Blog Tausiyah275

Maret 4, 2007

Jangan Menyesal Berbuat Baik

Filed under: Hikmah — Tausiyah 275 @ 8:57 am

Judul artikel ini mungkin sedikit aneh…berbuat baik kok menyesal? Bukankah biasanya penyesalan hanya dilakukan oleh orang2 yg berbuat salah/kejahatan? Sementara orang yg berbuat baik, biasanya malah bersuka cita karena sudah bermanfaat dan menolong orang lain?

Memang betul, PADA UMUMNYA dan YANG SERING KITA TEMUI, penyesalan dilakukan oleh orang2 yg berbuat salah/kejahatan. Namun, beberapa waktu terakhir ini, aku temui banyak sekali cerita dari teman-temanku, serta dari hasil ‘blogwalking’ ke beberapa blog (sekedar mampir, namun tidak banyak memberikan komentar) yg isinya mereka menyesal karena telah berbuat baik, yakni membantu orang lain.

Sebagai contoh ada yg menyesal karena memberikan uang kepada pengemis, yg ternyata pengemis tersebut sebenarnya bersandiwara. Ada juga yg menyesal karena menyumbang kepada panitia pembangunan masjid, yg ternyata ditengarai para panitia pembangunan masjid itu lebih banyak menggunakan uang sumbangan untuk kepentingan pribadi. Ada juga yg menyesal karena ‘salah’ memberikan uang untuk menyumbang…semula dia bermaksud memberikan receh (500 atau 1000an), namun ternyata yg dimasukkan malah uang 5000. Bahkan ada yg menyesal membantu orang lain mendapatkan pekerjaan, karena ternyata setelah orang tersebut sukses malah menyakitinya. Dan masih banyak cerita2 yg intinya mereka menyesal karena telah berbuat baik. *alamat blog dan pelaku penyesalan tidak ditampilkan, untuk menghindari fitnah dan ghibah*

Mungkin anda juga pernah mengalami hal yg sama, menyesal karena telah berbuat baik…mungkin anda punya cerita tersendiri mengenai hal ini.

Saudara-saudaraku…aku hanya ingin mengingatkan dan menyadarkan serta menggugah anda-anda semua…JANGANLAH MENYESAL KARENA TELAH BERBUAT BAIK.

Yakinlah, ALLOH SWT akan selalu mencatat dan memperhitungkan setiap kebajikan yg anda lakukan, seperti halnya kejahatan yg juga (barangkali pernah) anda lakukan. Anda tidak yakin bahwa kebajikan anda akan diperhitungkan dan dicatat oleh ALLOH SWT? Mari kita perhatikan surat Al Anbiya(21):47,“Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikit pun. Dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawi pun pasti Kami mendatangkan (pahala)nya. Dan cukuplah Kami sebagai Pembuat perhitungan.”

Perhatikan juga surat Luqman(31):16,“(Lukman berkata): “Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui.”

Ayat pada surat Luqman sedikit berbeda dg ayat pada Al Anbiya. Jika pada (21):47 jelas2 dituliskan PAHALA, yg berarti KEBAJIKAN, maka pada (31):16 maknanya lebih luas…balasan akan diberikan baik pada perbuatan baik ataupun kejahatan.

Dengan demikian, JANGAN MENYESAL KARENA TELAH BERBUAT BAIK, karena kebajikan yg telah anda lakukan (jika dilandasi niat ikhlas, yakni hanya mengharap ridho ALLOH SWT) insya ALLOH akan dicatat oleh-Nya dan akan diperhitungkan di akhirat kelak. Sementara kejahatan/balasan keburukan yg dilakukan oleh orang yg menerima kebaikan anda, itu berarti dia juga telah ‘meminta’ ALLOH SWT agar mencatat dan memperhitungkannya di hari kiamat kelak.

Jika saudaraku menyesal karena telah berbuat baik, maka sesungguhnya nilai/kadar pahala anda akan berkurang, karena keikhlasannya sudah menurun. Orang yg ikhlas berbuat kebajikan, dia tidak akan peduli dengan balas budi, imbal jasa, bahkan tidak akan peduli dg kejahatan yg menimpa dirinya.

Rasululloh SAW sendiri sudah mencontohkan, bahwa ada seorang tetangga beliau, yg kafir, senantiasa melempar kotoran dan mengganggu beliau dengan perbuatan-perbuatan yg tidak menyenangkan. Namun, ketika dia sakit, justru Rasululloh SAW yg pertama kali menjenguknya. Akhirnya tetangga tersebut masuk Islam karena terkesan dg kebajikan yg dicontohkan beliau.

Contoh dari Rasululloh SAW sendiri justru LEBIH mengagumkan. Beliau tidak mengusik tetangga kafir tersebut, bahkan malah diprovokasi dan diagitasi. Namun, Rasululloh SAW justru membalas kejahatan dg kebajikan.

So, saudara-saudaraku, marilah kita (makin) sering berbuat baik…dan JANGAN menyesal untuk setiap perbuatan baik yg kita lakukan. *ajakan ini juga berlaku bagi penulis*

Semoga di masa depan, kita bisa lebih baik dan lebih bermanfaat bagi orang (lebih) banyak lagi.

2 Komentar »

  1. Saya gemar ke mari, banyak manfaatnya artikel di sini…saya minta izin utk linkkan ke laman saya…

    Komentar oleh hani sumayyah — Maret 4, 2007 @ 4:10 pm | Balas

  2. yang penting keikhlasan.Pasti semua ada upahnya, tapi ya jangan diharap2

    Komentar oleh joko — Maret 5, 2007 @ 3:26 am | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: