Blog Tausiyah275

September 23, 2007

Bacaan di Akhir Pekan – Acara Sahur Yang (Masih) Menyedihkan

Filed under: Hikmah,Kegiatan Ramadhan,Muamalah,Seri Kesalahan2 — Tausiyah 275 @ 12:14 pm

Sudah sepuluh hari Ramadhan 1428 H berlalu dan selama 10 hari ini aku dan Wify terpaksa menelan bulat-bulat acara sahur yg ditayangkan oleh stasiun2 TV di Indonesia. Nyaris semua stasiun TV menayangkan acara sahur yg serupa, yakni berupa acara humor-humor konyol yg tidak berarti dan membuat mual kami berdua.

Apa pasal?

Karena pola tingkah yg dilakukan para artis dalam tayangan tersebut hanyalah mengumbar tawa semata, tidak peduli caranya. Berpakaian ala perempuan, saling ejek dengan kata2 kasar adalah sebagian pola yg dilakukan para artis tersebut demi menarik tawa para penonton. Jika memang cukup lucu (dan cara penyampaiannya cukup lucu) masih bisa membuat kami berdua tersenyum simpul. Namun jika sudah saling lontar kata2 umpatan dan aksi-aksi tidak sopan, terus terang aku muak melihatnya.

Belum lagi acara kuisnya, yg masih menyerempet (bahkan jika menurutku) sudah masuk ke kategori judi. Penyebabnya jelas, kita mesti mengirim sms (yg harganya mahal) untuk mendaftar menjadi peserta (dan mendapat no pin). Kemudian si pembawa acara mengundi no pin, disuguhi pertanyaan ‘bodoh’ dan akhirnya mendapat hadiah yg cukup mewah.

Sebenarnya, tindakan ini (undian SMS) sudah termasuk kategori judi. Bahkan fatwa sudah dimaklumatkan oleh MUI mengenai undian SMS ini, yg menyatakan bahwa undian ini termasuk judi dan mengharamkannya. Namun, sayangnya fatwa ini dianggap angin lalu saja oleh para penyelenggara undian dan peserta, termasuk juga oleh pemerintah dan operator (penyelenggara jasa telekomunikasi). Mereka masih asyik membuat acara kuis yg menyedot sms dari para penonton bernilai miliaran rupiah dan hanya mengeluarkan sejumlah kecil uang sebagai hadiah.

Tayangan televisi acara sahur ini menambah daftar jenis tayangan televisi yg tidak bermutu. Bahkan lebih parah, karena di bulan Ramadhan pun, umat Islam masih tidak diberi kesempatan sedikitpun untuk menikmati tayangan yg lebih mendukung suasana dan acara sahur yg dilakukan.

Tentu saja tidak semua acara televisi yg ditayangkan di saat sahur ini buruk. Setidaknya, ada 2 stasiun tv yg menayangkan acara cukup bagus, yakni Metro TV menayangkan Tafsir Al Mishbah (yg sayangnya hanya 30 menit dan dilanjutkan acara dagelan dari Republik Mimpi) serta acara SCTV berupa sinetron “Para Pencari Tuhan”.

Akhirnya, yaaa…kami berdua hanya memilih acara SCTV sebagai teman sahur kami, karena sinetron tersebut mempunyai nilai lebih dibandingkan acara2 di stasiun tv lain pada saat yg bersamaan.

Sementara untuk acara menjelang berbuka, masih standar. Yakni kultum (kuliah tujuh menit) dari sekian banyak ustadz dan ulama untuk mengisi relung rohani para penonton. Ok, aku akui untuk tayangan menjelang berbuka masih lebih ‘beradab’ dibandingkan acara sahur.

Harapanku simple saja, semoga di Ramadhan tahun mendatang, acara2 televisi terutama di saat sahur dan menjelang berbuka lebih baik.

Iklan

10 Komentar »

  1. Pemerintah harus tegas dalam membendung acara2 seperti ini. Stasiun TV hanya ingin mencari keuntungan sebanyak2nya dari acara seperti ini, tanpa memikirkan efek samping yang akan terjadi. Hanya orang yang bodoh, yang mau berlama2 menonton tayangan bodoh seperti itu. Mudah2an Allah memberikan hidayahnya kepada kita semua..

    Komentar oleh Dhani — September 24, 2007 @ 9:25 am | Balas

  2. memang sangat memuakan acara tv spt itu

    Komentar oleh aan — September 24, 2007 @ 2:38 pm | Balas

  3. smoga semua personil yang terlibat dibukakan hatinya,sehingga dapat membedakan mana yg banyak membawa manfaat dan mana yang mudhorat

    Komentar oleh ratna — September 24, 2007 @ 2:44 pm | Balas

  4. Betul sekali seharusnya pemerintah melalui wakil2nya, dalam hal ini menteri-menteri harus BERSIKAP TEGAS dalam hal ini, tidak hanya di bulan ramadhan saja tapi tayangan di tv setiap harinya harus di pilah-pilah, karena pengaruhnya sangat besar sekali dalam perkembangan mental dan budi pekerti generasi penerus bangsa ini. seperti halnya info2 selebriti yang kian marak di semua stasiun tv yang selalu memngorek-ngorek aib orang lain. tidak ada lagi yang namanya privasi. dan banyak lagi contoh acara tv yang tidak ada nilai pendidikannya hanya demi mengejar keuntungan semata. mau dibawa kemana dan jadi apa bangsa kita ini ???

    Komentar oleh Dradians — September 24, 2007 @ 5:52 pm | Balas

  5. yup…. setuju banget… kemana sih arah acara sahur itu akan dibawa..
    apa sebegitu rendahnya ya apresiasi para insan pertelevisian memandang pemirsanya sehingga hanya menyajikan acara-acara yang (maaf) lucu-lucu banget juga gak, tapi sangat tidak bermanfaat.
    harusnya acara tv dapat membantu pemirsa atau masyarakat pada umumnya untuk dapat meningkatkan kualitas ibadah dan pegetahuan agama melalui acara yang ditayangkan… ayo donk save our nation by producing educating show…
    alhamdullah ada metro dan SCTV yang gak ikut2an… hidup para pencari tuhan hehehe

    Komentar oleh irma — September 26, 2007 @ 1:20 pm | Balas

  6. Setuju, PPT memang terbaik untuk ramadhan kali ini

    Komentar oleh sumodirjo — September 27, 2007 @ 12:01 pm | Balas

  7. Acara d tv Indonesia sangat buruk karena isinya hanya banyolan-banyolan yang tidak Islami, Bulan puasa hanya 1 bulan dalam setahun kenapa tidak dimanfaatkan dengan acara-acara yang Islami. SEmoga Allah SWT memberi petunjuk untuk para artis pengisi acara sahur.

    Komentar oleh DEDI — September 29, 2007 @ 3:49 pm | Balas

  8. saya jg sedih ngliat acara sahur di TV kita yg isinya hanya cengengesan.Makanya, saya sering ngliat tayangan pak Quraish Shihab aja, daripada dibodoh-bodohin ngliat tayangan sahur yg gak mutu blabar pisan

    Komentar oleh toim the shinigami — Oktober 1, 2007 @ 10:11 am | Balas

  9. Setuju, siapa takut pindahin chanel. acara href=”http://priyatna.blogspot.com/2007/09/bobodoran-romadon.html”>ini
    ada karena ada yang nonton. yuk rame rame pindahin chanel.

    Komentar oleh simpri — Oktober 1, 2007 @ 3:06 pm | Balas

  10. […] kita ketahui bersama, saat Ramadhan tiba, maka tayangan ‘Islami’ akan banyak muncul menemani kita saat sahur, meski isi acaranya masih …. Tidak jarang isinya haha hihi semata. Jikapun ada ulama atau da’i yg memberikan materi, […]

    Ping balik oleh Apakah Da’i Seleb Dan Ulama Gaul Itu Diperlukan? | Blog Tausiyah275 — Juni 23, 2014 @ 1:40 pm | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: