Blog Tausiyah275

Juli 14, 2007

Bacaan di Akhir Pekan – Kesan Orang Saat Kita Mati Nanti

Filed under: Hikmah,HOT NEWS — Tausiyah 275 @ 8:48 am

Beberapa hari terakhir, kita dikejutkan dengan meninggalnya salah seorang saudara kita, Muhammad Taufik atau yang lebih dikenal dengan nama Taufik Savalas. Dia meninggalkan dunia yang fana ini, menghadap Sang Khalik, setelah mengalami kecelakaan yang cukup parah di daerah Jawa Tengah.

Menyaksikan sepak terjang Taufik Savalas selama hidupnya, dia tidak hanya rajin ‘mencari’ dunia (dengan bekerja keras) namun juga mempersiapkan bekal untuk kehidupan di akhirat kelak (banyak menyantuni kaum yang tidak beruntung, naik haji, dst dst).

Ketika aku melihat tayangan di televisi yang menunjukkan betapa banyaknya orang yang mengantar Taufik Savalas, aku bisa bayangkan betapa banyak kebaikan yang telah ditebarnya. Belum lagi saat menyaksikan kesaksian orang2 tentang Taufik Savalas.

Hampir semua saksi menyatakan bahwa Taufik Savalas adalah pribadi yang mengesankan, baik, ramah, tidak sombong, rendah hati, dan kata2 yang mewakili kebaikan. Belum lagi saat para saksi juga menyatakan bahwa almarhum adalah guru spiritual yang baik, senantiasa mengajak kepada kebajikan, menjadi penengah apabila terjadi pertikaian, menjadi penyejuk apabila suasan panas melanda.

Terus terang, aku iri sekali dengan rahimahullah (trims buat mas Luthfi), terutama bagaimana rahimahullah dikenang orang. Nyaris semua orang mengatakan, yang intinya, rahimahullah adalah orang baik.

Adapun cara rahimahullah meninggal adalah kuasa ALLOH SWT bagaimana DIA menjemput hamba-Nya.

Aku yakin, rasa kehilangan tidak hanya dirasakan oleh keluarga rahimahullah. Banyak orang yang merindukan kehadiran rahimahullah, karena nyaris semua orang mengatakan bahwa saat hidupnya, kehadiran rahimahullah senantiasa membawa keceriaan dan aura positif kepada orang2 di sekitarnya.

Berbeda dengan para penjahat. Kematian mereka justru melegakan banyak orang, karena selama hidupnya mereka senantiasa membuat keonaran dan meresahkan masyarakat.

Saat hendak dikuburkan, mereka juga tidak dipedulikan banyak orang. Bahkan banyak orang malah bersyukur dan mencibir serta tidak ambil pusing dengan lokasi kuburan mereka.

Jadi, mari kita tengok lagi perjalanan hidup dan amalan kita (muhasabah). Lihatlah ‘catatan’ kita…kesan apa yang akan kita dapatkan saat kita mati nanti? Orang2 merindukan (kehadiran) kita? Atau orang2 malah tidak mempedulikan kematian kita…bahkan bersyukur karena kepergian kita?

Mari…mari…perbanyak amal kebajikan…tidak saja dengan sholat, puasa, atau ibadah lain yg sifanya vertikal (kepada ALLOH SWT) namun perbanyak juga amal kebajikan yg sifatnya horizontal (kepada sesama manusia). Perbanyak sedekah, santuni anak yatim, menyumbang panti asuhan, menyumbang korban bencana, dst dst.

Semoga saat kita meninggalkan dunia yang fana ini nanti, orang2 akan senantiasa merindukan kita.

5 Komentar »

  1. sedikit Ralat : kita tak boleh menggunakan kata almarhum …
    secara arti : orang yang dikasihi .. dgn kata ini, artinya kita memvonis bahwa orang itu dikasihi / disayangi Alloh. Dan ini ga boleh, karena kita kan gak tau
    Bagusnya kasih gelar rahimahullah : semoga Alloh menyayanginya ..
    atau klo dlm bhs Indonesia pake kata mendiang, it’s better
    Daftar pustaka :http://www.google.com/search?ie=UTF-8&oe=UTF-8&sourceid=navclient&gfns=1&q=hukum+almarhum

    Komentar oleh Luthfi — Juli 14, 2007 @ 3:57 pm | Balas

  2. Yang nganterin nguburin banyaaak banget. Gw liat sekilas soalnya rumah Rahimullah deket kampus gw.

    Komentar oleh calupict — Juli 16, 2007 @ 12:39 pm | Balas

  3. bang taufiq….selamat jalan semoga diterima disisinya…

    Komentar oleh piay — Juli 19, 2007 @ 12:01 pm | Balas

  4. […] Makna dari nasihat di atas adalah hidup boleh sesuai dengan cita2, obsesi, tujuan, pilihan kita, tapi akan ada satu titik di mana kita mau tidak mau mesti berhenti/dihentikan oleh yg namanya mati. Betapa banyak manusia yg lupa bahwa kematian itu pasti. Dan biasanya orang-orang yg lupa dg kematian,adalah terutama org2 yg sdg berada di puncak kejayaan. Lalu, bagaimana kita ingin dikenang saat mati nanti? […]

    Ping balik oleh Khutbah Jum’at – 20130222 | Kumpulan Khutbah Jum'at — Maret 6, 2013 @ 10:28 am | Balas

  5. […] Pernahkah kita berpikir, apa kesan orang terhada kita setelah kita mati nanti? Silakan baca di sini. […]

    Ping balik oleh Khutbah Jum’at – 20130308 | Kumpulan Khutbah Jum'at — Maret 14, 2013 @ 11:10 am | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: