Blog Tausiyah275

Agustus 19, 2007

Penentuan 1 Ramadhan 1428 H

Filed under: Fiqh,HOT NEWS,Lain-lain — Tausiyah 275 @ 10:36 pm

Bulan Ramadhan 1428 H sudah hampir tiba. Tidak sampai 30 hari lagi, diperkirakan Ramadhan sudah tiba.

Beberapa informasi yg aku dapatkan, perkiraan 1 Ramadhan 1428 H akan jatuh pada 12-13 September 2007 ini.

Semoga Ramadhan dan Lebaran tahun 1428 H ini, umat Islam bangsa Indonesia tidak terpecah belah, agar umat tidak bingung.

Omong-omong, apakah anda semua sudah siap bertemu lagi tamu agung ini?? Ramadhan tetap menyediakan Big Sale lho!

Berikut khutbah Rasululloh SAW menjelang datangnya bulan Ramadhan. Untuk mengetahui bagaimana Rasululloh SAW berpuasa di bulan Ramadhan, ikuti di bagian 1, bagian 2, bagian 3, bagian 4, bagian 5, dan bagian 6 (terakhir).

Iklan

4 Komentar »

  1. Ass, saya heran knapa ya tanggal 1 ramadhan slalu sudah di ketahui orang bahkan setahun sebelum ramadhan itu tiba. Bukankah ada hadist rosulullah yang menyatakan bahwa shaumlah kamu jika kamu melihat hilal ( bulan baru). jadi penentuan puasa hanya bisa diketahui pada akhir bulan syakban, bukan menggunakan perhitungan hisab.

    Komentar oleh zaenudin — September 6, 2007 @ 2:34 pm | Balas

  2. waas, engga harus heran, soalnya perhitungan bulan selalu konstan (mengikuti garis edar yang sudah di tentukan letak dan posisinya dan waktu edarnya Qs. Yasin )baik bulan yang mengikuti penaggalan berdasarkan perputaran matahari (Thn Masehi) atau yang mengikuti perputaran bulan (Th Hijriah). sehingga lahirlah sebuah cabang ilmu pengetahuan yang diberinama Falaq (perbintangan) yang salah satu ilmunya disebut ilmu hisab (ilmu menghitung dan menentukan hari tgl, bulan, tahun serta posisi bulan & matahari). ilmu itu sangat penting u kehidupan sehari. coba anda banyangkan kalo sekarang belum ada penganggalan bisa lewat tuch puasa, sekarang yang jelas ada tanggal, ada peringatan sebentar lagi datang bulan romadhan di mulai bulan rojab, sya’ban banyak yang engga engeh kalo dah mau masuk romadhon. namun fungsinya dalam menentukan datangnya hari H romadhon memang harus melihat hilal wajib hukumnya, perhitungan / hisab digunakan untuk meprediksi hari akan munculnya hilal itu (engga mungkin khan anda tiap malem nongkrongin langit u melihat hilal suda nampak atau belum). jumhur ulama (ulama-ulama mashur & fatwa2nya biasa dipakai) sepakat wajib puasa berdasarkan melihat hilal bukan berdasarkan hasil perhitungan. kalo ada yang keukeuh ppuasa berdasarkan hasil perhitungan (Muhammadiah, PERSIS, dll) bukan berdasarkan melihat hilal, berarti mengangap ahli2 astronomi kita bodah dan teknologinya terbelakang walloh hu a’lam bisowab’ hanya allah yang tau dan orang yang punya pendirian itu yang tau
    he he he

    Komentar oleh balebat — September 7, 2007 @ 3:07 pm | Balas

  3. waas, engga harus heran, soalnya perhitungan bulan selalu konstan (mengikuti garis edar yang sudah di tentukan letak dan posisinya dan waktu edarnya Qs. Yasin )baik bulan yang mengikuti penaggalan berdasarkan perputaran matahari (Thn Masehi) atau yang mengikuti perputaran bulan (Th Hijriah). sehingga lahirlah sebuah cabang ilmu pengetahuan yang diberinama Falaq (perbintangan) yang salah satu ilmunya disebut ilmu hisab (ilmu menghitung dan menentukan hari tgl, bulan, tahun serta posisi bulan & matahari). ilmu itu sangat penting u kehidupan sehari. coba anda banyangkan kalo sekarang belum ada penganggalan bisa lewat tuch puasa, sekarang yang jelas ada tanggal, ada peringatan sebentar lagi datang bulan romadhan di mulai bulan rojab, sya’ban banyak yang engga engeh kalo dah mau masuk romadhon. namun fungsinya dalam menentukan datangnya hari H romadhon memang harus melihat hilal wajib hukumnya, perhitungan / hisab digunakan untuk meprediksi hari akan munculnya hilal itu (engga mungkin khan anda tiap malem nongkrongin langit u melihat hilal suda nampak atau belum). jumhur ulama (ulama-ulama mashur & fatwa2nya biasa dipakai) sepakat wajib puasa berdasarkan melihat hilal bukan berdasarkan hasil perhitungan. kalo ada yang keukeuh ppuasa berdasarkan hasil perhitungan (Muhammadiah, PERSIS, dll) bukan berdasarkan melihat hilal, berarti mengangap ahli2 astronomi kita bodah dan teknologinya terbelakang walloh hu a’lam bisowab’ hanya allah yang tau dan orang yang punya pendirian itu yang tau
    he he he

    Komentar oleh balebat — September 7, 2007 @ 3:09 pm | Balas

  4. kenapa bingung ? makanya belajar n belajar yang tekun. Alqur’an itu gudangnya ilmu pengetahuan nomor satu didunia. Membaca saja bagus tetapi akan lebih bermanfaat kalo dibaca, dimengerti, dipahami dan dilaksanakan. Gerhana matahari yang akan terjadi 5 tahun lagi Alham dulillah sudah bisa diketahui oleh manusia. Perjalanan komet-komet juga begitu. Semua khan ada ilmunya, makanya gali isi Al Qur’an lewat buku-buku yang bereferensi Al Qur’an. Berusahalah untuk memperluas cakrawala pikir Saudara. Insya Allah Saudara tidak akan merasa lebih pintar sendiri. Karena perasaan lebih pintar dibanding orang lain akan menutup peluang untuk mengembangkan potensi diri yang sudah dikaruniakan oleh Allah Yang Maha Kaya kepada kita.

    Komentar oleh riyantie — September 11, 2007 @ 1:20 pm | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: