Blog Tausiyah275

September 8, 2007

Bacaan di Akhir Pekan – Jujur Itu Indah

Filed under: Dari Inboxku,Hikmah — Tausiyah 275 @ 8:08 am

*Diambil dari milis lain, diedit tulisannya (bukan kata/kalimat) agar sesuai EYD*

Semalem, nonton news dot com di Metrotv, mr guest-nya sungguh membuat haru. Mr Guest yang bernama Pak Waras (lebih tepatnya kayaknya disebut Mbah), dengan penampilan yg lugu dan super polos, didampingi istri dan seorang anaknya. Kenapa dia menjadi special guest star di acara tsb ? Karena dia ‘makhluk langka’ di jaman sekarang ini. Kalimat di atas bukan berkonotasi merendahkan tapi justru untuk menyanjung. Pokoknya two thumbs up deh.

Cerita berawal dari pembagian ganti rugi dari PT Lapindo untuk korban lumpurnya. Ganti rugi untuk keluarganya ditetapkan Rp 285 juta. Pembayaran pertama kan baru 20%. Uang yang semestinya diterima hanya Rp 56 juta. Namun apa yang terjadi? Rekeningnya membengkak 429 juta , dia bingung. Uang dari mana??? Nah, dia lalu melaporkan kepada pendampingnya, lalu sama pendampingnya diantarkan ke kantor Lapindo.

Dalam acara news dot com itu ditanya, alasan apa yang mendasari Bapak Waras mengembalikan uang ratusan juta itu?

Jawabnya dengan lugu dan dalam bahasa Jawa (karena dia tidak bisa bahasa Indonesia, si penanya juga pake dalam bahasa Jawa) :”Kulo wedi dosa pak, niku sanes hak kulo.” (baca:”Saya takut dosa pak, itu bukan hak saya”)

Ogh..begitu mulianya jawabannya, mestinya ini direkam dah diedarkan kepada para koruptor di negara kita ya. Pak Waras yang notabene bukan orang sekolahan, bukan pejabat yang mengemban amanah rakyat, tapi dia lebih punya hati nurani daripada para pejabat di negara kita, yang hobi menggembungkan rekening pribadinya dari uang yang bukan haknya. Sebagai tanda terima kasih pihak Lapindo memberi reward menginap di hotel berbintang, tapi lagi-lagi ditolak oleh Pak Waras. Dengan alasan apa coba ?

Dengan lugunya dia menjawab : “Kulo wedi kadhemen. Mangke yen ten mriko kulo ndak kemutan wedhus2 kulo” (baca:”Saya takut kedinginan, nanti kalau di sana saya teringat kambing-kambing saya”)

Ogh..nooo… . sungguh ironis dengan anggota wakil rakyat yang terhormat, plesir ke mancanegara dengan alasan kunjungan kerja, dengan berombongan, pikniknya lebih banyak drpda kunjungan kerja, nginep di hotel kelas atas di daerah kunjungan wisata. Dan itu pake uang rakyat kan?

Pak Waras, lemah teles, gusti Allah sing bales. nggih

Mungkin didunia ini imbalan untuk Pak Waras gak seberapa. “Hanya” rumah gratis 40/90 dari PT Lapindo atas kejujurannya itu. Tapi rumah akhirat jauh lebih besar dan mewah. Amiiiiiiiiiin.

“Apa yg ada di depanmu dan apa yang ada di belakangmu adalah perkara kecil di banding apa yang ada dalam dirimu.”

***saudara2ku, menjadi jujur ketika ‘ditimpa musibah’ dan dalam keadaan miskin, mungkin ‘hal yg biasa’. Tapi, apabila kita berada di posisi pak Waras, apakah kejujuran itu masih melekat di diri kita?? salut untuk pak Waras…pikiran anda sudah sesuai dengan nama anda.

Iklan

12 Komentar »

  1. Subhanalloh, mungkin pak Waras inilah yang mampu membuat, mencegah bencana yang lebih hebat dan besar terjadi di Indonesia ini, maka kiranya rakyat Indonesia harus tidak malu untuk mencontoh rakyat kecil dengan latar belakang serta penghidupan yang kurang memadai seperti pak Waras ini sehingga bangsa ini benar-benar terhindar dari berbagai bencana yang terjadi. semoga, Amiiin.

    Komentar oleh Ali Syamsudin — September 8, 2007 @ 7:54 pm | Balas

  2. sepertinya labih tinggi dignity orang ngga sekolahan dari pada orang sekolahan

    Komentar oleh bimoseptyop — September 10, 2007 @ 12:28 am | Balas

  3. SubhanAllah, begitu jujur dan mulianya hati Bapak ini, Semoga para pejabat kita masih punya waktu untuk baca artikel ini, siapa tahu dengan begitu mereka jadi tergugah ingat akan DOSA dan NERAKA Amin….

    Komentar oleh anisa — September 11, 2007 @ 10:31 am | Balas

  4. luar biasa

    senadainya kita punya 50% saja pejabat di pemerintahan yg memiliki akhlak seperti pak waras, tentu saja indonesia tidak begini jadinya

    pak waras memiliki jiwa mulia, tidak seperti para pejabat yg ngakunya berpendidkan tinggi tp tidak waras mentalnya

    Komentar oleh wahnan "ahmal" a — September 11, 2007 @ 11:28 am | Balas

  5. aku ingin di ajari pasang komentar kayak gini di blog saya.adi

    Komentar oleh HAsriadi — September 13, 2007 @ 9:06 am | Balas

  6. Wew… salute…
    gag pernah megang duit jutaan, apalagi ratusan juta 😛

    Komentar oleh KaiToU — September 14, 2007 @ 1:39 pm | Balas

  7. apakah mesti semua pejabat/penguasa di republik ini ditambah
    nama belakangnya dengan WARAS seperti pak Waras karena beliau ini bener2 amanah membawa namanya, dan ketularan agar “WARAS”

    Komentar oleh budi santoso — September 16, 2007 @ 10:14 pm | Balas

  8. seribu 1 dari penduduk yang ada di indonesia, kejujuran tidak dapat di perjual-belikan mungkin inilah yang tersisa “MUTIARA DARI LUMPUR LAPINDO”

    Komentar oleh iman — September 18, 2007 @ 2:47 pm | Balas

  9. kebaikan pk waras memberi inspirasi. ternyata masih ada manusia jujur di kolong langit yang memberi teladan bahi manusia yang lalai. bahkan menurut saya keadaan pak waras menjadi ikon kejujuran bagi bangsa dan rakyatnya. namun jangan lupa, pak waras adalah manusia yang diciptakan, digerakkan hatinya, dan diperlalukan sebagai manusia model oleh Tuhannya. Jadi kekaguman kita juga harus sampai pada kekaguman kepada Tuhan yang membuatnya begitu. Jangan sampai decak kagum kita hanya sampai pada manusianya. Takuuut,kalo-kalo kita menjadi orang yang tidak selalu dapat membaca hakikat kebaikan, bahwa itu semua datang dari Allah. setelah itu, baru kita kagum pada manusianya. maaf neh, blepotan nulisnya. wass akhmdi

    Komentar oleh akhmadi — Oktober 8, 2007 @ 3:45 pm | Balas

  10. Memang susah cari orang jujur zaman sekarang ini. Kalau pemilu ada JURDIL itu jujur nggak ya? apa slogannya aja ! Sebentar lagi pemilu legislatif, para caleg jujur nggak ya?

    Komentar oleh M. Nur Said — Januari 22, 2009 @ 7:35 am | Balas

  11. kejujuran tak kan bisa di nilai dengan apapun,semua kembali kepada hati dan pikiran kita,,,,

    Komentar oleh ali — Februari 4, 2009 @ 10:47 am | Balas

  12. […] Bacaan di Akhir Pekan – Jujur Itu Indah Kekasihku Pergi Saat Berjihad [kisah pegawai Pajak] […]

    Ping balik oleh Khutbah Jum’at – 20130322 | Kumpulan Khutbah Jum'at — April 1, 2013 @ 5:56 am | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: