Blog Tausiyah275

Mei 12, 2007

Belajar Berbagi Dari Penyemir Sepatu

Filed under: Hikmah — Tausiyah 275 @ 5:14 pm

Siang itu, matahari bersinar terik, karena waktu menunjukkan pukul 12.35 WIB. Irham, katakanlah demikian, berjalan menuju warung langganannya. Dia baru selesai sholat Jum’at dan kini melangkahkan kakinya dengan bergegas, untuk menghindari sinar matahari yg terik.

Setelah memesan satu porsi rawon kesukaannya, Irham segera asyik menikmati makan siangnya, ketika mendadak sebuah panggilan datang dari sebelah kirinya. “Om, sepatunya mau disemir?”

Irham menoleh ke sebelah kiri, dilihatnya seorang penyemir sepatu yg masih muda, belum 17 tahun barangkali, menawarkan jasanya untuk menyemir sepatunya. Dilihatnya sepatu hitamnya sudah mulai kotor, terlebih kemarin dia sempat berhujan-hujan.

“Baik…silakan…”sahut Irham seraya memberikan sepatunya. Si penyemir sepatu segera menyodorkan sepasang sandal jepit untuk menggantikan sementara sepatu Irham.

Keasyikan Irham untuk makan sejenak terhenti, ketika dia melihat si penyemir sepatu ternyata mendapatkan ‘proyek’ menyemir sepatu dari pengunjung warung makan. “Wah, salut banget…gigih juga usahanya untuk mendapatkan rejeki,”demikian pikir Irham.

Seraya makan, diperhatikannya si penyemir sepatu, yg ternyata memanggil temannya, sesama penyemir sepatu. Irham sangat terkejut ketika melihat penyemir sepatu MEMBERIKAN sepasang sepatu kepada penyemir sepatu kedua. “Eh, loe kerjain yg ini ya…gw kerjain yg ini…”ujar penyemir sepatu pertama.

Tak terasa, air mata menggenang di kelpopak mata Irham. Tak dia sangka, bahwa penyemir sepatu pertama BERSEDIA MEMBAGI REJEKI kepada penyemir sepatu kedua. Padahal Irham tahu berapa besar upah menyemir sepatu, sehingga jika penyemir sepatu pertama mengambil 2 proyek, dia akan mendapatkan uang yg lebih. Namun, ternyata pikiran Irham salah…penyemir sepatu pertama JUSTRU BERBAGI REJEKI dengan orang lain.

Ketika penyemir sepatu pertama selesai mengerjakan tugasnya, Irham segera menyodorkan uang dg nominal yg lebih dibandingkan yg biasa dia berikan kepada penyemir sepatu selama ini. Dia merasa mendapat pelajaran yg sangat berarti hari itu. BERBAGI ITU TIDAK MENGENAL KONDISI. Teringatlah dia akan nasihat bapaknya,”Orang kaya berbagi harta kepada orang lain itu hal lumrah, namun orang miskin mau berbagi kepada orang lain, itu baru luar biasa.”

Sudahkah kita belajar berbagi dengan orang lain, bagaimanapun kondisi kita?
*pelajaran hidup yg sangat bermanfaat bagi kita semua, semoga kita bisa menjadi orang yg selalu berbagi kebahagiaan/rejeki dengan orang lain, apapun kondisi kita…*

Iklan

1 Komentar »

  1. terimakasih mau berbagi cerita…

    Komentar oleh uli — Agustus 23, 2009 @ 10:27 pm | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: