Blog Tausiyah275

Maret 13, 2007

Dipercaya Itu Sulit…!!!

Filed under: Ensiklopedia Islam,Fiqh,Hikmah,HOT NEWS,Lain-lain — Tausiyah 275 @ 1:13 pm

Dalam bahasa Arab, dipercaya identik dengan kata AMANAH. Kata ini tentu saja sudah sering kita dengar, bahkan mungkin sangat akrab. Kata amanah ini juga sudah diserap dalam bahasa Indonesia, sehingga kita sering dengar kalimat “seseorang diberi amanah”, yang artinya, seseorang itu diberi kepercayaan.

Dipercaya…atau diberi kepercayaan adalah salah satu hal yg cukup sulit dilakukan oleh banyak orang, terutama dewasa ini. Yang dimaksud dipercaya di sini, tentunya bersifat umum. Dipercaya untuk mengelola uang, dipercaya untuk menjabat suatu tampuk pemerintahan, apalagi dipercaya untuk menjaga rahasia.

Dalam Islam, amanah menempati posisi yg sangat ‘strategis’. Rasululloh SAW sendiri bahkan mendapat gelar Al Amin (yang bisa dipercaya). Bahkan, amanah menjadi salah satu pembeda kaum muslim dengan kaum munafik. Sebagaimana sabda Rasululloh SAW dari Abu Hurairah,“Tanda-tanda munafik itu ada tiga:
– apabila bicara, dia dusta;
– apabila berjanji, dia ingkari; dan
– apabila dipercaya (amanah), dia berkhianat.”

Nah, seperti yang aku tulis di awal artikel ini, dipercaya itu sulit dilakukan oleh banyak orang, bahkan oleh aku sendiri. Oleh karenanya, aku selalu berdoa kepada ALLOH SWT, agar dibantu dan dipermudah apabila aku mendapat kepercayaan/dipercaya…dalam bidang apapun. Karena jika kita ‘tergelincir’ dalam memegang kepercayaan, bisa jadi kita sudah menjadi orang munafik…NAUDZUBILLAH.

1. Dipercaya Mendapat Harta
ALLOH SWT telah menganugerahkan kepada kita harta. Meski secara kasat mata, harta ini milik kita…namun sebenarnya (secara hakiki) harta ini adalah titipan ALLOH SWT. ALLOH SWT ‘ingin melihat’ sejauhmana kita membelanjakan harta yg diberikan-Nya.

Islam telah menjelaskan bahwa dalam harta yg kita miliki, terdapat hak orang lain. Itu sebabnya Islam mengatur ‘pembagian’ harta kita dengan orang lain, apakah dalam bentuk sedekah, zakat, infaq dan seterusnya.

Sayangnya, banyak orang yg berharta yg masih tertipu. Mereka beranggapan harta yg mereka miliki adalah MUTLAK milik mereka sepenuhnya. Sehingga mereka membelanjakannya untuk menuruti nafsu mereka. Tidak ada istilah berbagi dengan orang lain, dalam kamus mereka.

Akibatnya, ketika ALLOH SWT mencabut nikmat-Nya ini, dg menghilangkan harta, mereka menjadi kebingungan dan tak sedikit yg menjadi gila karenanya.

Semoga kita terhindar dari hal ini. Aamiin.

2. Dipercaya Mendapat Anak
Percaya atau tidak, mempunyai anak merupakan salah satu bentuk amanah dari ALLOH SWT. Berapa banyak pasangan suami istri, yg sudah menikah bertahun-tahun, tapi tidak kunjung dikaruniai anak? Ini menunjukkan bahwa mempunyai anak merupakan bentuk pemberian kepercayaan oleh ALLOH SWT.

Dengan dikaruniai anak, ALLOH SWT ingin melihat bagaimana orang tua tersebut menjaga, mendidik, dan membesarkan anak tersebut. Sebagaimana sabda Rasululloh SAW, “Seorang bayi dilahirkan dalam keadaan suci. Orang tuanya yg menjadikan dia Islam, Nasrani atau Majusi.” Dengan kata lain, di tangan orang tuanya-lah, seorang anak dibentuk….apakah dia akan menjadi hamba ALLOH SWT yg saleh, ataukah menjadi pendurhaka kepada-Nya.

Di zaman sekarang ini, ternyata banyak orang (aku tegaskan: ORANG…jadi tidak mesti suami istri) yg menyia-nyiakan amanah mendapat anak ini. Banyak perempuan yg hamil di luar nikah dan kemudian MEMBUANG BAYINYA. Naudzubillah… Padahal, seperti aku tulis, banyak pasangan suami istri yg sulit mendapatkan anak, padahal mereka telah ikhtiar berbagai hal dan menghabiskan banyak harta mereka. Ini sudah ‘gampang’ mempunyai anak, malah dibuang. Oke, jika bayi itu merupakan hasil perbuatan zina, mereka buang…mungkin kita ‘maklumi’, karena mereka merasa malu dan berusaha membuang jejak. Namun, kadangkala kita dengar dan baca, ada pasangan suami istri yg MENJUAL anak mereka, karena kondisi mereka yang miskin. Astaghfirullah…

Bahkan, mungkin kita masih ingat dengan kasus pembunuhan 3 orang anak yg dilakukan oleh seorang Ibu? Dalam persidangan terungkap bahwa sang ibu membunuh 3 orang anaknya, karena dia takut dg masa depan anaknya tidak mendapat kebahagiaan. Padahal, jika pasangan suami istri membesarkan anak dg petunjuk dari ALLOH SWT (sesuai tuntunan agama), insya ALLOH kebahagiaan dunia-akhirat akan diperoleh…tidak saja oleh sang anak, namun juga bagi kedua orang tuanya, karena mereka sukses mengemban kepercayaan yg diberikan ALLOH SWT.

Aku juga berharap, kita semua terhindar dari hal ini. Aamiin.

3. Dipercaya Menjaga Harta
Sedikit berbeda dengan poin 1, di poin 3 ini, seseorang mendapat amanah untuk menjaga harta. Misalkan seorang bankir atau kasir atau pejabat sosial atau pekerjaan lain yg berhubungan dengan uang.

Dalam poin ini, sikap dipercaya yg dimaksud adalah TIDAK KORUPSI. Sudah menjadi cerita umum, bahwa seorang pejabat atau orang yg dipercaya membagikan sumbangan (kepada korban bencana) malah memakan sebagian harta yg diamanahkan kepada mereka. Bahkan jumlah harta yg mereka ‘makan’ dan larikan sangatlah besar dan membuat kita hanya terbengong-bengong. Padahal para korban bencana sangatlah membutuhkan kucuran dana untuk menyambung hidup mereka, eh…malah dibawa lari.

Seperti pernah kita dengar dan baca, ketika sedang ramai pembagian uang tunai sosial, selalu saja ada oknum yg memanfaatkan celah ini. Uang bantuan dipotong 10 ribu, 20 ribu, dan dalam jumlah lain, dengan dalih untuk biaya transportasi, uang pengurusan, dan alasan-alasan lainnya.

Padahal, jika mereka ingat sabda Rasululloh SAW, yg menyatakan bahwa makan 1 SUAP makanan yg berasal dari harta yg haram, maka ibadahnya tidak akan diterima selama 40 hari, mereka pasti akan berpikir ribuan kali. Mengapa? Karena kian besar jumlah harta yg dikorupsi, bisa dibayangkan berapa lama ibadah mereka tidak diterima??

Bahkan, menurut seorang guruku, orang yg terbiasa makan dari harta yg haram, maka pikirannya dan tindakannnya tidak akan jauh dari hal2 yg haram juga. Beliau mencontohkan, seorang perampok akan benyak menghabiskan hasil rampokannya untuk berjudi dan main perempuan. Mana ada dalam pikiran mereka untuk membelanjakan harta mereka di jalan ALLOH SWT (infaq, sedekah, zakat, dst)? Jikapun ada, maka itu hanyalah KAMUFLASE/tipuan belaka….dan guruku menyatakan, ALLOH SWT sendiri tidak akan mau menerimanya, karena harta itu diperoleh dengan cara yg haram.

Jadi, jangan iri dan heran dengan pejabat yg ‘sok’ membantu pembangunan masjid atau menolong orang miskin dengan harta hasil korupsi. DIJAMIN TIDAK BERKAH kok.

Termasuk dalam poin ini, adalah seseorang yg DIPINJAMI harta benda oleh saudara/temannya. Apabila NIAT-nya adalah MEMINJAM, maka SUDAH SEHARUSNYA DIA MENGEMBALIKAN harta benda yg dia pinjam. Dalam kehidupan sehari-hari, seringkali kita jumpai orang yg dipinjami harta benda berusaha berkelit dari kewajibannya mengembalikan harta benda tersebut. Bahkan, banyak dari mereka yg malah BERUSAHA MEMILIKI harta benda tersebut, dengan berbagai cara. (silakan baca kembali artikel etika berhutang dan meminjam barang)

Mari kita perbanyak doa kepada ALLOH SWT, semoga kita terhindar dari sikap tercela ini. Aamiin.

4. Dipercaya Mendapat Ilmu
Untuk poin ini, salah satu bentuk bahwa kita layak untuk dipercaya mendapat ilmu adalah MENGAMALKAN DAN MENYEBAR LUASKANNYA. Rasululloh SAW sendiri, dalam salah satu haditsnya yg terkenal menyatakan,“Sampaikan apa-apa dariku, walau satu ayat.” Ini berarti, setidaknya untuk ilmu agama, kita mesti (mengamalkan dahulu, kemudian) menyebarkannya.

Tujuannya jelas, agar orang lain juga tahu dan TIDAK TERSESAT dalam menjalankan ibadah kepada ALLOH SWT. Karena, beribadah kepada ALLOH SWT tanpa petunjuk yg diberikan Rasululloh SAW, itu berarti bid’ah…dan akan DITOLAK ALLOH SWT.

Nah, untuk ilmu pengetahuan lainnya, sama saja. Jika anda seseorang yg tahu ilmu pemrograman (programmer) maka hendaknya anda juga mengajarkan apa yg anda ketahui. Caranya bermacam-macam, dimulai dari menulis artikel, atau diskusi (baik bertemu langsung atau melalui mailing-list), dan masih banyak cara lainnya. Jika anda seseorang yg tahu keuangan, jelaskan accounting itu apa kepada orang lain. Setidaknya, jadikan ilmu yg anda dapat itu BERMANFAAT DAN DIKETAHUI BANYAK ORANG.

Tentu saja, dalam hal ini ilmu yg dimaksud adalah ILMU KEBAIKAN. Ilmu mencuri, ilmu pelet, ilmu sihir bukanlah termasuk ilmu yg harus disebar luaskan. Justru ilmu2 seperti itu jangan sampai menyebar…karena akan merugikan masyarakat dan akan mendapat hukuman dari ALLOH SWT.

Terkait poin ini, setidaknya ada 3 hal penting yg patut menjadi bahan renungan dan pemikiran kita:
– ALLOH SWT meninggikan orang yg punya ilmu dibandingkan dengan orang yg tidak berilmu. Ini termuat dalam surat Al Mujaadilah (58):11,“Hai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majelis”, maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

– Berprofesi sebagai seorang guru amatlah mulia…karena dia membuat orang lain menjadi tahu dan (tidak sedikit) yg lebih pintar dari guru tersebut. Namun, meski berhasil membuat orang (anak didiknya) sukses, seorang guru tidak menuntut apa2 dari orang2 sukses ini. Akan tetapi, jika kita menjadi seorang yg sukses (sebagai hasil didikan guru kita), hendaknya kita menghormati SETIAP guru. Harap dicatat, bahwa guru di sini tidak selalu guru yg mengajar ilmu pendidikan, namun juga guru yg mengajarkan bagaimana kita hidup.

– Islam ‘MENYURUH’ umatnya untuk pintar…karena masih banyak rahasia ALLOH SWT, baik di bumi maupun di angkasa yg baru bisa disingkap dengan menggunakan ilmu. Selain itu, orang Islam yg berilmu akan bisa mengelola harta yg dia miliki, tidak perlu bantuan dari orang lain (kafir).

Mari kita tuntut ilmu, lalu kita amalkan dan kita sebarkan…

5. Dipercaya Menjaga Rahasia
Dari 4 poin sebelumnya, barangkali poin 5 ini yg (lebih) sulit dilakukan. Banyak orang yg diceritai saudaranya mengenai sebuah rahasia, namun kemudian dibocorkannya kepada orang lain tanpa seijin saudaranya itu. Padahal rahasia tersebut bisa jadi sebuah aib (hal memalukan) yg hendaknya tidak disebar luaskan, karena bisa mempermalukan dan mencoreng kening di dahi (peribahasa) serta ingin dilupakan. Namun, alih-alih menjaga rahasia, orang yg dipercaya tersebut malah menceritakan kepada orang lain…istilah abg sekarang, ngember…maksudnya seperti ember, menampung banyak rahasia lalu ramai2 dia ekspos.

Banyak contoh untuk kasus ini. Seseorang bercerita bahwa dia sangat sulit percaya kepada teman2nya, karena banyak dari mereka yg membocorkan rahasia yg dia ceritakan kepada mereka. Padahal dia curhat kepada (katakanlah) si A karena dia percaya si A akan membantu dia, mencarikan jalan keluar dan menjaga rahasia. Memang, si A membantu mencarikan jalan keluar, bahkan banyak solusi alternatif yg dilontarkan. Namun, ternyata si A juga membantu menyebar rahasianya. Walhasil, banyak temannya yg mengolok-olok dia.

Serupa tapi tak sama, orang yg membocorkan rahasia terkadang tergelitik untuk BERGOSIP dan MENGGHIBAH. Hal ini terutama terjadi karena pada dasarnya rahasia dan gosip merupakan hal yg saling berkaitan. Tidak heran jika kita dengar percakapan seperti berikut:
“Eh, Jeng B…tahu tidak si pak M itu…ternyata istrinya dua lho..”
“Wah, masa sih Jeng C…padahal dia kan orang baik. Jeng tahu darimana bahwa dia beristri dua?”

“Eh, JANGAN BILANG SIAPA-SIAPA YA…saya dapat berita ini dari Mbakyu L. Eh, ini RAHASIA KITA BERDUA LHOOO…”
“Iya…iya…”

Dan kemudian Jeng B menceritakan rahasia ini kepada Mbak S, Ibu U, pembantu D…dengan embel-embel yg sama…JANGAN BILANG SIAPA-SIAPA DAN INI RAHASIA KITA BERDUA. *halah….geleng-geleng kepala*

Lho, bukannya kita mesti berbagi ilmu…seperti di poin 4?
Wah, saudaraku…aku sudah tulis di poin 4 itu, bahwa ilmu yg dibagi (dishare) adalah ilmu/hal yg BERMANFAAT. Lah, gosip dan rahasia (aib) orang, apa manfaatnya bagi kita? Tidak ada kan??

Aku sendiri, dulu-dulu pernah juga melakukan hal ini…membocorkan rahasia yg diceritakan kepadaku. Setelah aku diingatkan kembali oleh guru dan orang tuaku, tentang bahaya dan akibat yg ditimbulkannya (ORANG YG SUKA MEMBOCORKAN RAHASIA ORANG AKAN TIDAK DIPERCAYA LAGI OLEH ORANG LAIN), aku tersadar dan insya ALLOH akan senantiasa berupaya bersikap tidak ‘ngember’.

Demikian artikel ini, semoga bermanfaat…mohon maaf jika ada kekurangan. Semoga setelah membaca ini, kita bisa merenung, berpikir, dan mengamalkannya, sehingga kita bisa menjadi berperilaku lebih baik lagi. Aamiin 🙂

Iklan

5 Komentar »

  1. yayaya..betul kang fahmi. dipercaya mendapat anak itu memang berat. mudah2an saya bisa menjaga amanah dari Allah SWT tsb…

    Komentar oleh cahyo — Maret 14, 2007 @ 8:24 am | Balas

  2. […] melupakan tanggung jawab mereka sebagai seorang pemimpin. Itu sebabnya aku pernah tulis, bahwa dipercaya itu sulit…!! Hanya saja, sayangnya, kebanyakan orang (pemimpin) tidak mengetahui. Mereka semua sama, […]

    Ping balik oleh Memberantas Pelacuran Itu Gampang-gampang Susah « Blog Tausyiah275 — Juli 19, 2012 @ 10:06 pm | Balas

  3. Bagus postingannya.. Moga2 aja bisa nyadarin org2 yg msh blum ngerti mengenai hal2 sperti di atas itu..

    Komentar oleh (@zeeyzaa) ♡이기광BEAST — September 16, 2012 @ 8:18 am | Balas

  4. […] Dengan demikian, Rasululloh SAW bukan termasuk orang yg sulit dipercaya. […]

    Ping balik oleh Sifat Nabi dan Rasul – Amanah « Blog Tausiyah275 — Desember 24, 2012 @ 12:47 am | Balas

  5. […] terkait: – dipercaya itu sulit – sifat Nabi & Rasul – […]

    Ping balik oleh Jabatan Itu Amanah, BELUM TENTU Nikmat! « Blog Tausiyah275 — Desember 24, 2012 @ 12:48 am | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: