Blog Tausiyah275

Oktober 29, 2007

Larangan Terhadap Orang Yg Hendak Jum’atan

Filed under: HOT NEWS — Tausiyah 275 @ 10:10 am

Hari Sabtu pagi kemarin, di sebuah televisi swasta, aku menyaksikan sebuah berita yg membuat aku mengurut dada.

Berita yg aku maksud adalah larangan dari sejumlah warga NU terhadap warga Muhammadiyah yg hendak melakukan sholat Jum’at. Kejadian ini berlangsung di Banyuwangi, Jawa Timur.

Rincian kejadiannya adalah sebagai berikut. Warga Muhammadiyah mempunyai sebuah masjid yg (jika aku lihat dari tayangan di televisi) ukurannya tidak sebesar masjid milik warga NU. Warga Muhammadiyah sering menggunakan masjid tersebut untuk kegiatan mereka, termasuk sholat ‘Ied pada 12 Oktober 2007 lalu (sekedar mengingatkan, lebaran warga Muhammadiyah lebih cepat 1 hari dibandingkan lebaran warga NU dan mayoritas kaum muslim lain, yg jatuh pada 13 Oktober 2007).

Nah, pada tgl 26 Oktober 2007 lalu, warga NU melarang warga Muhammadiyah sholat Jum’at di masjid mereka itu, dengan alasan sebagai berikut:
1. Masjid warga Muhammadiyah terlalu kecil ukurannya, sehingga lebih tepat disebut langgar/mushola.
2. Jaraknya tidak terlalu jauh dari masjid NU (50-100 meter). Para pemuka NU menyatakan jarak yg terlalu dekat akan memusingkan umat untuk mendengarkan khutbah Jum’at, karena pengeras suara dari masing2 masjid akan ‘berbicara’ pada saat yg bersamaan.

Sempat terjadi adu mulut antar warga NU dan warga Muhammadiyah, sebelum akhirnya ketua Muhammadiyah datang dan berusaha menengahi (dan syukurnya berhasil). Sayang sekali tidak dijelaskan solusi apa yg diambil, namun dari tayangan yg aku lihat, banyak warga Muhammadiyah yg batal sholat Jum’at di masjid milik mereka.

Saat kasus ini diselidiki lebih jauh, perselisihan warga NU dan warga Muhammadiyah ini terjadi agak lama (jika aku tidak salah dengar). Namun, hal ini kian meruncing pada saat terjadi perbedaan penentuan hari Lebaran 1428 H, dan ‘meledak’ pada 26 Oktober 2007 lalu.

Ternyata sikap para petinggi Muhammadiyah untuk berbeda hari Lebaran mempunyai dampak yg tidak baik, setidaknya yg terjadi di kalangan masyarakat kebanyakan yg masih fanatik dengan golongannya. Alih-alih berpendapat bahwa perbedaan pendapat itu adalah rahmat (dg menetapkan lebaran berbeda), yg terjadi malah nyaris jatuh korban.

Jadi, apakah tahun depan akan berbeda lagi lebarannya, untuk menunggu jatuh korban (yg ‘sebenarnya’)? Naudzubillah…

18 Komentar »

  1. Assalamualaikum….

    Saya tidak melihat berita yang terdapat diatas,
    namaun saya setuju dengan NU jika memang masjid Muhammadiyah tsh ukurannya kesil.

    Kalo ga salah, sholat Jum’t iti minimal ma’mumnya berjumlah 40,
    jika kurang maka lebih baik sholatnya di masjid lain.

    Trus, jarak antar masjid juga harus dipertimbangkan.
    Selayaknya jika di suatu daerah sudah ada masjid yang cukup besar (dapat menampung masyarakat sekitar), maka hendaklah jangan membangun masjid terlalu dekat. Ini akan menyebabkan kebingungan seperti yang diungkapkan oleh para pemuka NU diatas.

    Mohon maaf jika ada salah pemahaman, namun jika ditinjau dari logika, hal itu masuk akal.

    makasih

    Wassalam….

    Komentar oleh Nengah — Oktober 29, 2007 @ 11:06 am | Balas

  2. Sholat Jum’at apabila ada 2 masjid yang berdekatan, maka harus melakukannya di masjid yang lebih besar. Semisal masjid itu hanya berjarak 100 meter maka dipilih masjid yang lebih besar.
    Atau kalau ada musholla dan ada masjid maka pilihlah masjid.

    Apa ada aturan khusus? Tidak ada dalil yang mengharuskan, tapi alangkah baiknya hal ini dijadikan sebagai hal pemersatu, dan juga mengingat hari Jum’at adalah hari rayanya umat Islam, maka dengan masjid yang lebih besar maka akan lebih banyak jama’ah yang ada di sana, daripada masjid yang kecil.

    Terkecuali antara dua masjid yang sama-sama besar atau lebih besar adalah masjid Dhirar (masjid orang munafik), sebagaimana masjid yang dibangun oleh orang-orang munafik agar orang-orang tidak ke masjid nabi Muhammad Shallallahu’alaihi wa sallam, maka sudah tentu masjid Dhirar ini harus dihancurkan. Sekalipun ukurannya sama atau lebih besar. Karena tujuan masjid Dhirar didirikan adalah untuk menyesatkan umat.

    Untuk sholat Jum’at harus 40 orang. Tidak ada dalil yang shohih, bahkan ada dalil yang shohih menceritakan bahwa sholat Jum’at sah sekalipun hanya 2 orang saja. Sebagaimana yang telah diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam Shohihnya dan juga An Nasa’i dalam sunannya. Silakan untuk masalah ini baca “Tanya Jawab seputar Agama Islam” yang ditulis oleh A. Hasan.

    Atau untuk lebih jelasnya silakan baca buku “Hukum Seputar Sholat Jum’at”

    Komentar oleh exblopz — Oktober 29, 2007 @ 3:10 pm | Balas

  3. Permasalahannya, memang terdapat perbedaan pemahaman antara NU dan Muhammadiyah.

    Saya rasa itulah yg menyebabkan mengapa Warga Muhammadiyah ingin sholat jum’at di masjid yg sesuai dgn pemahaman mrk.
    Sebaiknya, kita harus menyadari bahwa perbedaan itu memang harus ada. Kita harus menghargainya.

    Jgn sampai perbedaan itu justru malah melemahkan kita. Akan sangat mudah bagi mrk yg memang punya rencana utk melemahkan Umat Islam jika di antara kita terus mempermasalahkan dan atau meruncingkan perbedaan.

    Marilah kita Umat Islam bersatu dan saling menguatkan dgn persamaan yg ada. Berdakwahlah dgn santun tanpa memaksakan kehendak. “Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk”.

    Komentar oleh Tono — Oktober 29, 2007 @ 5:48 pm | Balas

  4. Permasalahan yang pokok adalah adanya perbedaan pemahaman tentang tata cara ibadah jum’at. sebagai contoh misalnya seseorang melakukan suatu amal ibadah yang tata caranya tidak sefaham dengan orang yang melakukan pasti akan membuat hatinya kurang mantap atau kurang ikhlas.
    solusinya adalah adanya komunikasi yang baik di antara keduanya. kalaupun harus sendiri-sendiri ga masalah, kalau memang itu adalah solusi terbaik bagi keduanya. sebuah perbedaan, asalkan masing-masing memiliki dalil yang kuat ga apa2 kan dilakukan.
    kebetulan ditempat kami juga ada 2 masjid yang sama-sama besar yang hanya berjarak sekitar 100 meter. Alhamdulillah ga da masalah. masing-masing jama’ah sudah paham dengan adanya perbedaan pemahaman.

    Komentar oleh Azzam — Oktober 30, 2007 @ 11:13 am | Balas

  5. Buat Mas Azzam

    Kalo kaya gitu mah bukan kebetulan.
    Itu namanya sengaja.
    Udah ada Masjid malah ngebangun lagi.

    Mas Azzam paham ga arti “kebetulan”?
    Liat kamus deh….

    Komentar oleh Nengah — Oktober 31, 2007 @ 9:52 am | Balas

  6. krn sering brantem, mending gabungin aja tuh 2 organisasi, jadi NU-hammadiyah, atau Muhammad-NU, kan lebih baik.Soalnya 2 organisasi ini dr dulu pengen bedaaaa trus, nggak pernah pengen bersatu.

    Komentar oleh toim the shinigami — Oktober 31, 2007 @ 10:51 am | Balas

  7. Assalamu’alaikum wr.wb. Saya ikut turut prihatin atas larangan sholat jum’at tapi menurut saya kenapa mesti harus mempersoalkan Muhammadiyah atau NU bukannya kita sama Islam lebih baik kita bersatu sebagai orang Muslim apalagi sekarang orang islam cenderung terjajah dengan yang lain jangan terpengaruh dengan adu domba yahudi masih banyak kepentingan islam yang harus diperjuangkan selain perbedaan aliran wassalam

    Komentar oleh Nurhayati — Oktober 31, 2007 @ 2:24 pm | Balas

  8. saya sebagai orang awam bingung deh melihatnya kita tuh emang perbedaan harus di hormati tp awas orang yahudi bisa memampaatkan perbedaan itu, dengan mempertahankan egonya bahwa alirannya yg paling benar di sinilah masalah yg harus di hindari jngan sampai ada jatuh korban, kepada pimpinan nu dan muhamadiah ayolah bersatu gimana mau memecahkan masalah yg lebih besar klo masalah yg kecil aja ga bisa nyelesaikan makasih mohon maaf bila ada yg ga berkenaan majulah islamku

    Komentar oleh rus — Oktober 31, 2007 @ 7:50 pm | Balas

  9. kalau saya nggak perduli itu masjid muhammadiyah atau nu, tak masukin, pokoknya ikut sholat.Orang pinter baik dari muhammadiyah maupun nu sering bilang bahwa mereka nggak beda kok.

    Komentar oleh bambang yulianto — November 2, 2007 @ 7:30 pm | Balas

  10. Yang terbaik baik adalah,
    TIDAK MEYAKINI SATU ALIRAN PUN

    Karena Agama yang kita anut MEMBINGUNGKAN,
    Sebaiknya KEMBALI ke KEJAYAAN GAJAHMADA.

    Dulu sebelum pengaruh Agama datang ke Indonesia,
    Bangsa ini rukun diantara rakyatnya.
    Kecuali hanya antar KERAJAAN saja.

    Komentar oleh netralisme — November 2, 2007 @ 7:44 pm | Balas

  11. apa ya….Gini aja.sekarang kita tanya pada diri kita sendiri..apakah aku ini seorang yang islam? atau aku ini seorang yang islam NU atau islam Muhammadiyah?…..
    untuk persoalan diatas….menurut saya adalah cape deh…sholat Jum`at harus dimesjid yang lebih besar…ya pastilah!…soal dalil dalil, saya kurang menguasai…kalo shalat jum`at di mesjid yang berdekatan kayak gitu ujungnya yang ada pasti hanya perselisihan…mending shalat ditempat lain atau tidur aja dari pada membuat dosa yang lebih besar..

    Komentar oleh soba jou — November 7, 2007 @ 2:33 am | Balas

  12. Menurut saya permasalahan diatas bukan masalah yang besar selama kita tetap ISLAM.

    Karena perbedaan antara NU dan Muhammadiyah dari dulu memang sering terjadi, tapi bukan menjadi alasan untuk berselisih.

    Dan mengenai lebaran kemarin, silahkan anda memilih apa yang terbaik untuk anda. Selama anda mempunyai alasan yang jelas dan dapat dipertanggung jawabkan. jangan “tuturut munding”. Gunakan akal dan ilmu yang anda miliki.

    Jadikan perbedaan menjadi pemersatu bangsa. Dan hilangkan ego pribadi.

    Terima kasih.

    Komentar oleh hamster — November 17, 2007 @ 11:38 pm | Balas

  13. Allhamdulillah masih ada orang islam yang masih ingin mempertahankan apa yang diyakininya.
    semuanya pasti mengganggap dirinya betul karena mempunyai sudut pandang masing-masing, mungkin pengertian ini lah yang mesti diterapkan, kita semua adalah umat islam yang beriman kepada allah dan nabi muhammad adalah nabi terakhir.
    kalau dikatakan komplek ya mungkin komplek tapi sebenarnya rasululloh pun sudah mengingatkan kepada kita 14 abad yang lalu tentang pirkoh (golongan). sekarang kita bisa belajar ga dari yang disampaikan nabi kalau emang ga bisa belajar ya… tanda tanya…
    Islam Harus Tegak di Muka BUMI, dirikan khilafah ala millati nubuwwah

    Komentar oleh asep — Desember 6, 2007 @ 8:17 am | Balas

  14. wahai saudaraku marilah semuanya untuk taat dan patuh kepada Allah dan rasulNYa.betapa banyak saudara kita yg belum /tdk mengerti tentang dienul islam tsb.why ? karena kebodohan why ? malas untuk menuntut ilmu dan kefakiran .
    iqro wa iqro ikutilah Rasulullah dgn pemahaman para shohabat ,tabiin dan tabiuttabiin selamatlah kita insyaAllah.

    Komentar oleh dieno — Desember 11, 2007 @ 6:01 pm | Balas

  15. salaam,, NU dan Muhammadiyah adalah bukti dari berkembangnya keislaman, pun hal ini harus kita sadari (perbedaan) adalah human resource yang ada kemungkinan adalah mindset yang ditengarai melemahkan Islam di Indonesia, pelajari tentang ejarah yang sebenarnya,, mungkin kita akan mafhum ,, yang penting adalah kerukunanjaya Islam di dunia!!

    Komentar oleh ardetya Eka sunu — September 2, 2009 @ 2:10 am | Balas

  16. setuju lebih baik tidur dirumah ketimbang ibadah tanpa ilmu. perbaiki diri belajar ngaji pada kyai. baru ibadah.

    Komentar oleh rosidin — Maret 12, 2010 @ 11:22 am | Balas

  17. alhamdulillah ana bukan nu atau muhamadiyah,,,ana islamipun kanjen nabi Muhammad SAW,,,amin.

    Komentar oleh eko — Agustus 27, 2010 @ 5:59 am | Balas

  18. yang benar perbedaan pendapat itu bukanlah rahmat dan hadits yang mengatakan perbedaan pendapat itu salah

    Komentar oleh fulan — September 15, 2010 @ 3:05 pm | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: