Blog Tausiyah275

April 29, 2007

Memberi Hadiah Itu Bagus, Tapi….

Filed under: Hikmah,Muamalah,Seri Kesalahan2 — Tausiyah 275 @ 8:37 pm

based on true story:

Seorang perempuan, katakan namanya Nina mengeluh mengenai kondisi yg dialami kantornya. Suasana kantor sedang tidak kondusif, karena sudah hampir 3 bulan terakhir, pembayaran gaji selalu terlambat. Sementara itu, jajaran direksi cenderung diam, tidak banyak tindakan atau pemberitahuan mengenai keterlambatan gaji. Bahkan, dalam salah satu email yg diterima para karyawan, jajaran direksi mengumumkan bahwa mereka akan merekrut staf baru dan kendaraan operasional baru.

Belum usai ‘masalah’ ini, rekan Nina, sebut saja namanya Susan, mengajak teman2 kerjanya untuk menyumbang, menyisihkan sebagian uang, untuk membeli hadiah yg ditujukan kepada salah seorang jajaran direksi yg akan merayakan ulang tahun. Ajakan Susan ini sebenarnya tidak banyak ditanggapi oleh teman2 kerjanya, terutama oleh Nina. Selain mereka sudah tidak gajian selama sekian lama, mereka berpikiran ‘apa gunanya’ memberi hadiah kepada direksi, yg secara finansial dan materi, kondisinya lebih baik dari mereka.

Cuplikan cerita di atas mungkin pernah kita jumpai, bahkan mungkin pernah kita alami sendiri. Di saat susah, kita malah diajak menyumbang seseorang, katakanlah boss kita, yg alih2 menuaikan kewajibannya dg membayar gaji staf2nya, namun malah mendapat hadiah istimewa karena dia berulang tahun.

Islam sendiri memang ‘menganjurkan’ untuk saling memberi hadiah, sebagaimana sabda Rasululloh SAW,“Hendaknya kamu saling memberi hadiah. Sesungguhnya pemberian hadiah itu dapat melenyapkan kedengkian.” (HR. Tirmidzi dan dan Ahmad)

Jika kita merujuk kepada hadits di atas, apa yg dilakukan oleh Susan tidaklah salah. Namun, mesti diperhatikan juga, SIAPA DAN BAGAIMANA KONDISI YG HENDAK MEMBERI DAN HENDAK DIBERI HADIAH tersebut. Hal ini berdasarkan bahwa Islam juga mempunyai asas KEADILAN.

Untuk kasus Nina dan Susan, aku punya pandangan bahwa KITA TIDAK PERLU MEMBERI HADIAH KEPADA DIREKSI tersebut. Pertama, kondisi keuangan para staf sedang tidak stabil. Daripada digunakan untuk membeli hadiah bagi boss mereka yg, maaf, tidak bertanggung jawab (karena belum juga membayar gaji), lebih baik uang tersebut digunakan untuk keperluan hidup. Kedua, posisi boss yg lebih berkecukupan, bagiku, ‘tidak layak’ menerima hadiah dari orang2 yg sedang dalam kesusahan. Adalah lebih ‘masuk akal’ dan bermanfaat jika yg menerima hadiah adalah orang2 yg LEBIH MEMBUTUHKAN. Ketiga, memberi perhatian terhadap boss yg sedang ulang tahun, tidaklah mesti dengan memberikan hadiah (materi). Kerja keras serta dedikasi dan loyalitas yg diperlihatkan oleh staf, menurutku, jauh lebih ‘bermanfaat’ dan berkesan. Keempat, alih2 ingin mendapatkan ‘pujian’ dari boss…si boss malah berpikir,”Wah, staf2ku orang2 kaya semua…meski tidak gajian sekian lama, mereka masih bisa memberi hadiah buatku. Jadi, tidak perlu cepet2 bayar gaji mereka.” Nah lho…repot kan?

Semoga kita lebih ‘mawas’ diri dalam memberi hadiah. BUKAN berarti aku memprovokasi orang untuk tidak menghargai orang, dg memberi hadiah, tapi setidaknya kita mesti lebih bisa menempatkan diri dan tahu siapa yg diberi hadiah.

Memberi hadiah kepada orang yg LEBIH berkecukupan, ibaratnya memberi garam ke laut. Terlebih lagi jika hadiah yg diberikan merupakan ‘paksaan’, karena sebenarnya kondisi kita sendiri sedang tidak berkecukupan/sedang kesulitan.

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: