu suatu saat akan padam dengan sendirinya!

    Komentar oleh Tahu ah gelap — Maret 28, 2009 @ 11:35 pm | Balas

  46. poligami itu sbnarnya SALAH, itu hanya kata_kata Pembenaran dari nabi muhammad,coba kalau keluarga kita dijadikan istri ke 12 mau ga? alasan aja pake kata-kata sunnah..berpikirlah logika yg jernih dan benar…”ada sebuah cerita, Zaman dahulu kala ada seorang raja yang kejam dan bengis, semua aturannya harus di ikuti…pada suatu hari dia berjalan dialun-alun dengan telanjang,lalu dia perintahkan para panglimanya untuk bersorak sorai bahwa sang raja berpakaian yg indah,,,”hidup sang raja! pakaiannya sangat indah,…dan rakyatpun menyuarakan demikian…

    Komentar oleh nebudkadnezar — April 1, 2009 @ 9:20 pm | Balas

  47. syalom….
    kenapa begini…
    Poligami, dengan kondisi moralnya yang tegas dan keras, alih-alih menjadi sumber sensualitas bagi pria, justru merupakan tambahan beban dan kewajiban. Sensualitas dan pengumbaran nafsu birahi hanya sesuai dengan kebebasan absolute. Sensualitas mengambil bentuk dalam tindakan seorang pria yang menyerahkan dirinya pada penguasaan hatinya, dan hatinya dikuasai hawa nafsu dan khayalan. Hati dan hawa nafsunya tidak tunduk pada logika dan menolak mengakui batas-batas. Bila masalah disiplin, keadilan, dan pelaksanaan kewajiban dilibatkan, sensulaitas dan pengumbaran nafsu berahi akan tersingkir. Inilah sebabnya poligami, dengan kondisi-kondisi Islaminya, dalam keadaan bagaimanapun juga, tak dapat dipandang sebagai sumber pengumbaran nafsu. Orang-orang yang menjadikan polligami sebagai sumber gelimang sensualitas, telah menyalahgunakan hukum Islam sebagai dalih untuk kesesatan. Masyarakat mempunyai hak untuk mengingatkan mereka terhadap kewajibannya, atau bahkan menghukumnya dan mengambil dalih itu dari tangannya.

    MANUSIA ADALAH MUSUH DARI APA YANG TIDAK DIKETAHUINYA.
    Ali bin abi thalib kw

    salam damai

    Komentar oleh heri h — April 7, 2009 @ 8:37 pm | Balas

  48. [dihapus…dianggap iseng berkomentar di blog ini..]

    Komentar oleh 88th — April 13, 2009 @ 6:24 pm | Balas

  49. ass….baginda nabi muhammad SAW adalah teladan yang sempurna untuk kita ikuti,semua tingkah laku, ucapan, harus kita percaya dan yakini tanpa kecuali…ok…

    Komentar oleh gaz — Mei 22, 2009 @ 1:36 pm | Balas

  50. eEmMZz…. Ternyata GtuU toh???

    Komentar oleh Anton — Mei 23, 2009 @ 4:18 pm | Balas

  51. KALAU BISA ANDA BAHASMASALAH KHADIJAH LEBIH LENGKAP LAGI, COZ SAYA LAGI NYARI FROFIL BELIAU, KOOK SUSAH NIAN

    Komentar oleh FITRI — Mei 26, 2009 @ 2:47 pm | Balas

  52. Assalammualaikum.. wr wb
    Sebagai saran kepada antum, sebaiknya coment-coment dari teman-teman dan saudara kita seaqidah disortir dulu mana yang layak dan mana yang tidak layak untuk dipublikasikan. Ini menyangkut Nabi SAW kita tercinta. Terima Kasih!

    Komentar oleh syawal — Agustus 6, 2009 @ 6:18 pm | Balas

  53. -dihapus, komentar tidak beradab-

    Komentar oleh jojo — Agustus 17, 2009 @ 6:15 pm | Balas

  54. Mas yg punya blog ini, tolong memuat tulisan (khususnya tentang safiyya istri rasulullah yg ada di komentar) pake referensi yg jelas, biar kita bisa croscek. jgn asal ngomong/ngarang palagi ma Nabi Muhammad itu sama ja fitnah. orang yang begini darahnya HALAL. ALLAHU AKBAR!!!!

    Komentar oleh Fachruddin — September 18, 2009 @ 12:54 pm | Balas

  55. om tante komentator, mengingat agama merupakan hal yang sensitif, mohon kata-kata yang disampaikan dengan bahasa yang santun. pro-kontra hal yang biasa tapi jangan memfitnah. Rasulullah SAW hamba Allah yang terjaga dari kesalahan dan Paling mulia akhlaknya. Afwan.

    Komentar oleh Saridah — September 18, 2009 @ 1:09 pm | Balas

  56. thx bgt ya atas wawasannya…
    artikelnya bgs bgt…
    ttp semangat utk islam…

    Komentar oleh tya — Oktober 14, 2009 @ 7:59 pm | Balas

  57. AsslM… baNyak istRi bnyak Rizki

    Komentar oleh suhaimin — Oktober 15, 2009 @ 5:41 pm | Balas

  58. Assalamu’alaikum

    Saya mohon kepada administrator blog ini untuk menghilangkan komentar-komentar yang bersifat provokatif, fitnah, tidak teruji realita-nya, dan tidak berdasar kepada hadits dan Qur’an. Ini adalah masalah keyakinan. Bila anda seorang Muslim berlakulah sebagai muslim dan bijaksana seperti muslim.

    Bila anda mengabaikan permohonan ini sampai satu bulan ke-depan. Insya Allah saya yang akan menutup blog ini dengan cara saya.

    Terima Kasih.

    wa’alaykumsalam wr wb

    ancaman anda untuk menutup blog ini justru memperlihatkan anda tidak bijaksana sebagai seorang muslim.
    saya tidak menghapus komentar2 seperti itu (selama kata2nya tidak terlalu vulgas) justru agar kaum muslim bisa tahu bagaimana cara menghadapinya.

    jika anda perhatikan, saya sudah menghapus beberapa komentar yang jauh lebih parah.

    anda hendak menutup blog ini dengan berbagai cara? silakan…dengan catatan anda siap menanggung tanggung jawab banyaknya kaum muslim yang tidak bisa mendapatkan ilmu dan pencerahan 🙂

    Komentar oleh Hamba Allah — Oktober 18, 2009 @ 2:50 am | Balas

  59. Tidak perlu berdebat atau menghujat keyakinan orang lain. Bila anda merasa yakin dengan agama anda. Jalankanlah agama anda dengan benar agar anda masuk Surga. Tidak perlu menyalahkan agama lain. Karena anda sendiri tidak tahu apakah anda penghuni Surga atau Neraka!

    Komentar oleh Hamba Allah — Oktober 18, 2009 @ 2:58 am | Balas

  60. apakah benar istri rasul yg bernama MARIA AL-QABTIYYA dan SAFIYYA BINT HUYAYY adalah pemeluk agama non Islam.
    seperti apakah hukumnya pernikahan tsb?

    penjelasan lebih rinci sgt sy harapkan di email situpai13@gmail.com

    trimakasih,

    Komentar oleh Ryan — Oktober 28, 2009 @ 3:45 am | Balas

  61. ‘Nabi Muhammad SAW bertunangan dulu selama 2 tahun dengan Aishah sebelum kemudian mengawininya’

    apa yg dimksd dg tunangan dlm kalimat diatas? tukar cincin,dilamar, ato bgmn? krn setau sy tdk ada tunangan dlm islam. dan klo dilamar, bkny jarak antara lmrn dg prnikahan tdk blh lbh dr 3 bln? mohon penjelasanya dan koreksi atas pengetahuan sy jika salah, trimakasih.

    Komentar oleh woel — Desember 13, 2009 @ 2:35 pm | Balas

  62. tidak ada larangan bagi siapa saja yg mau berpoligami,asalkan bisa adil,bisa di sebut adil bila orang2 di samping kita bisa merasakan kebahagiaan yang kita rasakan/yg kita berikan,istri2 kita,orang tua dan mertua kita,tetangga2 kita,saudara2 kita,apakah mereka sudah merasakan kebahagiaan yg kita berikan kepada mereka/belum sekalipun kita memberikannya?????

    Komentar oleh din — Desember 28, 2009 @ 8:51 pm | Balas

  63. poligami yg dilakukan Muhammad adalah sesuatu yang mulia sebab kebanyakan bersifat menolong wanita2/janda2 tua yang hidup susah.

    nah yg terjadi di negara kita skrg ini poligami yg berlandaskan nafsu tapi mengatasnamakan agama..sungguh salah kaprah…hanya mencari pembenaran pribadi agar bisa bebas menikahi wanita2 yg lebih muda usia dari istri sebelumnya….hehehehe…gawat kan???

    Komentar oleh bayhan — Februari 27, 2010 @ 3:09 pm | Balas

  64. Rasul berpoligami mengutamakan ibadah kepada Allah bukannya hawa nafsu

    Komentar oleh Farid — Maret 7, 2010 @ 1:11 pm | Balas

  65. Agar kita, muslimin, tidak terbawa oleh isu2 yang disebarkan oleh pembenci Islam, sdh seharusnyalah kita belajar lebih dalam tentang Islam, terutama dari AlQuran dan Al hadist. Ingat, pilih buku yang bagus. Karena ada banyak buku, yang suka memotong hadist dan ayat dengan seenaknya dengan maksud memutar balikkan fakta. mungkin hal ini juga dialami oleh saudara @Jontor. maka dari itu marilah kita doakan Beliau agar diberi hidayah. Tolong artikel dr buku ” the life of Muhammad” dibawa ini dipertimbangkan :

    Safiyyah, daughter of Huyayy ibn Akhtab of Banu al Nadir, was one of the captives the Muslims had seized inside the fortresses of Khaybar. Her husband, Kinanah ibn al Rabi`, was known by the Muslims to have been the guardian of all the wealth of Banu al Nadir. When the Prophet had asked Kinanah about his treasure, the latter solemnly declared that he did not know where it was hidden. Muhammad threatened him that in case the treasure was found hidden in his place he would be put to death. Kinanah agreed. One day when Kinanah was seen moving about an uninhabited house in the outskirts, his movement was reported to the Prophet. After the Prophet ordered the inside of the house be dug out, part of the treasure was revealed. Kinanah was killed as a result. When a companion learned of Safiyyah’s captivity, he approached the Prophet with the suggestion that, since she was the lady of Banu Qurayzah and Banu al Nadir, she was fit to become the wife of the Prophet alone. The Prophet granted her her freedom and then married her, following the example of the great conquerors who married the daughters and wives of the kings whom they had conquered, partly in order to alleviate their tragedy and partly to preserve their dignity. Abu Ayyub Khalid al Ansari, however, feared that Safiyyah’s tragic loss of father, husband, and people might incite her to avenge herself against the Prophet. He therefore spent the night near Muhammad’s tent where the wedding had taken place, with sword drawn. When the morning came and the Prophet saw him in that state, he asked him for an explanation. Abu Ayyub answered that he feared for the Prophet that this woman, who until very recently had been a non-Muslim, might attack him. The truth, however, was otherwise. Safiyyah remained loyal to Muhammad throughout his life. In his last illness, when the Prophet was surrounded by his wives, Safiyyah came forward and said: “O Prophet of God, I surely wish that that from which you suffer might be in me rather than in you.” Muhammad’s wives winked at one another and the Prophet, observing their reaction, said: “Go on and wink at one another! By God, I know that Safiyyah is truthful and loyal.” Safiyyah, who survived Muhammad, lived until the time of the caliphate of Mu’awiyah. She was buried at al Baqi`.

    -The Life of Muhammad
    (Allah’s peace and blessing be upon him)
    by Muhammad Husayn Haykal
    Translated by Isma’il Razi A. al-Faruqi-

    Komentar oleh mifa — Maret 10, 2010 @ 5:33 pm | Balas

  66. capek banget dech punya istri sebanyak itu

    Komentar oleh ferza — April 6, 2010 @ 12:48 pm | Balas

  67. bukankah istri nabi ada 9?mengapa d sni lbh dari 9?

    Komentar oleh ririn — April 17, 2010 @ 2:33 pm | Balas

  68. baca AFFI,answering ffi,dech. ada hikmah disetiap pernikahan nabi.

    Komentar oleh indahnya — April 18, 2010 @ 12:10 pm | Balas

  69. Asyhaduallaailaahailallaah. Waasyhaduannaamuhammadurrasulullah…..
    Lakumdinukumwaliyadin…
    apapun kata orang ttg Rasul, bagiku DIA teladan umat muslim dunia.

    Komentar oleh hamba Allah — April 19, 2010 @ 9:05 am | Balas

  70. Seperti woel, saya juga pengen tw lebih lanjut maksud kalimat ‘Nabi Muhammad SAW bertunangan dulu selama 2 tahun dengan Aishah sebelum kemudian mengawininya’
    Thanks.

    Komentar oleh tita — Mei 17, 2010 @ 1:24 pm | Balas

  71. Bagimu agamamu & bagiku agamaku. Allah SWT maha mengetahui apa-apa yang ada dalam hati kalian dan sungguh akan ada balasan dari Allah atas apa yang kalian tulis yang menghina agama Islam. Bagi anda kaum non muslim silahkan baca buku karangan Irene Handono (seorang mualaf yang sebelumnya beragama kristen katolik dan menyelesaikan studinya di Teologi Agung – pendidikan akhir untuk pastor/frater dan telah menjadi seorang biarawati. Beliau pernah menjadi ketua Ligium Maria yang mempunyai anggota terbesar di Indonesia). Bukunya tentang PERAYAAN NATAL 25 DESEMBER ANTARA DOGMA DAN TOLERANSI. Banyak umat kristiani membaca buku ini kemudian tergoncang imannya. Renungkanlah : Yesus dilantik menjadi Tuhan oleh Kaisar Romawi Constantin pada waktu Consili Nizea pada tahun 325 Masehi. INI PERTAMA KALINYA YESUS MENJADI TUHAN, SEBELUM ITU BELUM MENJADI TUHAN. Umat kristiani 98% tidak memahami konsep ketuhanan, padahal sejarah ini sudah ada dalam buku-buku mereka, hanya saja pemimpin-pemimpin gereja berusaha menutup-nutupi hal ini, karena umatnya akan terguncang sekali melihat Yesus diproses menjadi Tuhan dan yang melantik adalah manusia. Padahal Tuhan itu adalah pencipta alam semesta. Kalau manusia ramai-ramai melantik salah seorang dari mereka menjadi Tuhan, maka hal itu adalah tidak sah.

    Komentar oleh umat Nabi — Juni 4, 2010 @ 2:57 pm | Balas

  72. Tahu ga siapa JONTOR itu…?Dia adalah DULALI (Gede waDul/Boong/Setengah Jadi) atau para pengikutnya si DUL itu…Mereka memutar balikan ISLAM melalui Al-Qur’an, Hadis dan Tafsir…terutama menyangkut pribadi Rasulullah…PADAHAL setelah ane croscek ke sumber2 yang JONTOR/DULALI buat, ternyata hanya berupa hadist palsu, Terjemah Qur’an yang salah dan Tafsir Yang Salah, Maklum JONTOR/DULALI ga bisa bahasa ARAB…,jadi salah menerjemahkan dan banyak kalimat-kalimat yang di tambah2 kan sendiri sesuai dengan kemauan nafsunya DULALI/JONTOR…Jadi berhati-hati lah buat Umat ISLAM saat ini karena setiap postingan tentang Rasulullah, pasti muncul di komen nya DULALI atau anak buahnya…TUJUANNYA adalah satu, memurtadkan Umat Islam…seperti Syetan yang berusaha memurtadkan Umat manusia agar menjadi pengikutnya kelak di neraka…TENTUNYA DENGAN SEGALA CARA….

    Komentar oleh baban — Juni 20, 2010 @ 1:27 pm | Balas

  73. Oh, si DULALI toh..,Ane dapat kabar DULALI dan Kawan-kawan tuh orang-orang YAHUDI yang menginginkan umat ISLAM dan Kristen di INDONESIA perang…Caranya dia pura-pura keluar dari Islam dan masuk kristen…,trus mulai menjelek-jelekan Islam dan memuliakan kristen…akibatnya orang Islam pasti marah ke Kristen dan sama kristen pun mulai marah ke Islam…dan bisa di tebak pada akhirnya…terjadi perang antara Umat beragama di INDONESIA….JADI hati-hari Ikhwan akhwat sekalian terhadap provokator si Dul ini…yang jelas-jelas akan sangat merugikan kita dan menguntungkan si YAHUDI jontor dan dulali….

    Komentar oleh irvebal — Juni 20, 2010 @ 1:41 pm | Balas

  74. lalu kenapa allah menakdirkan nabi kawin sampai 12 kali ya? bukankah tuhan pasti memberikan hikmah pada stiap tindakan nabi yang patut kita tiru?(diluar nilai sosial)

    Komentar oleh saladin — Juli 12, 2010 @ 6:22 am | Balas

  75. Subhanallah…
    Nabi Besar kita adalah kekasih Allah, dan mendapatkan jaminan Surga Baginya…
    Gadis/Janda atau Kaum Hawa Manapun pasti sangat mengagumi Beliau, Ibarat kata Suami masuk surga, Istri pun akan masuk surga….. Inilah tujuan utamanya, Kekal Abadi di akhirat dengan menemani Beliau

    Komentar oleh wiwid — Agustus 12, 2010 @ 2:36 pm | Balas

  76. Coba merenunglah saudaraku kaum muslimin, bahwa nabi berpoligami bukan karena sebab-sebab agama saja, tetapi kemaslahatan hidup. Tidak hanya janda miskin yang beliau nikahi tetapi juga ada wanita yang produktif. Apa maknanya? Kita sekarang suka membolak-balik fakta bahwa ajaran poligami hanya berlaku di zaman nabi, dan harus adil seperti nabi? Apakah nabi tak pernah marah dgn istri-istri beliau? Apakah nabi tak pernah menceraikan istri beliau? Mari kita pandang lebih dalam dari sudut kemanusiaan. Bahwa apa yang dilakukan nabi kita semata-mata memang perintah Allah, tetapi kita juga harus ingat bahwa apa yang dilakukan nabi juga contoh bagi kita di zaman sekarang. Pada masa kini, kita lebih senang membiarkan wanita tanpa pemimpin, akibatnya perzinahan merajalela, prostitusi menjadi bunga kehidupan. Lelaki dgn seenaknya memperlakukan wanita yang janda atau gadis yang tdk mendapat perlindungan dari orang tuanya dengan baik. Kenapa? karena laki2 sekarang takut berpoligami karena istrinya. Mereka justru membiarkan kehidupan berkembang menjadi tdk baik spt sekarang. Para istri lebih bangga mendiamkan suaminya jajan wanita(dalam istilah keren: air bisa tumpah kemana saja, yang penting botolnya pulang!). Maka saudaraku, sadarlah apa yang dilakukan nabi kita adalah sebenarnya prediksi di masa sekarang. Lelaki takut berpoligami dan mencari-cari kelemahan poligami karena ingin menikmati kebebasan!! Sadarlah… tegakkan syariat islam dan berpeganglah kepada Al Quran dan Sunnah rasul yang baik dan benar.

    Komentar oleh coba komen — Agustus 14, 2010 @ 11:14 pm | Balas

  77. Maka sadarlah saudaraku, kelemahan kita dalam mengurai poligami akan dimanfaatkan oleh pemeluk keyakinan lain untuk melemahkan islam!! Bagi yang sudah beristri tanyakan kepada istri kita, suruh mereka memilih: mengizinkan suami berpoligami atau berjihad fisabilillah? Bila istri kita lemah iman: Pasti dua-duanya tidak diizinkan. Poligami bukan nikah siri seperti yg dilakukan banyak lelaki zaman sekarang. Poligami tidak boleh disembunyikan, perbuatan ini harus diumumkan. Menyembunyikan pernikahan bukan esensi poligami. Ini justru dilarang. Sadar dan merenunglah.

    Komentar oleh coba komen — Agustus 14, 2010 @ 11:21 pm | Balas

  78. nabi muhammad SAW, Menikah bukan karena nafsu birahi semata, beliau menikahi perempuan2 tersebut karena dengan alasan serta akhlak yang baik yang dilakukan oleh rosulullah saw, lihat saja keadaan istri2 rosulullah, mereka semua ada yang sudah tidak punya suami, ada yang miskin. jaman sekarang bukan mengikuti sunah rosul, tapi mereka menikah lagi karena hanya nafsu semata. tidak ada orang yang bisa menyamai nabi kami umat muslim nabi muhammad saw.

    Komentar oleh coki — Agustus 16, 2010 @ 3:58 pm | Balas

  79. Setelah saya baca komentar-komentar berbagai pihak, saya berkesimpulan bahwa : tidak ada yang pasti meyakinkan yang paling benar SEMUANYA mempunyai KELEMAHAN dari berbagai sudut. Artinya kita sebagai manusia hendaklah berdoa dan bersyukur kepada yang paling sreg dihati tanpa harus membandingkan/fanatik atau menjelekkan agama lain. Sebab agama itu tradisi leluhur nabi yang ratusan tahun bedanya, belum lagi ditambahi aturan2, sekarang fatfa jadinya tambah melenceng karena ulah manausia2 yg sok paling yakin benar. Sesungguhnya tidak ada yg paling sempurna agama tetapi JALANKANlah rasa bersyukur, menyembah, tobat dan melakukan perbuatan terpuji bagi SEMUA ciptaanNYa ADALAH yang paling diRidhoi TUHANMU. Liatlah bangsa2 maju ASIA :Jepang,Hongkong,Korea skarang China, apa Agama mereka ???? konghutcu, budha, hindu dll. Apakah mereka menyembah Yesus atau Muhammad ??? tidak… lalu mengapa negaranya diridhoi dan diberkahi TUHAN YME??? Maju makmur karena mereka menganggap dewa dikonotasikan adalah TUHAN YME juga. Dan ALLAH MAHA BIJAK dan MAHA TAHU jadi kebaikan dan ketulusan bangsa2 tadi doanya diterima. SEMENTARA bangsa kita mayoritas islam seakan2 mengkultuskan 1 agama yang paling benar selain itu dianggap non atau kafir dan menyebut yang disalib yudas iskariot atau macam2 versinya. Akhirnya yang fanatik pada keliru jihad dan kelompok minoritas sakit hati. Padahal kita satu tanah air, kita pecah gara2 dibodohi oleh pemuka2 agama yang dajal krn menghasut!!
    Kita back to era 80an, islam – kristen saling toleransi dan saling memberikan selamat pada hari raya lebaran maupun natal. Ingat itu …sebelum keluar Fatwa melarang memberi ucapan nanti diibaratkan mengakui nabi lain?? INI AWAL KESALAHAN dimana toleransi kebebasan keyakinan beragama dalam dasar negara PANCASILA. Kenapa sekarang konflik berlarut2 ???
    Kita satu bangsa saling berantem sementara agama hanya tradisi jaman baheula sblum kita lahir, kenyataan sekarang kita 1 nusa 1 bangsa 1 bahasa. Buang jauh2 ajaran agama yg keliru,kembalilah ke ajaran berbuat baik, tolong menolong, bertoleransi, bersaudara 1 bangsa seperti pelajaran PMP (pendidikan moral Pancasila) ITU YANG BENAR. Kalian mau masuk surga bukan cuma caranya berdoa tapi perilaku kebaikanlah yang utama!!!
    sering ke gereja sering ke mesjid tapi perbuatan kalian munafik spt dhajal…sampe 1000x wirid tetap masuk neraka, secara logika aja kalo kalian punya anak buah munafik pasti anda benci bukan??? sama TUHAN kalian lebih sempurna tahu. Sekarang yang dikerjakan harus kembali yang benar, tolong kasih pengertian saudara2 kalian kita harus bersatu Melawan BAngsa Jiran Malaysia yang sok serumpun tapi kurangajar sama Indonesia sebagai kakak serumpun….oke smg paham, ayo saling menyadari kalau kalian blm pernah mati jadi selama ini cuma tertipu oleh hasutan2 org2 yg mengaku pemuka agama atau sok paling benar…

    Komentar oleh Gajahmada — Agustus 27, 2010 @ 12:01 am | Balas

  80. waa… jontor ngarang..
    pragraf 2,,, “She also remembered how,” (dia jg mengingat bagaimana..). ni orang hbat bnget.. bisa tau pikiran syafiya.. tau drimna syafiya lgi mengingat2.. emg di keningnya ada tulisan.. orang bdoh yg ktipu. jelas sekali bodohnya yg nulis. Oon..

    Komentar oleh dino — Agustus 28, 2010 @ 7:32 am | Balas

  81. Istri Nabi banyak karena budaya Arab di zamannya begitu. Nabi memperistri anak kecil karena saat itu lagi trend seperti itu di Arab. Kenapa budaya dari zaman jahiliyah ini mesti dilanjutkan sampai sekarang?

    Komentar oleh ardi — September 12, 2010 @ 2:31 pm | Balas

  82. PAsti BAnYAK YANG CAntiK WAjaH dan HAtinYA

    ArmSTROng_PROduct@YahoO.co.ID

    Komentar oleh tamrin GANteNK — Oktober 1, 2010 @ 5:18 pm | Balas

  83. Kok ga di sebutin umur Aisya? malu ya?

    saya yakin anda belum membaca artikel ini.
    silakan baca dulu, baru komentar 🙂

    Komentar oleh SIMONSEZ — Oktober 8, 2010 @ 2:34 pm | Balas

  84. bukankah manusia diciptakan saling berpasangan..?
    kenapa nih mahluk menentangnya dan memicu diskriminasi kepada pihak wanita…
    sesat!!!

    Komentar oleh M. Peacock — Oktober 9, 2010 @ 8:28 am | Balas

  85. QS. Adz Dzaariyaat (51): 49
    Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat akan kebesaran Allah.

    tokoh diatas satu2nya nabi yg berhasil menyesatkan umat manusia di dunia…
    huff
    tidak menjaminnya adanya keselamatan…

    Komentar oleh M. Peacock — Oktober 9, 2010 @ 8:46 am | Balas

  86. halal persetan dengan kalian semua…yang penting gue asik…achhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh

    Komentar oleh welly seano — Oktober 12, 2010 @ 9:08 pm | Balas

  87. waduh,komennya macem2 y..ada yg naggapin positif,ada yg provokatif,ada yg menghina,ada yg sok pinter,ada yg nasionalis,hehe..
    Nabi Muhammad SAW adalah tauladan yg sempurna.tiap kali Beliau menikahi wanita,ada hikmah,manfaat secara sosial,dan bagi kemajuan islam di masa itu,baik manfaat secara lngsng atau tdk lngsng.yg jelas Beliau tidak pernah memaksakan kehendaknya untuk memiliki istri lebih satu,dan istri2 beliau sebelumnya jg ikhlas,selain tu belaiu dapat bersifat adil.(tu yg bakal sulit di tiru,hehe..)
    Sebaiknya msing2 kita saling memperdalam agama msing2 dulu aja dh,bru bsa melihat agama lain.klo smua sudah sperti tu saya yakin,tidak ada permusuhan,saling menghina antar umat beragama.karena pada dsarnya smua agama mngajarkan kasih,kebaikan,dan perdamaian.cabalah berpikir simple,ibaratkan agama adalah jalan,dan TUHAN adalah garis akhir.niscaya kalian akan dapat saling menghormati,jgn mengganggu jalur yg bukan jalurmu,toh sama2 percaya pada TUHAN kan?
    salam perdamaian..

    Komentar oleh numpang komen — Oktober 24, 2010 @ 6:32 pm | Balas

  88. we all love rasulullah

    Komentar oleh kisah islam — November 19, 2010 @ 12:53 pm | Balas

  89. Mati dulu br tau kebenaranya …..jangan pada sok tau.toh kita baru kmrn hidup .itu baru katanya.mana buktinya?

    Komentar oleh paliponga — November 26, 2010 @ 1:07 am | Balas

  90. Mati dulu br tau kebenaranya …..jangan pada sok tau.toh kita baru kmrn hidup .itu baru katanya.mana buktinya?

    Komentar oleh paliponga — November 26, 2010 @ 1:13 am | Balas

  91. wah ini nabi apa …..?? gila banyak banyak simpenannya..

    Komentar oleh germo — Desember 3, 2010 @ 2:57 pm | Balas

  92. entah kenapa kog jadi saling hina2an gini ya??? untuk tman2 yg non muslim, tolong jangan hina nabi kami… jangan berkomentar tanpa tahu ilmu yang sebenarnya… jangan menyebarkan kisah, yang tidak jelas kebenarannya… dari komentar sdr jontor yg bercerita pnjang lebar, saya tahu bahwa itu kisah palsu… nabi saya tidak akan berbuat seperti itu, akhlaknya yang mulialah yang membuat saya mengaguminya… aku selalu menangis saat mendengar nama dirinya dan kisah hidup yang dijalaninya…
    aku yakin dengan agamaku… islam yang kucintai, karena ketenangan dan kedamaian yang ada dalam dada ini bukanlah suatu kepalsuan…
    janganlah berkomentar jika anda belum mengetahui sesuatu secara jelas…
    ingatlah kebenaran itu akan terungkap,, wlau mungkin bukan di dunia ini.. kelak kalian akan mengetahui ketika hari dikumpulkannya manusia itu datang dan kita semua akan dimintai pertanggungjawaban di hadapanNya…

    Komentar oleh hamba Allah — Januari 3, 2011 @ 10:01 am | Balas

  93. Wah kenapa admin menhapus komentar2? Tolong jangan kita tutup-tutupi dong kalo memang itu sesuai dengan kitab-kitab yang sah, itulah kenyataan yang ada.

    Komentar oleh bflyman — Januari 4, 2011 @ 8:44 am | Balas

  94. Subhanalloh… ^_^
    Ummu Sawda pernah akan diceraikan oleh Rasul. Karena sebagai manusia biasa, Rasul punya selera. Akan tetapi Ummu Sawda tidak mau, walaupun dia harus kehilangan jatah bermalamnya dan diikhlaskan untuk istri Rasul yang lain. Karena… Ummu Sawda menginginkan kelak diakherat nanti, bisa berkumpul dengan Rasul di surgaNYA Alloh.

    Komentar oleh aris — Maret 2, 2011 @ 1:18 pm | Balas

  95. yg boleh poligami :
    1. Raja => menyelesaikan masalah istri2nya dengan hartanya
    2. Nabi/Ulama super => menyelesaikan masalah istri2nya dengan ilmunya
    3. Orang Ngawur.

    ingat, mungkin pada saat suami hidup dia bisa adil, tp ketika dia meninggal he cant do anything. ini harus dipikirkan masak2 sebelum poligami

    Komentar oleh dhani — Maret 21, 2011 @ 8:50 pm | Balas

  96. Saya setuju dgn komentnya JONTOR. semakin ditutup2i bangakai, pasti akan tercium juga… maju terus JONTOR,

    Komentar oleh temennya JONTOR — Maret 29, 2011 @ 12:34 pm | Balas

  97. kalau dilihat dari jumlahnya (12) seperti jumlah murid Nabi Isa/Yesus

    Komentar oleh temennya JONTOR — Maret 29, 2011 @ 12:45 pm | Balas

  98. trima kasih mas atas informasi…..
    karena slama ini aku hnya menganggap istri nabi hanya ada 4…… meski nabi beristri lebih dari satu, tp semua istrinya mempunyai latar belakang yang berbeda – berbeda….. sehingga membuat derajat wanita yang dinikahi oleh nabi SAW. menjadi tinggi…

    Komentar oleh Muhammad Hadi — April 21, 2011 @ 1:02 am | Balas

  99. Dari dulu Yahudi, Nasrani selalu memfitnah Muslim dan Nabinya. Jadi, koment2 yg negatif yg menghinakan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wasallam, adalah org2 bodoh yg sok pinter dan gak punya akal fikiran sehat. Dr dulu agama mereka memang mengajarkan untuk menghujat dan menghina agama lain sekaligus menyesatkan dgn fitnahnya. Dr situlah kita ketahui bgmana kelakuan mereka yg brdasar kasih, tp sbnarnya kasih nihil.
    Kami tetap cinta kpada Baginda Rasulullah. Wassalam

    Komentar oleh hem — Juni 21, 2011 @ 12:18 am | Balas

  100. dari dulu wanita jadi kelas nomor dua….sampai sekarang isunya tetep sama.Padahal kita lahir karena wanita.Sukses juga karena wanita, kerja di PHK yang bantu2 juga wanita, bisa makan juga karena wanita. aneh…

    Komentar oleh Ibrahim — Juli 1, 2011 @ 11:31 am | Balas

  101. astagfirullahaladzim smg kamu dpt hidayah

    Komentar oleh parwa parwati — Juli 1, 2011 @ 3:54 pm | Balas

  102. Shafiyah binti Huyay
    Beliau adalah Shafiyyah binti Huyai binti Akhthan bin Sa’yah cucu dari Al-Lawi bin Nabiyullah Israel bin Ishaq bin Ibrahim a.s, termasuk keturunan Rasulullah Harun a.s. Shafiyyah adalah seorang wanita yang cerdas dan memiliki kedudukan yang terpandang, berparas cantik dan bagus diennya. Sebelum Islamnya beliau menikah dengan Salam bin Abi Al-Haqiq, kemudian setelah itiu dia menikah dengan Kinanah bin Abi Al-Haqiq. Keduanya adalah penyair yahudi. Kinanah terbunuh pada waktu perang Kkaibar, maka beliau termasuk wanita yang di tawan bersama wanita-wania lain. Bilal “Muadzin Rasululllah” menggiring Shafiyyah dan putri pamannya.mereka meleweti tanah lapang yang penuh dengan mayat-mayat orang Yahudi. Shafiyyah diam dan tenang dan tidak kelihatan sedih dan tidak pula meratap mukanya, menjerit dan menaburkan pasir pada kepalanya.

    Kemudian keduanya dihadapkan kepada Rasulullah saw, Shafiyyah dalam keadaan sedih namun tetap diam, sedangkan putri pamanya kepalanya penuh pasir, merobek bajunya karena maresa belum cukup ratapannya. Maka Rasulullah saw bersabda sedangkan tersirat rasa tidak suka pada wajah beliau : “Enyahkanlah syetan ini dariku.” Kemudian beliau saw mendekati Shafiyyah kemudian mengarahkan pandangan atasnya dengan ramah dan lembut, kemudian bersabda kepada Bilal : “Wahai Bilal aku berharap engkau mendapat rahmat tatkala engkau bertemu dengan dua orang wanita yang suaminya terbunuh.”

    Selanjutnya Shafiyyah dipilih untuk beliau dan beliau mengulurkan selendang belieu kepada Shafiyyah, hal itu sebagai pertandan bahwa Rasulullah saw telah memilihnya untuk dirinya. Hanya kaum muslimin tidak mengetahui apakah Shafiyyah di ambil oleh Rasulullah sebagai istri atau sebagai budak atau sebagai anak ? Maka tatkala beliau berhijab Shafiyyah, maka barulah mereka tahu bahwa Rasulullah saw mengambilnya sebagai istri. Di dalam hadist yang diriwayatkan oleh Anas r.a bahwa Rasulullah tatkala mengambil Shafiyyah binti Huyai belaiu bertanya kepadanya, “Maukah engkau menjadi istriku?” Maka Shafiyyah menjawab,”Ya Rasulullah sungguh aku telah berangan-angan untuk itu tatkala masih musyrik, maka bagaimana mungkin aku tidak inginkan hal itu manakala Allah memungkinkan itu saat aku memeluk Islam ?”
    Tatkala Shafiyyah telah suci Raslullah saw menikahinya, sedangkan maharnya adalah merdekanya Shafiyyah. Setalah Setelah beliau perkirakan rasa takut telah hilang pada diri Shafiyyah, beliau mengajaknya pergi menuju ke sebuah rumah yang berjarak enam mil dari Khaibar. Nabi saw menginginkan diri Shafiyyah ketika itu, namun dia menolaknya. Ada rasa kecewa pada diri Nabi karena penolakan tersebut. Kemudian Rasulullah saw melanjutkan perjalanannya ke Madinah bersama bala tentaranya, tatkala mereka sampai di Shabba’ jauh dari Khaibar mereka berhenti untuk beristirahat. Pada saat itulah timbul keinginan untuk merayakan walimatul ‘urs. Maka didatangkanlah Ummu Anas bin Malik r.a, beliau menyisir rambut Shafiyyah, menghiasi dan memberi wewangian hingga karena kelihaian dia dalam merias, Ummu Sinan Al-Aslamiyah berkata bahwa beliau belum pernah melihat wanita yang lebih putih dan cantik dari Shafiyyah. Maka diadakanlah walimatul ‘urs, maka kaum muslimin memakan lezatnya kurma, mentega dan keju Khaibar hingga kenyang.

    Rasulullah saw masuk ke kamar Shafiyyah sedangkan masih terbayang pada beliau penolakan Shafiyyah tatkala ajakan beliau yang pertama, maka Shafiyyah menerima Nabi untuk menjalani manjalani malam pertama dengan lembut beliau menceritakan sebuah cerita yang menakjubkan. Beliau bercerita bahwa tatkala malam pertamanya dengan Kinanah bin Rabi’, pada malam itu beliau bermimpi bahwa bulan telah jatuh kekamarnya. Tatkala bangun belaiu ceritakan hal itu kepada Kinanah.maka dia berkata dengan marah:”Mimpimu tidak ada takwil lain melainkan kamu berangan-angan mendapatkan raja Hijaz Muhammad. Maka dia tampar wajahnya beliau dengan keras sehingga bekasnya masih ada, Nabi saw mendengarnya sambil tersenyum kemudian bertanya, “Mengapa engaku menolak dariku tatkala kita menginap yang pertama?”Maka beliau menjawab,’Saya khawatir terhadap diri anda karena dekat Yahudi Maka menjadi berseri-serilah wajah Nabi yang mulia serta lenyaplah kekecewaan hatinya maka Nabi melewati malam pertamanya tatkala Shafiyyah berumur 17 tahun.

    Tatkala rombongan sampai di Madinah Rasulullah perintahkan agar pengantin wanita tidak langsung di ketemukan dengan istri-istri beliau yang lain. Beliau turunkan Shafiyyah di rumah sahabatnya yang bernama Haritsah bin Nu’man. Ketika wanita-wanita Anshar mendengar kabat tersebut ,mereka datang untuk melihat kecantikannya.Nabi saw memergoki ‘Aisyah keluar sambil menutupi dirinya serta berhati-hati (agar tidak dilihat Nabi) kemudian beliau masuk kerumah Haritsah bin Nu’man .Maka beliau menunggunya sampai ‘Aisyah keluar.Maka tatkala beliau keluar,Rasulullah memegang bajunya seraya bertanya dengan tertawa, “bagaimana menurut mendapatmu wahai yang kemerah-merahan?”‘Aisyah menjawab sementara cemburu menghiasi dirinya, “Aku lihat dia adalah wanita Yahudi.” Maka Rasulullah membantahnya dan bersabda : “Jangan berkata begitu, karena sesungguhnya dia telah Islam dan bagus keislamannya.”

    Selajutnya Shafiyyah berpindah ke rumah Nabi menimbulkan kecemburuan istri-istri beliau yang lain karena kecantikannya. Mereka juga mengucapkan selamat atas apa yang telah beliau raih. Bahkan dengan nada mengejek mereka mengatakan bahwa mereka adalah wanita-wanita Quraisy, wanita-wanita Arab sedangkan dirinya adalah wanita asing. Bahkan suatu ketika sampai keluar dari lisan Hafshah kata-kata, “Anak seorang Yahudi” hingga menyebabkan beliau menangis .Tatkala itu Nabi masuk sedangkan Shafiyyah masih dalam keadaan menangis. Beliau bertanya,”Apa yang membuatmu menangis?”Beliau menjawab, Hafshah mengatakan kepadaku bahwa aku adalah anak seorang Yahudi.Rasulullah saw bersabda “Sesungguhnys engkau adalah seorang putri seorang Nabi dan paman mu adalah seorang Nabi, suamipun juga seorang Nabi lantas dengan alasan apa dia mengejekmu?” Kemudian beliau bersabda kepada Hafshah, “Bertakwalah kepada Allah wahai Hafshah!”

    Maka kata-kata Nabi itu menjadi penyejuk, keselamatan dan keamanan bagi Shafiyyah. Selanjutnya manakala dia mendengar ejekan dari istri Nabi yang lain maka diapun berkata:”Bagaimana bisa kalian lebih baik dariku, padahal suamiku adalah Muhammad, ayahku adalah Harun dan pamanku adalah Musa?” Shafiyyah r.a wafat tahun 50 H tatkala berumur sekitar 50 tahun, ketika masa pemerintahan Mu’awiyah. Beliau dikuburkan di Baqi’ bersama Ummuhatul Mukminin.Semoga Allah meridhai mereka semua.

    Komentar oleh parwa parwati — Juli 1, 2011 @ 4:08 pm | Balas

  103. low di lihat muhammad itu doyan banget kawin.. mungkin ada kelainan sex

    Komentar oleh rizal — Juli 13, 2011 @ 7:29 pm | Balas

  104. muhammad menyebarkan agama dengan pedang makanya lambang nya juga berbentuk pedang…setelah itu maksa ambil wanita untuk dikawini,,apakah ini yang bisa jadi panutan?

    Komentar oleh akmal — Juli 13, 2011 @ 7:35 pm | Balas

  105. Nabi itu panutan suritauladan bagi manusia dan semuanya tentu terbaik bagi umatnya Nabi itu contoh hidup dan kehidupan manusia untuk semua watak manusia dan di dalam dirinya selalu mencontohkan yang baik di dalam dirinya terdapat suri tauladan yang baik terbukti Al quran tidak ada yang bisa membuat sekalipun hanya satu ayat dan saya masih sangat percaya karena perbuatan yang mungkin mudah saja saya belum bisa membuat misal membuat cabe saja saya gak bisa jadi sepatutnya saya takut…

    Komentar oleh parwa Parwati — Juli 21, 2011 @ 8:00 pm | Balas

  106. tidak ada satupun dari istri nabi yang dipaksa untuk dinikahi tapi semua karena ikhlas dan menjaga kehormatan dan kemuliaan dari perempuan itu sendiri dan martabat perempuan sendiri dan tanggung jawab nabi untuk membesarkan anak-anaknya yang sebagian suaminya meninggal karena peperangan itulah akhlak Rasul dan mengawini perempuan itu bukan karena nafsunya tapi selain memuliakan perempuan itu juga untuk menyebarkan agama Allah karena pengaruh dari perempuan itu sendiri sangat kuat dakwah tujuannya kalau kita bikin benda mati saja belum bisa misal cabe apalagi yang bernyawa seperti kucing misalnya jangan terlalu menghina nabi kenapa kita islam diajarkan sangat mulia bahwa nabi isa itu sangat mulia karena dalam al quran adalah nabi kita juga jadi gak ada yang diajarkan untuk saling menghujat kamu tidak akan berhenti dan puas sebelum kami masuk ke agama kamu tap sesama manusia ada baiknya mengingatkan supaya kamu bisa menghargai orang lain bagaimana juga kamu bisa menghargai ibumu dan ayahmu menghargai orang saja kamu tak mampu jangan salahkan kalau anak dan suami atau istrimu akan bisa menghargai kamu kalau kamu gak bisa menghargai orang saya doakan semoga kamu punya keluarga anak dan istri atau suami tidak durhaka sama kamu seperti kamu berbuat baik saja tidak mampu dan semoga juga kamu tidak akan mengalami kesulitan dalam pekerjaan kamu saya ingin Rasul tersenyum untuku seperti yang diriwayatkan bersama sahabatnya abu bakar……astagfirullah hala’dzim………semoga kamu dapat hidayah………saya yakin kamu karena gak kenal aja dan belum dapat hidayah……

    Komentar oleh parwa Parwati — Juli 25, 2011 @ 10:07 pm | Balas

  107. Profil Singkat Istri-Istri Nabi Muhammad Saw
    Posted on Juli 7, 2011 by fitri

    1 SITI KHADIJAH (Ummul Mukminin pertama).
    Lahir di Mekkah tahun 556, Khadijah adalah wanita pertama pemeluk Islam. Ketika disunting RasuluLlah SAW, ia seorang janda berusia 40 tahun. Berasal dari keluarga terpandang dan ia sendiri menjadi orang terkaya di kotanya. Sedangkan RasuluLlah SAW masih muda, berusia sekitar 25 tahun dan dari keluarga miskin. Keinginan perkawinan itu datang dari pihak Khadijah.
    Setelah menikah, semua kekayaan Khadijah dipergunakan sepenuhnya untuk mendukung dakwah RasuluLlah SAW. Juga, karena kewibawaannya di hadapan suku Quraisy, ia pun menjadi pelindung RasuluLlah SAW dari ancaman orang-orang Quraisy.

    Rasulullah SAW sangat mencintai Khadijah. Meskipun Khadijah sudah meninggal beberapa tahun, RasuluLlah SAW masih tetap mengenang. Sehingga pernah isterinya yang lain –Aisyah– memprotes cemburu. “Demi Allah, tidak ada ganti yang lebih baik dari dia, yang beriman padaku saat semua orang ingkar, yang percaya padaku ketika semua mendustakan, yang mengorbankan hartanya saat semua berusaha mempertahankannya;… dan darinyalah aku mendapatkan keturunan,” kata RasuluLlah SAW di hadapan Aisyah.

    Dari Khadijah, Nabi mendapat kurnia 7 anak: 3 putra dan 4 putri. Yang putra bernama al-Qasim, Abdullah, dan (Thaher, meninggal ketika masih bayi). Sedangkan yang putri: Zainab, Ruqayyah, Ummu Kalsum dan Fatimah. Sebelum dengan Nabi, Khadijah pernah menikah dengan Abu Halal an-Nabbasy bin Zurarah. Dari Abu Halal, Khadijah mendapat seorang anak.
    Setelah Abu Halal meninggal, Khadijah menikah lagi dengan Atiq bin Abid al-Makhzumi. Sampai Atiq meninggal, mereka tidak dikurnia anak. Ummul mukminin al-Kubra (Ibu Kaum Mukminin yang Agung) ini sendiri meninggal pada 619 H.

    2. SAUDAH BINTI ZUM’AH (Ummul Mukminin kedua).
    Setelah Khadijah meninggal, Nabi baru bersedia menikah lagi. Saudah juga seorang janda. Suaminya, as-Sakran bin Amru al-Amiri, meninggal ketika hijrah ke Habsyi (Ethiopia).
    Saudah sangat berduka ditinggal suaminya itu. Untuk mengobati duka itu, atas saran seorang wanita Khaulah binti Hakim As, Rasulullah SAW lantas meminang Saudah. Meskipun RasuluLlah SAW juga menyayangi Saudah, tetapi ternyata hatinya tidak mampu mencintai wanita ini. Karena merasa berdosa, RasuluLlah SAW lantas ingin menceraikan Saudah. Tapi apa kata Saudah, “Biarlah RasuluLlah SAW aku begini. Aku rela malamku untuk Aisyah (Ummul Mukminin ke tiga Nabi). Aku sudah tidak membutuhkan lagi.”
    Saudah wafat dimasa kekhalifahan Umar bin Khaththab hampir berakhir.

    3. AISYAH BINTI ABU BAKAR (Ummul Mukminin ketiga).
    Satu-satunya isteri Nabi yang masih gadis, ketika dinikahi Nabi. Putri sahabat Nabi, Abu Bakar ash-Shiddiq ini dilahirkan 8 atau 9 tahun sebelum Hijrah. Menikah berumur 6 tahun, namun baru 3 kemudian hidup serumah dengan Nabi. Budaya Arab, seorang laki-laki berumur menikahi seorang gadis belia, hal yang biasa. Salah satu sebabnya, wanita Arab fisiknya cenderung bongsor dibanding usianya.

    Setelah Khadijah, Aisyahlah isteri yang paling dekat dengan Nabi. Cantik dan cerdas, begitu penampilannya. Karena kedekatan dan kecerdasannya itu, setelah Nabi wafat, banyak hadith yang ia riwayatkan. Terutama soal wanita dan keluarga. Ada 1.210 hadith yang diriwayatkan Aisyah, di antaranya 228 terdapat dalam hadith shahih Bukhari.

    Selama mendampingi Nabi, Aisyah pernah dilanda fitnah hebat. Ceritanya, pada peperangan melawan Bani Mustaliq, berdasarkan undian di antara isteri-isteri Nabi, Aisyah terpilih mendampingi Nabi. Dalam perjalanan pulang, rombongan istirahat pada suatu tempat Aisyah turun dari sekedupnya (sejenis pelana yang beratap di atas punuk unta), karena ada keperluan. Kemudian kembali. Tetapi ada yang ketinggalan, ia kembali lagi untuk mencarinya. Sementara itu, rombongan berangkat dengan perkiraan bahwa Aisyah sudah ada di sekedupnya. Aisyah tertinggal.

    Ketika sahabat Nabi, Safwan bin Buattal menemuinya, Aisyah sudah tertidur. Akhirnya, ia pergi diantar Safwan. Peristiwa ini kemudian dimanfaatkan orang-orang kafir untuk menghantam Nabi. Disebarkan fitnah, Aisyah telah serong. Fitnah ini benar-benar meresahkan ummat. Bahkan Nabi sendiri sempat goyah kepercayaannya pada Aisyah. Sehingga turunlah wahyu surat An Nuur ayat 11. Inti wahyu itu, menegur Nabi dan membenarkan Aisyah.

    Aisyah wafat pada malam Selasa, 17 Ramadhan 57 H, dalam usia 66 tahun. Shalat jenazahnya diimami oleh Abu Hurairah dan dimakamkan di Ummahat al-Mukminin di Baqi (sebelah Masjid Madinah) bersama Ummul Mukminin lainnya.

    4. HAFSAH BINTI UMAR (Ummul Mukminin keempat).
    Hafsah adalah janda Khunais bin Huzafah, sahabat RasuluLlah SAW yang meninggal ketika perang Uhud.

    Rasulullah SAW menikahi Hafsah, kerena kasihan kepada Umar bin Khattab –ayah Hafsah. Hafsah sedih ditinggal suaminya, apalagi usianya baru 18 tahun. Melihat kesedihan itu, Umar berniat mencarikan suami lagi.

    Pilihannya jatuh kepada sahabatnya yang juga orang kepercayaan RasuluLlah SAW, yakni Abu Bakar. Tapi ternyata Abu Bakar hanya diam saja. Dengan perasaan kecewa atas sikap Abu Bakar itu, Umar menemui Usman bin Affan, dengan maksud yang sama. Ternyata Usman juga menolak, karena dukanya atas kematian isterinya, belum hilang. Isteri Usman adalah putri RasuluLlah SAW sendiri, Ruqayyah.

    Lalu Umar mengadu kepada RasuluLlah SAW. Melihat sahabatnya yang marah dan sedih itu, RasuluLlah SAW ingin menyenangkannya, lantas berkata “Hafsah akan menikah dengan orang yang lebih baik daripada Usman, dan Usman akan menikah dengan orang yang lebih baik dari Hafsah.” Tak lama kemudian, Hafsah dinikahi RasuluLlah SAW, sedang Usman dengan Ummu Kalsum, putri RasuluLlah SAW juga.
    Suatu malam di kamar Hafsah, RasuluLlah SAW sedang berdua dengan isterinya yang lain, Maria. Hafsah cemburu berat, lantas menceritakan kepada Aisyah. Aisyah kemudian memimpin isteri-isteri yang lain, protes kepada RasuluLlah SAW.

    RasuluLlah SAW sangat marah dengan ulah isteri-isterinya itu. Saking marahnya, beliau tinggalkan mereka selama satu bulan. Terhadap kasus ini, kemudian Allah menurunkan wahyu surat at-Tahrim ayat 1-5.

    Sejarah mencatat, Hafsahlah yang dipilih di antara isteri-isteri RasuluLlah SAW untuk menyimpan naskah pertama al-Qur’an. Hafsah wafat pada awal pemerintahan Mu’awiyah bin Abu Sufyan, dimakamkan di Ummahat al-Mu’minin di Baqi.

    5. ZAINAB BINTI KHUZAIMAH (Ummul Mukminin kelima).
    Di antara isteri-isteri RasuluLlah SAW, Zainablah yang wafat lebih dulu, setelah Khadijah. Para sejarawan tidak banyak tahu tentang Zainab, termasuk latar belakangnya. Tapi yang jelas ia juga seorang janda saat dinikahi RasuluLlah SAW.

    Hidupnya bersama RasuluLlah SAW, hanya singkat. Antara 4 sampai 8 bulan. Zainab terkenal dengan julukan Ummul Masaakiin, karena kedermawanannya terhadap kaum miskin. Zainab meninggal, ketika RasuluLlah SAW masih hidup. Dan RasuluLlah SAW sendiri menshalati jenazahnya. Zainablah yang pertama kali dimakamkan di Baqi.

    6. UMMU SALAMAH (Ummul Mukminin keenam).
    Nama aslinya, Hindun binti Abu Umayah bin Mughirah. Suaminya bernama Abdullah bin Abdul Asad. Abdullah atau dipanggil Abu Salamah, meninggal ketika perang melawan Bani As’ad yang akan menyerang Madinah. Sebelum meninggal Abu Salamah berwasiat, agar isterinya ada yang menikahi dan orang itu harus lebih baik dari dirinya.

    Abu Bakar ingin melaksanakan wasiat itu, dengan meminang Ummu Salamah tapi ditolak. Demikian pula Umar bin Khattab, juga ditolak. Tiada lain, RasuluLlah SAW sendiri akhirnya yang maju. Dan diterima. Ketika itu umur Ummu Salamah hanya beberapa tahun dibawah RasuluLlah SAW dan sudah beranak empat.

    Sejarah mencatat, surat at-Taubah 102 turun tatkala RasuluLlah SAW sedang berbaring di kamarnya Ummu Salamah. Dalam perjanjian Hudaibiyah, Umum Salamah punya peranan penting.

    Banyak sahabat RasuluLlah SAW yang protes terhadap perjanjian itu, termasuk Umar. Usai perjanjian ditandatangani, RasuluLlah SAW memerintahkan para sahabat agar menyembelih ternak dan memotong rambut. Namun tidak ada yang melakukan seruan itu. RasuluLlah SAW mengulangnya sampai tiga kali, tapi tetap tidak ada yang menyahut. Dengan kesal dan marah kembali ke kemahnya.

    Ummu Salamah lantas usul, agar RasuluLlah SAW jangan hanya bicara, langsung saja contoh. Benar juga, RasuluLlah SAW lantas keluar menyembelih ternak dan menyuruh pembantu memotong rambut beliau. Kaum muslimin kemudian banyak yang mengikuti rindakan RasuluLlah SAW ini, karena takut dikatakan tidak mengikuti sunnah RasuluLlah SAW. Ummu Salamah banyak mengikuti peperangan. Ia hidup sampai usia lanjut. Ia wafat setelah peristiwa Karbala, yakni terbunuhnya Husein, cucu RasuluLlah SAW. Ummu Salamah adalah Ummahatul Mukminin yang paling akhir wafatnya.

    7. ZAINAB BINTI JAHSY (Ummul Mukminin ketujuh).
    Zainab adalah bekas isteri Zaid bin Haritsah yang telah bercerai. Sedang Zaid adalah anak angkat RasuluLlah SAW. Zainab sendiri dengan RasuluLlah SAW juga masih bersaudara. Karena wanita ini adalah cucu Abdul Muthalib, kakek RasuluLlah SAW (baca Sejarah, Sahid, April l997).
    Meski perkawinan Zainab dengan Nabi jelas-jelas perintah Allah, tapi gosip menyelimuti perkawinan mereka. Wahyu yang memerintah Nabi agar menikahi Zainab itu ada pada al-Ahzab 37. Dari perkawinan inilah kemudian turun hukum-hukum pernikahan, termasuk perintah hijab (al-Ahzab 53).

    8. JUWAIRIAH BINTI HARITS (Ummul Mukminin kelapan).
    Nama sebenarnya adalah Barrah binti Harits bin Abi Dhirar, putri pimpinan pemberontak dari suku Bani Musthalaq, Harits bin Dhirar. Setelah menikah dengan Nabi berganti nama Juwairiah. Sebelumnya, Juwairiah adalah tawanan perang.

    Riwayat selanjutnya tak banyak diketahui oleh para sejarawan. Hanya ia meninggal dalam usia 65 tahun, di Madinah, pada masa Muawiyah. Dishalatkan dengan Imam Amir Madinah yaitu Marwan bin Hakam.

    9. SOFIYAH BINTI HUYAI (Ummul Mukminin kesembilan).
    Satu-satunya isteri Nabi dari golongan Yahudi ya Sofiyah ini. Sofiyah masih keturunan Nabi Harun dan ibunya Barrah binti Samual. Meski usianya baru 17 tahun, tapi ia sudah dua kali menikah. Pertama dengan Salam bin Masyham, dan kedua dengan Kinanah bin Rabi bin Abil Haqiq, pemimpin benteng Qumus, benteng terkuat di Khaibar, markasnya kaum Yahudi.
    Dikawininya Sofiyah itu, Nabi sebenarnya berharap agar kebencian kaum Yahudi kepada kaum muslimin dapat diredam. Sofiyah wafat tahun 50 Hijriah, pada zaman Mua’wiyah. Dimakamkan di Baqi.

    10. UMMU HABIBAH BINTI SOFYAN (Ummul Mukminin kesepuluh).
    Nama sebenarnya Ramlah binti Abi Sofyan. Ia memang putri pemimpin Quraisy, Abu Sofyan, musuh bebuyutan Islam itu. Habibah adalah nama putri Ramlah hasil perkawinan dengan Ubaidillah, saudara Ummul Mukminin Zainab ra. Tentu saja Ramlah telah masuk Islam.
    Berdua dengan suaminya, ia kemudian hijrah ke Habsyi (Afrika). Celakanya, sesampai di Habsyi suaminya murtad, masuk Nasrani. Selanjutnya, Ramlah dinikahi RasuluLlah SAW. Mendengar ini, betapa marahnya Abu Sofyan, putrinya sendiri masuk Islam dan sekarang kawin dengan musuh besarnya, Nabi Muhammad SAW.

    Sampai akhir hayatnya, Ramlah tetap membela Islam dan suaminya. Ia wafat pada usia 60 tahun. Juga dimakamkan di Baqi.

    11. MARIAH AL QIBTIYAH (Ummul Mukminin kesebelas).
    Mariah sebelumnya adalah budak kiriman dari raja Mesir. Kemudian diangkat derajatnya dengan dijadikan isteri Nabi. Setelah Khadijah, Mariah satu-satunya isteri Nabi yang melahirkan anak. Namanya Ibrahim bin Nabi Muhammad SAW. Cuma, sayangnya Ibrahim meninggal. RasuluLlah SAW sangat sedih dengan kematian putranya itu.

    Mariah wafat pada tahun 16 hijriah. Dishalatkan oleh Amir Mukminin Umar bin Khattab.

    12. MAIMUNAH BINTI AL HARITS (Ummul Mukminin kedua belas).
    Nama aslinya adalah Barrah binti Harits. Setelah menikah dengan Nabi, diganti dengan Maimunah. Perkawinan ini –Barrah ketika itu janda berumur 26 tahun– sesungguhnya atas permintaan paman Nabi, yakni Abbas bin Abdul Muthalib. Barrah sendiri adalah adik dari isteri Abbas. Tidak banyak yang diketahui sejarah Barrah. Yang jelas ia wafat pada tahun 51 hijriah..

    Komentar oleh Jacky — Agustus 9, 2011 @ 10:47 am | Balas

  108. – Untuk bahan pengetahuan muallaf muslimah
    – Sunnah Nabi bagi para Ikhwan (kalau tidak mampu seperti ini ya minimal dua lah.

    Istri-istri Nabi yang menciptakan Awloh:
    1. Khadijah bt. Khuwaylid
    2. Sawdah bt. Jamah
    3. Aisha bt. Abu Bakr – dijodohkan umur 6, dinikahi umur 9 tahun ketika Muhammad sudah berumur diatas 40 tahun.
    4. Hafsah bt. Umar
    5. Umm Salamh
    6. Juwariyyah
    7. Umm Habiba bt. Abi Sufyan
    8. Zaynab bt. Jahsh – masih sepupu Muhammad. Dinikahi setelah terlebih dulu dikawinkan dengan anak angkat Muhammad dan cerai.
    9. Safiyyah bt. Huyayy
    10. Maymunah bt. Al-Harith
    11. Al-Shama bt. Amr al-Ghifariyah – diceraikan karena meragukan kenabian Muhammad
    12. Ghaziyah bt. Jabir – dianggap terlalu tua dan tidak mau seks, akhirnya diceraikan.
    13. Asma bt. Al-Numan – menderita kusta, diceraikan dan diberi uang ganti rugi
    14. Zaynab bt. Khuzaymah
    15. Al-Aliyaah bt. Zabyan – diceraikan
    16. Fatimah bt. Shurayh
    17. Kawlah bt. Hudhayl
    18. Layla bt. Al-Khatim – minta cerai dan dikabulkan

    Dilamar Muhammad tapi tidak jadi kawin:
    – Umm Hani bt. Abi Talid – krn punya anak kecil
    – Dubbah bt. Amir – terlalu tua
    – Safiyyah bt. Bashamah – tawanan perang
    – Umm Habiba bt. Al-Abbas – yatim piatu
    – Jamrah bt. Al-Harith – krn berpenyakit kusta
    – Khawlah bt. Hakim
    – Amamah bt. Hamzah

    Seks diluar nikah
    – Mariyah bt. Shamun – budak/PRT-nya Hafsah. Waktu digauli kepergok oleh Hafsah.
    – Rayhanah bt. Zayd al-Quraziyah

    Pernikahan tanpa seks
    – Mulaykah bt. Kab al-Laythi – diceraikan
    – Sana bt. Asma – Sana keburu meninggal
    – Amrah bt. Yazid
    – Qutaylah bt. Qays – Muhammad keburu meninggal

    Komentar oleh realita — Agustus 18, 2011 @ 9:59 am | Balas

  109. Kisahnya tidak ada yang lengkap, semua ada cacatnya, dan juga tanpa sumber yang valid.
    Na’udzubillah mindzalik, muncul fitnah-fitnah di sini sebagaimana munculnya fitnah-fitnah oleh kaum Nasrani sebelum perang salib. Pastinya fitnah-fitnah tersebut dari pemeluk agama lain yang ingin menghasut.
    HATI-HATILAH KAUM MUSLIMIN DAN MUSLIMAT JANGAN TERJEBAK DALAM FITNAH DAN TERHASUT.

    Komentar oleh Hamba Alloh 'Azza wa Jalla — Agustus 23, 2011 @ 7:26 am | Balas

  110. Rasul menikahi para wanita tersebut bukan krn napsunya hampir smua yg di nikahinya para janda smua dan usianya lebih tua darinya itu smua krn untuk agama smantara kita menikah lebih dari satu itu di karena kan apa ?

    Komentar oleh moon — Agustus 25, 2011 @ 10:32 pm | Balas

  111. sebelum disalib yesus berkata (ely,ely, lama sabakhtani)
    artinya : tuhan – tuhan knapa kau tinggalkan aku 27:45-5

    Question :siapakah tuhannya yesus??

    Komentar oleh boy — Agustus 28, 2011 @ 3:20 am | Balas

  112. * Aduhhh…aku gak mau di.MADU ey….hiks 😥

    Komentar oleh megtun — November 6, 2011 @ 9:04 am | Balas

  113. […] Seperti kita ketahui, Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam memang mempunyai beberapa istri. […]

    Ping balik oleh Apakah Istri-istri Rasululloh SAW Ada Yang Bukan Muslimah? « Blog Tausyiah275 — Mei 12, 2012 @ 10:22 pm | Balas

  114. […] baca kembali kisah hidup Rasululloh SAW. walau beliau mempunyai istri yg banyak, TIDAK PERNAH SEKALIPUN BELIAU MARAH/MEMUKUL ISTRI2NYA. lagipula, mestinya si penulis merenung dan […]

    Ping balik oleh 17 Alasan Kenapa Kami Meninggalkan Islam « Blog Tausyiah275 — Oktober 21, 2012 @ 4:04 am | Balas

  115. […] sebelumnya istri-istri Rasululloh SAW, kini aku muat artikel tentang putra putri Rasululloh […]

    Ping balik oleh Putra Putri Rasululloh SAW « Blog Tausiyah275 — Desember 24, 2012 @ 12:47 am | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: