Blog Tausiyah275

Februari 7, 2008

Sedekah dan Infaq itu Murah, Tapi Berat

Filed under: Hikmah,Tarbiyah — Tausiyah 275 @ 8:14 am

Barangkali kita pernah membaca artikel bahwa uang Rp 50 ribu terasa ‘ringan’ di mall tapi ‘berat’ jika berada di masjid. Ungkapan di atas tidak salah, bahkan terasa sangat menohok bagi kaum muslim. Mengapa aku katakan menohok? Karena, semestinya seorang muslim tidaklah perlu ragu dan takut untuk mengeluarkan BERAPAPUN uang untuk bersedekah dan berinfaq.

Aku sendiri, terus terang, terkadang masih ragu dan berat untuk mengeluarkan Rp 100 ribu untuk dimasukkan ke dalam kotak amal. Hanya pada event/acara khusus aku memasukkan lembaran merah itu, misalnya seperti saat Idul Adha, Idul Fitri, atau ada pengajian khusus. *termenung sedih*

Jika aku berani jujur, nampaknya aku masih belum bisa ikhlas untuk sepenuhnya mendedikasikan hartaku untuk agama. Masih terlalau banyak pertimbangan yg aku lakukan sebelum mengeluarkan uang. Meski seringkali aku berusaha usir kekhawatiran ini, namun seringkali pula aku ‘kalah’ melawan hal ini.

Aku hanya berharap, jangan sampai aku terkena penyakit cinta dunia. Hal ini dikarenakan jika sudah terkena penyakit cinta dunia, bisa dipastikan cinta harta dan takut mati akan hinggap di dalam diriku. Dan ini jelas merupakan ancaman dan sinyal yang sudah berada di tahap yg ‘mengerikan’, karena ini berarti aku sudah terperangkap dalam jebakan setan sebagaimana yg sudah diingatkan Rasululloh SAW lebih dari 14 abad yg lalu.

Untuk menghilangkan cinta dunia dan takut mati, tentu ada caranya. Perbanyak ibadah, pelajari agama dengan baik, dekatkan diri (dan banyak bergaul) dengan orang2 berilmu (agama), berikan manfaat sebanyak-banyaknya untuk orang lain, dan yang terlebih penting..PERBANYAK DAN BIASAKAN SEDEKAH DAN INFAQ! Yakinlah bahwa sedekah itu bermanfaat!

Karenanya, aku begitu iri dengan keberanian para sahabat di jaman Rasululloh SAW dan orang2 yang berani mengeluarkan hartanya di jalan ALLOH SWT. Mereka tanpa ragu mengeluarkan jutaan, puluhan juta, ratusan juta, bahkan semua hartanya demi agama Islam. Mereka begitu yakin dengan tindakan mereka. Keyakinan ini tentu saja tidak mungkin muncul begitu saja, namun gemblengan dan bimbingan agama yg terus menerus-lah yang bisa menumbuhkan keyakinan ini.

Nah, melalui artikel ini, aku mengajak anda semua untuk kembali banyak belajar agama, mendekatkan diri pada ALLOH SWT, bermanfaat bagi orang banyak, dan akhirnya memperbanyak sedekah dan infaq. Tidak ada kata terlambat untuk berbuat kebajikan.

Hampir lupa, sedekah dan infaq itu murah sebenarnya. Tidak perlu uang Rp 100 ribu untuk bersedekah dan berinfaq, uang Rp 500 atau Rp 1000 juga bisa digunakan untuk bersedekah. Banyak senyum yg tulus kepada sesama, bisa menjadi sedekah.

Yang aku tekankan di sini adalah sedekah dg nominal yg ‘relatif besar’ (lebih dari Rp 20 ribu) akan terasa berat (dan mahal) jika kita tidak biasakan diri dengan sedekah yg nominal kecil terlebih dahulu.

Betapa mudah kita menghabiskan uang lebih dari Rp 20 ribu untuk makan di restoran cepat saji, namun kita begitu sulit memasukkan Rp 20 ribu ke kotak amal, karena kita senantiasa beranggapan uang Rp 20 ribut itu lebih ‘layak’ digunakan untuk makan di dunia daripada mempersiapkan diri di akhirat kelak.

Untuk menjadikan sedekah dan infaq itu murah, anggap saja kita nabung untuk keperluan kita di akhirat kelak.

Sementara, sedekah dan infaq akan terasa ringan jika kita sudah terbiasa. Karena itu, aku tulis di atas, biasakan diri kita untuk mulai sedekah dg nominal yg ‘murah’/kecil. Insya ALLOH lama kelamaan kita akan semakin terbiasa dan tidak merasa berat lagi untuk bersedekah dg nominal yg lebih besar.

Jadi, apakah sedekah itu masih mahal dan berat?

Iklan

9 Komentar »

  1. Assalamu’alaikum,
    Untuk membiasakan sedekah, BERAPAUN, bisa dititipkan / melalui kami, selanjutnya akan kami teruskan pada para mustahik, yatim dan piatu.
    Kunjungi dan sebarkan mengenai kami, agar semakin banyak muslim yang peduli dg keberadaan yatim dan piatu.

    semoga usaha ini bermanfaat buat semuanya didunia dan akherat… Amin.
    Wassalam
    SNBA’92

    Komentar oleh snba1992 — Februari 19, 2008 @ 1:37 pm | Balas

  2. sebenernya sih gak usah puluhan sampai ratusan ribu kadang mengeluarkan sedekah untuk peminta sumbangan yang datang kerumah seribu dua ribu kita udah curiga duluan khawatir kalau iniitu,padahal kalau lillahi ta’ala pahalasedekahnya sampai juga

    Komentar oleh ana.ch — Maret 12, 2008 @ 7:51 pm | Balas

  3. Assalamu ‘alaikum Wr. Wb.
    Banyak fenomena yang mungkin terbalik di dunia ini, salah satunya kalo ada yg datang memohon sedekah kepada kita, kita selalu beranggapan kitalah yang berhak tuk menentukan, MEMBERI atau TIDAK !!!
    Padahal seharusnya kita harus berterima kasih kepada “orang” yang memohon sedekah tersebut, karena sesungguhnya dia telah menawarkan suatu INVESTASI di akhirat kelak……
    semoga bermafaat, amin…

    Komentar oleh rudy — April 5, 2008 @ 5:33 pm | Balas

  4. Assalamualaikum wr.wb.
    saya cari dasarnya atau statemenet yang artiya tangan diatas (memberi infaq/zakat dll) lebih mulia dari tangan dibawah (menerima infaq/zakat dll). Dimana artikel tersebut bisa saya baca ? Terimakasih Wassalam wr.wb.

    Komentar oleh sigit woerdiyantoro — Juni 18, 2008 @ 8:37 am | Balas

  5. Sobat, awalnya memang berat untuk sedekah tapai saya pernah memaksakan diri dan waktu itu kebetulan tidak ada uang pecah Rp5.000,- tapi yang ada Rp50.000,- tapi alhamdulillah atas ridho Allah SWT saat ini saya bisa membiasakan diri dan tidak milih-milih uang recehan untuk shadaqah. Insya Allah kita diberkati.

    Komentar oleh Sutapa — September 20, 2008 @ 12:03 pm | Balas

  6. assalamu’alaikum wr wb
    untuk menguatkan apa yang disampaikan diatas, barangkali anda bisa menyertakan hadistnya yang sahih. karena itu sangat membantu sekali

    Komentar oleh M. Yanuar Q — April 5, 2009 @ 10:03 pm | Balas

  7. Shodaqah itu juga bisa menjauhkan kita dari musibah dan selain itu Allah akan menggantinya kontan, sudah terbukti….berkali-kali saya memaksakan diri untuk ber infaq/shodaqoh dalam kondisi terpaksa/tak ada uang lebih, di keesokan harinya uang itu kembali lagi dengan cara yang tak diduga-duga…….ada-ada aja ya..cara Allah membalas Infaq dan shodaqoh kita itu, sejak saya memaksakan diri untuk amalan itu, saya semakin yakin kalau Allah itu hebat…

    Komentar oleh Sulastri — April 23, 2010 @ 3:43 am | Balas

  8. Coba kita belajar bersodaqoh di sini http://investasikita.org

    Komentar oleh Abu Fauzan — April 30, 2011 @ 12:48 pm | Balas

  9. […] dzikir, namun juga ibadah yg dilakukan dengan interaksi/berhubungan dengan manusia. Antara lain sedekah, bahkan karena sedekah seseorang bisa meraih predikat haji mabrur meski ybs tidak naik haji, bahkan […]

    Ping balik oleh Salah Kaprah Tentang Ibadah | Blog Tausiyah275 — April 6, 2013 @ 5:35 pm | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: