Blog Tausiyah275

Januari 16, 2008

Hentikan Mengomeli Mantan Presiden Soeharto

Filed under: Hikmah,HOT NEWS — Tausiyah 275 @ 6:08 am

Lebih kurang sudah 14 hari sejak mantan presiden Indonesia, Soeharto, masuk rumah sakit dan menjadi bahan berita di berbagai stasiun televisi dan media massa lainnya. Bahkan jika kita masuk dan membaca berita di media online, tidak sedikit yang menuliskan perkembangan terakhir kondisi pak Harto.

Dampak pemberitaan yang nyaris seragam ini, banyak di antara kita yang mengeluh karena merasa bosan dengan pemberitaan yang begitu2 saja. Banyak juga yang menumpahkan unek2 mereka dalam berbagai media, terutama blog.

Jika ‘hanya’ berada di tahap mengeluh, mungkin aku masih memaklumi. Namun jika sudah ada yang mengomeli dan mencaci maki kondisi pak Harto, terus terang aku tidak setuju.

Apa pasal?

Seorang muslim yang sakit, hendaknya didoakan oleh sesama muslim. Itu jika kita menganggap sebagai seorang muslim yang berniat mencontoh dan ingin menjadi umat Rasululloh Muhammad SAW. Bahkan, merupakan hak seorang muslim untuk dijenguk saudaranya ketika dia sakit.

Yang lebih menyedihkan, banyak orang mencaci maki dan ‘mensyukuri’ sakitnya pak Harto. Bahkan dijadikan lelucon, sesuatu yang tidak pantas dilakukan seorang muslim, ‘menari di atas penderitaan orang lain’.

Caci maki mereka lontarkan kepada pak Harto dengan berapi-api dan membabi buta. Semua kesalahan pak Harto diungkit, seakan beliau tidak mempunyai kebaikan satupun. Yang aku herankan, mereka yg mencaci maki (bahkan dengan brutal itu), apakah mereka tidak menikmati apa yang telah dilakukan pak Harto? Karena jika aku melihat golongan yang mencaci maki, rata-rata berumur sekitar 15 tahun ke atas. Dengan kata lain, saat mereka lahir sekitar tahun 1992, pak Harto masih berkuasa. Otomatis, apa2 yang masuk ke perut mereka (mereka makan), sedikit banyak terkait dengan kebijakan presiden Soeharto kala itu.

Ok, pak Harto memang mempunyai kesalahan, tapi apakah anda2 tidak melihat kebaikan yang dilakukannya? Pembangunan jalan, rumah sakit, sekolah, itu merupakan salah satu hasil pembangunan yang dilakukan di jaman pak Harto.

Tapi, pak Harto kan korupsi, kemudian membunuh para tahanan politik, bla bla bla…

Tolong bedakan antara kebaikan dan korupsi (kejahatan/keburukan) yang dilakukan pak Harto. Memangnya anda-anda yang mencaci maki pak Harto sudah berbuat apa sih? Dan seperti aku tulis di atas, anda-anda semua sudah makan hasil kebijakan pak Harto. Dengan kata lain, ANDA TIDAK LAYAK MENCACI MAKI!

Keburukan yang dilakukan pak Harto (dan kroni2nya) BUKAN menjadi tanggung jawab kita. Biarkan itu urusannya dengan ALLOH SWT. Toh kita ribut mencaci maki malah akan ‘menguntungkan’ pak Harto, karena dengan mencaci maki (dan mengghibah) pak Harto, kebajikan2 yang pernah kita lakukan akan terhapus. Dan bisa jadi hal ini akan menguntungkan pak Harto, karena akan terjadi transfer amal. Kebaikan akan didapat pak Harto, sementara dosa2 pak Harto akan dilimpahkan kepada kita.

Justru sebaiknya kita memaafkan apa2 (kesalahan) yang dilakukan pak Harto. Sesungguhnya sifat dan sikap memaafkan akan mempunyai dampak terhadap kesehatan.

Lho, pak Harto saja tidak maaf, mengapa kita mesti memaafkan dia?

Salah satu hal luar biasa yang bisa dilakukan seorang muslim adalah memberi maaf kepada orang yang telah berbuat jahat kepada kita meski yang bersangkutan tidak meminta maaf. Silakan anda-anda membaca kembali riwayat hidup Rasululloh SAW. Betapa banyak perlakuan negatif, bahkan mengancam jiwa beliau, dilakukan oleh musuh2 Islam. Namun, apa yang beliau lakukan? Beliau justru memaafkan segala perbuatan musuh2nya, tanpa menunggu permintaan maaf dari musuh2nya.

Yang mesti menjadi pelajaran dari sakitnya pak Harto adalah, ALLOH SWT menunjukkan bahwa tiap orang akan mendapat hukuman dari-Nya, tidak saja di akhirat….di dunia pun sudah diperlihatkan, bahwa tidak ada seorangpun yang terlepas dari hukuman-Nya.

Para pejabat, khususnya, dan kita semua, pada umumnya, mesti ‘MELEK’ MATA DAN ‘MELEK’ HATI bahwa JANGAN MEMPERSULIT HIDUP ORANG LAIN, JANGAN KORUPSI, JANGAN BERBUAT JAHAT. Cepat atau lambat, kejahatan itu akan kembali kepada anda. Apa yang anda sebar, itulah yang akan anda dapat.

Sudah banyak cerita dan kisah yang pernah kita dengar, bahwa orang2 yang pada masa hidupnya (saat dia berkuasa) sering bertindak sewenang-wenang, maka menjelang akhir hidupnya akan banyak masalah yang menimpa dia. Bisa jadi, apa yang terjadi pada pak Harto merupakan salah satu contoh hal di atas.

Tapi, jangan salah pula, sakit yang diderita seorang muslim, bisa jadi diberikan ALLOH SWT kepada pribadi yang bersangkutan, untuk menghapus dosa-dosanya. Bisa jadi, pak Harto sedang dibersihkan dari dosa-dosa yang dilakukannya. Pembersihan akan semakin cepat dan sering dilakukan, jika kita malah berghibah dan mengomeli pak Harto, sebagaimana yang aku tulis di atas.

Jadi, apa yang mesti kita lakukan?

Mudah saja. Beri maaf kepada pak Harto, atas kejahatan/keburukan yang dilakukannya. Di banyak media massa, aku baca banyak tahanan politik, yang pernah menjadi korban kebijakan pak Harto, sudah memaafkan pak Harto. Lha mereka, yang sudah jelas2 menjadi korban saja sudah memaafkan pak Harto, mengapa kita, yg tidak langsung terkait, begitu sulit memaafkan? Apa kita sudah menjadi orang yang lebih suci?

Berikutnya, doakan pak Harto. Semoga ALLOH SWT memberikan yang terbaik. Jika memang sakitnya ini untuk menghapus dosa2nya, semoga dosa2nya cepat diampuni dan bersih. Jika memang ingin cepat dipanggil, semoga dimudahkan.

Semoga kita bisa menjadi seorang muslim yang lebih baik lagil. Aamiin.

Iklan

22 Komentar »

  1. Podium

    Kita doakan semoga Allah memberikan yg terbaik buat pak Harto.

    Akan tetapi, tolonglah para media (TV, koran, portal) untuk tidak terlalu memfokuskan berita pada sakitnya pak Harto. Apa ndak ada berita lain yg lebih seru???

    Bukankah medical record seseorang merupakan rahasia yg harus dijaga kerahasiaannya? kenapa media mengumbar medical recordnya pak Harto?

    Dalam islampun, seorang yg memandikan mayat, tidak boleh menceritakan apa yg dilihatnya pada mayat yg dimandikannya.

    Komentar oleh masnyus — Januari 16, 2008 @ 7:37 am | Balas

  2. Ada adagium dalam dunia hukum yang berbunyi : “Sekalipun dunia akan runtuh besok pagi, pelaku kejahatan hari ini harus dihukum.” Persoalannya adalah : Apakah mantan presiden kita ini harus dihukum? Untuk menjawab pertanyaan ini, kita harus menjawab pertanyaan, apakah beliau bersalah atau tidak? Untuk menentukan adanya kesalahan atau tidak, tentu saja proses hukum harus dijalankan Jika tidak, mana mungkin adanya kesalahan atau tidak dapat ditentukan? Jika dapat dibuktikan ternya beliau bersalah, maka kesalahan itu bisa berbentuk kesalahan menurut hukum pidana sehingga beliau harus menjalani hukuman fisik, atau kesalahan menurut hukum perdata dimana beliau diharuskan membayar sejumlah uang kepada negara sebagai ganti rugi. Menjalani hukuman fisik sesuai tuntutan hukum pidana, dilihat dari kondisi fisik beliau sekarang jelas tidak dimungkinkan lagi, karena kondisi (sakitnya beliau)ini dibandingkan dengan hukuman penjara adalah jauh lebih “tersiksa”. Katakanlah beliau dinyatakan bersalah. Nah, jika dilihat dari bentuk hukuman sebagaimana yang dituntut dalam hukum pidana, hal itu sebetulnya SUDAH TERLAKSANA, bahkan lebih hebat dari itu. Jadi dari aspek hukum pidana, hal apalagi yang kita harapkan dari sini untuk beliau jalani? Nah, bagaimana dengan hukuman perdata? Jika beliau dinyatakan bersalah menurut hukum perdata, maka ganti rugi akan menjadi beban ahliwarisnya pasca beliau wafat. Dengan demikian dari kedua aspek ini, menurut pendapat saya TIDAK ADA YANG PERLU DIPERSOALKAN. Dengan kata lain TIDAK PERLU MEMINTA MAAF (kecuali atas kesalahan2 yang lain), dan juga TIDAK PERLU MEMBERI MAAF. Terima kasih.

    Komentar oleh ernesto — Januari 16, 2008 @ 9:08 am | Balas

  3. aeh aeh… masi nonton tipi ya? plis deeh… koding sono noooh.. beresin proyeeek.. kekekeke, buang waktu bahas beliau.. bener.. biar urusan dia mah ama yg punya langit aja.. ga usah pusing..

    Komentar oleh aespe — Januari 16, 2008 @ 2:58 pm | Balas

  4. masalahnya memang kompleks, jika sekedar memaafkan itu adalah suatu yg mudah tetapi disini adalah muatan politis yg jelas terlihat dimana media massa secara luar biasa mengekspose sakitnya beliau seolah-olah ingin membangkitkan perasaan iba masyarakat dengan demikian tersamarlah sudah apa yg menjadi kesalahan beliau.

    coba anda renungkan bagaimana perasaan para korban ketidakadilan yg pd masa beliau berkuasa, ditangkapi, dianiaya, dipenjara tanpa melalui proses pengadilan.

    kalaupun ajakan memaafkan harusnya mereka2 ini lah yang berbicara bukan orang-orang yg selama ini dekat dengan beliau, atau kroni2nya yg hidup dan menikmati segala fasilitas dan kemudahan ketika beliau berjaya, juga bukan dari orang2 yg pernah merasa dimudahkan pda masa itu.

    selain itu bagaimana menjelaskan bahwa kedudukan semua orang adalah sama dimata hukum?

    memaafkan adalah perbuatan mulia daripada yg meminta maaf.
    pernahkah beliau meminta maaf secara resmi kepada seluruh rakyat indonesia atas kesalahan beliau pada saat berkuasa?

    boleh jadi kita sesama muslim memaafkan tetapi segala sesuatu yg berkaitan dgn hukum tidak boleh diabaikan begitu saja karena ini menyangkut bagaimana bangsa indonesia belajar berbangsa dan bernegara.

    Komentar oleh usil — Januari 16, 2008 @ 8:08 pm | Balas

  5. Sejak nenek moyang orang ngomel,iri,ngamuk dll iku uelek…:-( lihat wajahnya spt tletong. Kurang tahu kalau pernah sakit hati / ngomong hukum. Sorry each other is better choice

    Komentar oleh Sekar — Januari 18, 2008 @ 12:10 am | Balas

  6. ah, masalah politik yang dibawa ke ranah agama/moral…bla..bla…

    Komentar oleh sofie — Januari 18, 2008 @ 11:18 am | Balas

  7. sebagai muslim memang begitu yang harus dilakukan.Orang yg hanya pintar menyalahkan orang lain berarti dia lebih buruk dari orang itu.Dan skrng,yg sll bicara ttng salah Pak Harto saya yakin karena orang itu sangat banyak punya kepentingan politik…………….

    Komentar oleh dimas — Januari 19, 2008 @ 9:23 pm | Balas

  8. Satu hal tentang pak Harto. Diatas semua jasanya, beliaulah yang secara sistematis dan melalui teladan terus menerus telah berhasil mengajarkan kepada 200 juta rakyat Indonesia bahwa korupsi itu perlu dan normal. Kapan ya kira-kira ajaran ini bisa hilang?

    Komentar oleh Satya — Januari 20, 2008 @ 4:45 pm | Balas

  9. Mungkin sakitnya Pak Harto merupakan hukuman dari yang Maha Kuasa atas kesalahan-kesalahan yang telah dilakukan oleh beliau dimasa lalu.Sepertinya Tuhan ingin menunjukkan kekuasaan-Nya bahwa tak seorang manusiapun yang bisa lari dr azab-Nya. Atau bisa jadi ini merupakan ujian yg diberikan Tuhan pada Pak Harto untuk meperingan hukuman yg akan dia jalani di akhirat ini.Namun kita sebagai sesama manusia & sesama muslim sudah sepatutnya saling mema’afkan.

    Komentar oleh Dede R — Januari 21, 2008 @ 9:35 am | Balas

  10. Yang pernah menjadi korban kebiadapan seseorang mungkin sulit memaafkan/melupakan, tapi percayalah memaafkan suatu yang mulia, but it’s too hard

    Komentar oleh Tere — Januari 22, 2008 @ 4:58 am | Balas

  11. setiap manusia ada salah

    Komentar oleh bimoseptyop — Januari 25, 2008 @ 9:27 am | Balas

  12. listrik masuk desa karna beliau, banyak sekolah dasar di idt beliau juga trus adanya jln ke kampung2 dia juga, pokonya sebelum kita mengoreksi orang lain, apa ga lebih baik diri kita dulu……..wassalam

    Komentar oleh wdfatih — Januari 28, 2008 @ 1:03 pm | Balas

  13. listrik masuk desa?
    sekolah dasar di idt?
    adanya sarana transportasi di kampung?
    copy paste link dibawah ini dulu deh,,
    http://rumahkiri.net/index.php?option=com_content&task=section&id=78&Itemid=364
    okeh, itu semua raportnya bung semarmesem!
    bombastis ya?
    =)

    seorang mantan pahlawan yg meninggal dalam keadaan tenang dg status terdakwa kejahatan perdata!!
    wew, kapan masuk hidayah ni??
    kalo pemeran bung semarmesemnya tu butet kayaknya asik nih!!
    haks!!
    masih inget jamanjaman meteor garden??
    “kalo minta maap berguna, buat apa ada polisi?”

    pengunjung(p): maap pak maap, saya khilap,,
    aparat(a): mangap, mangap! mang kamu yg punya negara ini apa!!
    p: maap pak, saya keceplosan!
    a: kan udah saya bilang, diseminar ini, pengunjung harap tertib!
    p: tapi kan saya cuma batuk pak!
    a: salahmu sendiri, mbok ya keluar ruangan dulu?
    p: katanya dilarang meninggalkan ruangan sebelum seminar selesai pak??
    a: lha kalo gitu, kan bisa batuknya ditunda dulu??
    p: ????
    a: udah dikasi tau, yg ribut berarti komunis!!
    p: xzvcuauybcajbhjkzfgcbxratqsdjiancuk!
    a: gak ada maapmaapan! eksekusi! penjagaaaaal!!
    (nonpiktip, yg terjadi manakala maap tidak dapat dilegitimasi)

    koruptor(k): maap pak maap!
    aparat(a): mangap, mangap! mang kamu pikir, kamu yg punya negara ini??
    k: bukan pak, tapi bapak saya,,
    a: lho, bapakmu tho??
    k: iya pak,, jadi tolong dikondisikan ya pak??
    a: waduh, gimana ya,,
    k: tolonglah pak, buat kebijakan yg tepat,,
    a: baiklah, baiklah,, ini nomor rekening saya,,
    k: ya pak, sudah saya catat,, terimakasih pak,,
    a: aah, tidak papa, sudah menjadi tugas saya menjadi pengayom masyarakat dan abdi “anaknya kepalanegara”!
    (nonpiktip, yg terjadi kalo maap dlegitimasi)

    huuuf,, m.a.a.f,,,
    masih
    adakah
    arti
    fitrahnya???

    jodieisme
    jexixka@yahoo.co.uk
    nasakom.blogs.friendster.com

    Komentar oleh jodieisme — Januari 28, 2008 @ 5:11 pm | Balas

  14. jangan cma ngomonk doang….

    ngakunya islam, tapi buat mavin orang terpenting aja kok gak bisa sich, islam jangan cma dijadiin status doang kali…

    apa salah nya sich mavin pak harto dia udah banyak ngebantu negeri ini dari kesusahan..

    jangan melihat keburukannya aja tapi liat dong dari sisi positif na…

    Jadi buat yang merasa islam jangan lupa untuk bisa memaafkan orang lain…

    OCE….

    Komentar oleh dYacH — Januari 29, 2008 @ 10:33 am | Balas

  15. karena pak harto kita bisa merasakan udara kebebasan jadi… marilah kita memaafkan beliau……

    Komentar oleh roman — Januari 29, 2008 @ 5:36 pm | Balas

  16. SETUJU! makin ngomongin pak harto(alm) makin nambah dosa kita sendiri.

    Komentar oleh yuliani — Januari 30, 2008 @ 10:30 am | Balas

  17. Seseorang yang berjiwa besar adalah yang dapat memaafkan saudaranya, Ibnu Qayyim mengatakan perlihatkan keburukan di depan kita dan menyembunyikan kebaikan di belakang pundak kita

    Komentar oleh boedi — Januari 31, 2008 @ 10:44 am | Balas

  18. betul pak Harto itu bagian dari sejarah Indonesia maka harus dihormati

    Komentar oleh budi — Februari 4, 2008 @ 4:47 pm | Balas

  19. AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA

    Nambahin shortcut di google

    ketik a

    dan

    AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA
    AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA
    AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA

    AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA
    AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA
    AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA

    AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA
    AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA
    AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA

    AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA
    AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA
    AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA

    AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA
    AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA
    AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA

    AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA
    AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA
    AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA

    Komentar oleh retenk — Februari 6, 2008 @ 3:50 pm | Balas

  20. secara jujur saya adalah pengagum berat pak Harto, dimulai dari kecil di bangku SD sampai sudah punya anak bini begini.

    Pandangan saya adalah, Indonesia tahun 65, jauh lebih hancur dari Indonesia tahun 98, tahun 65, ekonomi morat marit, invlasi sampai 500-600 %, harga-harga naik lebih dari 100 kali lipat, coba kita bandingkan dengan keadaan tahun 1998?

    Bung Karno banyak jasanya, tapi juga ada salahnya, pak Harto pun begitu, banyak jasanya tapi juga tentu ada salahnya, ambil yang baik untuk panutan, ambil yang tidak baik sebagai pelajaran, malah bersyukurlah kita bisa “mencuri” pengalaman para pemimpin untuk kita gunakan dalam hidup kita.

    Jika kita mendapat kesempatan memimpin,entah negara, perusahaan atau bahkan keluarga, apakah kita yakin, kita tidak akan sekalipun mementingkan kepentingan keluarga kita dari pada kepentingan organisasi yang kita pimpin? saya yakin pasti ada, walau hanya berbentuk pulang kerumah lebih cepat karena anak kita mau pesta ulang tahun.

    Saya menjadikan pak Harto sebagai salah satu panutan dalam memimpin, karena saya secara jujur belum mampu mengikuti pola kepemimpinan Rosullulah Muhammad SAW.

    Saya melihat orang Indonesia tidak bisa diberi Demokrasi, begitu di beri demokrasi, semua langsung merasa benar dan merasa paling betul, kapan ngurus negara kalo sibuk ngurusin kepentingan masing2?..kalo kalah pemilu maka akan sibuk mencari kesalahan yang menang pemilu. yang menang akan sibuk meladeni yang kalah tadi. kapang ngurus NEGARA?

    Komentar oleh windy — Februari 19, 2008 @ 3:10 pm | Balas

  21. semoga almarhum pak harto diterima disisi Allah SWT, dan yg masih suka menghujatnya agar segera bertobat.

    Komentar oleh masni — Maret 11, 2008 @ 11:44 am | Balas

  22. […] Jangankan meributkan, untuk mengomeli saja rasanya sudah tidak pantas. […]

    Ping balik oleh Jangan Bersuka Cita Atas Kematian Orang « Blog Tausiyah275 — Desember 24, 2012 @ 12:36 am | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: