Blog Tausiyah275

Mei 8, 2007

Jabatan Itu Amanah, BELUM TENTU Nikmat!

Filed under: Hikmah,HOT NEWS,Seri Kesalahan2 — Tausiyah 275 @ 4:13 pm

Proses reshuffle (pergantian menteri) yg baru dilakukan presiden SBY pada tanggal 7 Mei 2007 lalu, meninggalkan satu hal yg menggelitik pada diriku. Hal tersebut adalah reaksi SUKA CITA yang ditunjukkan oleh beberapa keluarga menteri yg baru diangkat ataupun menteri yg masih dipertahankan presiden SBY.

Rata-rata jawaban mereka sama, BERSYUKUR KARENA (MASIH) MENJADI MENTERI.

Saudara-saudaraku, mari kita merenung sejenak, apakah jabatan menteri itu suatu kenikmatan atau suatu amanah? Layakkah kita senang mendapatkan jabatan itu? Ataukah malah sedih/takut?

Ada baiknya kita merenungkan dan berpikir sejenak serta mengambil hikmah dari cerita berikut:

Abu Dzar yang bertanya kepada Nabi Muhammad SAW,”Wahai Rasulullah, tidakkah engkau memberiku jabatan?” Kemudian Rasulullah menepuk pundak Abu Dzar, lalu beliau bersabda, ”Wahai Abu Dzar, sesungguhnya engkau itu lemah, sedangkan jabatan itu amanah, dan jabatan itu akan menjadi kehinaan serta penyesalan pada hari kiamat, kecuali bagi orang yang memperolehnya dengan benar dan melaksanakan kewajiban yang diembankan kepadanya.”

Perhatikan pula bahwa (jabatan) menteri berarti orang tersebut menjadi PEMIMPIN, dan setiap pemimpin (tidak peduli seberapa besar kekuasaannya) akan dimintai pertanggungjawaban, sebagaimana hadits berikut,”Ketahuilah, setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban tentang kepemimpinannya.” (HR Muslim)

Secara pribadi aku INGIN percaya bahwa menteri2 yg telah ditugasi pak SBY merupakan pribadi2 yg kompeten di bidangnya, namun kenyataannya aku melihat masih ada beberapa menteri yg (menurutku) diangkat BUKAN berdasar kemampuannya (kompetensinya). Padahal, Rasululloh SAW sudah ‘mengancam’ orang2 yg memberi jabatan BUKAN kepada orang yg kompeten, “Barangsiapa yang mengangkat seseorang (untuk suatu jabatan) karena semata-mata hubungan kekerabatan dan kedekatan, sementara masih ada orang yang lebih tepat dan ahli daripadanya, maka sesungguhnya dia telah melakukan pengkhianatan terhadap Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang beriman”. (HR al-Hakim)

Anda-anda mungkin tahu dan bisa melihat, siapa menteri2 yg diangkat berdasar kekerabatan dan kedekatan. Herannya, mereka tidak diganti oleh presiden SBY.

Kembali lagi ke topik. Dengan melihat hadits dan tindakan Rasululloh SAW, haruskah mereka bersyukur menjabat sebagai menteri? Jika mereka memang kompeten dan ahli di bidangnya, ‘bolehlah’ mereka BERSYUKUR karena itu berarti mereka DIBERI KESEMPATAN BISA MENERAPKAN ILMU dan KEAHLIAN MEREKA UNTUK KESEJAHTERAAN RAKYAT.

Menurut Islam, jika seseorang merasa dirinya tidak kompeten, SEHARUSNYA DIA TIDAK MENERIMA JABATAN APAPUN YG DITAWARKAN. Terlebih menjadi seorang menteri, yg akan terkait dengan masyarakat banyak. Jika salah langkah, alih2 membantu presiden, masyarakat malah akan menderita sehingga mengecam dan meminta mundur. Bisa dibayangkan, di akhirat kelak, berapa banyak masyarakat, yg menderita karena salah kebijakannya, menuntut dan meminta keadilan.

Jadi, belum tentu jadi menteri itu nikmat lho…😉

artikel terkait:
dipercaya itu sulit
sifat Nabi & Rasul – Amanah

6 Komentar »

  1. Jabatan….jabatan banyak orang yang memburunya dengan berbagai macam cara.Mereka tidak bisa melihat makna yang terkandung dari jabatan tersebut……….yah………….. jabatan bikin orang keblinger.

    Komentar oleh ferry — Mei 28, 2007 @ 9:06 am | Balas

  2. tergantung pribadi orangnya,dia bisa menempatkan diri ga??menurut saya,jabatan itu amanat dan nikmat,nikmat yang harus disyukuri……..dengan keikhlasan,ketulusan,jadi dalam menjalankan amanat pun ga jadi beban,ENJOY ABIS>>>>

    Komentar oleh sastronegoro — Mei 31, 2007 @ 6:02 pm | Balas

  3. Amanah yang kita terima sebenarnya sama. akan tetapi bagaimana kita mengembannya serta menyikapi setiap pelik perjalanannya itu yang berbeda. amanah dapat pula menggambarkan kualitas kedekatan seseorang dengan Tuhannya hingga ia diberi kesempatan untuk memanfaatkan atau mengaplikasikan segala potensi yang dihadiahkan oleh Tuhannya itu pula untuk kemanfaatan umat dan semakin dekat denganNya.

    Komentar oleh khansa — Januari 25, 2008 @ 4:46 pm | Balas

  4. Memang kita harus berani merubah paradigma kita, yaitu dengan yang sebelumnya kita lakukan syukuran karena memperoleh suatu jabatan, kita harus lakukan syukuran setelah lengser dari jabatan yang berarti dapat melaksanakan tugas jabatan , begitu juga sebaliknya seharusnya kita adakan istighosah pada saat terima jabatan karena mendapatkan amanah baru, salam

    Komentar oleh mughiroh — Maret 18, 2008 @ 9:48 am | Balas

  5. Salah satu kegagalan perjuangan umat Islam ialah, para pemimpinan, tokoh umatnya terlalu banyak ‘memikul’ dan ‘membuat’ amanah, sudah jadi ketua organisasi ini, jadi sekretaris organisasi itu, jadi bendahara di forum ini, dan seterusnya. Akhirnya, tak ada satu amanah jabatan pun yang sempat dia kerjakan, umatnya terlupakan untuk dibinanya.
    Saya pernah berkunjung ke suatu ormas Islam terbesar di negeri kita ini, saya cari sekjennya tak ada, saya cari ketua bidang lain tak dan seterusnya. Yang ada hanya staf sekretariat masing-masing bidang. Kapan ya mereka mengurus umat dan warganya.

    Komentar oleh Elfizon Anwar — September 19, 2008 @ 4:29 pm | Balas

  6. […] dari pilihan cagub-cawagub yg ada, tidak ada yg memenuhi 100% kriteria anda, tapi, setidaknya artikel berikut bisa menjadi pertimbangan […]

    Ping balik oleh Jangan Golput!! « Blog Tausiyah275 — Desember 24, 2012 @ 12:41 am | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: