Blog Tausiyah275

Maret 22, 2007

Jangan Kau Benci Ayah (dan/atau) Ibumu

Filed under: Fiqh,Hikmah,HOT NEWS,Lain-lain,Seri Kesalahan2 — Tausiyah 275 @ 5:19 pm

Ada sebuah komentar (di blog ini) yg mengusik diriku. Aku tuliskan di sini komentar tersebut:

gmna klo qu ta’ cinta pada ayah qu??
bakl msuk surga ga?
kaw enak cekalee,,
punya ortu bae!!
disini ayahku jahatnya naudzubillah deh!!
aku benci banget sama dya,,
najis!!
jangan2 dya itu dajjal ya??
hehehe,,,
amin deh!!
aku benci ayah,,benciiiiiiiiii!!!!!!!!!
dya jahat!!!!!!!!!
tadi dya jotosin ade aku,,
trus aku bela,,
tapy,,aku maw di cekek sama dya,,
ayah macem apa tuh?!
aku aja ga abis pikir kok ada ayah yang durhaka ma anaknya ,,
hehhe,,
emang jamn dagh edan!!
makanya lo nak cilik,,
sayangin bner2 ortu lo yang keren abis itu,,
lo bner2 manusya yang “lucky!”
salam ya bwat orut lo,,
gw doain byar nanti kalian skeluarga masuk surga,,
jangan lupa doain qu jga yawh,,
byar bner2 bahagya en masuk surga,,
udah ga usah doain ayahku,,
doain aja aku sama ummi en ade2 ku yang masuk surga,,
sweet regard,,

Membaca komentar ini, aku langsung terdiam dan termenung…teringat dengan cerita beberapa teman dan kenalanku, yang intinya nyaris serupa. Mereka MEMBENCI orang tua mereka (ayah atau ibu, atau bahkan keduanya). Mereka beranggapan orang tua mereka mempunyai kesalahan yg begitu besar, yg menurut mereka tidak bisa dimaafkan. Yang lebih parahnya, ada juga yg menganggap orang tuanya yg bersalah itu TIDAK ADA…dengan kata lain, dia hanya mengakui keberadaan salah satu orang tuanya. Di kasus lain, dia lebih ‘memilih’ orang tua temannya sebagai orang tuanya.

“Astaghfirullah…”

Aku hanya bisa beristighfar tiap kali teringat cerita teman2ku dan kenalan2ku itu. Terutama jika mengingat cerita temanku yg sedemikian membenci ayahnya, sehingga menyebut kata ayah pun merupakan pantangan baginya. Dia lebih suka menyebutnya “si itu” sebagai pengganti kata ayah. Suatu ironi…yg membuat hatiku sedih.

Di sisi lain, aku juga mempunyai teman yg sedemikian cintanya pada ayahnya. Sepeninggal ibunya, temanku ini berusaha membaktikan dirinya pada ayahnya. Bahkan ketika ayahnya sakit, dia rela untuk meninggalkan pekerjaannya…untuk pulang kampung, demi menjenguk ayahnya. Dia berkata bahwa tindakannya ini merupakan sebagai ‘balas dendam’, karena ketika ibunya meninggal, dia masih kecil dan tidak bisa berbuat apa2. Suatu pengalaman hidup yg memaksaku menengok kembali lembaran hidupku, apakah bakti yg telah aku berikan kepada orang tuaku?

Saudara-saudaraku…aku hendak menyoroti cerita yg pertama, karena untuk cerita yg kedua merupakan sikap yg memang dianjurkan oleh agama kita yg sempurna ini. Insya ALLOH kali lain aku akan bahas juga.

Bagaimana mungkin seorang anak membenci (salah satu atau bahkan kedua) orangtuanya?

Pertanyaan ini sering sekali mengganggu pikiranku. Aku sempat diskusi dengan temanku yg membenci ayahnya itu. Dia menganggap ayahnya mempunyai kesalahan yg sangat besar kepada keluarganya, terutama kepada ibunya, sehingga dia tidak bisa memaafkan kesalahan ayahnya itu. Sayang sekali dia tidak mau bercerita tentang kesalahan ayahnya itu.

Semula aku pikir ayahnya menikah lagi (berpoligami), namun setelah selesai dia mengeluarkan (hampir seluruh) unek2nya, ternyata ayahnya tidak berpoligami, bahkan jika mendengar ceritanya, aku yakin ayahnya adalah ayah/orang tua yg bertanggung jawab.

Aku ajak diskusi dia, mengapa dia mesti membenci ayahnya…namun tidak ada alasan ‘kuat’ yg dia utarakan yg masuk logikaku. *maaf, aku tidak bisa ceritakan alasan2nya itu…untuk menghindari ghibah* Akhirnya aku hanya bisa memberikan solusi padanya untuk lebih sering berinteraksi dengan ayahnya, coba mendekat, dan tindakan2 persuasif lainnya.

Temanku yg lain, PERNAH membenci ayahnya, karena ayahnya menikah lagi….secara diam-diam. Ketika dia dan keluarganya (ibu serta kakak2nya) tahu mengenai pernikahan ayahnya (yang kedua), sontak dia membenci sekali ayahnya. Namun, seiring dengan berjalannya waktu…akhirnya dia bisa berkompromi dengan status ayahnya yg beristri dua. Bahkan ketika keluarga istri keduanya datang, saat ayahnya meninggal, kedua istri tersebut nampak ‘kompak’ dan berbagi cerita.

Saudara-saudaraku, inti pesan yg hendak aku sampaikan adalah JANGAN KAU BENCI ORANG TUAMU!! Agama Islam telah menganjurkan agar kaum muslim/muslimat menghormati kedua orang tuanya. Mungkin kita sudah sangat hafal dengan ayat Al Isra'(17):23,“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.

Dalam ayat tersebut sudah jelas dituliskan bahwa sikap kita kepada orang tua:
– Berbuat baik
– Memelihara (menampung) keduanya apabila mereka telah lanjut
– Jangan berkata AH. Dengan merujuk ayat di atas, MEMBENTAK sudah merupakan perbuatan yg TERLARANG

Saudara-saudaraku, apabila anda ada yg masih membenci orang tua anda (atau ayah anda), ingatlah bahwa ayah anda telah berjuang dengan sekuat tenaga membesarkan anda. Beliau banting tulang mencari nafkah untuk membiayai sekolah anda, membelikan mainan kesukaan anda, mengajak anda jalan2. Bahkan ketika anda masih dalam kandunganpun, ayah anda telah bersusah payah untuk membelikan makanan bergizi untuk ibu anda yg akan anda serap, demi keinginan melihat anaknya lahir dan tumbuh dengan sehat.

Jika anda masih tidak bisa berkompromi dengan alasan2 di atas, maka aku hendak ingatkan hal yang lain lagi.

Apakah anda ingat orang tua Nabi Ibrahim? Dalam kisah Nabi Ibrahim as, disebutkan bahwa ayahanda beliau adalah PEMBUAT PATUNG/BERHALA. Dengan demikian, secara aqidah, ayahanda Ibrahim as jelas tidak seiman dengan nabi Ibrahim as.

Lalu, apakah Nabi Ibrahim as membenci ayahnya?

Demi ALLOH, Nabi Ibrahim tidak lantas membenci ayahnya. Kita bisa baca, bahwa Nabi Ibrahim as senantiasa berbicara dengan ayahnya, mengajaknya untuk meninggalkan pekerjaannya selaku pembuat patung/berhala, serta mengikuti beliau, untuk menyembah ALLOH SWT. Apa jawaban ayahnya Nabi Ibrahim as? Beliau MENCACI MAKI, MEMARAHI, bahkan MENGUSIR Nabi Ibrahim as.

Lantas, mendapat perlakuan demikian, bencikah Nabi Ibrahim as kepada ayahnya?

Demi ALLOH, Nabi Ibrahim as tidak membenci ayahnya. Beliau memilih berpisah BAIK-BAIK dengan ayahnya, seraya berdoa semoga ayahnya diberi hidayah oleh ALLOH SWT.

Memang, kita bukanlah tipe Nabi, yg sedemikian luhur budi pekertinya. Namun, contoh dari Nabi Ibrahim as diharapkan bisa membuka mata hati kita…sejahat apapun orang tua kita, beliau tetap orang tua kita. Tidak bisa anda menyebut ayah/ibu yg anda benci dg ucapan “bekas ayah saya” atau “bekas ibu saya” atau “bekas orang tua saya”.

Darah dan daging beliau berdua ada di dalam tubuh anda. Tidak bisa anda menggantinya, sekalipun dengan mengganti seluruh darah anda dengan darah orang lain yg anda inginkan menjadi orang tua anda. Tidak bisa anda ganti daging2 yg sekarang melekat di tulang anda, dengan daging2 dari orang lain…demi menghapus ‘rekaman’ orang tua anda.

Saudara-saudaraku, orang tua yg tidak seimanpun bukan menjadi alasan untuk membenci mereka berdua. Ketahuilah, sesungguhnya hidayah itu hanya ALLOH SWT yg berkuasa atasnya. Jika anda telah memeluk Islam sementara kedua orang tua anda belum masuk Islam, itu berarti ALLOH SWT mempercayakan anda untuk menjadi jalan bagi kedua orang tua anda agar keduanya masuk Islam.

Berikanlah contoh yg baik, perlakukan keduanya dg perlakuan terbaik. Ingatlah kasih dan sayang yg telah mereka berikan sejak anda masih kecil hingga kini.

Jika mereka tetap bertahan tidak mau masuk Islam, bahkan (seperti ayahnya Nabi Ibrahim as) mengusir anda, tetaplah bersikap baik kepada keduanya. Doakan keduanya untuk mendapatkan hidayah sebagaimana anda mendapatkan hidayah dari ALLOH SWT untuk masuk Islam. Tidak perlu kita berubah sikap menjadi benci dan menjauh dari keduanya, kecuali keduanya bersikap yg membahayakan keselamatan anda…maka hendaknya anda pergi menjauh.

Sementara bagi yg kedua orang tuanya sama2 beragama Islam, ketahuilah TIDAK ADA SATU ALASANPUN UNTUK MEMBENCI ORANG TUA ANDA..!! Apapun perbuatan dan sikap beliau, itu orang tua anda. Perlihatkan kasih dan sayang kepada mereka berdua. Apabila ada perbuatan/sikap mereka yg tidak berkenan di hati anda (membuat kesal dan marah), ingatlah bahwa anda pun di saat kecil pernah berbuat hal yg serupa, yg membuat ibu+ayah anda marah. Namun toh mereka berdua tetap menyayangi anda.

So, mari saudara2ku yg masih membenci orang tuanya, mulai sekarang, marilah kita bersama hapus rasa benci itu. Ingatlah selalu kebaikan keduanya…buang jauh2 semua ingatan tentang sikap/perbuatannya yg tidak berkenan di hati mereka.

Sebagai penutup, aku ingatkan kembali hadits Rasululloh SAW tentang orang yg harus kita hormati/patuhi. Ibumu…Ibumu…Ibumu….Bapakmu. Dengan demikian, perbanyaklah berbakti kepada orang tua kita, tidak pilih2 antara ayah dan ibu. Insya ALLOH kita akan meraih kebahagiaan dunia-akhirat.

Semoga artikel ini bermanfaat.
*ps: teruntuk kedua orang tuaku, mohon maaf jika anakmu ini belum bisa berbakti sepenuhnya…*

Iklan

44 Komentar »

  1. thanks for the article. macam mana nk hindar rasa malu minta ampun dengan ibu bapa atas kesalahan yang dibuat bila kita sudah agak dewasa..?

    Komentar oleh aad_lfcfn — Maret 24, 2007 @ 5:45 pm | Balas

  2. Ehmm. Bukankah segala sesuatu yang terjadi pada kita itu ada hikmahnya. Coba deh baca novel: A Boy Called It, The Lost Boy, dan The man Named Dave. Kalo mbacanya dengan kelapangan hati pasti nanti akan dapat pelajaran berharga setelah baca novel itu. I cann’t tell more.

    Komentar oleh irwanto — Maret 30, 2007 @ 9:04 am | Balas

  3. Ada temenku yang punya masalah juga dg ayahnya.Dia jg nyebut ayahnya dg kata ‘orang itu’.Dia membenci ayahnya karena sejak kecil ninggalin dia,ibu,saudaranya dan nikah lagi dengan orang non muslim.Tambah lagi ketika ia mau menikah dengan orang baik2 malah dipersulit (sekarang ibunya sudah meninggal).Akhrmya dia nikah di KUA dg wali hakim atas persetujuan kakak laki2nya.Sebaiknya dia harus bersikap gimana?

    Komentar oleh luna — April 10, 2007 @ 9:08 pm | Balas

  4. ass
    iya..mmg bener ga ada alasan yg tepat bt membenci ortu qt,spt yg pnglmn prbdku,dl aku sll kontra ma ibuku,sepeninggal beliau rasa sesal yg tak terampuni sll menghantui aku walaupun di saat sakitnya aku yg sll ngrawatnya n sempat membimbing beliau menjelang malaikat menjemputnya.cm “andai” yg sll terbayang di pkrnku andai aku tau aku akn berbakti lg pada ibuku,cm airmata yg sll menemani aku di saat aku kangen dgn sosoknya,wanita terhebat yg pernah aku miliki n aku bangga menjadi anaknya.
    bagi yg masih pny ortu lgkp jgn sia-siakan waktumu bt berbakti ma mereka,siapapun n apapun mereka,mereka terhebat bt Xan…

    Komentar oleh rika — Mei 2, 2007 @ 2:50 pm | Balas

  5. gimana kalo ayah loe ituh pengangguran, pemalas, dirumah cuman nonton, tidur, cari makan mulu, ngomelin istri kerjaannya, keras kepala dan merasa selalu benar, ga mo perduli urusan rumah sama sekali walau hanya cuci piring sehabis makan (piring kepunyaan dia sendiri)dia ga mao perduli..kalo diminta tolong walau sepele seperti mengganti lampu bohlam malah marah2 teriak2.. sedangkan istri dan anaknya kerja dri pagi ampe malem… ga pernah lagi menafkahi keluarga, tidak lagi memberikan contoh yang baik dan tidak bisa diajak berkomunikasi.. pantaskan dihormati dan dimaafkan?anak bisa durhaka, kenapa orangtua tidak bisa?

    Komentar oleh SEBEL — Juni 29, 2009 @ 9:32 am | Balas

  6. wahai anak2 yg pny ayah yg baik, ini adalah pengalaman saya sbg anak laki2.. gw sekarang 19 thn, anak ke 3 dr 4 bersaudara, gw pny bokap yg dr dulu ga gw sayang.. kenapa? krn waktu gw kecil dia ga pernah ngajak gw maen bola, ato piknik ato hal2 yg HARUS dilakukan anak sama ayah di hari LIBUR.. dia cuma ngasih duit, bacot2 yg pake kata2 kasar, marah2 dll yg anak kecil harusnya ga rasain.. tau ga lo rasanya 19 TAHUN pny bokap kyk gitu?? sekarang udh 2010 dia msh tetep ga berubah, selalu nyari2 kesalahan gw, buat apa? apa dia pengen gw jadi anak yg perfect di mata org2? sori nyet, gw ga peduli org mau ngomong apa ttg gw.. sampe RAMBUT aja gw ga boleh bikin sesuka gw, katanya nanti BAPAK YANG DIOMONGIN ORANG2.. ANJ*NK, egois ya bokap gw?? takut nama baiknya rusak di mata org2 krn anaknya rambutnya gondrong.. btw bokap gw slh satu pengurus d tempat ibadah gw lho, nyumbangnya gede, kalo urusan duit ga neko2 sm urusan religiusnya, tp kalo gw minta buat beli BAKSO SEMANGKOK malah diomelin! tau lu rasanya pny bokap perfeksionis? semua harus sesuai ideologi dia, walaupun dia bilang BAPAK INI GA LULUS SMA, TAPI BISA KAYAK GINI.. WTF?! sombong amat lu nyet! siapa yg dirumahnya pake tv kabel?? gw jg pake lho, tau kata bokap gw? KALO KAMU NONTON TIAP HARI SAYA BATALIN TV KABELNYA.. wakakkakaka, gw cm iya2 aja, ga napsu gw sm tv kabel.. gw sibuk kuliah, d rumah jg gw lbh prefer ngenet, ujung2nya dia minta ditemenin nonton!! MALES NYET.. KALO GW BOLEH MILIH, PENGEN BGT GW CABUT ATO TINGGAL NGEKOS, ATO KALO BLH GW MINTA DIUSIR.. gw lbh suka hidup minim-susah drpd tinggal d komplek elit, satpam 24 jam, komplek perumahan yg tenang, kamar ac, pembantu ada tp buat nyalain ac aja harus nunggu bokap pergi, buat nonton tv harus nunggu bokap pergi(klo tidur dia bs tau gw lg nonton -_-‘), bangun harus pagi klo dia d rmh(di atas jam 7 siap2 aja).. BENERAN, GW LEBIH MILIH HIDUP MULAI DR NOL, NGANGGUR CARI KERJAAN, GA KULIAH, GA BISA FOYA2, GA BISA MEWAH.. GW HARAP YANG MAHA KUASA MEMBACA TULISAN GW INI, TERUS DIKASI TAU MA BOKAP TERUS GW DIUSIR DR RMH, SENENG BGT GW.. SAYA BENCI AYAH SAYA, KALO BOLEH JANGAN IBU SAYA YANG DULUAN MENINGGAL TAPI AYAH SAYA.

    Komentar oleh PEMBENCI_AYAH — Februari 14, 2010 @ 7:29 pm | Balas

    • Cerita kamu hampir sama dengan cerita kehidupanku.. Mitip banget..

      Sekarang 2016.gmn cerita 6 taon nya.
      Ini nmerku 089656520129

      Komentar oleh wahyu — September 11, 2016 @ 11:43 pm | Balas

      • Gue juga benci banget sama bokap benciiiiiiiiii banget !!!!!!!!!!! gue gak tau harus ngomong sama siapa lagi selain gue bisanya nangis kesel sakit hati …. bokap gayanya depan orang sok sok an ngenafkahin keluarganya dan setiap marah pasti ucapan nya ” coba tau dari dulu ninggalkan keluarga ” dan dia sempat ngomong gitu sama almarhum nyokap gue yang waktu itu keadaannya lumpuh’ dan 2 minggu setelah dia ngomong gitu ke nyokap – nyokap gue meninggal, gak kebayangin nyokap meninggal dengan rasa sakit suaminya yang kaya taik sinting gila benci banget gue sumpah ” kadang gue berdoa kenapa gak dia aja yang dicabut nyawanya.

        Komentar oleh risa — September 19, 2016 @ 12:34 pm

    • Sory bro.lu blang umur lu 19th lu benci sma bokap lu.lu ga suka dia,lu sebel sma dia!!!!. Umur lu 19th.brarti dah 20th lu makan dri hasil kringat orang yg mnurut lu pling egois sedunia.
      Bro lu dah 19th klo emang lu ga suka,klo emang lu ga betah d rmah.ya udah lu pergi aj.itu jga klo lu pnya nyali buat ninggalin hidup lu yg enak.
      Emangnya apa yg udah lu kasih buat bokap lu??? 1rupiah pun blom pernah lu kasih kdia tp coba lu pikir apa yg udah lu dpt dri bokap lu.lu anak laki jangan cma bsa ngeluh.

      Komentar oleh Andry — April 12, 2017 @ 4:36 pm | Balas

  7. kalo bapaknya baik bisa aja ngomong gini gono…tapi kalo bapaknya berengsek kaya bapak gue gimana?gimana bisa sayang sama bokap yang kerjaannya mukulin tiap hari? hah gak pada ngerasain sih….
    jangan cuma cuap-cuap aja,

    Komentar oleh die — Mei 11, 2010 @ 6:56 am | Balas

    • saya baru saja ada masalah,karna kedua orangtua saya selalu membela adik ku,karna adikku suka memfitnah dan akibatnya selalu aku yang disalahin,sampai2 saya bilang ke orang tua kalo aku gak punya orang tua didunia ini,dia bilang kepadaku kalau aku ini anak setan dan lain2..
      tapi dalam hatiku aku tidak pernah merasa mempunyai sosok orang tua..
      mungkin ini adalah ujian untuk kita agr derajat kita ditinggikan..
      sabar ya..

      Komentar oleh Deded Kurniawan — Mei 8, 2016 @ 6:32 pm | Balas

  8. jadi pengen quote kata penutupnya, “ibumu… ibumu… ibumu… kemudian bapakmu…”

    bapak gw selingkuh, ibu gw dianjurkan cerai nggak mau, dia ingin pertahankan rumah tangganya, saking sakit hati ibu gw sakit2an, sampai akhirnya dia meninggal, kemudian tanpa sepengetahuan gw dan kakak/adik gw, bapak gw ngawinin selingkuhannya, sepeninggalan ibu gw kami dibesarkan oleh kakak2nya ibu, gw gak pernah denger bapak gw keluar sepeserpun, semua biaya pendidikan gw/adik/kakak diperoleh dari warisan ibu yang di surat wasiatnya menunjuk kakak2nya untuk jagain anak2nya dan menolak membagi sepeserpun untuk bapak.

    skrg gw udah dewasa, udah bisa cari duit sendiri walaupun masih harus susah payah, dan sekarang bapak gw yg udah pensiun sering nyamperin gw dan kakak gw dengan alesan macem2 tp gak satupun pertemuan2 itu yg ujungnya bukan buat minta duit buat menyupport dia dan istrinya, APA ORANG KYK GINI GAK PANTES GW BENCI?!

    Komentar oleh jay — Mei 30, 2010 @ 2:52 am | Balas

  9. sumpah demi apa pun gw benci bapak gw, kayak tai aja dia..dari gw balita gw sering banget dibentak, dimarahin depan orang rame, padahal gw kagak salh apa2. Puas bgt gw liat dia marahin emak gw, dan ujung2 nya kalo keduanya emosi gw jg yg kena,stress. mana gw anak tunggal lagi. tai lah mereka ga mikirin hati dan perasaan anak. bokap gw itu bisanya cuma ngasi duiiiit aja, main judi, pergi pagi pulang pagi. kalo sempet ketemu gw ngobrol dikit trus marah2, ga blh salah ngomong 1 kata pun. depan orang2 dia ngebanggain dirinya kalo udh bisa ngedidik anak dgn baik, nasehatin org gmn cara didik anak yg bener. ngepet lo, emang lu pernah didik gw? lu pernah ngobrol ama gw? lu pernah ngasi contoh baik ke gw? tai bener dah! GW BENCI BAPAK GW!

    Komentar oleh Say no to dad — Maret 16, 2011 @ 11:23 am | Balas

    • aku juga hampir begitu,sampe2 aku bilang pada tuhan tolong ambil nyawaku..
      sabar ya,tuhan memiliki cara lain untuk menaikkan drajat kita..

      Komentar oleh Deded Kurniawan — Mei 8, 2016 @ 6:35 pm | Balas

  10. iya…gampang bagi u buat ngomong gt ttg keharmonisan keluarga n blah blah blah…pake nasehatin atas anam agama , kyk.a u butuh blajar ttg psikologi anak dh…hidup tu gk indah ya, jgn lu samain idup lu ma idup org len, idup org len punya cerita yg beda n macem2, semuanya pny sebab akibat…
    selamet ya keluarga u baek2 aja…jd u gk bakalan ngerasain gmn rasanya tinggal dlm keluarga yg bersandiwara, aplg klo bpk u selingkuh n dgn sombongnya menghina diri u n pake ngancem2 gk mau nafkahin lu, dgn sombongnya berkuasa pdhal cuma bisa nyariduit doank, n pdhal gaji kecil aja, serta nyalahin ibu u yg udah susah payah kerja n ngurusin rumah tangga jg, sedangkan ibu u udah tua n pensiun,pnya anak 2 perempuan smua, u n adek u butuh duit buat kuliah…

    sama aja lu kyk temen gw yg idup keluarga.a lurus2 aja….malah ngejudge n nasehati2 gk pnting ke anak yg keluarga.a gk harmonis..
    kami gak butuh nasehat…cuma butuh didengarkan n dipahami…

    ??????

    Komentar oleh Malisa Gaara — April 7, 2013 @ 11:36 pm | Balas

    • maaf,saya mau bilang kalo kamu harus menerima kehidupan yang telah diberikan tuhan,ada pepatah yang bilang jika hari2 kita berat,maka kita akan tumbuh kuat,,
      dan jika kamu bisa menerima kehidupan yang sekarang,mungkin kamu akan menerima pahala dan balasan yang sangat sangat besar dunia ataupun akhirat,aku juga sama kayak kamu..

      Komentar oleh Deded Kurniawan — Mei 8, 2016 @ 6:39 pm | Balas

  11. Assalamualaikum
    halo
    Saya tau ini post dah lm banget tp saya baru nemu karna nyari di search engine.
    boleh cerita sikit ya?
    Saya gatau mw cerita kemana lagi.
    saya anak dr sebuah keluarga yg bisa dikatakan lumayan berkecukupan tapi setiap manusia ga luput dari masalah kan?
    berawal dr saya masih SD sy mergokin ayah saya lg smsan sama cewe mesra bgt. Saya kaget bgt sampe keringat dingin dan gemetaran. Saya udh coba cerita sm kakak sy tapi dy gaperduli. Sejak saat itu rasa hormat sy terhadap ayah sy sedikit demi sdkt mulai luntur malah jd benci. Benci bgt.
    Si ‘ayah’ ini sampe mindahin bbrp perabotan rumah km ketempat cewe jalang itu. Bayangin sakitnya gimana mama sy! Stlh mma sy pergokin dia, dia jd gaberani masuk kamar, ayah coba bicara sm kami.tapi ya pd dsrnya sy masih kecil mana berani sy ngadepin begituan.
    Saya juga pernah ngeliat diatas lmari ada koran daerah yg beritain perselingkuhan ayah saya,meskipun sy ga yakin kalo itu dgn cewe yg sama.
    Dan hebatnya lg nenek sy tutup mata dgn kejadian itu pdhl rumah itu wanita jalang deket bgt sama rumah dia, alasannya krna mama sy gabisa ngasih anak lakilaki. Apa hebatnya rupanya anak lakilaki?!
    Ayah sy player bgt ya? Haha masa muda krg bahagia kali.
    Saat itu dy ‘katanya’ udah insap karna tu cewe jalang pacaran sm om om lain lg.
    Tapi tau dong maling yg udh masuk penjara aja ga kapok maling lg, apalagi dimaafin doang gini.
    Singkatnya dia selingkuh lg. Bahkan sampe bangun rumah buat cewenya yg kali ini. Salah apa mama sy sampe diperlakukan kaya gini? MAMA SAYA GA BERHAK DAPAT PERLAKUAN KAYA GINI YOU BASTARD!!!!
    jd mama sy pake jasa paranormal buat ngejauhin tu org bedua. Sy tau ini bukan jalan yg baik, apalagi notabenenya kami ini muslim. Tp saya gakuat liat mama sy diginiin terus. Bayangin kejadian prtama itu pas sy SD dan skrg saya udh mau wisuda tp si tua itu kelakuannya makin menjadi. Saya gatau apa yg buat dia getol bgt selingkuh gitu, pdhl demi Allah mama sy cantik putih wanita karir lagi. Sedangkan ayah sy itu itu gendut buntel item jelek kasar suka teriak teriak maki maki gajelas.
    Kalo sy pribadi mendingan mrk cerai aja. Sy bukan tipe ank munafik yg soksok pengin keluarganya samasama gitu. Kalo itu artinya harus nyakitin mama sy mending pisah aja.
    Saya gatau itu udh wanita keberapa yg diselingkuhin sm dia saya juga ga yakin apa ayah sy bisa berubah ato engga. Lakilaki begini kalo ga dikasi konsekuensi gabakal jera yakan???
    Ya Allah sy gatau ini mau gimana lg.mau cerita tp gatau sm siapa, kakak sm adek sy gada yg tau. Cuma mama sm sy aja yg tau.
    Tau apa kt mama sy? JANGAN CERITA SAMA MEREKA NANTI AYAHMU DIBENCI.
    Mama msh berusaha pertahanin semuanya demi kami. Padahal saya sendiri aja yg ngeliat hati saya udh ancurnya entah kaya mana lagi.
    ya Allah masukkan lah mma sy ini kesurgamu. Sy gatahan liat mama sy dibeginiin. Kalo bunuh org gadosa udh saya racunin mungkin tu bapak tua.
    ayah sy itu ngeselin bgt suka bentak sanasini suka bentak mama sy ngehina masakan mama sy tapi dimakan juga sm dia apa apa kasar mau menang sendiri gapernah perduli sm anaknya tapi kalo udh didepan org berasa dia yg paling hebat.
    Apa semua lakilaki kaya gitu ya??
    saya gatau karna cuma bapak itu lakilaki dirumah sy. Dan saya gaberani pacar pacaran karna takut sm hal kaya gini, saya takut kaya mama saya yg terlalu syg sama lakilaki sampe rela rela aja diginiin.
    Semoga Allah kasih hidayah sm itu bapak sebelum malaikat keburu nyabut nyawa dia yg ga seberapa itu.
    amin..

    Komentar oleh m — Agustus 25, 2013 @ 3:36 pm | Balas

    • terima kasih atas sharingnya.
      memang sulit sekali menerima kenyataan bahwa ayah anda melakukan hal itu.

      tapi, menurut saya, dendam dan benci berkepanjangan tidak akan menyelesaikan masalah tersebut.
      meski mungkin berdamai dan ikhlas pun sulit dilakukan. 😦

      saran saya: kurangi kebencian anda kepada ayah anda, karena bagaimanapun ada darah beliau di tubuh anda.
      yg penting, anda mesti bisa tidak melakukan kesalahan yg sama seperti yg dilakukan ayah anda. 🙂

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Agustus 27, 2013 @ 10:23 am | Balas

      • baru baca blognya bagus gus p.haji.
        Tp tolong yg komen nama sebel yg bapaknya pengangguran di balas dunk,, n yg komen di atas tolong di balas2, itu sebuah tanggung jwb n mungkin dpt solusinya p.haji.
        Saya baca blognya yg komen di jwbnya cuma 1 komen, kurang dpt ilmunya,
        w juga mw curhat, mungkin ada yg dpt kasih solusi terbaik.

        W anak k 2 dri 5 family. W laki2. Family w hidup pas2an. Rumah msh ngontrak.
        Dri kecil bokap w klo bicara so bener. Harus begini n harus begitu. Tp buktinya family w hidup2an, terbayang g?? Sharusnya klo dia so bener family w ga akan hdp pas2an. Sjak umur w 19 .w baru tw klo bokap w itu kerjanya main togel n nongkrong sm tukang ojek dkt rumah w yg kyk bocah sering minum bir ato air comberan, terbayang g?? Tp mulut bokap w klo nasehatin w kyk p.ustad. Terbayang g u?? Kdng2 w ketawa dlm hati, akhirnya umur w 24 w bilangin jgn nongkrong di tmpt tukang ojek yg sering minum. Eh malah dia melotot n mrh2, akhirnya w test w minum segelas anggur merah yg baunya kyk muntahan makanan. Trs w pulang. Eh ada nyokap w bilang abis minum y. W bilang engga, trs bokap w dtng bilang awas kalau kamu minum. Trbayang g u??? Lucu y pikiran bokap w yg so bener.
        lebih parahnya lagi bokap w skrng dh umur 50 thn,malah ketangkep lagi transaksi narkoba. Trbayang g u? Lucu yaa , fuck lah dngn pemikiran dia yg so bener. Akhirnya w yg ngurusin nyokap, 3 ade w yg msh sekolah.
        Lucu y? Persetan dengan bokap yg sprti itu.
        sbnrnya itu singkat hidup w, msh ada lagi dulu kehidupan w ngliat bokap w yg lagi mabok trs injem2 ade w yg cewe karna main trs. Menurut u bgmn kawan2 ato yg membuat blog ini yg familynya bahagia?
        Apakah w harus hormatin bokap w itu?
        Paling jwban u bgmnpun u ttp darah daging bokap w? Hahahaha lucu y.. Mungkin bs di bls dngn solusi yg trbaik bwt w n yg sm pengalamannya sm w, tks,,

        Komentar oleh shen — Oktober 7, 2014 @ 1:51 am

  12. Bagaimana dengan kasus anak yang diperkosa oleh ayahnya kandungnya sendiri di waktu SD? Ditambah ayahnya tsb tdk memberi nafkah lahir & batin kpd istri, tidak mencukupi kbutuhan anak & istri,
    Ketika sudah besar si anak memaafkan ayahnya, mncoba memberi kasih sayang tp malah ayahnya salah menanggapi & mlah hndak mmperkosa lg
    Si anak trauma melihat ayah & selalu resah merasa tdk aman, & hingga saat ini anak tsb tdk mnceritakan kisah ne kpd siapapun, anak tsb lama2 timbul benci karena tidak tahu apa yg hrs dikatakan kpd calon suaminya kelak karena jg tidak mw berbohong dgn kondisinya yg sdh tdk utuh

    Komentar oleh shofyarts — Januari 11, 2015 @ 8:46 pm | Balas

  13. penulis gak pernah merasakan ayahnya jahat sampe nonjok, gak pernah merasakan skitnya kalau ayahny selingkuh, asal penulis tau itu sakit sekali melebihi semua skit yg ada. wajr seorang anak mbnci ayah sprt itu. smpai rela tidak menganggapny sbg ayah lg. dan tidk mnjalin hub untk wktu yg sangat lma. smpe akhirny si ayah dpt karma atau udh meninggl bru si anak memafkan. sya rasa itu wjar.

    Komentar oleh fintri — Januari 19, 2015 @ 10:12 pm | Balas

  14. elu mah gampang ngomong gitu
    elu gak ngerasain sih kyak gimana

    Komentar oleh Nit — Juni 18, 2015 @ 12:22 pm | Balas

  15. bapak w selingkuh tp gamau cerai sama nyokap gue .padahal udh pernah ketauan tp gaada kapoknya ,masa gaboleh di benci ?dia aja gapernah mikir sebelum ngelakuin ,mana selingkuhannya malah gamau berhenti malah w di maki maki tai .kalo menurut agama emang dosa tp Allah juga maha tahu masa dosa juga benci sama ayah yg gatau diri.ngomong jgn benci gampang tapi hati kan udah terlanjur kecewa udah gitu ayahnya gamau berhenti. najis jiji lama lama punya bapak begitu ,cepet tobat dah udah bau tanah juga !!!

    Komentar oleh ayu — September 27, 2015 @ 10:37 pm | Balas

  16. maaf ya mba yang ‘lucky’, bicara dr sisi agama ya paling sarannya, “jangan durhaka kpd org tua, dosa”, “bersyukur aja”, “org tua tetap org tua, harus dihormati bagaimanapun itu”, “tidak boleh membenci, berkata ‘aah, atau membentak” dan bla bla bla.. klise! saya rasa semua yang beragama islam tau itu. anak sekarang cerdas-cerdas ko. yang jadi masalah ya itu.. ‘kita bukan tipe nabi yang mentalnya kuat apalagi di zaman sperti ini yang gampang frustasi’. butuh bantuan dan saran yang setidaknya bisa mengerti kondisi kita, yang bisa merangkul setiap masalah yang kita punya. yang artinya butuh konseling bahkan bisa kita lari ke psikolog, karna mental kita terganggu, kita frustasi menghadapi masalah keluarga yang belum terselesaikan. jadi, tidak bisa diselesaikan dengan cara diberi tausiyah to, buat apa hanya kita yang sadar terus sabar hadapin masalah itu, sampe kapan? sampe berbuah manis? kapan manisnya? kalo bicara, menulis yang isinya kata2 bijak.. gampang. tapi bagaimana cara anda menanggapi dan bertanggung jawab terhadap masalah ‘setiap para pembaca disini??? apa solusinya??? bukannya “Allah tidak mengubah kondisi suatu kaum sampai mereka mengubahnya sendiri ” (Al-Ra`d 11) jadi, bukankah percuma ‘hanya sang anak yang berusaha mengubah sang ayah, tapi ayahnya tidak ada keinginan berubah. iya toh? betul bahwa kita harus berbakti bagaimanapun org tua kita itu, cuma masalah yang kita hadapi ‘tidak semudah jalan pikiran anda itu.. jadi tolong, hati2 dalam menulis dan jangan ria ataupun qari.

    Komentar oleh Wardah — Oktober 16, 2015 @ 2:15 am | Balas

  17. bagaimana dengan orangtua yang hobi selungkuh? Saya dari umur 3 tahun diajak ibu saya menemui selingkuhannya dan terpaksa menyaksikan perbuatan yang belum selayaknya saya lihat. Kemudian ayah saya berkali2 selingkuh dengan perempuan2 sampai ibu saya tidak tahan lagi tapi selalu memaafkan (mungkin karena sama saja kelakuannya)..jelas perbuatan buruk mereka menghancurkan psikis saya..saya menjadi rendah diri dan sering ingin bunuh diri..

    Komentar oleh Audrey — November 29, 2015 @ 9:35 pm | Balas

  18. “kalo bokap lo nga pernah ngurusin lo gimana ?, harta hasil kerja keras nyokap semuanya habis sama dia, dan yang lebih parah lo harus ngeliat ngokap lo nangis darah demi ngasih makan lo, mulai dari hidup luntang-lantung kesana kemari, ngontrak karena harta jatuh ke bokap semua, bahkan jadi istri simpanan, cuma supaya bisa ngeliat lo sekolah, dan saat gue kelas 4 sd nyokap meninggal, parahnya bokap ngga datang, dan mulai saat itu lo harus hidup sendiri, boro tanpa kasih sayang, dan semua yg anak lain dapatkan,

    apa masih pantes dia gue panggil ayah ?

    Komentar oleh robi — Januari 12, 2016 @ 12:20 pm | Balas

  19. woy bego. kalo lo gk pernah ngalamin punya orang tua yg gak enak mending diem.

    Komentar oleh tqgebbs — April 20, 2016 @ 11:02 am | Balas

  20. perhatian semua perkataanku: jika kalian memiliki ayah yang kalian benci tetapi aku memiliki orangtua yang saya benci,sampai sampai saya tidak mengakui keberadaan orangtua saya,saya sudah dibilang anak setan dan lain2,waktu saya menglami hal tersebut saya bertanya kepada tuhan. untuk apa saya hidup,apa manfaat saya hidup di dunia hingga orangtua membenciku, dan aku berserah diri kepada tuhan,saya bersyukur kalau mereka yang masih memiliki orangtua yang baik..
    tetapi menurutku kita harus membicarakan masalah ini kepada diri kita sendiri,apakah ayah kita seperti itu karna kita, atau ayah kita memiliki masalah lain hingga mereka melampiaskanya pada kita,..
    buat sahabatku yang memiliki orangtua yang tidak kalian inginkan,aku memiliki saran agar kalian harus sholat tahajud dan curhat kepada allah walau itu agak memalukan,jangan bilang kalau aku tidak pernah mengalami semua itu..
    kalau ada yang ingin kalian tanyakan hubungi saja aku..

    Komentar oleh Deded Kurniawan — Mei 8, 2016 @ 6:50 pm | Balas

    • “kalau ada yang ingin kalian tanyakan hubungi saja aku..” dari kalimat mu itu , apa kamu bisa memberikan solusi dari ceritaku dibawah ..

      Komentar oleh izukha — Juni 21, 2016 @ 7:38 am | Balas

  21. jangan sampai kalian sesat dari jalan allah,karna kebanyakan orang yang benci kepada orang tua akan sesat di jalan allah..

    Komentar oleh Deded Kurniawan — Mei 8, 2016 @ 6:53 pm | Balas

  22. dari semua komentar yang saya baca kebanyakan bermasalah dengan ayahnya, namun aku sebaliknya, umurku 22 tahun aku 3 bersaudara aku perempuan,kakaku dan adiku laki2 , namun kakak ku beda ayah, hal2 yg paling saya ingat sejak kecil barang2 yg dibelikan ayah saya untuk saya seperti dot balita , mainan anak2 kecil semua kepunyaanku di berikan kepada kakak ku, aku masih ingat pada saat itu aku ingin sekali minum susu namun aku di kasih digelas yg besar seukuran cangkir beling oleh ibuku dan aku di suruh menghabiskanya padahal waktu itu aku masih sangat kecil, dan aku melihat kakak ku duduk di sofa menggunakan dot kepunyaanku, ya itu sebagian kecil yg paling aku ingat. semakin besar semakin aku semakin sadar bahwa ibuku tidak menganggapku sebagai anaknya, suatu ketika aku sesak napas dan benar sakit di bagian dada, aku bilang ke ibuku bahwa aku sesak napas dan ingin ke rumah sakit, namun dia berkata “alah lebay, makanya jadi anak tau diri, kalo udah mau mati mah mati aja ga usah nyusahin” saat itu aku tidak bisa menahan air mataku, adiku hanya diam melihat semua itu, lalu aku menangis dikamar sambil menahan sakit dan sesak, dan saat itu aku hanya berpikir seandainya memang aku akan mati, aku terima dari pada aku harus merasakan sakit atas perkataan ibuku. akhirnya ayahku melihatku menangis lalu mengantarkan ku ke dokter.
    kejadian lainya disaat ayahku memarahi kakak ku, ibuku tidak terima dan menyalahkanku seakan2 itu karena aku,karena aku dianggap lebih dibanggakan dibanding kakaku padahal semua diperlakukan sama oleh ayahku, akupun jg sering dimarahi ayahku dulu tapi ketika aku menyelsaikan kuliahku lebih cepat dari kakaku ayahku berubah dan menjadi lebih baik. namun ibuku semakin membenciku padahal aku adalah anak kandungnya, aku selalu di sumpah2in kecelakaan, disumpahin ga akan berhasil, disumpahin mati, dll. setiap ibu ku memasak makanan pasti ngumpetin masakanya sampai kakaku memakanya duluan, dan bahkan sering kali aku hanya dikasih sisa masakanya, setiap dia pergi berbelanja dia hanya memikirkan kakaku dan membelikan barang2, padahal kakakku itu telah membuat aib dalam keluarga, dia menghamili anak orang, dan lagi2 motor kepunyaanku yg dibelikan oleh ayahku dijual untuk tambahan biaya pernikahan kakaku, tidak hanya itu masih banyak barang lain kepunyaanku yg dijual oleh ibuku. aku ikhlas, aku tidak pernah marah setiap kepunyaanku yg dijual. namun lagi2 aku dikata2i oleh ibuku karna aku tidak seperti kakaku yg mempunyai pacar(sudah menjadi istri) orang kaya, ibuku malah bangga walaupun kakaku menghamili anak org setidaknya itu anak orgkaya, dan aku hanya diam, padahal aku anak perempuan satu2nya tapi kenapa ibuku mengajarkan aku untuk memandang seseorang dari harta?nyatanya kakaku itu adalah anak diluar nikah dari org kaya yg tidak bertanggung jawab yg pada akhirnya ayahku yg bersedia untuk menikahi dan membesarkan kakaku. pada saat wisuda d3, ibuku bilang tidak mau datang, lagi2 aku menangis.
    aku sudah membantu pekerjaan rumah sebisaku, tapi tidak dihargai, bahkan ketika aku sakit ibuku tetap menyuruh2ku. padahal aku cukup rutin membelikan hadiah ulangtahun dan kue ulangtahun serta hadiah di hari ibu, entah mengapa itu semua seperti tidak ada harganya dibanding kakaku.
    sampai pada saat aku mengetahui ibuku berselingkuh , dari sms yg ku baca di hpnya, lalu aku disuruh diam dan tidak memberitahukan kepada ayahku, aku tidak tau harus berbuat apa, dan pada saat ayahku mengetahui perselingkuhan ibuku, aku melindungi ibuku, aku terpaksa berbohong, dan pada akhirnya ayahku memukul dan menendangku karna ayahku tau aku bohong demi membela ibuku yg sudah berselingkuh. namun apa yg kudapat? ibuku tetap tidak mempedulikanku, dia tetap berselingkuh dibelakang ayahku, dan aku ayahku sudah lelah untuk bertengkar, ayahku sering cerita kepadaku bahwa ayahku ingin cerai , bahkan dari dlu sejak aku masih sekolah, namun dia memikirkan anak2. pada akhirnya aku sadar aku tidak akan lagi menutupi perselingkuhan ibuku, dan ayahku tau semuanya, namun ayahku tetap bertahan dalam diam seolah tidak ada apa2.
    ayahku selalu bilang “kalo mama lagi marahin kamu apapun itu,mau kamu salah ataupun benar, diemin aja jangan kamu jawab” aku sebenernya ingin nangis kenapa ayahku tidak membelaku dan menyuruhku diam. tapi ya aku hanya bisa mengikuti perkataaan ayahku.
    aku sebenernya ingin membenci ibuku, namun aku tau dia tetap ibuku yg melahirkanku, dan aku memutuskan untuk tidak tinggal dirumah lagi mulai bulan depan karna aku sudah lulus s1, dan sudah menyelesaikan semua urusan kuliahku, dan kakaku dia masih belum lulus sampai saat ini namun dia masih selalu dibanggakan oleh ibuku. aku tau dalam hidup ada beberapa hal yg tidak bisa kita pilih, yaitu dengan siapa kita dilahirkan , dan jenis kelamin apa. namun seandainya aku bisa memilih itu semua, aku ingin memilih orgtuaku sendiri, aku hanya ingin sosok ibu yg sangat sayang denganku, yg bisa aku jadikan tempat sandaran. dan juga seandainya ibuku lebih menyukai anak laki2 aku bisa memilih aku ingin menjadi anak laki2 😥 .

    Komentar oleh izukha — Juni 21, 2016 @ 7:31 am | Balas

    • kamu kuat ya ,
      semoga sukses dunia akhirat ! semangat!

      Komentar oleh ve — Juni 28, 2016 @ 8:58 am | Balas

  23. postingan ini ngomong gampang berak susah ngeden dulu. taikkk

    Komentar oleh novi — Juni 23, 2016 @ 8:02 am | Balas

  24. ibu gue kawin lagi sementara belom cerai sama bapak gw jingg

    Komentar oleh novi — Juni 23, 2016 @ 8:03 am | Balas

  25. hmmm…. kalo aku punya orang tua yang tanggung jawab. tapi ayah aku pilih kasih . aku anak pertama dan aku perempuan , mungkin dia maunya punya anak cowok. jadi y waktu adek lahir aku terlupakn. sampe bikin ku setengh mti benci sama adeku (maaf bukannya alay tapi kebordku rusak jadi tulianny g jelas) . baru baru ini aku mulai akur sama adeku . tapi ku maih kecewa sama sikapny yng ga bijaksana. jadi kalo doa abis sholat , kadang suka sengja ga doain ayah . -___-

    Komentar oleh ve — Juni 28, 2016 @ 8:51 am | Balas

    • Yang nulis artikl ini..Lo tu enak cuman ngoceh2 doang gak tau kenyataan yang dirasakan oleh anak …aku bertiga saudara dan aku anak yang paling akhir aku sama saudara q dari kecil sampai dewasa gak pernah di nafkahin bapak boro2 pakaian makanan aja semua ibuku mulai dari pendidikan.perabot rumah credit motor semua ibuku yang nafkahin sampai2 ibuku kerja sampai tua jadi pembantu demi lihat anaknya jadi dewasa dan parahnya lagi kalau bokap disuruh kerja malah marah2 bentak berkata kasar pada anak dan ibu dia maunya di rumah cuman makan sama tidur doank minta uang istri seprti raja melebihi firauan aku lebih baik mereka pisah dari pada tinggal sama bokap yang seprti dajjal yang dilahirkan ke bumi menjelma menjadi ayah. sekrng aku udah berumur 25 semnjak lulus sekolah saya merantau keluar daerh untuk bekerja demi bisa membahgiakan ibu tapi apa bokap cumn telfon pas q gajian aja nyuruh kirim uang kalau gak waktu gajian ya gak pernh nelfon atau tanya2 kabar q lebih baik gak pulg daripada ketemu sama bokp .gua benci kasian nyokap q menderita terus kini ibuku uda tua udah gak kuat lagi buat kerja q surh dirumah tapi dirumah selalu bertengkar sama bokap akhirnya ibuku menglh buat kerja terus jadi pwmbntu jrng mau pulg coba bokap lu seprti ini apa yang kamu rasakan….

      Komentar oleh semb0n — Juli 21, 2016 @ 4:46 pm | Balas

  26. Ane ttp bnci ayah ane. kenapa? pilih kasih. akrab sama ortu? dari kecil ngga. dah dont kepo. ane benci pokonya.

    Komentar oleh Kusanagi Kyo — Agustus 9, 2016 @ 11:33 am | Balas

  27. “aku benci ayah,,benciiiiiiiiii!!!!!!!!!
    dya jahat!!!!!!!!!
    tadi dya jotosin ade aku,,
    trus aku bela,,
    tapy,,aku maw di cekek sama dya,,”

    Assalamu’alaikum penulis artikel ini. Kalau boleh tau setelah anda baca komentar di kutipan di atas apa tidak merasakan apa2?

    Ga adil ya? Mau dihajar babak belur, mendengar kata2 yg menusuk hati, dan ga diberi hak sbg anak, menyimpan rasa benci sedikitpun tidak boleh. Bahkan tetap harus menghormati ayah. Cek enak’e bapak’e. 🙂

    Tapi coba penulis berpikir dari sudut pandang lain. Bayangkan kalau dari kecil anda ga diurus walau ayahmu disampingmu, ga diberi nafkah sampai badan kurus kering dan ibumu terpaksa bekerja krn ayahmu malas, melihat adik kecilmu dijotos dan mau mencekekmu karena ayahmu pemarah, melihat ayahmu mengeluarkan pedang dan pengarahkannya ke ibumu, dari kecil hingga dewasa terpaksa hidup susah dan ayahmu tidak pernah berusaha membantumu. Bayangkan saja kalau hidupmu sulit karena ayahmu yg malas, mau enaknya saja, pemarah, egois, merasa selalu benar, keras kepala yang selalu mendarah daging sampai beliau menua shg meminta maaf kepadamu, adikmu, dan ibumu saja tidak pernah dilakukannya sama sekali.

    Jangan sok sok an menasihati 🙂 anda baca komentar2 seperti yg diatas aja ga merasa simpati 🙂 Seolah2 pihak yang salah adalah pihak yang membenci padahal sekecil2nya benci pun ada sebabnya.

    Hmmm.. Coba anda dakwah juga kepada ayah-ayah semacam itu. Jabarkan solusi jangan cuma dakwah berdasarkan ajaran Islam. Masalah itu hrs diselesaikan dr akarnya. Posisi anak disini adalah korban orang tua. Jgn langsung cas cis cus “Kamu ga boleh benci ayah sejahat apapun ayahmu”.

    Komentar oleh Mama Dodok — Agustus 28, 2016 @ 11:35 am | Balas

    • Benar sekali, jangan langsung ngomong, tapi nggak pernah mengalaminya.

      Komentar oleh Nonik — Agustus 30, 2016 @ 7:28 am | Balas

  28. Artikel ini baik, tapi penulis artikel ini tidak tahu sesakit apa kami, para anak, yang mengetahui kalau orang tuanya seperti itu. Gampang memang ngomong, tapi penerapannya tidak semudah yang dilakukan wahai author.

    Komentar oleh Nonik — Agustus 30, 2016 @ 7:27 am | Balas

  29. Saya akan bunuh bapak saya kalau selingkuh semua sama selingkuhannya…. saya potong kepalanya dan saya bawa ke kantor polisi

    Komentar oleh Aaa — November 4, 2016 @ 6:03 pm | Balas

    • Bagaimana kl ayah yg menjual warisannya demi bini mudanya, sementara anak2 dan isteri sah diusir dari harta bersama dan diharuskan membayar ganti rugi beratus2 juta karena sdh ditempati anak-anak kandung dan isteri sahnya, demi dy bisa berfoya2 dgn bini muda dan anak2 yg dilahirkan dr isteri muda, jd kami ini dianggap apa?budak yg harus menafkahin si tengik2 ini? Br q sadar inilah bukti ayah durhaka, semoga Allah memberikan azab yg pedih kpd ayah yg menzolimi anak-anak kandung dan isteri sahnya. Amin YRA

      Komentar oleh Bogel — April 1, 2017 @ 9:10 am | Balas

  30. Assalamualaikum gan, Ni sebebernya gw juga punya pengalalam yg sama sama teman2 laninya, tapi kalo dibilang benci, dlm agama kita dilarang untuk membencinya, tapi yang nama sakit di hati itu sulit ngilanginnya, apalagi perilakunya kyk gitu kan, jadi gw nggak bisa apa2 apalagi marah. Yg mau gw tanyain tu apa boleh gw luapain kemarahan gw tu lewat diam? Apa2 disuruhnya gw acuhin, pas keluar rmh gw minta izinnya sma ibu qw doang, sama bapak gw nggak, apa itu boleh?
    Mohon jawabannya gan, terimakasih

    Komentar oleh Iryo — April 25, 2017 @ 9:43 pm | Balas

  31. aku bencii bgt sama bapakku… bagiku dia adalh lelaki prtama yg ingin kuhilangkan dri bumi…. dia sungguh tak pantas d sebut ayah! ia selalu membohongi ibuku… selalu berkata prgi mencari nafkah tau2 gk prnah… malah ke tmpat prjudian dan jarang pulang, ktika pulang brbagai alasan ia lontarkan …. kami pura2 prcaya sja krna mnghindari prtngkaran, selama hidup brsamax…kami tdk prnh mrasakan hasil dri mata pencaharianx…. ia juga selalu menuduh ibuku yg tidak2… dan selalu mendoakan kehidupan ibuku dan anakx mnjadi bruk …

    Komentar oleh juli — Juni 24, 2017 @ 10:04 pm | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: