Blog Tausiyah275

April 12, 2007

Islam (dan Al Qur’an) Dihina dan Dilecehkan di Malang, Jawa Timur

Filed under: Aqidah,HOT NEWS — Tausiyah 275 @ 12:41 pm

Saat kali pertama mendengar berita ini, aku pikir hanya hoax untuk kaum muslim. Namun, ternyata aku mendapat lanjutan beritanya, berisi tindak lanjut dan sikap dari para ulama Jawa Timur!!

Berita awalnya, ada di sini. Aku kutip beritanya:

“Geger” Penistaan Islam di Malang
Rabu, 04 April 2007

Puluhan wanita berjilbab dan pria berbaju Muslim bernyanyi. Lalu, Al-Qur’an itu berada sejajar dengan kaki mereka …itulah sekelumit penistaan agama di Malang

Hidayatullah.com—Puluhan pasangan menari dan bernyanyi. Para wanitanya berjilbab dan yang pria berbaju koko layaknya seorang Muslim dan Muslimah. Jangan keliru, mereka bukan warga Muslim. Tapi, warga berstatus agama lain.

Penampilan mereka yang terekam dalam video inilah yang minggu-minggu ini ‘menggegerkan’ kota Batu Malang. Tak hanya kota di kota Apel, video itu juga telah beredar di Pasuruan, Madura dan bahkan sampai ke luar negeri.

“Saya mendapatkanya dari teman, minggu lalu, “ kata Linda, seorang TKW asal Indonesia yang bekerja di Hongkong. “Di sini sudah ramai pak orang lihat VCD nya, “tambah Agus, (22) mahasiswa sebuah perguruan tinggi di Malang .

Video berdurasi sekitar satu jam itu menceritakan aktivitas sekitar 30 orang yang melakukan ritual khusus. Penampilan peserta seperti terekam dalam VCD, cukup beragam. Peserta laki-laki ada yang memakai sarung dan ada juga yang memakai celana.

Sementara, peserta perempuan sebagian terlihat memakai jilbab. Selama durasi 60 menit lima detik itu tergambar aktivitas kelompok yang dikomando seorang pemimpin. Setelah memberi pengarahan dan instruksi, sang pemimpin lalu mengangkat Al-Qur’an dan mengarahkan peserta lain untuk berdiri melingkar.

Tak beberapa lama, dalam gambar, Al-Quran sudah berada di lantai. Sejajar dengan kaki para peserta yang mengitarinya.

Di belakang mereka, terpampang tulisan Lembaga Pelayanan Mahasiswa Indonesia (LPMI) sebagai penyelenggara. Kegiatan ini dilakukan di salah satu hotel di Kota Batu mulai 17-20 Desember 2006.

Salah seorang pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Malang, Nidhom Hidayatullah mengatakan, kasus ini sebagai penistaan dan pembajakan identitas Islam. “Ini bukan kasus biasa. Ini adalah pembajakan identitas Islam”, ujarnya saat dihubungi http://www.hidayatullah.com

Pihak MUI sendiri, sebagaimana disampaikan Nidhom, sudah melaporkan kasusnya ke pihak Polwil Malang dan MUI Pusat. “Kami sudah melaporkannya. Sebab sebagian masyarakat sudah resah”, tambahnya.

Kapolwil Malang, Kombes Pol M Amin Saleh, sebagaimana dikutip harian Surya (3/4) telah memeriksa lima lebih orang sebagai saksi. Mereka adalah peserta yang tergabung dalam forum itu. [gus/hud/cha]

Tak berapa lama, muncul sikap protes dari Ormas-ormas (organisasi masyarakat) Islam, terutama MUI, di daerah Jawa Timur, meminta aparat berwajib mengusut dan menindak tegas penistaan (dan pelecehan) agama Islam ini.

Ormas Islam Jatim Desak Aparat Tindaklanjuti Kasus Penistaan Agama
Kamis, 05 April 2007

MUI dan pimpinan organisasi Islam propinsi Jawa Timur mendesak pihak aparat berwajib mengusut tuntas penistaan agama Islam di Kota Batu

Hidayatullah.com—MUI dan Pimpinan organisasi Islam Jawa Timur mendesak pihak berwajib segera menindaklanjuti proses penodaan agama Islam oleh sekelompok orang dari agama tertentu agar kasusnya tidak memancing reaksi banyak orang.

Demikianlah kesimpulan dari sikap Pimpinan organisasi massa Islam yang dituangkan dalam penyataan sikap Pimpinan Organisasi Islam Propinsi Jawa Timur berkaitan dengan “Training Doa” yang kini meresahkan sebagian kaum Muslim Jawa Timur.

Kamis, (5/4) siang tadi, sejumlah 18 organisasi Islam bersama MUI membahas persoalan dan menyampaikan sikap atas kasus penistaan agama di Batu, Jawa Timur. Pertemuan diselenggarakan di Kantor MUI Jawa Timur, Jalan Darmahusada Surabaya.

Delapan belas organisasi Islam itu diantaranya; Al-Irsyad, Forum Pemuda Sunni (FPS), Gerakan Pemuda Islam (GPI), Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Pemuda Bulan Bintang, Dewan Dakwah Islam Indonesia (DDII), PKSPP, Pelajar Islam Indonesia (PII), BKPRMI, Forum Umat Islam (FUI), Dewan Masjid Surabaya, Korp Mubaligh, CICS, Hidayatullah, GP Anshar, Muslimah NU, dan Ikatan Remaja Muhammadiyah (IRM).

Dalam pertemuan itu, pimpinan organisasi Islam telah menyepakati empat poin. Pertama, mengutuk kegiatan yang dianggap melecehkan umat Islam. Kedua, meminta pihak aparat berwajib segera mengusut tuntas pelaku dan semua yang terlibat dalam acara “Training Doa”. Ketiga, meminta kepolisian bertindak tegas dengan mengambil tindakan hukum. Keempat, meminta umat Islam untuk tak terpancing dan tetap menjaga kerukunan.

Keempat butik kesepakatan organisasi Islam itu disampaikan berkaitan dengan kasus penodaan agama oleh sekelompok orang dari agama tertentu di Hotel Asida, Batu, Malang tanggal 17-19 Desember 2006.

Kasus ini terkuak, tatkala beredar VCD kegiatan yang bertajuk “Training Doa” tersebut di tangan masyarakat. Dalam tayangannya, video berdurasi satu jam itu mempertontonkan kegiatan pria-wanita dari agama non-Islam menggunakan baju khas Muslim. Mayoritas pria menggunakan sarung, kopiyah atau peci. Sedang kalangan wanita menggunakan jilbab atau kerudung ala kadarnya.

Para pemimpin ormas Islam menganggap, acara dalam tayangan video itu banyak unsure penodaan Islam. “Pesertanya menggunakan baju layaknya Muslim. Tapi ada acara menghujat Al-Qur’an, dan mengatakan Kitab Suci itu telah menyesatkan jutaan orang termasuk di masjid, madrasah dan pesantren”, ujar Ketua MUI Jawa Timur KH. KH Abdussomad Bukhori,. “Jadi selain pelecehan itu sudah termasuk tindak pidana, “ujarnya kepada http://www.hidayatullah.com.

Karenanya Ketua MUI Jatim ini berharap aparat bertindak untuk mencegah aski massa. “Jadi kesepakatan ormas itu disampaikan justru untuk membantu aparat agar umat Islam tak bertindak diluar koridor hukum”, ujarnya. [cha]

Yang lebih parah (bahkan cenderung membuat marah) adalah sikap mereka terhadap Al Qu’ran.

Dan Al-Quran itu Lantas “Didoakan…”
Jumat, 06 April 2007
Pria dan wanitanya berbaju Muslim…..lalu, mereka “mendoakan” Al-Quran, “..kita mengusir.. esensi roh-roh yang melekat pada ‘buku’ ini..”

Hidayatullah.com–Inilah video ini sudah beredar di tengah masyarakat dan ‘menggegerkan’ umat Islam di Batu dan Malang, Jawa Timur. Bahkan, sebagian sudah beredar di luar negeri. Warga Indonesia yang tengah bekerja di Hongkong pun, kabarnya sudah mendapatkan kopinya.

Video berdurasi sekitar satu jam ini sebenarnya hanyalah rekaman sebuah training ruhani dari sebuah kelompok agama. Tak banyak yang istimewa. Selain hanya kata-kata pujian, nyanyian doa-doa dan petuah-petuah agama dari beberap sang pemimpin agama.

Hanya saja, diantara isinya yang cukup meresahkan adalah beberapa potongan kalimat dan tindakan yang bisa dikategorikan sebagai pelecehan atau penistaan agama.

Isi ringkas video ini dimulai dari nyanyian lagu-lagu ruhani olah jamaah pria dan wanita. Sebagaimana khas baju kebesaran kaum Muslim, sang wanita, rata-rata menggunakan kerudung dan baju Muslimah. Sedang sebagaian besar pria menggunakan sarung, baju koko dan kopiah haji berwarna putih.

Beberapa menit kemudian, jamaah menghentikan nyanyiannya untuk mendengar petuah seseorang. “Ada hal yang akan menghalangi pertemuan kita dengan Tuhan malam hari ini, yaitu dosa….sebagai kerendahan hati kita pada Tuhan. Marilah kita mengambil posisi sujud ke hadirat Tuhan.”

Para jamaah kemudian duduk. Sebagian ada yang bersujud. Mereka berdoa sembari dipandu salah seoarang yang memimpin doa. Tak beberapa lama, acara dilanjutkan menyanyikan lagu puji-pujian kembali. Acara seperti ini, berlangsung beberapa menit.

Acara dilanjutkan rehat, panitia acara kemudian memutarkan beberapa aksi kegiatan keagamaan mereka di tengah-tengah masyarakat dalam sebuah tayangan foto yang ditampilkan dama layar LCD. Dalam gambar, Nampak beberapa foto kegiatan bertuliskan; “Pelayanan Dalam Stop Out Malang”. Ada gambar beberapa orang melakukan pelayanan sosial ditengah-tengah masyarakat. Gambar dilanjutkan dengan empat foto. Ada orang berkumpul, beberapa orang nampak mengenakan jilbab. Di atas foto ada tulisan besar berbunyi, “Friendship Evangelism” dan “Pelayanan Komunitas”. Dilanjutkan foto-foto kegiatan bertuliskan, “Profesional Disciplesship Training (PDT)”.

Tayangan lantas terputus….

Puncaknya, ketika ada seseorang menggunakan kopiyah putih (kemungkinan salah satu pemimpin) berdiri di antara para jamaah yang sedang duduk mengelilingi. Sambil berkhotbah, di tangan kirinya terlihat sedang memegang dua kitab. (belakangan kitab itu adalah Al-Quran dan Injil).

”…..kalau kita dalam keadaan sehat, semata-mata karena anugrah Tuhan yang ajaib….”

“Tuhan mempercayakan kita tinggal di Indonesia, kita tinggal diantara 90% mereka yang belum percaya. Kita mengalami bersama bagaimana perlakuan mereka kepada kita. Kita menyaksikan bersama perbuatan-perbuatan mereka. Kita mendengar bersama rencana-rencana mereka. Hati kita turut merasakan apa yang menjadi kebutuhan mereka. Saudara, adakah belas kasihan dalam hati kita, adakah kerinduan kita untuk menjangkau mereka. Mungkin, mereka itu adalah sanak-famili. Mungkin masih mertua kita. Mungkin saudara-saudara kita satu kampung, satu desa. Pada kesempatan ini kita tahu, bahwa ada masalah besar yang sedang mereka hadapi. Ada penyebab utama kenapa saudara-saudara kita mengalami hal demikian.” (Lalu… tangan kanan pria ini, lantas mengangkat sebuah kitab tebal).

“Di tangan saya, saudara, saya angkat demikian, supaya saudara mengetahuinya. melihatnya dengan jelas. Mengenali isi buku ini…” (kamera lantas mengarahkan kitab yang ternyata tak lain adalah Al-Quranul Karim edisi terjemahan).

“Di dalam buku ini. Terdapat ajaran-ajaran yang menyesatkan berjuta-juta orang. Melalui ajaran dalam buku ini, membawa mereka dan menuntun mereka menuju Neraka.” (jamaah lantas diminta berdiri)

“Ulurkan tanganmu. Arahkan pandangan hatimu kepada mereka yang masih jauh. Pada kesempatan ini, tunjuk, ulurkan tanganmu pada benda ini!. Benda yang mengakibatkan penyesatan begitu banyak orang. Yang menyebabkan menyebabkan radikalisme sedemikian rupa. Yang menyebabkan pemberontakan-pemberontakan. Kebencian yang diajarkan….” (video terpotong. Selanjutnya, Al-Quran sudah berada di bawah. Sejajar dengan kaki para jamaah yang masih mengelilingnya sambil berdiri).

“Malam ini kita akan melakukan hal yang besar. Kita akan melakukan yang radikal, saudara-saudara!. Dengan berbelas kasihan pada Allah (bukan Alloh, red) , mari bersama-sama berdoa, kita mengusir… esensi roh-roh yang melekat pada buku ini. Dan kitakan di dalam nama Tuhan Yesus…..” (suara lantas gemuruh. Ada yang spontan bilang amen!.amen! Dan sebagian mengatakan sesuatu sambil menunjuk-nunjuk arah Al-Quran. Mirip merukyah jin. Gemuruhnya suasana membuat suara sang imam tak terdengar secara jelas)

“….kita katakan kepada pemimpin-pemimpin mereka yang telah menjadi provokator, sekali lagi mari kita katakan, kepada mereka yang mengajakarkannya. Di dalam nama Yesus….” (dan gemuruh pun terjadi. Terlihat sebagian mengepalkan tangan dan berdoa kembali)

Masih banyak kutipan-kutipan lain yang belum sempat dikutip secara keseluruhan di sini. Namun yang jelas, acara “Training Doa” yang telah didokumentasikan di VCD inilah yang telah meresahkan sebagian besar umat Islam, khususnya Kota Batu dan Malang.

Meski tak jelas dari organisasi apa dan lembaga agama mana, sebagian masyoritas Muslim meyakini, kegiatan ini diselenggarakan oleh kelompok non Muslim.

Namun kenyataan ini dibantah kalangan Nasrani. Ketua Umum Badan Kerja Sama Gereja (BKSG) Kota Batu, Micha NL Tobing mengatakan sudah membuat keputusan bersama terkait kasus ini untuk menepis anggapan bahwa kegiatan itu sengaja dilakukan kaum Nasrani, seperti tercantum di VCD. “Kami sangat menyesalkan beredarnya VCD ini. Karena itu, pengusutan kasus ini kami serahkan sepenuhnya ke aparat keamanan,” ujarnya di Harian Surya. [cha, berbagai sumber]

Hmmm…aku bukan bermaksud memprovokasi dan memanas-manasi, terlebih lagi mengadu domba. Namun, aku melihat aparat (baca: pemerintah) cenderung pilih kasih terhadap umat Islam di Indonesia, padahal mereka (para pejabat) mayoritas beragama Islam juga.

Sikap pilih kasih yg ditunjukkan bermacam-macam:
1. (untuk kasus ini) Cenderung ‘memperlambat’ (atau malah mendiamkan) kasus ini. Tidak ada pengusutan dan penyelidikan lebih lanjut….apalagi ditangkap…jangan harap!!
2. Pemberian ‘label’ teroris kepada Islam, padahal belum tentu semua pelakunya melaksanakan Islam dengan benar.
3. Jika ada masalah yg terjadi pada umat non-Muslim, aparat segera bertindak…memproses dan menyelidiki. Namun jika terjadi masalah pada umat Muslim, lihat kembali poin 1.
4. Terkait poin 3, jika masalahnya pada non Muslim, tak jarang moncong senjata dan kesalahan diidentikkan dengan kaum Muslim. Padahal (seringkali) tidak terbukti.

Ya ya ya…turut prihatin dengan para pejabat pemerintah yg mengaku Islam tapi … ah, sudahlah…anda-anda sudah bisa melihat cukup bukti yg ada toh??

Tautan videonya ada di sini.

38 Komentar »

  1. ah ga usah heran, Mas…jangankan orang di luar Islam, wong org yg mengaku Islam aja, banyak yg melecehkan(tidak mengamalkan) ajaran Islam yang luhur,jadi jangan dulu sibuk nyari2 kesalahan saudara qta yg Islam, introspeksi dulu ke dalam, sudah benarkah qta mengamalkan ajaran Islam??????

    Komentar oleh Bee — April 12, 2007 @ 5:20 pm | Balas

  2. di sini juga banyak yg kayak gitu ngkoh.. trs mau digimanain lagi? Bahkan anggota DPRnya yg bilang dengan mulut sendiri, bahwa setengah AlQuran itu lebih pantes dibuang ke tempat sampah.. dan macem2 yg nyakitin.. tp kita gag bisa ngapa2in..

    disini imejnya adalah, cowo adalah yg paling penting, istri dan anak2nya harus nepatin kata2 suaminya.. seakan2 sah kalo cewe dipukul cowo..😦 (kayak yg Jowan pernah post ke kampung).

    duh.. tp mau gimana lagi? org2 yg agamanya Islam gag nunjukin indahnya Islam..😦

    oya, kemaren om gw bilang, islam fanatik berpikir, kalo mati bunuh diri, dengan bom, saambil teriak Allahuakbar, mereka pikir mereka bakal masuk surga dan punya afterlife yg lebih baik.. *sigh*

    gile gw jadi curhat.. ah bodo ah..

    Komentar oleh aRdho — April 13, 2007 @ 6:32 pm | Balas

  3. bnr tuh kata bee ..org islam bnyak yg mlecehkan islam sdri..contohnya pakai jilbab tp bebas bergaul dg lawan jenis tnpa batas syari’

    Komentar oleh nur — April 13, 2007 @ 7:27 pm | Balas

  4. yang penting jangan sampe berita itu memecahkah ukhuwah islamiyah kita…semoga orang yang melecehkan agama kita dapat ganjarannya.

    Komentar oleh hudan — April 14, 2007 @ 12:05 am | Balas

  5. > Pilih kasih

    Keluhan “pilih kasih” juga banyak datang dari kalangan non-Muslim, dan menurut saya – IMHO – mereka lebih berhak untuk merasa demikian.

    Perbuatan LPMI diatas sangat meresahkan kerukunan antar umat beragama, berdakwah dengan melecehkan agama lain. Tapi melihat kondisi masyarakat Indonesia, saya setuju dengan MUI yang mengusahakan agar kasus ini tidak meluas.

    Di sisi lain, menurut saya apa yang dilakukan oleh LPMI tersebut masih berada dalam hak-hak pribadi mereka. Karena dibuat VCD dan tersebarlah maka mereka menjadi salah. Walaupun saya tetap tidak setuju dengan mereka yang “kolot” atau berdakwah sambil melecehkan agama lain.

    Komentar oleh RL — April 14, 2007 @ 7:30 am | Balas

  6. Astagfirullah……..
    Semoga Allah mengampuni dosa-dosa mereka yang melecehkan Al -Qur’an Amin

    Komentar oleh abdul malik — April 16, 2007 @ 2:49 pm | Balas

  7. ORANG-ORANG ISLAM BERLOMBA-LOMBA MEMBELA “AGAMA” KENAPA BUKANNYA MEMPERBAIKI HIDUP SESUAI AJARAN YANG BAIK. KEBLINGER MENURUT SAYA. AGAMA TIDAK MINTA DIBELA. TUHAN ALLAH TIDAK MEMBUTUHKAN PEMBELAAN DARI UMATNYA. HANYA AGAMA SETAN YANG MENGAJARKA KEBENCIAN, PEMBUNUHAN, TEROR, SALING CURIGA SATU SAMA LAIN. DUNIA DICIPTAKAN BUKAN UNTUK ORANG ISLAM SAJA, TAPI UNTUK SEMUA MANUSIA DAN CIPTAAN LAINNYA. UMAT BERAGAMA JANGAN SEPERTI “GEROMPOLAN” YANG BERDALIH JIHAD MEMBELA AGAMA TAPI ENDINGNYA MEMBUNUH SESAMANYA. BERBAJU KEKEJIAN, IRI, DENGKI DAN MUNAFIK. SAYA RASA…. KITA TIDAK USAH SIBUK MENGURUSI ORANG LAIN ATAU KELOMPOK LAIN, AGAMA LAIN ATAU BANGSA LAIN. KITA SENDIRI BELUM BERES… SEKALI LAGI KITA SENDIRI BELUM BERES. KITA DICIPTAKAN GRATIS, NYAWA KITA GRATIS, MATIPUN NANTI SENDIRI-SENDIRI…. KECUALI MEMANG KURANG KERJAAN, ALIAS NGANGGUR ATAU MEMANG BELUM PUNYA IDENTITAS DIRI…. YANG HARUS DIPERBAIKI BUKANLAH ORANG LAIN…TETAPI DIRI SENDIRI

    Komentar oleh AJI BAYU P — April 17, 2007 @ 11:58 am | Balas

  8. sebaiknya kita bersiap.islam itu dari senyuman sampai kilatan pedang. akan diperlihatkan siapa bersama kita siapa bersama setan.maka jangan ragu, karena komunitas kami tidak.kami menunggu, sampai anda katakan apa yang akan membuat kami keluar…

    Komentar oleh jihad — April 20, 2007 @ 2:22 pm | Balas

  9. yah udahlah, kadang kita sendiri (islam) juga suka bikin kekacauan dimana-mana. Sampe orang laen mendoakan kita. Gini aja man, kita serahkan pada hukum aja mereka, tapi jangan kita buta mata dengan jadi membenci teman-teman kita nasrani atau agama laen. Itulah Jihad kita yang diterima Allah. Wasalam………..

    Komentar oleh Maliq Fuad — April 21, 2007 @ 7:10 pm | Balas

  10. Hanya orang yang buta saja yang melihat islam itu tidak indah, islam itu kejam. Dan hanya orang-orang yang munafik saja yang tidak membela kitabnya dilecehkan oleh orang-orang kafir. BERSIAPLAH!!! hadapi mereka yang melecehkan sungguh ALLAH Maha menepati janji-Nya bagi orang-orang yang beriman.

    Komentar oleh THE F — April 25, 2007 @ 11:31 am | Balas

  11. Islam itu adalah agama yg paling benar bagi yg tidak setuju silakan saja pilih agama lain sesuka anda tp jg menghujat islam seperti ini kalau sudah turun azab Allah baru tau rasa kalian !!!!!!!!

    Komentar oleh vi — April 27, 2007 @ 2:19 pm | Balas

  12. Kelompok yang menghina suatu agama perlu ditindak,aparat jangan diam seribu bahasa,apa ini yang dikatakan demokrasi kebabalasan, kalau orang Islam teriak hapus kemaksiatan di Indonesia dituduh teroris

    Komentar oleh minatsir — April 28, 2007 @ 9:53 am | Balas

  13. Bagaimana kita menyikapi semuannya sekarang ini yang penting dan utama bukan untuk golongan atau probadi … akan tetapi kita harus mengutamakan kenyamanan bersama , Negara kita kacau bung ….. smua baik … yang tidak baik orng yang selalu demi golongan atau pribadi. Moga penulis ini juga sudah melaksanakan ajaran dengan benar tidak melihat yg lain. Bagi aku tdk perlu dibesar-besarkan. Kita saat ini perlu makan bung.

    Komentar oleh eko — April 30, 2007 @ 12:12 pm | Balas

  14. Poligami atas nama agama. Padahal jelas sekali poligami merendahkan derajat wanita. Membunuh juga atas nama agama. Kekerasan atas nama agama. Kenapa menjadi begini?

    Waktu jaman Majapahit, orang Jawa (Gajah Mada, dll) membuat nusantara makmur dan jaya. Orang jawa berkebudayaan tinggi, kreatif dan toleran.
    Setelah Islam masuk di Jawa, negara kita hancur korban dari penajahan
    Belanda, Jepang, dsb. Korban dari korupsi, kekerasan/teror, malapetaka. Dan korban dari imperialisme Arab (Indonesia adalah negara pemasok jemaah haji yang terbesar di dunia). Orang-orang Arab ini memang hebat sekali karena telah berhasil menemukan cara untuk memasukkan devisa. Imperialisme Arab ini memang sangat kejam. Turun-temurun sampai anak-cuku. Nusantara harus membayar “pajak” kepada Imperialisme Arab ini dengan alasan: menjalankan rukun Islam.
    Bagaimana caranya supaya orang Jawa kembali bisa memakmurkan negara kita yang tercinta ini?

    Komentar oleh Saleh Aziz — Juni 12, 2007 @ 2:59 am | Balas

  15. POLIGAMI ADALAH BUDAYA TRIBAL

    Poligami merupakan sebuah wacana yang cukup kontroversial
    di kalangan ummat Islam.Kontroversial karena penafsiran terhadap
    surah An Nisa ayat 3 yang menjadi dalil argumentasi yang membenarkan
    poligami didominasi oleh penafsiran yang bias kelaki-lakian dimana
    perempuan / istri yang dimadu hanya dijadikan obyek pasif yang tidak
    memiliki hak apa-apa.Bahkan dalam wacana-wacana kelompok radikal
    Islam , penolakan seorang istri terhadap keinginan suaminya untuk
    menikah lagi dianggap sebagai bentuk kedurhakaan bahkan dianggap
    sebagai bentuk penentangan terhadap hukum Allah.

    Makna adil seperti yang disyaratkan dalam ayat tersebut pun direduksi
    sedemikian rupa sehingga dianggap hanya keadilan jasmaniyah seperti
    makan , minum , pergiliran dll , padahal penafsiran ini tidaklah didukung
    satu nash pun , bahkan Allah s.w.t sendiri berfirman dalam ayat 129
    dalam surah yang sama “wa lan tastathii’uu an ta’diluu bainannisaa-i
    walau harastum” (dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil
    diantara istri-istrimu, walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian) ,
    tetapi ayat ini terkesan disembunyikan oleh kalangan yang mendukung
    wacana pro poligami.

    Akan tetapi dalam tulisan ini kami tidak menyorot masalah makna adil
    ataupun nash-nash mengenai poligami akan tetapi akan lebih menyoroti
    masalah poligami dari sisi kultur / budaya masyarakat Arab waktu itu
    dan melihat benarkan praktek poligami ini ajaran agama atau cuma
    produk budaya yang ditutupi dalih agama.

    Poligami sebetulnya merupakan praktek yang banyak dilakukan oleh
    bangsa-bangsa di dunia , di timur ataupun di barat , di lingkungan
    masyarakat yang beradab ataupun yang terbelakang , jadi bukanlah
    sebuah praktek yang dimonopoli Islam , praktek poligami pun sempat
    di legalkan di lingkungan agama Katholik sebelum dihapuskan oleh
    Paus Leo XIII pada tahun 1866.

    Bila kita sedikit teliti melihat kultur suatu bangsa maka kita bisa melihat
    bagaimana praktek poligami ini melekat pada ciri khas bangsa itu.Praktek
    poligami biasanya dilakukan secara luas di lingkungan masyarakat suku
    (tribal) , baik yang hidupnya menetap atau berpindah-pindah dan hidup
    di lingkungan yang keras serta sering terjadi perang antar suku.

    Sementara di lingkungan masyarakat negara bangsa , yang penduduknya
    hidup menetap dan dilengkapi aturan sebagaimana layaknya sebuah negara
    dan relatif aman dan makmur serta masyarakatnya hidup dari hasil tanah
    negri itu seperti bangsa China , Romawi , Persia dsb praktek poligami
    hanya dilakukan secara terbatas terutama di kalangan yang memiliki
    akses kekuasaan dan kekayaan tapi tidak di lingkungan masyarakat
    kebanyakan.Praktek poligami dalam bangsa seperti ini biasanya lebih
    didorong oleh nafsu dimana perempuan ditempatkan dalam posisi sebagai
    alat atau obyek untuk bersenang-senang.

    Masyarakat Arab pada masa Nabi s.a.w merupakan masyarakat suku
    (tribal) , suku-suku di Arab pada waktu itu saling berperang satu sama
    lain biasanya didorong oleh perebutan lahan penggembalaan atau sumber
    air.Dalam perang antar suku ini pihak yang kalah biasanya akan dimusnahkan ,
    semua laki-lakinya dibunuh dan perempuannya ditawan sebagai pampasan
    perang untuk dijadikan budak atau diperistri.Posisi perempuan dalam
    lingkungan masyarakat seperti ini dianggap tidak ubahnya sebagai barang .
    Sehingga tidak mengherankan kalau praktek poligami banyak dilakukan di
    masyarakat seperti ini.

    Selain itu praktek poligami bagi masyarakat suku / tribal juga dipandang
    sebagai sebuah kebutuhan , para pria suku biasanya sering berpergian
    dalam jangka waktu yang lama , misal untuk berburu , menggembala
    ternak , berdagang ke negri yang jauh ataupun berperang.Sehingga
    keberadaan istri yang banyak bisa membantu tugas-tugas rumah tangga
    dan urusan nafkah keluarga ketika ditinggalkan juga berfungsi untuk
    saling menjaga dan memberi perlindungan antar anggota keluarga selama
    ditinggalkan , dalam hal ini bisa disamakan dengan kedudukan singa
    betina dalam komunitas atau kawanan singa.

    Dalam konteks inilah dapat dimengerti kenapa Nabi dan para sahabat
    banyak yang berpoligami sementara kakek-kakek kita di Indonesia
    jarang yang berpoligami.Perbedaan konteks budaya kita dan Arab
    pada masa lampau mempengaruhi pandangan mengenai poligami ini ,
    jadi argumen sebagian pihak yang memakai dalil berpoligaminya
    Nabi dan para sahabat sebagai dalih untuk membenarkan , menganjurkan
    bahkan mewajibkan poligami dengan alasan sunnah nabi tidak dapat
    diterima .

    Apabila kita melihat lebih teliti lagi golongan Muhajirrin lebih banyak yang
    berpoligami dibandingkan golongan Anshar , karena golongan mujahirrin
    yang berasal dari Mekkah biasanya mengandalkan kehidupannya dari
    berdagang atau menggembala ternak berbeda dengan golongan anshar
    yang lebih banyak bercocok tanam.Karena itulah ketika Rasulullah s.a.w
    tiba di Medinah yang pertama dibangunnya adalah pasar untuk menyediakan
    sarana penghidupan bagi kalangan muhajirrin.

    Dari uraian ini nampak jelaslah bahwa praktek poligami yang dilakukan
    para sahabat lebih dipengaruhi oleh adat kebiasaan setempat yang dipengaruhi
    oleh konteks lingkungan pada masa itu.Turunnya ayat mengenai poligami
    yang pada dasarnya lebih berhubungan dengan masalah pemeliharaan anak yatim
    , sebetulnya lebih pada pembatasan poligami , dari tidak ada batas menjadi
    dibatasi 4 istri , dari tanpa syarat menjadi bersyarat adil , jadi ketika
    ada sebagian pihak yang memutarbalikkannya menjadi ajaran Islam untuk
    memperbanyak istri dengan membuang bagian awal ayat (An Nisa’ : 3) ,
    mereduksi makna adil dengan tidak memperhatikan peringatan Allah dalam
    surah An Nisa : 129 , bahkan menganjurkannya dengan alasan sunnah Nabi
    dan para sahabat tanpa memperhatikan konteks pada waktu itu , sesungguhnya
    orang itu bukanlah membawa dalil poligami melainkan menggunakan agama
    sebagai dalih untuk berpoligami.

    Komentar oleh Saleh Aziz — Juni 13, 2007 @ 3:19 am | Balas

  16. KRISIS BESAR MELANDA NEGARA IRAN

    Iran adalah salah satu negara terkaya di dunia dilihat dari tambang minyak.

    Tapi sejak para mollah memerintah di negara ini dengan sistim agama yang mencampuri setiap segi kehidupan orang Iran, maka sekarang negara persia ini mengalami krisis besar. Kehidudapan di Iran saat ini sangat susah. Jauh lebih susah dari pada kehidupan waktu di Rusia komunis (USSR). Anak-anak muda sekarang berontak. Jangan-jangan negara ini menjadi seperti Afganistan.

    Gara-gara agama, suatu negara bisa hancur.

    Sayang sekali!

    Komentar oleh Zorion Annas — Juli 20, 2007 @ 11:12 am | Balas

  17. Sungguh benar sabda Rasulullah sallallahu alaihi wassalam, Islam datang pada keadaan yang asing, dan di akhir zaman akan pergi dalam keadaan terasing. Yah, percuma saja menasehati orang kafir, karena mereka tidak akan percaya (QS-002.006). Itulah kalo hati telah tertutup. Tapi satu yang pasti, kita semua telah menuju satu masa dimana apa yang benar dan apa yang zalim akan jelas. Dan pada saat itu, sungguhlah amat teramat malang orang2 kafir, orang yang melecehkan kalimat2 Allah, dan orang yang lalai dalam agama. Semoga Allah selalu menuntun kita ke jalan yang diridhoi -Nya.

    Komentar oleh bumi — Juli 29, 2007 @ 9:56 am | Balas

  18. Di Forum Religiositas Agama, saya menemukan artikel yang menarik sekali. Ini situsnya: http://hatinurani21.wordpress.com/

    MENGAPA KEBUDAYAAN JAWA MENGALAMI KEMUNDURAN YANG SIGNIFIKAN?

    Pengantar

    Manusia Jawa adalah mayoritas di Indonesia. Nasib bangsa Indonesia sangat tergantung kepada kemampuan penalaran, skill, dan manajemen manusia Jawa (MJ). Sayang sekali s/d saat ini, MJ mengalami krisis kebudayaan; hal ini disebabkan Kebudayaan Jawa (KJ) dibiarkan merana, tidak terawat, dan tidak dikembangkan oleh pihak2 yang berkompeten (TERUTAMA OLEH POLITISI). Bahkan KJ terkesan dibiarkan mati merana digerilya oleh kebudayaan asing (terutama dari timur tengah/Arab). Mochtar Lubis dalam bukunya: Manusia Indonesia Baru, juga mengkritisi watak2 negatip manusia Jawa seperti munafik, feodal, malas, tidak suka bertanggung jawab, suka gengsi dan prestis, dan tidak suka bisnis (lebih aman jadi pegawai).
    Kemunduran kebudayaan Jawa tidak lepas dari dosa regim Orde Baru. Strategi regim Soeharto untuk melepaskan diri dari tuannya (USA dkk.) dan tekanan kaum reformis melalui politisasi agama Islam menjadikan Indonesia mengarah ke ideologi Timur Tengah (Arab). Indonesia saat ini (2007) adalah kembali menjadi ajang pertempuran antara: Barat lawan Timur Tengah, antara kaum sekuler dan kaum Islam, antara modernitas dan kekolotan agama. (mohon dibaca artikel yang lain dulu, sebaiknya sesuai no. urut)

    Boleh diibaratkan bahwa manusia Jawa terusmenerus mengalami penjajahan, misalnya penjajahan oleh:
    – Bs. Belanda selama 300 tahunan
    – Bs. Jepang selama hampir 3 tahunan
    – Regim Soeharto/ORBA selama hampir 32 tahun (Londo Ireng).
    – Negara Adidaya/perusahaan multi nasioanal selama ORBA s/d saat ini.
    – Sekarang dan dimasa dekat, bila tidak hati2, diramalkan bahwa Indonesia akan menjadi negara boneka Timur Tengah/Arab Saudi (melalui kendaraan utama politisasi agama).

    Kemunduran kebudayaan manusia Jawa sangat terasa sekali, karena suku Jawa adalah mayoritas di Indonesia, maka kemundurannya mengakibatkan kemunduran negara Indonesia, sebagai contoh kemunduran adalah terpaan berbagai krisis yang tak pernah selesai dialami oleh bangsa Indonesia. Politisasi uang dan agama mengakibatkan percepatan krisis kebudayaan Jawa, seperti analisa dibawah ini.
    Gerilya Kebudayaan
    Negara2 TIMTENG/ARAB harus berjuang sekuat tenaga dengan cara apapun untuk mendapat devisa selain dari kekayaan minyak (petro dollar), hal ini mengingat tambang minyak di Timur Tengah (TIMTENG/Arab) adalah terbatas umurnya; diperkirakan oleh para ahli bahwa umur tambang minyak sekitar 15 tahun lagi, disamping itu, penemuan energi alternatip akan dapat membuat minyak turun harganya. Begitu negara Timur Tengah mendapat angin dari regim Orde Baru, Indonesia lalu bagaikan diterpa badai gurun Sahara yang panas! Pemanfaatan agama (politisasi agama) oleh negara asing (negara2 Arab) untuk mendominasi dan menipiskan kebudayaan setempat (Indonesia) mendapatkan angin bagus, ini berlangsung dengan begitu kuat dan begitu vulgarnya. Gerilya kebudayaan asing lewat politisasi agama begitu gencarnya, terutama lewat media televisi, majalah, buku dan radio. Gerilya kebudayaan melalui TV ini sungguh secara halus-nylamur-tak kentara, orang awam pasti sulit mencernanya! Berikut ini adalah gerilya kebudayaan yang sedang berlangsung:
    – Dalam sinetron, hal-hal yang berbau mistik, dukun, santet dan yang negatip sering dikonotasikan dengan manusia yang mengenakan pakaian adat Jawa seperti surjan, batik, blangkon kebaya dan keris; kemudian hal-hal yang berkenaan dengan kebaikan dan kesucian dihubungkan dengan pakaian keagamaan dari Timur Tengah/Arab. Kebudayaan yang Jawa dikalahkan oleh yang Timur Tengah.
    – Artis2 film dan sinetron digarap duluan mengingat mereka adalah banyak menjadi idola masyarakat muda (yang nalarnya kurang jalan). Para artis, yang blo’oon politik ini, bagaikan di masukan ke salon rias Timur Tengah/Arab, untuk kemudian ditampilkan di layar televisi, koran, dan majalah demi membentuk mind set (seting pikiran) yang berkiblat ke Arab.
    – Bahasa Jawa beserta ungkapannya yang sangat luas, luhur, dalam, dan fleksibel juga digerilya. Dimulai dengan salam pertemuan yang memakai assalam…dan wassalam…. Dulu kita bangga dengan ungkapan: Tut wuri handayani, menang tanpo ngasorake, gotong royong, dsb.; sekarang kita dibiasakan oleh para gerilyawan kebudayaan dengan istilah2 asing dari Arab, misalnya: amal maruh nahi mungkar, saleh dan soleha, dst. Untuk memperkuat gerilya, dikonotasikan bahwa bhs. Arab itu membuat manusia dekat dengan surga! Sungguh cerdik dan licik.
    – Kebaya, modolan dan surjan diganti dengan jilbab, celana congkrang, dan jenggot ala orang Arab. Nama2 Jawa dengan Ki dan Nyi (misal Ki Hajar …) mulai dihilangkan, nama ke Arab2an dipopulerkan. Dalam wayang kulit, juga dilakukan gerilya kebudayaan: senjata pamungkas raja Pandawa yaitu Puntadewa menjadi disebut Kalimat Syahadat (jimat Kalimo Sodo), padahal wayang kulit berasal dari agama Hindu (banyak dewa-dewinya yang tidak Islami), jadi bukan Islam; bukankah ini sangat memalukan? Gending2 Jawa yang indah, gending2 dolanan anak2 yang bagus semisal: jamuran, cublak2 suweng, soyang2, dst., sedikit demi sedikit digerilya dan digeser dengan musik qasidahan dari Arab. Dibeberapa tempat (Padang, Aceh, Jawa Barat) usaha menetapkan hukum syariah Islam terus digulirkan, dimulai dengan kewajiban berjilbab! Kemudian, mereka lebih dalam lagi mulai mengusik ke bhinekaan Indonesia, dengan berbagai larangan dan usikan bangunan2 ibadah dan sekolah non Islam.
    – Gerilya lewat pendidikan juga gencar, perguruan berbasis Taman Siswa yang nasionalis, pluralis dan menjujung tinggi kebudayaan Jawa secara lambat namun pasti juga digerilya, mereka ini digeser oleh madrasah2/pesantren2. Padahal Taman Siswa adalah asli produk perjuangan dan merupakan kebanggaan manusia Jawa. UU Sisdiknas juga merupakan gerilya yang luar biasa berhasilnya. Sekolah swasta berciri keagamaan non Islam dipaksa menyediakan guru beragama Islam, sehingga ciri mereka lenyap.
    – Demikian pula dengan perbankan, mereka ingin eksklusif dengan bank syariah, dengan menghindari kata bunga/rente/riba; istilah ke Arab2an pun diada-adakan, walau nampak kurang logis! Seperti USA memakai IMF, dan orang Yahudi menguasai finansial, maka manusia Arab ingin mendominasi Indonesia memakai strategi halal-haramnya pinjaman, misalnya lewat bank syariah.
    – Keberhasilan perempuan dalam menduduki jabatan tinggi di pegawai negeri (eselon 1 s/d 3) dikonotasikan/dipotretkan dengan penampilan berjilbab dan naik mobil yang baik. Para pejabat eselon ini lalu memberikan pengarahan untuk arabisasi pakaian dinas di kantor masing2.
    – Di hampir pelosok P. Jawa kita dapat menyaksikan bangunan2 masjid yang megah, dana pembangunan dari Arab luar biasa besarnya. Bahkan organisasi preman bentukan militer di jaman ORBA, yaitu Pemuda Pancasila, pun mendapatkan grojogan dana dari Timur Tengah untuk membangun pesantren2 di Kalimantan, luar biasa!
    – Fatwa MUI pada bulan Agustus 2005 tentang larangan2 yang tidak berdasar nalar dan tidak menjaga keharmonisan masyarakat sungguh menyakitkan manusia Jawa yang suka damai dan harmoni. Bila ulama hanya menjadi sekedar alat politik, maka panglima agama adalah ulama politikus yang mementingkan uang, kekuasaan dan jabatan saja; efek keputusan tidak mereka hiraukan. Sejarah ORBA membuktikan bahwa MUI dan ICMI adalah alat regim ORBA yang sangat canggih. Saat ini, MUI boleh dikata telah menjadi alat negara asing (Arab) untuk menguasai
    – Dimasa lalu, banyak orang cerdas mengatakan bahwa Wali Songo adalah bagaikan MUI sekarang ini, dakwah mereka penuh gerilya kebudayaan dan politik. Manusia Majapahit digerilya, sehingga terdesak ke Bromo (suku Tengger) dan pulau Bali. Mengingat negara baru memerangi KKN, mestinya fatwa MUI adalah tentang KKN (yang relevan), misal pejabat tinggi negara yang PNS yang mempunyai tabungan diatas 3 milyar rupiah diharuskan mengembalikan uang haram itu (sebab hasil KKN), namun karena memang ditujukan untuk membelokan pemberantasan KKN, yang terjadi justru sebaliknya, fatwanya justru yang aneh2 dan merusak keharmonisan kebhinekaan Indonesia!
    – Buku2 yang sulit diterima nalar, dan secara ngawur dan membabi buta ditulis hanya untuk melawan dominasi ilmuwan Barat saat ini membanjiri pasaran di Indonesia. Rupanya ilmuwan Timur Tengah ingin melawan ilmuwan Barat, semua teori Barat yang rasional-empiris dilawan dengan teori Timur Tengah yang berbasis intuisi-agamis (berbasis Al-Quran), misal teori kebutuhan Maslow yang sangat populer dilawankan teori kebutuhan spiritual Nabi Ibrahim, teori EQ ditandingi dengan ESQ, dst. Masyarakat Indonesia harus selalu siap dan waspada dalam memilih buku yang ingin dibacanya.
    – Dengan halus, licik tapi mengena, mass media, terutama TV dan radio, telah digunakan untuk membunuh karakater (character assasination) budaya Jawa dan meninggikan karakter budaya Arab (lewat agama)! Para gerilyawan juga menyelipkan filosofis yang amat sangat cerdik, yaitu: kebudayaan Arab itu bagian dari kebudayaan pribumi, kebudayaan Barat (dan Cina) itu kebudayaan asing; jadi harus ditentang karena tidak sesuai! Padahal kebudayaan Arab adalah sangat asing!
    – Gerilya yang cerdik dan rapi sekali adalah melalui peraturan negara seperti undang-undang, misalnya hukum Syariah yang mulai diterapkan di sementara daerah, U.U. SISDIKNAS, dan rencana UU Anti Pornografi dan Pornoaksi (yang sangat bertentangan dengan Bhineka Tunggal Ika dan sangat menjahati/menjaili kaum wanita dan pekerja seni). Menurut Gus Dur, RUU APP telah melanggar Undang-Undang Dasar 1945 karena tidak memberikan tempat terhadap perbedaan. Padahal, UUD 1945 telah memberi ruang seluas-luasnya bagi keragaman di Indonesia. RUU APP juga mengancam demokrasi bangsa yang mensyaratkan kedaulatan hukum dan perlakuan sama terhadap setiap warga negara di depan hukum. Gus Dur menolak RUU APP dan meminta pemerintah mengoptimalkan penegakan undang-undang lain yang telah mengakomodir pornografi dan pornoaksi. “Telah terjadi formalisasi dan arabisasi saat ini. Kalau sikap Nahdlatul Ulama sangat jelas bahwa untuk menjalankan syariat Islam tidak perlu negara Islam,” ungkapnya. (Kompas, 3 Maret 2006).

    – Puncak gerilya kebudayaan adalah tidak diberikannya tempat untuk kepercayaan asli, misalnya Kejawen, dalam Kartu Tanda Penduduk (KTP), dan urusan pernikahan/perceraian bagi kaum kepercayaan asli ditiadakan. Kejawen, harta warisan nenek moyang, yang kaya akan nilai: pluralisme, humanisme, harmoni, religius, anti kekerasan dan nasionalisme, ternyata tidak hanya digerilya, melainkan akan dibunuh dan dimatikan secara perlahan! Sungguh sangat disayangkan! Urusan perkawinan dan kematian untuk MJ penganut Kejawen dipersulit sedemikian rupa, urusan ini harus dikembalikan ke agama masing2! Sementara itu aliran setingkat Kejawen yang disebut Kong Hu Chu yang berasal dari RRC justru disyahkan keberadaannya. Sungguh sangat sadis para gerilyawan kebudayaan ini!
    – Gerilya kebudayaan juga telah mempengaruhi perilaku manusia Jawa, orang Jawa yang dahulu dikenal lemah-lembut, andap asor, cerdas, dan harmoni; namun sekarang sudah terbalik: suka kerusuhan dan kekerasan, suka menentang harmoni. Bayangkan saja, kota Solo yang dulu terkenal putri nya yang lemah lembut (putri Solo, lakune koyo macan luwe) digerilya menjadi kota yang suka kekerasan, ulama Arab (Basyir) mendirikan pesantren Ngruki untuk mencuci otak anak2 muda. Akhir2 ini kota Solo kesulitan mendatangkan turis manca negara, karena kota Solo sudah diidentikan dengan kekerasan sektarian. Untuk diketahui, di Pakistan, banyak madrasah disinyalir dijadikan tempat brain washing dan baiat. Banyak intelektual muda kita di universitas2 yang kena baiat (sumpah secara agama Islam, setelah di brain wahing) untuk mendirikan NII (negara Islam Indonesia) dengan cara menghalalkan segala cara. Berapa banyak madrasah/pesantren di Indonesia yang dijadikan tempat2 cuci otak anti pluralisme dan anti harmoni? Banyak! Berapa jam pelajaran dihabiskan untuk belajar agama (ngaji) dan bahasa Arab? Banyak, diperkirakan sampai hampir 50% nya! Tentu saja ini akan sangat mempengaruhi turunnya perilaku dan turunnya kualitas SDM bgs. Indonesia secara keseluruhan! Maraknya kerusuhan dan kekerasan di Indonesia bagaikan berbanding langsung dengan maraknya madrasah dan pesantren2. Berbagai fatwa MUI yang menjungkirbalikan harmoni dan gotong royong manusia Jawa gencar dilancarkan!

    – Sejarah membuktikan bagaimana kerajaan Majapahit, yang luarbiasa jaya, juga terdesak melalui gerilya kebudayaan Arab sehingga manusianya terpojok ke Gn. Bromo (suku Tengger) dan P. Bali (suku Bali). Mereka tetap menjaga kepercayaannya yaitu Hindu. Peranan wali Songo saat itu sebagai alat politis (mirip MUI dan ICMI saat ini) adalah besar sekali! Semenjak saat itu kemunduran kebudayaan Jawa sungguh luar biasa!
    Tanda-tanda Kemunduran Budaya Jawa
    Kemunduran kebudayaan manusia Jawa sangat terasa sekali, karena suku Jawa adalah mayoritas di Indonesia, maka kemundurannya mengakibatkan kemunduran negara Indonesia, sebagai contoh kemunduran adalah:
    – Orang2 hitam dari Afrika (yang budayanya dianggap lebih tertinggal) ternyata dengan mudah mempedayakan masyarakat kita dengan manipulasi penggandaan uang dan jual-beli narkoba.
    – Orang Barat mempedayakan kita dengan kurs nilai mata uang. Dengan $ 1 = k.l Rp. 10000, ini sama saja penjajahan baru. Mereka dapat bahan mentah hasil alam dari Indonesia murah sekali, setelah diproses di L.N menjadi barang hitech, maka harganya jadi selangit. Nilai tambah pemrosesan/produksi barang mentah menjadi barang jadi diambil mereka (disamping membuka lapangan kerja). Indonesia terus dengan mudah dikibulin dan dinina bobokan untuk menjadi negara peng export dan sekaligus pengimport terbesar didunia, sungguh suatu kebodohan yang maha luar biasa.
    – Orang Jepang terus membuat kita tidak pernah bisa bikin mobil sendiri, walau industri Jepang sudah lebih 30 tahun ada di Indonesia. Semestinya bangsa ini mampu mendikte Jepang dan negara lain untuk mendirikan pabrik di Indonesia, misalnya pabrik: Honda di Sumatra, Suzuki di Jawa, Yamaha di Sulawesi, dst. Ternyata kita sekedar menjadi bangsa konsumen dan perakit.
    – Orang Timur Tengah/Arab dengan mudah menggerilya kebudayaan kita seperti cerita diatas; disamping itu, Indonesia adalah termasuk pemasok devisa haji terbesar! Kemudian, dengan hanya Asahari, Abu Bakar Baasyir dan Habib Riziq (FPI), cukup beberapa gelintir manusia saja, Indonesia sudah dapat dibuat kalang kabut oleh negara asing! Sungguh keterlaluan dan memalukan!
    – Kalau dulu banyak mahasiswa Malaysia studi ke Indonesia, sekarang posisinya terbalik: banyak mahasiswa Indonesia belajar ke Malaysia (bahkan ke S’pore, Thailand, Pilipina, dst.). Konyol bukan?
    – Banyak manusia Jawa yang ingin kaya secara instant, misalnya mengikuti berbagai arisan/multi level marketing seperti pohon emas, dst., yang tidak masuk akal!
    – Dalam beragamapun terkesan jauh dari nalar, bijak dan jauh dari cerdas, terkesan hanya ikut2an saja. Beragama tidak harus menjiplak kebudayaan asal agama, dan tidak perlu mengorbankan budaya lokal.
    – Sampai dengan saat ini, Indonesia tidak dapat melepaskan diri dari berbagai krisis (krisis multi dimensi), kemiskinan dan pengangguran justru semakin meningkat, padahal negara tetangga yang sama2 mengalami krisis sudah kembali sehat walafiat! Peran manusia Jawa berserta kebudayaannya, sebagai mayoritas, sangat dominan dalam berbagai krisis yang dialami bangsa ini.

    Penutup

    Beragama tidak harus menjiplak kebudayaan asal agama. Gus Dur mensinyalir telah terjadi arabisasi kebudayaan. Kepentingan negara asing untuk menguasai bumi dan alam Indonesia yang kaya raya dan indah sekali sungguh riil dan kuat sekali, kalau negara modern memakai teknologi tinggi dan jasa keuangan, sedangkan negara lain memakai politisasi agama beserta kebudayaannya. Indonesia saat ini (2007) adalah sedang menjadi ajang pertempuran antara dua ideologi besar dunia: Barat lawan Timur Tengah, antara kaum sekuler dan kaum Islam, antara modernitas dan kekolotan agama. CLASH OF CIVILIZATION antar dua ideologi besar di dunia ini, yang sudah diramalkan oleh sejarahwan kelas dunia – Samuel Hutington dan Francis Fukuyama.

    Tanpa harus menirukan/menjiplak kebudayaan Arab, Indonesia diperkirakan dapat menjadi pusat Islam (center of excellence) yang modern bagi dunia. Seperti pusat agama Kristen modern, yang tidak lagi di Israel, melainkan di Itali dan Amerika. Beragama tanpa nalar disertai menjiplak budaya asal agama tersebut secara membabi buta hanya akan mengakibatkan kemunduran budaya lokal sendiri! Maka bijaksana, kritis, dan cerdik sangat diperlukan dalam beragama.

    Komentar oleh hatinurani21 — Agustus 11, 2007 @ 2:18 am | Balas

  19. @B Ali dan hatinurani21
    Buat yg sumir dgn mengatakan arab adalah penjajah kebudayaan, tolong dgn gamblang sebutkan sisi negatif dari kebudayaan arab coba bandingkan dgn penjajahan barat, kenapa di malaysia negaranya bisa maju padahal disana toh mayoritasnya muslim. Menurut anda kebudayaan jawa itu asli po??? dari segala cerita2 perwayangannya aja udah jelas itu adalah warisan budaya hindu (dari india). Kalo mau tahu budaya asli lihat batak, kalimantan atau irian jaya, kesimpulan dangkal dan sangat bodoh betul anda ini..

    Komentar oleh Dejavu — Agustus 13, 2007 @ 3:23 pm | Balas

  20. @Dejavu,
    Budaya Jawa sempat membuat nusantara jaya sebelum masuknya pengaruh Arab.
    Anda bisa melihat sendiri saat ini. Kehidupan sehari-hari di jawa sangat susah. Sekarang, yang bisa dibanggakan di Jawa hanya FPI (grombolan anarki), MUI dengan fatwa-fatwa ala purbakala), para ulama, da’i yang cabul-cabul itu.

    Komentar oleh hatinurani21 — Agustus 17, 2007 @ 11:03 am | Balas

  21. Didalam Sunnah ada kejayaan, menyelisih sunnah ada kebinasaan, fitnah, dan kehancuran
    Pengajian seminggu sekali itu bukan sunnah sehingga timbulah fitnah

    contoh fitnah yg timbul hasil fikir salapi ( salah pikir )
    http://swaramuslim.com/fakta/more.php?id=5701_0_16_0_M

    Komentar oleh kardus — September 9, 2007 @ 7:00 pm | Balas

  22. Coba instrospeksi, apakah kita umat islam tdk pernah melecehkan agama lain?, mempersulit perijinan rumah2x ibadah?, merendahkan martabat wanita muslim dgn dalih agama?Coba tanya secara jujur,dan jawab secara jujur dari hati nuraninya, adakah wanita yang mau dimadu????, menyalah gunakan arti jihad secara membabi buta,memblokir rumah makan yang berlabel barat, apakah sdh terpikir bahwa disitu juga banyak orang2x muslim yang mencari makan, pakai otak dong, jangan pakai pantat.

    Komentar oleh mas buhin — Januari 3, 2008 @ 10:00 am | Balas

  23. Quran dulu dibuat waktu jaman perang. Ayat-ayatnya hanya berlaku untuk situasi saat itu.
    Cilakanya, orang-orang yang membuat ayat-ayat Quran itu tidak memikirkan bahwa kehidupan manusia dan tata sosial masyarakat selalu berubah.

    Hasilnya, disamping ayat-ayat Quran mengandung banyak kesalahan tata bahasa, ayat-ayat ini makin tidak relevan untuk kehidupan umat.

    Jadi musuh utama bagi Quran adalah WAKTU.

    Komentar oleh resist — Maret 28, 2008 @ 4:27 am | Balas

  24. Memang satu-satunya agama yang dibela oleh pemerintah adalah agama Islam.

    Sikap pemerintah seperti ini sangat berbahaya.

    Resikonya adalah:
    Bagi umat Islam yang anti pemerintah, hal ini adalah peluang yang sangat bagus untuk menentang pemerintah. Umat muslim tidak usah menunggu pemilihan umum untuk menentang pemerintah yang sekarang.

    Kalau umat muslim mau menentang pemerintah yang sekarang, cukup dengan meinggalkan agama Islam untuk memeluk agama lain selain Islam. Meninggalkan agama Islam berarti anti pemerintah yang sekarang. Reaksi ini lebih ampuh dari pada menyoblos di pemilu. Hasil penghitungan suara di pemilihan umum bisa direkayasa dan dicurangi. Tetapi meninggalkan agama Islam ke agama lain adalah reaksi yang tidak bisa dikontrol oleh pemerintah. Dan pemerintah nanti hanya bisa gigit jari.

    Inilah resiko yang dihadapi oleh pemerintah yang kerjanya hanya membela agama Islam.

    Komentar oleh Zulfiki Bin Taha — April 7, 2008 @ 5:59 pm | Balas

  25. Pokoknya, Kita yang beragama Islam jangan sampai terpancing ( iya tokh ), Di dalam Alquran sendiri telah di jelaskan bahwa akan datang suatu masa dimana Islam itu akan dihimpit dari atas, dari bawah, dari kiri, dari kanan, dari depan, dari belakang, bahkan dari dalam Islam itu sendiri. Tinggal bagaimana kita meyikapi masalah tersebut, dan tanamkan kuta-kuat aqidah islam kepada anak cucu kita.

    Sekali lagi, jangan sampai kita terpancing ……..

    Komentar oleh Akhmad — Mei 8, 2008 @ 1:11 pm | Balas

  26. MUSUH ISLAM ADALAH ALQUR’AN

    Kita mengetahui bahwa tujuan memeluk suatu agama (agama apapun) adalah untuk membuat umatnya menjadi teguh batiniah. Kuat tak tergoncangkan.

    Sedangkan Alqur’an merupakan musuh yang paling berbahaya terhadap agama Islam. Alqur’an membelenggu umat muslim supaya menjadi lemah, mudah diadu-domba dan mudah dihasut.

    Buktinya, umat muslim saat ini sangat lemah. Melihat kartoon Nabi Muhammad saja sudah bingung kesurupan. Melihat kepercayaan-kepercayaan lain juga umat muslim menjadi sakit. Umat muslim mudah diadu-domba sehingga mengeluarkan fatwa-fatwa bringas, merusak tempat-tempat ibadah umat yang beragama lain, sweeping, dan melakukan kekerasan-kekerasan ala jaman kegelapan.

    Semuanya itu adalah hasil dari penghayatan Alqur’an. Alqur’an sedang melemahkan dan merusak jiwa dan prilaku umat muslim.

    Jadi musuh utama bagi Islam adalah Alqur’an.

    Komentar oleh Khaled Elkasi — Mei 8, 2008 @ 2:30 pm | Balas

  27. LAGI-LAGI OKNUM POLISI YANG DI FPI MELAKUKAN KEBRINGASAN

    Wah ! Lagi terjadi kekerasan a la jaman kegelapan.

    Seharusnya bukan FPI yang dilarang di Indonesia, malah Islam seharusnya dilarang di Nusantara karena idiologi ini hanya menyulut kebencian dan membuat keonaran, kerusuhan, anarki yang membuat masyarakat Indonesia resah.

    Komentar oleh Rustan Zali — Juni 2, 2008 @ 1:57 pm | Balas

  28. Mengapa islam dilecehkan dimana=mana..? jawaban ialah Quran banyak terdapat aya-ayat setan bapak dari pembohong yang melahirkan nabi palsu Muhammad untuk dusta beranak dusta dengan Quran cipataan Muhammad.

    Topeng islam sekarang terlihat dimana-mana, karena kepalsuan Quran membuat mereka berani melecehkan islam.
    Ayat-ayat setan dan kebencian memabawa manusia islam menjadi anarkis.

    Komentar oleh Mr.Nunusaku — Agustus 26, 2008 @ 4:54 pm | Balas

  29. @ joni,
    Dulu, Islam meyakinkan bahwa bumi ini datar seperti tikar. Tapi sekarang ternyata ditemukan bahwa bumi ini bulat.

    Dulu, Islam melarang wanita pergi sendiri tanpa laki-laki. Tapi sekarang, aturan itu sudah basi.

    Dengan ditemukan sistim DNA, maka istri boleh ber-poliandri kalau aturan Islam benar-benar diterapkan.

    Agama seharusnya kebenaran mutlak dari Tuhan. Tidak boleh berubah-ubah karena sudah ditentukan oleh Tuhan. Tetapi kenyataannya, semua aturan agama (Islam, dsb) terpaksa menyesuaikan diri dengan perkembangan jaman. Hal ini membuktikan bahwa agama Islam dan Alquran dirancang sedemikian rupa oleh orang-orang yang licik waktu jaman Jahiliyah.

    Sekarang ini, umat muslim berupaya keras untuk membodohkan diri supaya bisa menerima dan mempercayai bahwa Islam adalah wahyu Tuhan, dan berusaha membodohkan diri bahwa Alquran adalah sebuah wahyu yang dulu jatuh dari langit.

    Hal yang absurd ini sengaja dipercaya secara artifisial dengan membuang nalar. Umat muslim mengklaim kobodohan demi kepercayaan bahwa Islam adalah wahyu. Tidak mengherankan bahwa sebagian besar umat muslim di dunia adalah bodoh. Kebodohan ini sejajar dengan kemiskinan.

    Karena umat muslim dijerat oleh kemiskinan, maka diterapkanlah Zakat. Zakat ini malah mendorong umat muslim untuk menjadi lebih malas, lebih bodoh dan lebih miskin. Zakat hanya berguna bagi orang-orang yang pamer dan mau mendapatkan kekuasaan. Tokoh-tokoh muslim sengaja memelihara kebodohan, ketergantungan dan kemiskinan di kalangan umat muslim supaya mudah dibelenggu, mudah diadu-domba dan mudah dicuci otaknya. Tragedi di Pasuruan mencerminkan bahwa sistim zakat memberlakukan fakir-miskin muslim lebih rendah dari binatang yang kelaparan.

    Komentar oleh hamid — September 18, 2008 @ 2:41 pm | Balas

  30. BERAPAKAH TINGGI BADAN NABI MUHAMMAD SAW ?

    Buat teman-teman yang ahli matematika. Saya perlu bantuan dari kalian.

    Saya mau mengetahui tinggi badan Rossul SAW waktu berumur 54 tahun (waktu beliau menikahi Aysiah yang berumur 9 tahun). Rossul SAW lahir sekitar 1500 tahun yang lalu.

    Kita mengetahui bahwa semakin tahun, tubuh manusia semakin tinggi. Seorang anak yang menginjak umur dewasa selalu lebih tinggi tubuhnya dari ayahnya sekitar 5 sampai 10 cm. Sedangkan, perbadaan umur antara anak dan ayah adalah sekitar 25 – 30 tahun.

    Ambillah sebuah patokan yang minimal bahwa seorang anak selalu lebih tinggi dari ayahnya paling tidak 2 cm. Sedangkan perbedaan umur antara anak dan ayah, kita ambil patokan 30 tahun.

    Saat ini: Tinggi badan orang dewasa di daerah Timur Tengah (Arab), kita ambil patokan 180 cm.

    Kalau dilihat dari patokan-patokan di atas, berarti tubuh manusia bertambah tinggi minimal 2 cm setiap 30 tahun.

    Sedangkan kita mengetahui bahwa Rossul SAW lahir 1500 tahun yang lalu.

    Selisih ukuran badan Rossul SAW adalah (1500 dibagi 30 ), kemudian hasilnya dikalikan 2 cm. Hasilnya adalah 100 cm (lebih pendek dari sekarang).

    Kalau rata-rata orang dewasa di Timur Tengah mempunyai tubuh setinggi 180 cm, maka tinggi tubuh Rossul SAW pada saat itu adalah (180 cm dikurangi 100 cm) = 80 cm.

    Jadi Rossul SAW mempunyai tubuh setinggi 80 cm.

    Berarti kita yakin bahwa, pada saat itu (1500 tahun yang lalu), Rossul Nabi Muhammad SAW berukuran badan sangat pendek, yaitu sekitar 80 cm.

    Komentar oleh Anwar N. — April 4, 2009 @ 3:42 pm | Balas

    • Dangkal…. coba mundur ke jaman nabi ibrahim… beribu tahun sebelumnya, memangnya bisa turun tinggi badannya sampai jadi 1 cm?? Lol

      Komentar oleh Celine — November 3, 2016 @ 5:21 pm | Balas

  31. Islam agama yang mulia disisi Allah, tetapi kenyataannya sang nabi terakhir utusan Allohnya Muhammad akhir dari kematian kok ngak kesisi Alloh disurga…..????

    Mengapa Allohnya membiarkan sang nabi ketiduran di liang siksaan kuburan Medinah….? Apakah Alloh lupa kepada utusannya…? kan nabi terakhir penutup zaman nabi tidak ada lagi nabi lain lagi.

    Tetapi…oh tetapi mengapa sang nabi tidak diangkat kesisi
    Allah disurga….? seperti Isa Alamasih diangkat kesurga dan sekarang Dia berada disurga….wah ini nabi Agung Alloh mengenalnya, tetapi sang nabi terakhit Muhammad mengapa Alloh biarjan dia tertidur diliang kuburan Medinah…?

    Mengapa begitu…? kok nabi yang mulia Muhammad ketinggalkan kereta kesurga….kapan selesainya doa shalawat nabi Muhammad ‘AGAR ALLOH MENYEDIAHKAN TEMPAT TERINDAH DISISI ALOOH DISURGA….KASIHAN SANG NABI MUHAMMAD INI AKHIR HIDUP KETIDURAN DI MEDINAH.

    Komentar oleh Mr.Nunusaku — April 14, 2009 @ 5:35 pm | Balas

  32. Saya Nunusaku,mohon maaf yang sebesar2nya kepada seluruh umat Islam Diseluruh Dunia.
    Sebenarnya saya gembar gembor,menjelekkan Agama Islam Cuma pendapat sisi buruk & laknatnya saya.sungguh saya bersumpah,sebenarnya saya sangat mengagumi Islam,juga sangat meyakini kebenaran Agama Islam.
    Saya percaya seyakin2nya,Nabi Muhammad SAW,Adalah Manusia terbaik didunia,dan Agama Islam Adalah agama Yang saya yakini sampai saat ini.walau saya pake embel2 agama lain saat ini.
    Abaikan semua Perkataan buruk saya mengenai Agama Islam,karena saya yakin Islam Adalah Agama terbaik.
    Saya manusia yang bejad,laknat,semoga Allah SWT memberikan ampunannya pada Hamba.serta memberikan kekekalan Ayat2 Suci Al-Quran,serta Agama Islam Yang baik & kebenaran yang Hakiki.
    Hati Nurani Umat muslim,yang sebenarnya sangat meyakini Kebenaran ISLAM.
    Ini saya buat dengan sungguh2,bila suatu saat saya menyombongkan diri lagi & menghina Agama Islam jangan dipercaya & terkutuklah saya,karena kami yang menghina Agama Islam hanyalah Orang2 kafir yang iri atas kebesaran & kekuatan Agama ISLAM yang sangat kekal.
    Bila saya membuat tulisan/komentar lagi yang MENYANGKAL,tulisan komentar saya ini ABAIKAN itu hanya Provokasi Semata.
    Ingat saya hanya membuat suasana seru aja,biar banyak yang komentar.
    Tetapi Sejatinya Saya Sangat meyakini & mengagumi Agama ISLAM.
    ABAIKAN KOMENTAR SAYA YANG LAIN…
    ini yang sebenar2nya,dari hati nurani saya..
    Salam.

    Komentar oleh Mr.Nunusaku — Agustus 1, 2009 @ 10:38 pm | Balas

  33. malik ar’asy
    Ayah fatimah raja di arab,fotonya ada di yang.fatimah yang mustinya
    jadi raja di sana.ia anak pertama.

    Bubarkan assegaf,alayidrus,alzufri,alatas karena ternyata mereka habib
    palsu.mereka juga yang membom adam air.Keluarga mereka yang di
    kabarkan ikut tewas di dalam pesawat dengan membawa uang yang sangat
    benyak serta membawa surat surat lama yang penting ,ternyata masih
    hidup.kini bersembunyi.
    Saya sangat butuh bantuan pencarian bukti bukti dan arsip arsip yang
    ada sangkut pautnya dengan kasus yang saya hadapi.Kasusnya dapat di
    lihat di http://www.intimidasike1.blogspot.com
    jika ada maka dapat menghubungi saya di awanabdulherma@gmail.com
    terima kasih salam kenal

    Komentar oleh kerta — Maret 19, 2010 @ 7:28 pm | Balas

  34. Tiada maaf bagimu islam, pelecehan tetap berjalan untuk membongkar bangunan islam, karena islam adalah agama biadab dan Muhammad adalah nabi biadab perlu pelecehan islam berjalan terus agar islam musnah.

    Komentar oleh Mr.Nunusaku — Oktober 25, 2010 @ 2:02 am | Balas

  35. MENGAPA HANYA ISLAM DAN MUHAMMAD SELALU DILECEHKAN DIDUNIA INI…?
    ———————————————————————————————————————-
    Allah yang maha kuasa turut bekerja dibalik pelecehan ÍSLAM DAN NABI PALSUNYA MUHAMMAD’.
    agar manusia dapat mengenal tentang kebhongan dan kebenaran, kebenaran tetap akan muncul membongkar tundas islam agama ciptaan Muhammad dan nabi palsunya Muhammad.

    Setan memang sangat marah jika agama ÍSLAM DAN MUHAMMAD DILECEHKAN…?
    karena setan telah menciptakan islam kedinia ini dan Muhammad adalah nabi terkhir bdari ciptaan setan Goa Hira. Karena setan tahu tentang pelecehan dirinya dan agamanya islam….oleh sebab itu untuk mempertahan agama setan islam didunia ini…..setan telah memberikan ‘ROH-ROH JAHAD BAGI SETIAP MUSLIM, UNTUK SELALU MELAKUKAN PERLAHANAN….SAMPAI SAATNYA NABI PALSU MUHAMMAD AKAN BANGKIT DARI KUBURAN MEDINAH.

    Tetapi jangan kita lupakan, KEBENARAN ITU TETAP AKAN MUNCUL UNTUK MEMBUKA KEBOHONGAN DAN PENIPUAN ISLAM DIDUNIA INI……SETAN YANG BERADA DALAM ISLAM MEMANG TIDAK TINGGAL DIAM…..DIA INGIN TETAP BERPERANG MELAWAN KEBENARAN.

    Komentar oleh Mr.Nunusaku — April 4, 2013 @ 7:57 pm | Balas

  36. membunuh poligami atas nama islam, mengambil istri anak mantu zaeneb atas nama islam, berarti ini islam agama bidab..he,,he

    Komentar oleh Simon Berhitu — Juni 28, 2016 @ 4:01 am | Balas

  37. P.R besar kita sbg umat islam… Knp non muslim bgtu gmpg mnghina, melecehkan agama kita.. Apkah muslim tlah kehilangan Wibawa, keluhuran Budi, dan apakah Cinta dunia sdh merasuk tulang sungsum..
    Dan ap kiprah kita trhadap agama,..
    Sabda Nabi.. Tiba suatu jaman islam tinggal nama, Al Qur’an tnggal tulisanya,dst..
    Ya Alloh.. Bgtu berat ujian ummat ini..
    Mari saling mendoakan..

    Komentar oleh Cahaya — November 12, 2016 @ 12:08 pm | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: