Blog Tausiyah275

September 24, 2007

Mengapa Mesti Merazia Orang Yg Tidak Berpuasa?

Filed under: Fiqh,HOT NEWS,Kegiatan Ramadhan,Muamalah,Puasa,Seri Kesalahan2 — Tausiyah 275 @ 9:57 am

Membaca artikel ini, tentang FPI yg melakukan razia terhadap orang yg tidak berpuasa, aku hanya mengelus dada. Ternyata masih ada saudara-saudara kita yg masih tidak toleran terhadap orang2 yg tidak berpuasa.

Padahal bisa jadi orang2 yg tidak berpuasa tersebut karena sedang dalam perjalanan (safar) yg diperbolehkan untuk tidak berpuasa. Atau bisa juga karena ybs sedang sakit, sehingga sedang makan. Bahkan, bisa jadi orang tersebut memang non muslim, yg jelas2 tidak diwajibkan berpuasa di bulan Ramadhan.

Di Indonesia memang aneh, di saat bulan Ramadhan, banyak sekali anjuran (yg cenderung memaksa) warung2 untuk tutup. Tampak sekali tidak ada toleransi bagi warung2 untuk membuka usaha mereka di bulan Ramadhan (di siang hari). Padahal, jika kita perhatikan lagi, banyak sekali orang yg membutuhkan warung di siang hari, seperti perempuan yg haid, non muslim, dan orang yg bepergian (seperti yg aku sebutkan di atas).

Jika sudah terjadi razia dan paksaan seperti ini, lantas di mana letak Islam sebagai rahmatan lil ‘aalamiin (rahmat bagi seluruh alam)? Rasa2nya aku tidak pernah temukan riwayat Rasululloh SAW melarang orang2 non muslim untuk tutup usaha/warung di bulan Ramadhan.

Menghormati yg sedang berpuasa memang ‘harus’…tapi jika sudah mencapai tingkatan razia/penutupan warung, menurutku itu sudah (sangat) berlebihan.

Semoga kita bisa menjadikan Islam sebagai rahmatan lil ‘aalamiin.

Iklan

21 Komentar »

  1. Orang-orang itu memposisikan dirinya sebagai tuhan…

    Komentar oleh ahmad simanjuntak — September 24, 2007 @ 11:14 pm | Balas

  2. FPI menurutku suatu organisasi islam yang solid dan konkrit. Yang kurang dari organisasi ini adalah pemimpin yang mampu membawa organisasi ini ke arah kebaikan, bukan kerusakan kepada sesama.

    Komentar oleh Dhani — September 25, 2007 @ 3:21 pm | Balas

  3. Aku sedih waktu liat berita di SCTV tersebut, kok bisa ya seseorang yang mengaku Islam dan mengatasnamakan Islam (Front Pembela Islam) melakukan hal seperti itu… jika FPI itu solid dan kongkrit harusnya ketua FPI menindak anggotanya yang main berlaku seperti itu dan mengeluarkannya dari keanggotaannya. cuma bikin malu aja… maaf ya, emosi

    Komentar oleh wahyu — September 26, 2007 @ 9:11 am | Balas

  4. cuma heran aja sama FPI, kalo orang gak puasa terus apa lantas membenarkan kita untuk menghakimi mereka?saya kok gak pernah tau ya ada hadis atau ketentuan alquran yang harus merusak warung2 di saat bulan ramadhan dan memukuli orang yang gak puasa… kalo pun mereka gak menghormati saya rasa tidak menjadikan kita punya hak untuk berbuat sesuatu yang merugikan mereka… lagipula bukankah ibadah puasa itu hal yang sangat pribadi ya, cuma Allah yang tau akan ibadah puasa kita..urusan menjalankan atau gak kita gak ada kekuatan hukum untuk menghakimi mereka kita buka TUHAN.lagipula kasihan sekali ibu yang warungnya dirusak, apakah ia punya modal kembali untuk memperbaiki warungnya?siapa yang akan menanggung kerugiannya? saya sangat sebel melihat tayangan SCTV tersebut, yang seperti itulah yang merusak citra islam yang sesungguhnya cinta damai dan penuh toleransi. entah mungkin saya ekstrim tapi menurut saya itu seperti pola orang yang gak punya pendidikan. saya malu melihat tayangan tersebut… semoga Allah menjaga kita semua dari perbuatan yang bisa merusak citra islam sebagai agam rahmatan lil alamin

    Komentar oleh irma — September 26, 2007 @ 1:13 pm | Balas

  5. Apa salahnya orang yang buka warung atau pun tidak puasa.
    Agama Islam jelas merupakan sebuah pilihan, demikian juga dengan seperti halnya puasa atau tidak.
    Allah dengan tegas hanya menyediakan 2 tempat bagi kehidupan kita di akhirat kelak, surga dan negara.
    Jika ingin memilih surga, jalannya tinggal mengikuti sunnah Rasulallah, tetapi jika ingin neraka silahkan ingkar.
    Islam bukan pemaksaan, tetapi pehamaman akan kesadaran bagaimana kita mengalahkan diri kita sendiri.
    Tidak ada hak kita mencap seseorang itu kafir (bahkan kepada orang non-muslim pun) karena segala adalah hak Allah yang akan menentukannya.
    Dosa atau pahala, merupakan prerogatif-Nya dimana manusia sama sekali tidak kuasa untuk mengenakannya pada orang lain.
    Islam dan Rasulallah tidak pernah mengajarkan untuk merusak, tetapi selalu mengajarkan kelembutan.
    Sungguh saya hanya bisa menyampaikan rasa keprihatinan yang mendalam, bagaimana orang yang mengagungkan Ramadhan justru melakukan perusakan dan vandalisme.
    Ramadhan adalah refleksi dari 11 bulan sebelumnya yang telah dijalani, jika dalam Ramdhan ini kita masih dibelenggu dengan nafsu kita artinya sebenarnya 11 bulan yang lalu kita adalah dkendalikan olah nafsu kita.
    Justru dengan momentum Ramadhan inilah seharusnya kita bersyukur ternyata kita masih diberi kesempatan untuk meleburkan segala kesalahan selama 11 bulan yang lalu agar menjadi fitrah dan memulai dengan segala kemuliaan pada akhirnyan nanti.
    Ramadhan itu penuh kedamaian dan suka cita, semoga kita selalu bisa mensyukurinya karena banyak saudara-saudara kita yang sudah tidak mendapatkan kesempatan untuk merasakan Ramadhan tahun ini.
    semoga…..Amin

    Komentar oleh yudhi — September 28, 2007 @ 7:59 am | Balas

  6. Agama Islam tidak menyediakan pilihan. Ketika kita mengucapkan syahadat, maka pada detik itu kita HARUS bertanggung jawab untuk menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Ini adalah satu-satunya pilihan yang HARUS kita ambil, NO excuse..!!

    Komentar oleh Dhani — September 28, 2007 @ 10:03 am | Balas

  7. Bertanggung jawab atas terlaksananya perintah Allah itu dari personal masing2 muslim sendiri. Apa masih ingat Islam disebarkan dengan cara apa? Dengan paksaankah?

    Komentar oleh zulkhan — September 29, 2007 @ 4:18 pm | Balas

  8. FPI bagus, tapi alangkah baiknya kalo mo merazia harus instrospeksi dulu apakah kita sudah menjalani syariat Islam apa belum? jangan sampe FPI ditunggangi oleh preman berkedok Islam. Semoga FPI masih di jalan yang benar…

    Komentar oleh DEDI — September 29, 2007 @ 4:19 pm | Balas

  9. FPI…Front Preman Islam (yang bukan Islam juga boleh ikutan kok) That’s a fact, gak usah pura-pura. Agama Islam itu gak ada hubungannya sama FPI

    Komentar oleh Remy — September 30, 2007 @ 2:15 am | Balas

  10. masi inget kasus majelis mujahidin indonesia yang susupin intelijen? bisa jadi itu intelejen yang mau merusak islam..kasian FPI,sekarang tmbh hancur aja..semoga mereka mendengar kita disini

    Komentar oleh dimas — September 30, 2007 @ 6:58 pm | Balas

  11. puasa mengajarkan kita utk toleransi terhadap org laen.Ternyata, ada pihak2 yg blon ngerti.Semoga organisasi ini cpt mengubah pandangannya agar tdk sering2 mungkin masuk TV dengan segala “reputasinya”

    Komentar oleh toim the shinigami — Oktober 1, 2007 @ 10:31 am | Balas

  12. Emang nabi pernah melakukan hal serupa dulu ? nggak kan ? kok FPI sialan itu rese ya

    Komentar oleh oxzie — Oktober 2, 2007 @ 3:25 am | Balas

  13. Apa sudah check n recheck atau ada klarifikasi dari FPI langsung nih… Atau memang gak perlu kali ya …
    Salam kenal.. 🙂

    Komentar oleh herianto — Oktober 4, 2007 @ 12:23 pm | Balas

  14. Ibadah apapun yang kita kerjakan pahalanya untuk kita dan kembali kepada kita, begitu pula kalau kita berbuat kejahatan / kejelekan resikonya akan menimpa diri kita sendiri ( Al Imron ayat 7 ) Singkatnya tidak ada pahala atau dosa bisa DIWARISKAN KEPADA SIAPAPUN. Jadi kenapa FPI begitu geram melihat orang lain tidak melakukan ibadah padahal dosanya dinikmati sendiri oleh pelakunya. Apakah FPI merasa MAMPU dan BERKUASA untuk MENJAMIN seseorang yang tidak melakukan ibadah memfonis MASUK NERAKA atau sebaliknya, waaah…waah Tuhan donk kalau begini caranya, nyadar nyadar donk, bahwa Fonis NERAKA Atau SURGA hanya milik ALLAH….. semoga FPI sadar, amien ya rabbal “alamin.

    Komentar oleh Nono — Oktober 5, 2007 @ 10:35 am | Balas

  15. FPI ITU BERISIKAN ANJING2 YANG TIDAK BERAKAL..JADI KITA HARAP MEMAKLUMINYA..TETAPI JIKA TERLALU BERLEBIHAN SAYA PRIBADI AKAN MENGHANCURKAN FPI.. INGAT…DIATAS LANGIT ADA LANGIT.. KALO BERANI JANGAN KEROYOKAN DONG..

    Komentar oleh reza — November 22, 2007 @ 2:16 pm | Balas

  16. Betul dan seratus untuk komentar no.15,kalau bung reza berminat gimana kalau kita galang seluruh komponen masyarakat,untuk membentuk suatu kumpulan atau organisasi yang anggotanya kita rekrut dari Mahasiswa ,pelajar,karyawan,terutama dari para pedagang yang sering di sakiti oleh anggota FPI,dan kita minta dukungan POLISI kalau perlu langsung ke President,soalnya tindakan FPI ( FRONT PERUSAK ISLAM )sudah tidak bisa di tolerir atau di MA’AF kan.

    Komentar oleh haswaro — November 29, 2007 @ 11:56 am | Balas

  17. […] anarkis yg dilakukan FPI, dengan dalih apapun, baik terhadap sesama muslim (dg menyerang rumah makan yg buka dan org yg sedang makan di bulan puasa) maupun terhadap pemeluk agama lain (ahmadiyah, kristen, dll) jelas bukan perwujudan Islam sebagai […]

    Ping balik oleh Anti JIL Dan Anti FPI « Blog Tausyiah275 — April 22, 2012 @ 7:35 pm | Balas

  18. Jangan orang islam ajeh yg harus toreran orang non muslim juga harus dong…!!

    Komentar oleh Tami — April 26, 2012 @ 3:22 pm | Balas

  19. […] penutupan warung-warung dan rumah makan dengan dalih mereka mesti menghormati orang2 yg berpuasa. Aksi penggrebekan dan penutupan tersebut kini tidak saja dilakukan oleh organisasi yg mengaku2 sebag…, namun juga oleh satpol PP (dengan kata lain perpanjangan tangan dari […]

    Ping balik oleh Apakah Umat Islam Segitu Mudahnya Tergoda? « Blog Tausyiah275 — Juli 19, 2012 @ 8:51 pm | Balas

  20. […] Salah satu artikel yg ‘mencoreng’ Islam bisa anda baca di sini. […]

    Ping balik oleh Pluralitas VS Pluralisme « Blog Tausyiah275 — Juli 19, 2012 @ 8:55 pm | Balas

  21. […] agama), seperti musafir, ibu-ibu yang menyusui, perempuan yang haid, ataupun orang tua. Karenanya, TIDAK PERLU MERAZIA orang-orang yg sedang makan siang di bulan puasa. Jika laki-laki, bisa jadi mereka memang non muslim yang memang tidak diwajibkan […]

    Ping balik oleh Berpuasa Di Bulan Ramadhan Itu Tidak Perlu Minta Dihormati Secara Berlebihan | Blog Tausiyah275 — Juli 7, 2013 @ 7:37 pm | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: