Blog Tausiyah275

November 1, 2007

Budaya Halloween

Filed under: Aqidah,HOT NEWS — Tausiyah 275 @ 6:20 am

(Umat Islam) Bangsa Indonesia mudah sekali dipengaruhi budaya2 Barat yg tidak saja membahayakan aqidah, namun seringkali bertentangan dengan aqidah. Sebagai contoh adalah hari Valentine, yg begitu gegap gempita dirayakan oleh banyak generasi muda (muslim) Indonesia dengan melakukan hubungan sex.

“Eh, sembaranagan…!! Saya dan pacar saya merayakan valentine, tapi tidak melakukan hubungan sex kok!!”

Begitu dalih sebagian kaum (muslim) muda yg merayakan. Ah, kalian tidak mengerti rupanya…bukan masalah hubungan sex-nya yg mestinya kalian perhatikan, tapi esensi dari Valentine itu sendiri yg TIDAK ADA MANFAATNYA BAGI KAUM MUSLIM. Karena cinta kasih kepada lawan jenis tidaklah perlu digembar gemborkan dengan cara seperti itu, kecuali memang sudah terikat tali pernikahan…itupun ada etikanya.

Ah, maaf…rupanya aku malah melantur…

Kembali ke topik…

Nah, kini generasi (muslim) Indonesia mulai (diujicoba) dengan dicekoki peringatan Halloween, suatu kebudayaan yg datang dari Barat, karena (merujuk dari wikipedia) disebutkan:

Halloween originated from the Pagan festival Samhain, celebrated among the Celts of Ireland and Great Britain.

“Lho, Mas…lalu apa yg menjadikan Halloween ini budaya yg tidak sesuai dengan Islam?”

Coba anda perhatikan kata-kata yg aku tebali itu. Halloween itu berasal dari budaya PAGAN…!!

“Eh, Mas…apa sih budaya Pagan?”

Bagi anda2 yg tidak tahu apa itu budaya Pagan, aku kutipkan (dari wikipedia juga):

The term “pagan” is a Christian adaptation of the “gentile” of Judaism, and as such has an inherent Christian or Abrahamic bias, and pejorative connotations among Westerners, comparable to heathen, and infidel, mushrik and kafir in Islam. For this reason, ethnologists avoid the term “paganism,” with its uncertain and varied meanings, in referring to traditional or historic faiths, preferring more precise categories such as polytheism, shamanism, pantheism, or animism.

Bingung dengan kutipan di atas? Baiklah…untuk mudah dan singkat, aku jelaskan bahwa pagan identik PENYEMBAH BERHALA, ANIMISME, DINAMISME, yg secara aqidah Islam biasa dikatakan MUSYRIK.

Sementara itu, di situs ini disebutkan bahwa Halloween berasal dari gereja Katolik. Aku kutipkan:

The word itself, “Halloween,” actually has its origins in the Catholic Church. It comes from a contracted corruption of All Hallows Eve. November 1, “All Hollows Day” (or “All Saints Day”), is a Catholic day of observance in honor of saints. But, in the 5th century BC, in Celtic Ireland, summer officially ended on October 31. The holiday was called Samhain (sow-en), the Celtic New year.

Orang Barat sendiri ‘memoles’ Halloween menjadi suatu budaya yg ‘menyenangkan’ dan menarik untuk diikuti. Pada tgl 31 Oktober, anak2 mereka (bahkan tidak jarang orang dewasa) berpakaian yg aneh2 (meski mayoritas memilih pakaian yg seram2 seperti tengkorak, nenek sihir, dst) kemudian mendatangi rumah untuk ‘mengancam’ pemilik rumah untuk memberi mereka permen atau mereka akan menakut-nakuti/menjahili (trick or treat).

Dengan demikian, kita bisa simpulkan bahwa Halloween pada dasarnya sebuah aktivitas yg tidak sesuai dengan akidah Islam, selain itu (jika ditinjau dari sudut pandang yg sangatlah naif) aku melihat ‘slogan’ trick or treat kesannya mengajari anak2 untuk mengancam orang lain.

Anehnya, sebuah stasiun televisi swasta malah membuat acara ‘Halloween Weeks’ dengan menampilkan film-film dengan tema horror, baik dari luar negeri maupun dalam negeri. Aku sendiri, meski menyukai film horror, bukan berarti setuju dengan cara stasiun televisi swasta menayangkan film horror. Penayangan film horror tidaklah perlu dikait-kaitkan dengan peringatan Halloween.

Ya ya ya…nampaknya kita selaku kaum muslim mesti membentengi akidah diri kita dan orang2 terdekat agar tidak terpengaruh dengan budaya2 yg bersifat membodohkan seperti ini. Jangan sampai kita mengikuti budaya jahiliyah ini, karena Rasululloh SAW sudah mengingatkan,“Barang siapa melakukan perbuatan yang menyerupai sesuatu kaum itu, maka dia turut termasuk bersama golongan itu.” (Hadis riwayat Abu Daud dan Ahmad)

Dari hadits di atas, jika kita melakukan/memperingati kegiatan Halloween, maka sesungguhnya (cepat atau lambat) kita akan termasuk orang2 musyrik itu.

Naudzubillah…

9 Komentar »

  1. bukaaan… berdasarkan informasi dari the simpson.. (*gubrak*) ada 3 penyihir (kluarga si marge) datengin tiap rumah ngancem mo nyulik anak atau dikasi makan.. penduduk yg takut pada ngasi makan.. nah tiap tahun berulang acara itu.. skarang di amrik anak anak pada dandan pake baju aneh aneh ngetok2 pintu ngomong trick or treat untuk dapet permen … halah… *ga penting banged yak*

    Komentar oleh aespe — November 1, 2007 @ 10:43 am | Balas

  2. makasi atas info-nya.emang sih, budaya yg aneh & (sedikit) bodoh klo dikemas baik, kan menarik.Mangkanya qt jg hrs pinter2 mengolah budaya2 baik utk dikemas jd menarik.

    Komentar oleh toim the shinigami — November 2, 2007 @ 11:04 am | Balas

  3. Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu sehingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah:”Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu. (Q.S Al Baqarah: 120)

    Sebenarnya ayat itu sudah jelas, bahwa Islam itu punya budaya sendiri, jadi jangan ikut budaya agama lain. Biarlah agama lain dengan keyakinan sendiri Lakum diinukum waliyadin.

    Apakah suatu saat nanti kalau orang-orang pake sepatu di kepala kemudian kalian akan ikuti juga? Kebenaran itu bukan ngikut orang banyak, tapi kebenaran itu ngikut yang benar. Dan yang benar hanyalah Al Qur’an dan As sunnah.

    Komentar oleh exblopz — November 2, 2007 @ 5:34 pm | Balas

  4. Hampir semua budaya peringatan yang aneh2 dari barat ujung2 nya seperti itu…

    Jadi saatnya umat muslim, gunakan FIREWALL yang lebih baik… jangan kayak WINDOWS ke ke kee

    Komentar oleh Jauhari — November 14, 2007 @ 7:51 pm | Balas

  5. Lah ya lucu….
    orang kita itu punya budaya sendiri kok mau-maunya niru saja.
    Kita itu sebenarnya maunya apa?
    Eit! jangan main-main loh dengan kebudayaan?!
    Ya, gampang sajalah ga usah yang neko-neko.
    orang kita itu kan dasarnya berambut item,
    ini sekarang kok malah banyak yang bikin warna-warni rambutnya.
    Lah jadi orang gila to?!
    salam

    Komentar oleh ribut achwandi — November 28, 2007 @ 10:43 pm | Balas

  6. setuju mas! awalnya saya juga pengen nulis tentang stasiun tv milik trans itu. bikin halloween week segala. april mop juga begitu. banyak yang ngerayain padahal itu memperingati pembantaian orang islam.

    Komentar oleh aspoerm — Desember 1, 2007 @ 4:51 pm | Balas

  7. Setuju,,memang dunia infotainment saat ini telah merusak ahlak dan prilaku umat muslim secara menyeluruh tanpa disadari oleh kita. Kita mesti bangkit dan bersama-sama membuat perubahan dan harus keluar dari kobodohan yang dilancarkan oleh gereja-gereja diseluruh dunia (mereka kompak sampai kepelosok-pelosok) mengapa tidak kita munculkan hal-hal yang bisa mengantisipasi semua itu, mari kita awali dari rumah kita sendiri dan masjid kita sendiri.

    Komentar oleh Dedi Fadillah — Januari 8, 2008 @ 4:42 pm | Balas

  8. Assalamualaikum, Pesta Halloween identik dengan kostum-kostum setan seperti drakula dsb. Namun, pernah enggak ada yang berani datang pakai kostum yang pernah dipakai setan2 dari golongan manusia? Coba aja anda datang ke pesta Halloween dengan kostum Nazi Jerman, pasti langsung diusir sama tuan rumah, he he he

    setuju mas, nggak usah ikut2an yang kayak gitu, gak ada gunanya.

    Komentar oleh Muhammad Nahar — Maret 23, 2008 @ 11:58 pm | Balas

  9. wah jadi gitu yah, baru tahu saya. Saya pikir hallowen itu perayaan buat nakut2in anak2 biar nggak pada bandel. tapi ternyata itu budaya orang nasrani yah..// makasi deh infonya

    Komentar oleh mysturi — November 8, 2008 @ 9:15 pm | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: