Blog Tausiyah275

April 20, 2007

Untuk Tukul Arwana

Filed under: Hikmah,HOT NEWS — Tausiyah 275 @ 8:20 pm

Artikel ini dibuat tidak ada maksud untuk mengghibah sesama saudara muslim, karena yg dituju dari artikel ini adalah SIKAP dan PERBUATAN Tukul, BUKAN PRIBADINYA.😉

Tukul Arwana, siapa sih yg tidak kenal dengan nama ini?

Pelawak yg kini sukses sebagai pembawa acara Empat Mata di sebuah stasiun televisi ini telah menjadi sebuah ‘icon’ kerja keras dan konsistensi terhadap pekerjaan yg ditekuni dengan segenap hati. Jika kita sempat membaca cuplikan biografi Tukul, anda akan menemukan betapa berat perjuangan yg dilakukan Tukul hingga akhirnya, atas ijin ALLOH SWT, Tukul berhasil meraih kesuksesan yg dia raih saat ini.

Rating acara yg dipandu Tukul, tak pelak mempunyai angka yg cukup tinggi. Dampaknya jelas, banyak perusahaan yg mengiklankan produk2nya di acara Tukul ini. Jika anda sempat menonton Empat Mata, anda akan melihat begitu banyak iklan yg dipasang untuk menyelingi acara ini. Dirasa belum cukup, iklan2 terselubung juga tampil dalam acara, entah berupa minuman energi, obat batuk, dan banyak iklan lainnya.

Banyak orang menilai, acara Empat Mata ini bertujuan ‘menelanjangi’ serta menertawakan diri sendiri. Selain itu, materinya yg ringan (tidak terlalu banyak berpikir) serta tampilnya bintang tamu-bintang tamu yg membuat mata ‘segar’ membuat acara ini kian digemari.

Aku sendiri bukanlah penonton tetap Empat Mata. Acara ini aku tonton ‘sesempatnya’ saja…tidak mesti tiap hari. Selain karena ada urusan lain, ada beberapa hal yg menyebabkan aku tidak begitu menyukai acara Empat Mata.

Pertama, tindakan mencium bintang tamu perempuan. Hampir di tiap episode, Tukul mencium (pipi) bintang tamu perempuan. Memang, tidak semuanya bersedia dicium…ada juga yg menolak. Namun, yaaa…bukan namanya Tukul jika ‘tidak berhasil’ mencium bintang tamunya.😦

Padahal, menurut Islam (jadi bukan menurutku), DILARANG MENYENTUH LAKI-LAKI/PEREMPUAN YG BUKAN MAHRAMNYA. Menyentuh saja tidak boleh, apalagi menciumnya, walau sekedar pipi. Well…ini sebenarnya nasihat buatku juga, yg kadang masih bersentuhan dg perempuan bukan mahram, walau ‘sekedar’ berjabat tangan. Mudah2an aku bisa lebih berhati-hati lagi di masa depan.🙂

Buatku sendiri, tindakan Tukul ini membuat risih (BUKAN IRI lho…). Apalagi jika Tukul ‘mengejar2′ si bintang tamu untuk cipika cipiki (cium pipi kanan, cium pipi kiri). Terus terang, hal ini membuatku masygul…dan tercenung. Baiklah, anggap saja istrinya tidak cemburu, tapi toh tetap saja, hal itu tidak etis menurut agama.

Kedua, dalam acaranya, Tukul berhasil menciptakan jargon2 yg menjadi ciri khasnya. “Katro”, “Ta’ sobek-sobek”, “Kembali ke laptop”, “Ndeso”, adalah sebagian jargon (baru) yg menjangkiti masyarakat. Tidak sedikit yg menjadikannya ‘bumbu’ bahasa/obrolan.

Sah-sah saja Tukul menciptakan jargon ataupun istilah baru (yg disukai masyarakat). Namun, hendaknya Tukul juga MEMPERHATIKAN GAYA BAHASANYA. Tidak sedikit ucapan2 yg bersifat menghina atau mengolok-olok, baik ke bintang tamu ataupun ke rekan kerjanya, yg menurutku kebablasan. Misalnya kepada rekannya Febri, yg bertugas di bagian alat musik (band), yg seringkali ‘adu olok2’, istilah2 yg terlalu vulgar (menurutku) kerap dilontarkan keduanya. Dari muka kerbau, monyet, dan seterusnya acapkali terlontar dari mulut mereka.

Ok jika mereka menganggap itu sekedar guyon. Tapi, apakah guyonan seperti itu layak dikonsumsi masyarakat? Jika guyonan itu dilakukan di kalangan teman2 yg BENAR2 AKRAB, MUNGKIN TIDAK MASALAH (meski sebenarnya tidak baik juga). Namun jika ‘disebar luaskan’ (dan aku yakin akan ditiru masyarakat) apakah hal itu baik?

Terlebih lagi acara Tukul ini, aku yakin, juga ditonton oleh anak-anak, yg SANGAT MUDAH MENIRUKAN APA YG DIA LIHAT. Apakah Tukul tidak ingat dengan ‘kasus’ Smack Down? Barangkali Tukul (dan tim kreatifnya) beranggapan bahwa ini hanyalah ucapan, bukan tindakan…sehingga mereka menganggap enteng hal ini? Entahlah.

Yang jelas, aku melihat acara Empat Mata ini sebagai media untuk belajar kata2 yg kurang etis.

Ini juga menjadi nasihat bagi diriku, untuk bisa berkata-kata dan menulis hal2 yg lebih baik.🙂

Terakhir, sikap Tukul yg seringkali merendahkan dirinya. Di beberapa episode, aku sempat melihat Tukul bersikap (akting?) menyemir sepatu bintang tamunya dg gaya yg mirip budak.

Hmm…mungkin ini sebenarnya beda pandangan saja, tapi bagiku kok tindakan seperti itu nampak hina sekali. Maksudnya memang untuk melucu, tapi apa tidak ada cara lain yg lebih pantas?

Belum lagi akting Tukul menjadi anjing dan mengigit ‘tulang’ yg dilempar oleh bintang tamunya. Kesan MENGHINAKAN DIRI kok lebih dominan dibanding MENERTAWAKAN DIRI?

Bagiku, menertawakan diri ‘lebih baik’ daripada menghinakan diri, karena menertawakan diri (menurutku) identik muhasabah (introspeksi diri sendiri). Jika memang ada kekurangan/kelemahan ataupun kesalahan, kita ‘mungkin’ akan tertawa…karena kita sadar bahwa kita hanya manusia biasa, dan saat melakukan muhasabah kita sudah tahu bahwa kesalahan itu sebenarnya bisa dihindari (tidak dilakukan).

Sementara menghinakan diri sendiri, jelas kurang baik. Ini akan membuat orang menganggap rendah (hina) kita. Orang yg hina, belum tentu orang yg miskin. Orang kaya pun bisa tampak hina, jika dia bersikap tidak wajar (terutama berdasar pandangan agama).

So, bagi Tukul, alangkah baiknya jika anda mengevaluasi lagi sikap dan tindakan serta gaya bahasa anda dalam membawakan acara. Aku yakin orang akan lebih menghormati anda bila saat membanyol (melucu), anda menggunakan cara2 yg terhormat, dibanding sekedar berlari-lari menggigit tulang.

Percayalah Tukul, penonton (apalagi aku) akan bosan jika disuguhi cara2 yg ‘tidak intelek’ seperti itu. Apalagi jika sampai dicap tayangan yg tidak mendidik. Aku tunggu perubahannya di acara Empat Mata lho…😉

*artikel ini dibuat juga sebagai cermin bagi tingkah lakuku, agar bisa menuju/berbuat yg lebih baik di hadapan ALLOH SWT*

45 Komentar »

  1. Pertama?
    Sepakat menentang’napsu’ cipika-cipiki-nya yang kebablasan..

    Komentar oleh [BY]onicS — April 21, 2007 @ 9:47 pm | Balas

  2. Ach Mas Tukul dirimu benar-benar orang ndeso cipika-cipiki ndak ada dalam adat istiadat orang timur dan diharamkan oleh Agama….. hati-hati Mas tukul.

    Komentar oleh ferry — April 23, 2007 @ 7:30 am | Balas

  3. maap ngga punya tipi, ngga pernah nongton 4 mata

    *cucian deh gue

    Komentar oleh acha — April 23, 2007 @ 8:20 am | Balas

  4. Aku juga kurang suka ama acara tukul sich.Kyknya acrnya cuman gitu2 aja,paling banter cuman acara cipika cipiki aja.Mending acara kayak gitu ga ush di tayangin dech.Ga mendidik sama sekali,untk Mas TUKUL ” ARWANA ” RIANTO,introspeksi diri donk.Jangan mentang2 udah terkenal terus nglupain adat ketimuran.Padahal itu kan bukan muhrim kamu,apa pantas kayak gitu? Mending rubah donk acara ciumnya,mumpung belum di demo FPI.Ntar kapok lo…….?

    Komentar oleh syamsul — April 23, 2007 @ 10:15 am | Balas

  5. sama. kita juga ga suka sama acara itu. sebenernya si ga gitu mikirin tentang adat ketimurannya, bukannya ga setuju, tapi rasanya Mas Tukul agak berlebihan, dalam segala hal. 4 mata juga ngebosenin. omongannya mas tukul kayanya ga berkembang. contoh, ndeso, ta’ sobek2, dll. buat acha semoga cepet dapet tipi. amin.

    Komentar oleh a.b.u_leli — April 23, 2007 @ 1:59 pm | Balas

  6. di endonesia apasih yang gak gitu??
    berbagai cara di pake biar tenar
    orang pinter berlagak bodoh….
    orang bodoh berlagak pinter…

    aneh nya lagi… laku pula tuh yg gituan…
    ckckck…
    endonesiaku…😦

    Komentar oleh oRiDo — April 24, 2007 @ 9:44 am | Balas

  7. Kalau menurut saya sich Mas Tukul orangnya katrok banget nggak bisa lihat cewek kota yang cantik , makanya kalau ketemu cewek dia langsung nyosor, emang dasarnya orang deso asli.(tak sobek-sobek mulutmu)

    Komentar oleh andre — April 24, 2007 @ 12:26 pm | Balas

  8. bismillah

    utk Mas Tukul . . .

    “Dan janganlah kamu campur adukkan yang haq dan yang batil, dan janganlah kamu sembunyikan yang haq tersebut padahal kamu mengetahui ” (Al-Baqarah [2]: 42)
    saya kira Mas Tukul paham. mungkin dakwahnya saja yang belum sampai.

    “just for fun, just for lug, tidak ada niat utk melecehkan siapa saja”, kata2 yang sering diucapkannya ketika closing. apakah menyamakan manusia dengan binatang termasuk perkara haq ? “Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olokkan kaum yang lain (kerena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olokkan) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olokkan) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita(yang diperolok-olok) lebih baik dari wanita yang (mengolok-olokkan) dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman, dan barang siapa tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zhalim. Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang diantara kamu memakan daging saudaranya yang telah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertaqwalah kepada Allah. Sesengguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang”. (Qs, al-Hujarat: 11-12). “Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia. Menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang munkar dan beriman kepada Allah”.

    Tukul (Turunan kuntilanak), salah satu plesetan yang diucapkan Mas Tukul. Apa kedua orang tua Mas Tukul terbiasa dikatakan seperti itu ? Mas Peppy dibilang anak jin. “Dan Robbmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan
    hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebik-baiknya, jika salah
    seorang diantara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam
    pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya
    perkataan ‘ah’, janganlah kamu membentak mereka dan UCAPKANLAH MEREKA DENGAN
    PERKATAAN YANG MULIA. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan
    penuh kasih sayang dan ucapkanlah: “wahai Robbku, kasihilah mereka berdua,
    sebagaimana mereka mendidik aku waktu kecil.” (Al-Isra’: 23-24).

    semoga Mas Tukul dapat memperbaiki performancenya dalam berbicara sebagai host. menjadikan acara talk show empat mata yang lebih mendidik daripada sekedar hiburan dengan lelucon yang tak bermakna.

    Komentar oleh aRieFin — April 24, 2007 @ 12:38 pm | Balas

  9. Mas Tukul,
    Lebih baik hati-hati dan sopan dalam membawakan acara empat mata. Saya yakin dengan perilaku dan kata yang sopan itu mas Tukul akan lebih ngetop dan dihargai. jangan takut akan hilang rezei. Karena Allah sudah mengaturnya

    Komentar oleh Handoyo wiyoto — April 26, 2007 @ 11:55 am | Balas

  10. empat mata lama2 membosankan juga, kurang mendidik, terlalu membesar2kan masalah yang bersifat keartisan, alah ngomong opo?????????????

    Komentar oleh marcho — April 29, 2007 @ 8:30 pm | Balas

  11. Saran buat Mas Tukul :
    – Hidup ini singkat Mas, mohon Mas melihat ke belakang, apa amalan di masa lalu Mas sudah cukup untuk menutupi kemudharatan di masa sekarang. Maaf, bukannya mau menakuti, saya tidak bisa membayangkan bagaimana jika ajal datang tiba2 ketika Mas mencium salah satu bintang tamu Mas.
    – Saya tidak ada maksud iri dengan keadaan Mas sekarang, hanya saja saya merasa sebagai sesama Muslim kita ini bersahabat dan bersaudara. “Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahan untuk menghindari perselisihan, justru karena kasihnya ia memberanikan diri menegur apa adanya.”
    – Semoga tidak ada salah faham atas komentar ini, semoga Mas tetap bisa “TENAR” di jalan yang lebih diridhoiNya. Amiin…

    Komentar oleh Ray — Mei 2, 2007 @ 5:17 pm | Balas

  12. Saya sangat setuju sekali dengan Mas Ray,mending belum terlambat.Lekaslah Mas Tukul bertaubat,apalah arti ketenaran dunia sesaat,tapi nantinya bakal sengsara selamanya.Isilah acr Mas Tukul dengan hal2 yang bermanfaat.Syukur2 kalau di selingi dengan dakwah.Percayalah Mas,kalau sampean bisa menghibur sambil berdakwah,Insya Allah sampean akan TENAR di hadapan manusia dan MULYA di sisi ALLAH.Amiin ya robbal ‘alamin

    Komentar oleh syamsul — Mei 2, 2007 @ 7:47 pm | Balas

  13. ayo mas tukul berubah. kalau tidak ingin “tenggelam” ketenaran, harta, semuanya pasti hanya sementara.

    Komentar oleh heri — Mei 3, 2007 @ 9:37 am | Balas

  14. Benar, sudah cukup banyak krisis serta bencana yang menimpa negeri kita. apakah bangsa indonesia ini akan selalu menjadi orang yang menyesal selamanya??? tolong, kepada Tukul agar diperbaiki cara penyampaiannya. itu juga demi kebaikan bangsa dan terlebih untuk dirimu sendiri

    Komentar oleh sidik — Mei 5, 2007 @ 11:25 am | Balas

  15. Acara 4 mata memang gak mutu, gak jelas arah pembicaraan.

    Komentar oleh Lina — Mei 8, 2007 @ 4:02 pm | Balas

  16. Kita boleh memberi masukan, tp jgn memaksakan kehendak utk membuat org itu berubah. Biarlah mas Tukul melakukan apa yg ingin dilakukannya. Biarlah beliau yg bertanggung jwb lgsg pd Allah SWT.
    Saya mendukung mas Tukul. Dsamping kekurangan yg dia miliki, dia memiliki kelebihan. Dia telah bekerja keras dr dulu, hingga dia bs brhasil saat ini.
    Tidak ada d dunia ini yg sempurna, masing2 kt memiliki kekurangan. Sebelum mnyuruh mas Tukul mengintrospeksi dirinya, Introspeksilah Dirimu Masing-Masing………..

    Komentar oleh Arsya — Mei 8, 2007 @ 8:30 pm | Balas

  17. Apakah anda melihat perbuatan menyemir sepatu adalah hina?
    bagaimana dengan saudara-saudara kita yg perkerjaannya menyemir sepatu untuk biaya hidup mereka?
    Seperti kata-kata ini :

    Terakhir, sikap Tukul yg seringkali merendahkan dirinya. Di beberapa episode, aku sempat melihat Tukul bersikap (akting?) menyemir sepatu bintang tamunya dg gaya yg mirip budak.
    Hmm…mungkin ini sebenarnya beda pandangan saja, tapi bagiku kok tindakan seperti itu nampak hina sekali. Maksudnya memang untuk melucu, tapi apa tidak ada cara lain yg lebih pantas? ——

    Mudah2an saya salah dalam menginterprestasikannya. mungkin maksudnya jangan melakukan penghinaan terhadap para penyemir sepatu dengan cara meniru perbuatan mereka di TV?

    Komentar oleh ceppy — Mei 9, 2007 @ 12:11 pm | Balas

  18. menurut aku sih ada faktor ke irian juga,soalnya biasalah kalo acara sedang naek daun di komentari.padahal kalo mau di komentari knapa ngga acara2 yg laen2 yang udah dari dulu malah.. dan kalo menurut aku lebih kelewatan malah jika hanya di bandingi dengan acara 4 mata

    Komentar oleh dede — Mei 9, 2007 @ 1:38 pm | Balas

  19. memang gampang kalo cuma bisa mengkritik doang,walau bagaimanapun acara si tukul juga telah memberikan hiburan yang cukup segar di saat kondisi bangsa ini seperti skrng ini.kalo cuma mengkritik cipika cipiki atau pun lawakannya lain kenapa kok cuma pada mas tukul, padahal masih banyak acara yang pake cipika cipiki toh juga tidak pernah dikritik.saya tahu kritik tersebut juga masukan yang bagus buat mas tukul tapi marilah kita mulai saling menghargai,salah atau tidaknya mas tukul biar allah yang menentukan.kalo memang tidak suka acara empat mata ya ngk usah nonton,gampang kan…gitu aja kok repot

    Komentar oleh trey — Mei 10, 2007 @ 11:35 am | Balas

  20. setuju dengan trey…

    khususnya yg ini ‘kalo memang tidak suka acara empat mata ya ngk usah nonton,gampang kan…gitu aja kok repot’

    Komentar oleh dede — Mei 10, 2007 @ 5:26 pm | Balas

  21. Capee….’ dech!! hari gini masih ngomongin tukul “RAHWANA”.Biarin ajalah,gak usah kasih komentarlah.Ntar nambah2in dosa aja.Percuma,ntar lagi dia juga ga akan tenar lagi kok.Yaaaa……paling2 sampe bulan depan aja dia tenggelam dalam ketenaran.Abis itu dia kembali ke ” NDESO” dan penggemar setianya akan menangis sambil ” TAK SOBEK-SOBEK KUMISMU “

    Komentar oleh Bodjes arwana — Mei 11, 2007 @ 7:49 pm | Balas

  22. Biar aja mas tukul berkarya toh cuman bwat ngehibur orang2 yang lagi stress. lagian kan di tonton banyak negara masak gitu aja kok gak boleh. kalo gak suka atau gak terimaq, matiin aja tivinya atau cari channel lain.

    Lagian jangan menghakimi orang lain.emang nya kalian2 sudah bersih. toh kita juga sama kayak tukul.manusia biasa

    Komentar oleh Steven — Mei 12, 2007 @ 10:04 am | Balas

  23. Walah….walah mas…and mbak……..instospeksilah diri anda sebelum anda memperbaiki orang lain…….belum tentu yang anda anggap benar itu baik untuk anda dan belum tentu yang ada anggap jelek itu kurang baik untuk anda dan orang lain…….yang jadi point adalah Bisakah kita seperti OM TUKUL………….??????? kalo ga bisa ya…..udah nikmatin aza kekurangan dan kesyirikan ANDA toh……..yang rugi anda sendiri

    Komentar oleh izrail — Mei 12, 2007 @ 2:33 pm | Balas

  24. Kalo kita belum dapat berkarya seperti mas tukul…. ya gak usah banyak komentar… ntar banyak juga orang yang berpikiran kalo kita itu sirik sama dia. jadi apapun yang dilakukan ama mas tukul itu cuma lelucon aja. ngapain ditanggepi secara serius. kita kan manusia punya akal dan pikiran. gak baik mengomentari rejeki orang lain….

    Komentar oleh samuel — Mei 12, 2007 @ 6:24 pm | Balas

  25. mas tukul, biarin aja mereka2 yang sirik2 itu. meski pun mereka begitu, toh mas tukul tetep ditoton oleh banyk negara.ya g?

    Lagian mereka kan cmn orang2 yang sirik sama mas tukul padahal mereka KUTU kupret. hehehehehehe. sekali2 perlu di sobek sobek tuh mulutnya.hehehehe

    Komentar oleh HENDRO — Mei 16, 2007 @ 1:56 pm | Balas

  26. weh kok media ini jadi meda ghibah…??
    bukankah kita harusnya menutupi kekurangan oranglain dan tidak membuka aib orang lain didepan publik…media anda ini kan dikonsumsi publik>??!! berarti apa bedanya anda dg mas TUKUL….???
    mbokya lihatlah orang lain dari kaca mata oramg itu dan lihatlah dirimu dg kaca mata orang lain dan kaca matamu

    mas Umar, saya yakin saya TIDAK mengghibah mas Tukul, karena yg saya sorot adalah sikap mas Tukul dalam MEMBAWAKAN ACARA. Artikel saya ini ‘masuk’ kriteria ghibah, jika saya membahas perilaku mas Tukul di LUAR pekerjaannya dalam Empat Mata.

    Membuka aib mas Tukul? Silakan anda jelaskan, aib mas Tukul mana yg saya beberkan di sini.🙂 Jika anda baca dengan seksama, justru saya mengkritik UNTUK PERBAIKAN, BUKAN MENYERANG PRIBADI, seperti yg anda lakukan, menyamakan saya dg mas Tukul…😉

    Komentar oleh umar — Mei 19, 2007 @ 11:08 am | Balas

  27. tai kucing semuanya !!!!!!!!!
    pusing gw dengerinnya !

    Komentar oleh entol — Mei 20, 2007 @ 2:52 pm | Balas

  28. ah udah lah saya2 kamu2 dia2 sendiri2 aja dulu klo mang kita dah baik baru kita SALING KOMENT OKEY!

    Komentar oleh galih — Mei 20, 2007 @ 2:58 pm | Balas

  29. Mas and Mbak semuanya,kita semua disini ga ada maksud ghibah sama Tukul.Cuman kita sebagai seorang muslim,kan wajib mengingatkan pada saudara sesama muslim.mas tukul kan juga seorang muslim,mgkn kali ini beliau lagi khilaf.Dan kita2 sebagai muslim kan wajib mengingatkan dia.Jadi jangan sampai kita disini saling menyalahkan satu sama lain,wong mas tukul aja ga protes kok.Kita gak ada maksud menyalahkan mas tukul ataupun merasa iri ama dia,gak ada sama sekali.Kita pingin acaranya tukul itu ada manfaatnya,menghbur sekaligus untukberdakwah.Kan dapat 2 pahala donk? tul…………gak?

    Komentar oleh syam_alhady — Mei 24, 2007 @ 7:35 pm | Balas

  30. Empat mata memang banyak yang suka , hal itu terbukti dengan ratingnya yang tinggi, tapi sayang kurang mendidik dan lebih bersifat glamor dan sarat dengan gibah, saran saya coba di manfaatkan untuk hal hal yang lebih baik , sebagai media dakwah misalnya atau setidaknya ngasih contoh yang baik bagi pemirsa.

    Komentar oleh Nanan — Mei 26, 2007 @ 3:33 pm | Balas

  31. Yang mengatakan kalo acara empat mata”tidak intelek”adalah orang BODOH!terlalu munafik,kita jgn ngeliat dari segi negatifnya buat kalangan ttt,tp positif yang diambil,yg bisa filter kan kita,pemerhati,bukan acaranya,sama halnya dengan kita tinggal dilingkungan perampok,apakah kita pasti jadi perampok,jawabnya:TIDAK!tergantung cara kita menyikapi,SO…kembali ke pribadi masing-masing……..

    Komentar oleh sastronegoro — Mei 31, 2007 @ 5:54 pm | Balas

  32. seperti kata Lina, kalau ga mutu, ga jelas arah pembicaraannya, ga USAH NONTON, mending liat sinetron religi aja……

    Komentar oleh sastronegoro — Mei 31, 2007 @ 5:58 pm | Balas

  33. Memang acara EMPAT MATA itu acara yang sangat” NDESONI ” sekali.Dan kalopun ada yg komentar,bahwa orang yg mengatakan 4 mata itu tidak intelek itu bodoh,munafiq dll.Tak pikir orang yg kommen itu jauh lebih bodoh,bahkan MBAHNYA GOBLOK.Nah,sekarang kita mau ambil dari segi positif yang mana? apa cipika-cipiki itu yg positif? Ataukah kata2 yg tak bermutu itu yg bikin orang jadi sholeh? apakah plesetan ataupun guyonan2nya udh gak ada yang lebih pantas dan mendidik lagi.Coba sekarg liat aja acrnya,apa masing punya rating yang tinggi? kayaknya msyrkt kita udah bosen ama acr yang kayak gituan,NDESONI BANGET!!!!!.Coba tunjukkan dari segi positifnya,saya cuman pingin tau,anda mandang dari segi mananya?
    Dan sekali2 jgn menuduh orang munafiq,belum tentu anda sendiri yang MUNAFIQ

    Komentar oleh bodjes arwana — Mei 31, 2007 @ 8:55 pm | Balas

  34. gitu aja kok repot…

    kontrol sosial masyarakat dah ilang,masyarakatnya udah dominan yang “error”
    benar teori karl marx “jika suatu kedhaliman diulang seribu kali,maka akan (tampak) menjadi suatu kebaikan”

    ala bisa karena biasa..
    karena udah disuguhi tiap hari,bagi kita hal2 yang sebenarnya dilarang oleh Allah SWT,menjadi hal lumrah…tidak hanya dalam hal Pak Tukul ini.

    perubahan fundamental…
    revolusi…
    la izzata illal islam…
    i miss u khilafah…

    Komentar oleh fajreen — Juni 3, 2007 @ 11:03 pm | Balas

  35. Yang ngomongin belum tentu lebih baik daripada yang diomongin…kalau nggak ngomong yang baik… menengo…

    Komentar oleh Wongedhewek — Juni 5, 2007 @ 11:41 am | Balas

  36. Mbuh

    Komentar oleh Tukul — Juni 7, 2007 @ 5:10 am | Balas

  37. saya rasa Tukul katrok ndeso … biasa aja, dia gentle, bisa menerima kritik dan saran, terbukti sekarang lebih baik. marilah kita ajari generasi muda kita untuk mampu mem filter budaya yg masuk, dalam era global sekarang ini semakin banyak hambatan kita untuk menumpuk pahala …. kalau kita hanya terus saling mencaci, gunakan cara2 yg baik untuk menegur sesama saudara, dengan kita menegur menggunakan bahasa santun berarti kita sudah meraih pahala, maka janganlah kita timpa lagi pahala kita dengan cacian ke saudara kita sendiri percuma kita susah2 kumpulkan pahala bila terus seperti itu.
    saya juga menghimbau jam tayang iklan tertentu seperti kondom dsb jangan ditayangkan saat jam anak2 kita nonton, bantulah kami agar tidak didesak pertanyaan2 oleh anak2 hal yg belum pantas mereka ketahui. semoga kita semua bisa saling menghargai, nasehat menasehati dan tidak saling arogan …. thx

    Komentar oleh Arry — Juni 12, 2007 @ 10:29 am | Balas

  38. agak pelik juga melihat fenomena tukul ini, di satu sisi dia merupakan cerminan sikap orang yang berjuang dari level terendah menuju ke level yang tinggi, dengan perjuangan yang tak putus asa dia menunjukkan kepada semua orang orang bahwa siapapun dia, dari mana asalnya, apapun rupanya juka mau terus berusaha pasti akan berhasil. tapi di sisi lain perilakunya dalam membawakan acara memberikan gambaran yang buruk kepada masyarakat indonesia bahkan dunia bahwa ternyata di negara muslim terbesar di bunia ini, mencium pipi istri orang itu sah-sah saja walaupun yang di cium agak enggan…hehh. so tergantung kita menyikapi apa yang dilakukan oleh tukul tadi, kita boleh atau sah-sah saja mengatakan tukul itu melakukan tindakan tercela di depan umum, tapi kita juga harus menghargainya sebagai pribadi yang tak kenal menyerah.

    Komentar oleh lootooo — Juli 20, 2007 @ 3:15 pm | Balas

  39. Saya sangat setuju kritik ini, disamping tidak menididik, akting tukul cenderung konyol ! Yang penting orang tertawa dan tukul dapat uang ?? Ah, Njemberi kata orang jawa.

    Komentar oleh djoko — Juli 23, 2007 @ 8:16 am | Balas

  40. Yaaa…..begitulah Mas Djoko,jaman udah pada edan semua.Kalo pingin tenar lakukan sesuatu dengan berbagai cara,walaupun cara itu sangat2 kotor dan menjijikkan.Biarlah dia sendiri yang mempertanggung jawabkan perbuatannya di hadapan ALLAH.Apakah dia nanti di pengadilan allah masih bisa membawakan EMPAT MATA?

    Komentar oleh cape' dech — Juli 25, 2007 @ 8:07 pm | Balas

  41. salut abiiiiiiiiiiiiiiis untuk mas Tukul………sukses bukan milik orang-orang tertentu,sukses juga milik mas Tukul yang sudah memperjuangkan dengan sepenuh hati……trus berkarya untuk mas Tukul………….UCAPAN,PERBUATAN DAN PIKIRAN BISA MENYAKITI DAN MENYELAKAI TETAPI JUGA BISA MEMBERIKAN KESEMBUHAN DAN KEBAHAGIAAN BAGI ORANG LAIN DAN DIRI SENDIRI(AW)………………SUKSES SLALU UNTUK MAS TUKUL…….

    Komentar oleh JUPE — Desember 9, 2007 @ 12:00 pm | Balas

  42. Kenapa segala sesuatunya harus berdasarkan hukum islam? Kita tinggal di Indonesia yang merupakan negara hukum dan memiliki UUD. Kalau menurut anda sesuatu harus berdasarkan islam sebaiknya anda tingga di arab saja. Menurut saya apa yang anda utarakan adalah suatu bentuk kemunduran karena Tukul berani menampilkan kreativitas yang lain dari yang lain, lebih inovatif dan kreatif. Satu hal, dari semua yang anda utarakan apakah anda sudah menjadi sosok yang lebih baik dari Tukul?

    Komentar oleh light from the east — Desember 20, 2007 @ 10:46 pm | Balas

  43. smoga mas tukul sempat membaca semua komentar yang masuk ke sini .sebagian besar saran yang telah masuk saya kira itu semua untuk kebaikan mas tukul dan kelaurga mas tukul.yakilah rezeki mas tukul tak akan berkurang walau tanpa cupika cupiki ok.

    Komentar oleh dimin — Juni 7, 2008 @ 11:00 pm | Balas

  44. kalau anda semua emang muslim sejati jgn mengorek2 aib seseorang. DOSA GHIBAH LEBIH BESAR DARI DOSA ZINA INGAT ITU!!!!! JGN MERASA DIRI KITA LEBIH BAIK DARI ORANG LAIN…

    Komentar oleh sucres — Juni 28, 2008 @ 2:36 am | Balas

  45. Kalo menurut saya Di Indonesia itu mayoritas penduduknya muslim. TApi kecil sekali namanya mayoritas memberikan sekuritas kepada minoritas. Kalo anda menonton TV semuanya di kaitkan dengan hukum islam dan memang anda ngga siap menerima tayangan kayak gini ya terserah dan urusan anda. Indonesia itu Bhineka Tunggal Ika, kalo kita menyambut sapa rang dengan jabat tangan belum tentu negara lain juga jabat tangan. OPEN YOUR EYES TO THE WORLD. Apalagi pemerintah ngurus korupsi aja ngga pecus udah ada UU pornographi segala.(Tujuan baik tapi terapkan di negara Arab sana), I LOVE THE DIVERSITY OF MY NATIONS

    Komentar oleh ardisurya — November 16, 2008 @ 3:32 pm | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: