Blog Tausiyah275

Maret 31, 2007

Sedekah Dikembalikan Kontan Berlipat

Filed under: Dari Inboxku,Hikmah — Tausiyah 275 @ 9:09 am

Pada pagi yang biasanya mendung itu, Istriku berucap perlahan seolah takut membuatku marah. “Pak, antar ke pasar yuk, sudah habis persediaan di rumah, Ibu masih ada sedikit uang, biar Allah saja yang mencukupkan”

Akhir-akhir ini memang aku sangat sensitif karena sedang tidak memiliki pekerjaan dan penghasilan, sudah enam bulan dan entah sampai kapan. Sepanjang-jalan ke pasar kami tidak banyak berbicara. Istriku cukup memahami situasi kegalauanku sehingga tidak banyak bertanya. Bagaimana tidak galau 10 hari lagi adalah waktunya hutang-hutang pinjaman usaha ke Bank harus kami cicil kembali untuk pembayaran bulan ini dan luar biasa rekening bank sampai bisa bernilai nol karena dipotong pembayaran atomatis. Sementara pembayaran hasil usaha belum dibayar, sudah terlambat tujuh bulan dan entah kapan serta bagaimana terealisasinya. “Ya Allah lindungilah aku dan keluargaku dari tekanan hutang piutang” do’aku dalam hati.

Seperti biasa di pasar kelompok basah tidak ada barang palsu, semua asli ciptaan Allah. Sayur, daging, ikan pasti sulit cari yang palsu, aduuh rasanya harus bersyukur masih mudah merasakan keaslian ciptaanNya.

Tiada terasa sampailah ke pedagang beras dan Istriku berujar:”Pak, uang kita tidak cukup membeli beras, masih terlalu mahal, mudah-mudahan beras di rumah cukup untuk beberapa hari ke depan, kita pulang saja, cukup untuk hari ini”

Tertegun dan sedih dalam hati “Ya Allah sampailah saatnya aku tidak sanggup membeli beras, percuma menggerutu hasil operasi pasar, mudahkanlah kami ya Allah”

Seminggu setelah itu, usai sholat Subuh, aku teringat adik pengojeg yang memiliki 2 tanggungan sementara menanggung pula adik iparnya beserta 1 anak yatim masih harus membagi dua hasil ojegnya setiap hari dengan tetangganya. Terlintas pula tetangga tukang bangunan yang sedang tidak memiliki pekerjaan sementara Istrinya menjadi pembantu rumah tangga harian dengan 4 tanggungan anak. Mereka pasti lebih sulit dari aku.

Menjelang waktu Dhuha, Istriku menelepon bank, mudah-mudahan sudah ada pembayaran, ternyata belum…dug seperti dipukul palu untuk kesekian kalinya. Istriku menangis karena merasa terdesak, kami hanya dapat melakukan Dhuha dan Istikharah saat itu. Setelah selesai tiba-tiba aku teringat bahwa masih ada jalan untuk membeli beras dibanding pengojeg dan tukang bangunan itu, dengan meminjam kembali ke Bank. Diawali sholat mutlak, kupanjatkan pada Allah bahwa aku tidak mau menganiaya diri sendiri dengan menambah hutang, aku punya sedikit keleluasaan berhutang, bila kubelikan 3 karung beras dan 2 karung ku sedekahkan pada pengojeg dan tukang bangunan untuk memudahkan mereka, ku harap hanya Allah saja yang memudahkan seluruh urusanku apapun bentuknya.

Hari itu kami berhutang kembali, tidak lebih, hanya untuk 3 karung beras dengan niat 2 karung sedekah ikhlas karena Allah SWT. Sepulang dari pasar kami langsung ke rumah tetangga tukang bangunan, kami serahkan 1 karung saat Istrinya masih bekerja. Hanya ada 1 rasa saat itu, lega berbuat sesuatu yang diperlukan orang lain, mudah-mudahan mendatangkan kebaikan bagi semua.

Keesokan malamnya dalam hujan setelah menempuh 1,5jam perjalanan, datang adik beserta istrinya yang ternyata sedang hamil 7 bulan untuk mengambil beras. Selama ini mereka menerima raskin 5Kg/Bln/Jiwa, kembali hanya ada 1 rasa saat itu, lega berbuat sesuatu yang diperlukan orang lain, mudah-mudahan mendatangkan kebaikan bagi semua.

Hari ini adalah saatnya pembayaran cicilan pinjaman bank, Ya Allah Alhamdulillah dalam rekening sudah ada pembayaran hasil pekerjaan dan kami tidak perlu mencicil tapi karena ijin Allah dapat dilunasi semua. Kalau dibandingkan secara matematis maka beras sedekah itu dibayar kontan oleh Allah sebesar 300 kali lipat.

Allah Maha Pengatur. Terlambat satu hari, denda dan bunga bank cukup menyakitkan. Lebih cepat satu hari, rasa bergantungnya pada Allah akan terasa lain dan tidak dapat digambarkan dengan kata-kata. Ternyata rejeki tidak hanya uang, tetapi momen, kesehatan, keselamatan, kejernihan hati dan fikiran, kenikmatan beribadah dan beramal dan masih banyak lagi… semua adalah rejeki.

Bonus yang didapat karena Allah adalah membebaskan satu keluarga dari pinjaman rentenir dan memberikan satu keluarga lain sarana usaha. Maha Suci Allah, kami memiliki jalan lagi dari Allah untuk mengumpulkan harta bekal `pulang’ kami nanti. Ya betul-betul harta untuk bekal kami sendiri bukan untuk diwariskan. Sedangkan harta yang katanya milik kita, sebenarnya bukan harta kita tapi harta warisan ahli waris kita…Astagfirullah jangan sampai kita sibuk mengurus harta ahli waris kita sementara kita lupa `bekal pulang harta’ kita sendiri.

“Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezki) dan kepada-Nya lah kamu dikembalikan” (QS 2: 245)

Salam,
Tabuat Ahusan

artikel terkait:
manfaat sedekah
belum haji sudah mabrur

Iklan

18 Komentar »

  1. lho, koh fahmi udah nikah?

    Komentar oleh Luthfi — Maret 31, 2007 @ 10:31 pm | Balas

  2. Subhanaallah Allah maha segalanya

    Komentar oleh ferry — April 2, 2007 @ 7:12 am | Balas

  3. sudahkah kite sedekah hari ini?ayo kite contoh orang-orang sukses seperti dikisahin dalam buku Mukjizat SEdekahnya M. Thobroni..gue syahdu banget tuh…salut deh…

    Komentar oleh ihsan — Oktober 24, 2007 @ 9:58 am | Balas

  4. ok deh

    Komentar oleh rika — Januari 8, 2008 @ 1:28 pm | Balas

  5. yuk mari sedekah

    Komentar oleh dessy — Februari 22, 2008 @ 2:47 pm | Balas

  6. alhamdulillah…

    Komentar oleh abdurrachim — Agustus 13, 2008 @ 1:42 pm | Balas

  7. Alhamdulillah. Allah SWT selalu membukakan pintu rezki bagi umatnya yang bersedekah

    Komentar oleh koechel — Agustus 24, 2008 @ 9:30 am | Balas

  8. saya mau tanya, begini ceritanya, saya adalah anggota salah satu LSM, dan biasa nya, pada bulan2 rhamadhan organisasi kita membuat proposal untuk membagian sedekah ke pihak pihak yang seharusnya diberi, disini ada permasalhan dalam diri saya, sebagai angggota LSM kenapa tidak biasanya proposal itu masuk ke dinas2 ataupun perusahan2, dan dalam hal ini kita merasa seperti pengemis, masuk kantor 1 ke kantor yang lain, dan ketika datang ke satu pejabat, mereka itu melihat kita merasa takut, jadi mereka memberi ke kita pun setengan terpaksa, karena takut kalau tidak diberi akan di bongkar ke tidakberesan dikantor pejabat yang dipimpin nya,
    nah ada satu pertanyaan bagaimana dengan dana tersebut, halal atau haram
    terima kasih

    Komentar oleh adi — September 29, 2008 @ 3:18 pm | Balas

  9. sedekah memang membuat hati tenang,dan insyaalloh rezeki akan selalu ada. smoga kita semua termasuk orang2 yang suka bersedekah dan berbagi kepada orang lain.

    Komentar oleh arros — Oktober 27, 2008 @ 9:09 am | Balas

  10. Alhamdulilah manfaat sedekah sangatluar biasa.

    Komentar oleh irfan — November 7, 2008 @ 4:18 am | Balas

  11. mari kita menyadarkan diri untuk senantiasa memberdayakan sedekah. mari kita mengajak kepada segenap keluarga,saudara, tetangga, dan seluruh umat muslim agar membiasakan hidup berbagi dengan orang lain dengan cara bersedekah. ketahuilah bahwasanya sedekah itu, menurut hadis nabi, ia dapat dijauhkan dari mara bahaya, memperpanjang usia, dimudahkan urusan, terhindar dari 72 macam penyakit, dan masih banyak lagi manfaat lainnya.

    Komentar oleh adlan ali — November 20, 2008 @ 8:41 pm | Balas

  12. subhanallah memang ALLAH SWT maha pemurah buanget, marilah kita sedekah.

    Komentar oleh muhammad andru — Desember 2, 2008 @ 1:29 pm | Balas

  13. luar biasa manfaat sedekah..

    Orang yang sedekah pasti akan ditambah rezeki dan dijamin tidak akan hidup miskin

    Komentar oleh hudaya — Januari 18, 2009 @ 4:43 pm | Balas

  14. sedekah is miracle,,,

    cerita nyata tentang keajaiban sedekah lengkap di blog sedekah..donkissotes.blogspot.com
    siapa tahu ada yg bisa diambil hikmahnya …
    makasih

    Komentar oleh donkissotes — Mei 11, 2009 @ 6:26 pm | Balas

  15. selamat siang mas tausyiah 275, saya silvie sangat tertarik dengan cerita anda yg inspiratif. bolehkah saya minta email anda untuk berbagi cerita seputar sedeqah?
    trimakasiy sebelumnya
    wassalam 🙂

    Komentar oleh silvie junaidi — Agustus 5, 2009 @ 3:20 pm | Balas

  16. sebagaimana sabda nabi Muhammad SAW bahwa tangan diatas lebih baik dari pada tangan dibawah, artinya perbanyaklah sedekah dan berbuat baik untuk orang lain karena semua itu adalah amal ibadah yang diridhoi Allah SWT sebab segala sesuatu yang kita miliki sesungguhnya kepunyaan Allah SWT. Amin

    Komentar oleh rasikin — Agustus 22, 2009 @ 3:07 pm | Balas

  17. subhanallah…
    bagus banget kisahnya.
    Allah maha segalanya

    Komentar oleh Azhar — September 9, 2009 @ 9:56 pm | Balas

  18. Contoh yg bagus untuk keluarga2 kita terutama untuk saya sendiri

    Komentar oleh zulfiksr — September 14, 2009 @ 9:53 am | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: