Blog Tausiyah275

Februari 26, 2007

Rukun Iman

Filed under: Aqidah,Ensiklopedia Islam,HOT NEWS — Tausiyah 275 @ 9:34 pm

Rukun Iman adalah hal WAJIB yg mesti diimani/diyakini oleh seseorang yang mengaku beragama Islam. Tidak meyakini salah satu dari rukun iman ini, maka keimanan seorang muslim akan DIRAGUKAN. Kenapa diragukan? Karena ALLOH SWT sendiri sudah menyatakan,“Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya, serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barang siapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya.” (An Nisa(4):136)

Lalu, apa saja rukun iman itu?

1. Iman kepada ALLOH SWT
Ini adalah hal mutlak. Jika hal ini tidak dipenuhi, jelas…dia tidak bisa dikatakan muslim, atau bahkan orang beragama. Tidak percaya adanya ALLOH SWT itu jelas…atheis. Sedangkan tidak mengakui ALLOH SWT sebagai satu-satunya Dzat/Pencipta itu adalah kafir (di samping banyak alasan lain untuk ‘menyatakan’ seseorang kafir).

Aku sendiri sudah menuliskan sifat-sifat ALLOH SWT, silakan dicari dan dibaca kembali.

2. Iman kepada malaikat-malaikat-Nya
ALLOH SWT mempunyai makhluk gaib yg senantiasa tunduk dan taat terhadap perintah-Nya. Merekalah para malaikat, yg menjadi perantara antara ALLOH SWT dan makhluk-makhluk-Nya. Para malaikat ini TIDAK PERNAH MEMBANGKANG satupun perintah ALLOH SWT.

3. Iman kepada Kitab-kitab-Nya
ALLOH SWT mewahyukan ajaran-Nya melalui kitab-kitab-Nya. Diantara sekian banyak kitab yg (mungkin) diturunkan kepada utusan-utusan-Nya, Al Qur’an dan Nabi Muhammad SAW menjelaskan ada 4 kitab ‘utama’ yg disebutkan dan dinyatakan dg jelas, yakni:
– Nabi Musa as membawa TAURAT
– Nabi Daud as membawa ZABUR
– Nabi Isa as membawa INJIL
– Nabi Muhammad SAW membawa AL QUR’AN

4. Iman kepada Rasul-rasul-Nya
Para Rasul merupakan utusan-Nya untuk menyampaikan wahyu-Nya. Aku pernah baca dalam sebuah literatur, namun maaf aku lupa di mana aku simpan literatur tersebut, disebutkan bahwa Rasul dan Nabi yg diutus ALLOH SWT jumlahnya ratusan ribu. Namun, yg disebut secara gamblang di Al Qur’an hanya sebanyak 25 orang.

Dengan demikian, MINIMAL kita mempercayai 25 Nabi dan Rasul tersebut.

Keberadaan Nabi dan Rasul tertuang di surat Saba(34):28,“Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui.”

5. Iman kepada hari Akhir (Kiamat)
Kehidupan di dunia TIDAK KEKAL. Akan datang masanya, suatu saat kelak, hari yg dinamakan hari Akhir (hari Kiamat). Pada hari itu, semua makhluk (terutama manusia) akan diminta pertanggungjawabannya, atas apa2 yg dia lakukan selama hidup di dunia.

Hari Akhir ini, di banyak hadits, disebutkan sebagai hari ‘perpindahan’ menuju dunia akhirat. Kapan terjadinya kiamat, bisa dibaca di sini.

6. Iman kepada Qadha dan Qadar
Qadha dan Qadar biasa disebut sebagai takdir dan nasib. Manusia mesti percaya bahwa saat dia dilahirkan di dunia, ALLOH SWT telah menetapkan jatah usia, rejeki, jodoh baginya. Namun, manusia TIDAK BOLEH BERDIAM DIRI begitu saja, dia MESTI BERUSAHA…karena ALLOH SWT sendiri menyatakan,“karena sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan merubah sesuatu nikmat yang telah dianugerahkan-Nya kepada sesuatu kaum, hingga kaum itu merubah apa yang ada pada diri mereka sendiri, dan sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui,” (Al Anfaal(8):53) dan Ar Ra’du(13):11,Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.”

Iklan

8 Komentar »

  1. Masih bingung tentang Qadha dan Qadar nih.
    Tolong buat yang merinci tentang ini kalau bisa ya.
    Pliss..

    Komentar oleh firman — September 30, 2007 @ 9:41 pm | Balas

  2. Dengan izin Allah saya akan sedikit menjelaskan :
    Qadha adalah ketentuan Allah misalnya mati, dan Qadar manusia untuk mati berbeda2 caranya, misalnya melalui sakit, kecelakaan, sedang maksiat, sedang ibadah, dll.
    sekian terima kasih.

    Komentar oleh hamba Allah — Oktober 20, 2007 @ 2:26 pm | Balas

  3. kata para ulama rukun iman 6 terus ada pula yang 3 dan laun lain. tolong jelas kan kenapa, mengapa, dan perbedaanya

    Komentar oleh andri — Maret 2, 2008 @ 12:12 pm | Balas

  4. kalo informasinya cuman segini seh anak sd juga tau…
    yang lengkap donk kalo kasih info…
    khan untuk orang awam terhadap islam, masih perlu tau banyak juga tentang rukun iman ini…

    Komentar oleh diena — Mei 8, 2008 @ 5:36 pm | Balas

  5. klau n jlasin ttang Qodha,njelasinx jngan stengah 2.Jelasinlah scara detail!!! agar orang 2 lebih mengerti,baik scara awam maupun yg sdh tw agr lebih mendalam k3y…….

    Komentar oleh Ardi — Mei 21, 2008 @ 10:13 am | Balas

  6. mohon penjelasan no. 6

    “Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri……
    coba kita renungkan kalau kalimat itu benar, hanya diri kita sendiri yang melakukan perubahan, sedangkan tuhan acc saja, begitu maksudnya pak ustadz ?
    Kalau kita tidak berbuat apa apa, tuhan juga tidak memberi apa apa kepada kita pak ?

    coba diperjelas lah, saya Islam karena keturunan, dan sekarang saya sedang berfikir tentang agama ini…..

    Komentar oleh adi is — Maret 18, 2011 @ 7:36 pm | Balas

  7. mohon penjelasan no. 6

    “Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri……
    coba kita renungkan kalau kalimat itu benar, hanya diri kita sendiri yang melakukan perubahan, sedangkan tuhan acc saja, begitu maksudnya pak ustadz ?
    Kalau kita tidak berbuat apa apa, tuhan juga tidak memberi apa apa kepada kita pak ?

    coba diperjelas lah, saya Islam karena keturunan, dan sekarang saya sedang berfikir tentang agama ini…..

    Komentar oleh adi is — Maret 18, 2011 @ 7:37 pm | Balas

  8. […] waktu lalu, aku sudah tulis artikel mengenai rukun Iman. Seperti yg telah tertulis pada artikel tersebut, rukun Iman merupakan ‘syarat’ […]

    Ping balik oleh Rukun Islam « Blog Tausiyah275 — November 24, 2012 @ 5:08 am | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: