Blog Tausiyah275

Agustus 4, 2007

Jangan Golput!!

Filed under: Fiqh,HOT NEWS,Lain-lain — Tausiyah 275 @ 12:31 am

Saudara-saudaraku, terutama yg berdomisili di DKI Jakarta…

Dalam beberapa hari mendatang, tepatnya 8 Agustus 2007, akan diselenggarakan perhelatan akbar, yakni pemilihan kepala daerah (Gubernur) DKI Jakarta, untuk periode 2007-2012.

Bagi saudara2ku yg mempunyai hak pilih, GUNAKANLAH HAK PILIH ANDA..!! Janganlah menjadi golput. Karena sesungguhnya kelak, di hari akhirat, anda akan ditanyai mengenai hak yg anda miliki, apakah digunakan untuk memilih pemimpin ataukah malah menyia-nyiakannya?

Barangkali dari pilihan cagub-cawagub yg ada, tidak ada yg memenuhi 100% kriteria anda, tapi, setidaknya artikel berikut bisa menjadi pertimbangan anda.

Perhatikan track record/latar belakang calon pemimpin anda.

Semoga pemimpin yg anda pilih bisa menjalankan amanah dg baik.

13 Komentar »

  1. Assalamu alaikum Wr Wb
    Setuju sama pendapat saudara bahwa kelak di akhirat nanti kita akan dimintai pertanggung jawaban atas perbuatan kita…
    Hanya saya tetap memilih golput karena saya melihat ngga ada calon yang akan memperjuangkan Islam…
    Bukankah saya juga punya hak untuk tidak memilih??

    Komentar oleh Asep Rosyidin — Agustus 6, 2007 @ 11:34 am | Balas

  2. Pas ceramah jumat kmaren ada khatib bilang, bila diantara dua hal mudharat yang harus dipilih, pilihlah hal mudharat yg lebih ringan, bila diantara 2 belum ada yg sesuai dengan yang kita inginkan, pilihlah yg agak lebih baik diantara 2 itu. Jangan golput !.. Bila sebuah negri hendak di beri kehancuran maka negeri itu akan di berikan pimpinan yang membawa keburukan, sesat dan menyesatkan. Jangan golput !

    Komentar oleh aespe — Agustus 6, 2007 @ 12:45 pm | Balas

  3. Waduh.. Kmaren saya tetep golput tuh! Habis, dari pada nanti ketika yaumul hisab dihitung2, eh ternyata saya milih pemimpin yg zolim, mendingan saya ga milih kan?

    Komentar oleh IQBAL — Agustus 13, 2007 @ 9:52 pm | Balas

  4. Golput…. merupakan pilihan paling aman… demokrasi bukan sitem islam bahkan bisa dibilang sitem kafir…oleh sebab itu siapa yang mengiku perilaku suatu kaum ia termasuk kaum tersebut…. kalau tidak mau dibilang kafir karena memang negara ini tidak berasaskan islam…. maka sistem ini subhat…. dan meninggalkan yang sbhat itu jauh lebih baik….

    Komentar oleh Syamil — Agustus 23, 2007 @ 5:08 pm | Balas

  5. he he selama negara ini sekuler selama itu pula gue akan tetep golput :p

    mending gitu deh drpd hrs milih pemimpin yang dah jelas bakal pake produk hukum buatan manusia, kita umat Islam dah jelas kudu pake apa… “Syariat Islam based on Al Quran n’ Sunnah Rasulullah” there is no other option, wa ‘allahu a’laam

    Komentar oleh ade — Agustus 30, 2007 @ 4:44 pm | Balas

  6. besok-besok yang ikut golput jangan protes apapun yang terjadi. lah.. kan ngga’ milih. nyang ga’ milih diem aja ya.. duduk yang manis liat apa yang terjadi.. sama ga’ antara yang diam dan yang turut begerak?

    Komentar oleh arian — Agustus 31, 2007 @ 3:06 pm | Balas

  7. Horass,

    Gerakan golput adalah bentuk perlawanan rakyat akan kebobrokan para politisi. Supaya melawannya lebih keras dan terarah, mari kita bikin partai politik GOLPUT.

    Motonya : ” NO INCOME, NO TALKING, NO VOTE “.
    Setiap calon anggota parlemen dari partai ini bila terpilih, gajinya harus diberikan ke-yayasan kemanusian level dunia, misalnya OXAM…NO INCOME.

    Kemudian, tidak boleh bicara atu berkoar-koar, juga lobby2 antar fraksi. Karena ini jalannya para politisi memeras eksekutif, motifnya ..ujung2nya ya duit…UUD…NO TALKING aja sekalian.

    Juga tidak boleh ikutan voting,..ini mah arena dagang sapi..NO VOTE.

    Rakyat sekarang udah makin pintar dan berani kok, cuma marah dan protesnya selalu sia-sia. Ketiga pilar demokrasi, Eksekutif, Legislatif dan Yudikatif sudah bersatu-padu merusak negara dan bangsa ini. Pers sebagai pilar ke-empat demokrasi juga udah banyak kena ‘racun’, racun para pemilik modal yang terjun ke-pers maupun godaan uang dan kekuasaan di jaman materialistis dan hedonis ini.

    Rakyat harus berjuang sendiri, jangan lagi berharap datangnya niat baik dari para politisi maupun ‘ratu adil’. Jadikan gerakan Golput melembaga sebagai partai politik. Namun agar punya jaminan integritas dan dipercaya rakyat…..lakukan “NO INCOME, NO TALKING, NO VOTE”

    Menjadi aktifis atau anggota partai ini pun jadi gampang, siapapun bisa, asal mau menanda-tangani akta perjanjian di pengadilan, berjanji untuk 3 NO diatas. Tidak perlu banyak uang, karena partai ini tidak punya program penggalangan massa ataupun pengkaderan. Tidak perlu tokoh, karena yang dijual adalah simbol moral semata.

    Perlunya hanya agar bagaimana semboyan “NO INCOME, NO TALKING, NO VOTE” ini sampai ke-telinga rakyat. Sebagian rakyat Indonesia sudah biasa menggunakan SMS, lakukan SMS berantai…..

    Bayangkan, kalkulasi sederhananya orang yang tidak memilih saat ini rata-rata lebih dari 30%. Tambah lagi orang yang bermigrasi, yang tadinya memilih tapi tetap saja kecewa. Tambah lagi dengn pemilih daari generasi muda dan pemilih pemula yang alergi dengan partai-partai lama. Kemungkinan besar capaian 40% adalah sangat mungkin.

    Hidup Partai Golput, Hidup rakyat merdeka !!!

    Komentar oleh sabar tambunan — Desember 6, 2007 @ 10:01 pm | Balas

  8. Pesta Demokrasi,Politik,Pemilu/pilkada dananya trilyunan!! Mendingan dana itu buat kemakmuran rakyat miskin. Demokrasi itu apa? Harga suara profesor/ulama/pengamat politik yang punya ilmu, disamain dengan suara rakyat jelata yang ga tahu apa-apa. Subhanalloh dolim sekali!
    Aku ga mau ikutan hura2. Aku merasa bodoh, maka aku rela suaraku gak aku pakai buat coblos parpol. Aku pingin jadi rakyat yang baik, kerja buat makan keluarga dan lebihnya sedekah tetangga/orang miskin daripada ngurusi milih pemimpin.
    Aku bukan anti demokrasi Bapak2.Aku cocok dengan demokrasi jaman sahabat Rosul dahulu. Milih Umar bin Khotob jadi presiden/amir dengan cara rembugan/ voting. Tapi cukup sahabat yang pinter2 saja. yang bodoh/badui gak usah diikutin voting.
    Demokrasi sekarang harusnya yang nyoblos cukup orang2 berilmu, perwakilan ketua RT/RW, para tokoh masyarakat/ guru/ ulama/ cendekiawan. Yang bodo ya harus legowo ga usah nyoblos, mendoakan saja.
    Bagi KPU sediakan formulir pendaftaran siapa yang mau nyoblos, syaratnya spt diatas. Jadi ga buang2 kartu pemilih dll.
    Aku ga milih tapi aku mendukung siapapun yang jadi pemimpinku selama beliau tidak bermaksiat kepada Alloh Ta’ala. Kami tidak akan jadi pemberontak/ pembangkangan publik! Jadi Jangan takut golput sampai 80%, karena sekarang masyarakat sadar bahwa merasa tidak berhak memilih.

    Komentar oleh mawardi — Juli 10, 2008 @ 5:22 pm | Balas

  9. Assalamu’alaikum. Saudaraku seIMAN seISLAM seKALIAN… Saya serukan! dengan seSERU-SERUNYA!!! “Semoga kita sekalian termasuk dalam “GOLONGAN PUTIH (GOLPUT)” dan dijauhkan dari “GOLONGAN HITAM (GOLHIT)” Jika Demokrasi adalah salah satu fitnah besar dizaman ini (kita) di Indonesia. Maka perangilah…! itu syarat mutlak ke-Imanan. Kalo mo tahu kupasannya, nantikanlah buku tulisanku… semoga jadi terbit.Doakan… ya!

    Komentar oleh Abdullah Ummamu As-Salafy — Oktober 23, 2008 @ 11:30 am | Balas

  10. Intinya pemilu kan milih pemimpin dalam karung, sudah terbukti kucing2 itu ternyata koruptor. Pemilu juga hanya hambur2kan uang rakyat. Terus apa hubungannya sistem demokrasi dengan Islam???? terbukti Demokrasi hanya salah satu agenda deislamisasi …. jadi ikut nyoblos itu adalah ikut antri tiket ke neraka. Hanya orang bodoh yg ada di bilik-bilik TPS itu

    Komentar oleh cokro — November 10, 2008 @ 9:44 am | Balas

  11. jangan kait-kaitkan golput dengan pertanyaan nanti di akhirat…. kelincipen….
    sekali golput tetap golput…. hidup GOLPUT!!!

    Komentar oleh ayahlawe — November 20, 2008 @ 10:41 pm | Balas

  12. MAKSUD TERSELUBUNG CALON LEGISLATIF

    Pesta demokrasi 2009, pestanya calon legislatif merebut simpati rakyat. Calon legislatif berlomba merebut garis terdepan berjanji memperbaharui kehidupan.

    Namun, tatkala pesta itu usai dan mereka terpilih, anggota dewan mulai menampakkan kekakuannya. Tujuan utama mendapatkan kekayaan sebesar-besarnya melekat benar dalam saraf ingatan anggota dewan.

    “Tiada hari tanpa korupsi ” slogan wajib bagi mereka. Hidup tanpa korupsi bagaikan sayur tanpa garam atau dengan kata lain hidup tiada mengenal korupsi sama dengan mati di dalam hidup, itulah prinsip mereka. Mumpung jadi anggota dewan.

    Setelah itu,

    Aku hanya bisa diam!! diam!! diam!!

    Membawa semua penyesalan, menuju alam baka.

    sumber:http://asyiknyaduniakita.blogspot.com/

    Komentar oleh redaksi — Januari 27, 2009 @ 4:24 pm | Balas

  13. Nyang penting ngai GOLPUT

    Komentar oleh noparpol — Maret 23, 2009 @ 1:28 pm | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: