Blog Tausiyah275

Februari 20, 2008

Harta Yang Berkah

Filed under: Hikmah — Tausiyah 275 @ 10:20 am

Kita sudah sering mendengar pernyataan harta yg berkah. Masalahnya, apakah harta yg berkah (baroqah) itu sebenarnya?

Banyak definisi mengenai harta yg berkah. Jadi, penjelasan di artikel ini sekedar melengkapi saja dari definisi2 yg telah ada selama ini.

Harta yg berkah = harta yg didapat dengan cara yg halal, yg membawa manfaat tidak hanya bagi diri sendiri tapi juga bagi orang lain/masyarakat sekitar.

Dengan demikian, harta yg berkah tidak dipengaruhi oleh banyak/sedikitnya harta yg dimiliki.

Contoh harta yg berkah, kita bisa lihat dari seseorang, katakanlah pegawai kecil. Penghasilannya mungkin pas2an, setara dg umr. Dia punya 1 istri, dan katakanlah 5 orang anak. Namun, dari penghasilannya yg (menurut kebanyakan orang) pas2an, ternyata dia bisa menyekolahkan 5 anaknya hingga lulus kuliah.

Kasus yg lebih ekstrim, aku pernah membaca cerita seorang sarjana, lulusan S2 dari luar negeri. Saat ditelusuri latar belakangnya, ternyata ayahnya bekerja sebagai tukang beca. Jika dipikir dg logika manusia, berapa sih penghasilan tukang beca? Tapi kenapa dia bisa menyekolahkan anaknya hingga lulus kuliah?

Nah, saudara2ku, inilah contoh harta yg berkah.

Contoh harta yg tidak berkah juga sangatlah banyak, salah satunya artikel ini. Contoh lainnya, kita bisa perhatikan pada pengeluaran yg kita lakukan. Jika pengeluaran kita lebih banyak untuk membayar biaya pengobatan, lalu ongkos kecelakaan, kerusakan, dan lain-lain, maka kita mesti waspada, barangkali harta yg kita miliki bukanlah harta yg berkah.

Kita cek lagi, bagaimana harta itu kita peroleh. Apakah hasil menipu orang, membuat orang sengsara, atau jika memang dirasa kehalalannya memang sudah ok, kita cek juga. Apakah kita sudah mengeluarkan zakat? Seberapa sering kita berinfaq? Shodaqoh? Infaq?

Bisa jadi ketidakberkahan harta kita karena masih banyak hak2 orang lain, terutama fakir miskin, yg masih tertahan. Akibatnya, bisa dipastikan ALLOH SWT akan ‘memaksa’ kita mengeluarkan harta kita untuk hal2 yg sebenarnya ‘tidak perlu’.

Jadi, untuk mendapatkan harta yg berkah:
1. Dapatkan harta dg cara yg halal.
2. Bersihkan harta kita dari hak2 orang lain.

Insya ALLOH jika 2 hal di atas sudah dipenuhi, harta yg kita dapatkan akan menjadi harta yg berkah.

Satu hal lagi, suatu ‘kesalahan’ yg sering ‘didogmakan’ para ulama kepada masyarakat kita. Dogma tersebut adalah “Biar hartanya sedikit, yg penting berkah.”

Terus terang, aku MENENTANG KERAS dogma tersebut! Memangnya umat Islam tidak boleh kaya? Padahal jika harta makin banyak…serta berkah, maka manfaatnya terhadap masyarakat luas akan semakin besar pula.

Jadi, saudara2ku, CARI HARTA SEBANYAK-BANYAKNYA DAN JADIKAN HARTA TERSEBUT HARTA YG BERKAH! 🙂

Iklan

6 Komentar »

  1. Kita memang harus lebih banyak bersyukur mas, walaupun itu dirasakan sangat sulit karena tabiat manusia yang selalu merasa kurang. Akhirnya, nilai keberkahan itu juga berkurang.

    Btw, perlu juga nih mengganti dogma menjadi “Biar hartanya banyak, yg penting berkah.”

    Komentar oleh mr.bambang — Februari 20, 2008 @ 12:06 pm | Balas

  2. Harta sesuatu yang bersifat nyata & tidak nyata yang dimiliki seseorang yang bila di kelola dengan baik maka dia akan bermanfaat bagi diri sendiri dan sekelilingnya = harta yang berkah dan sebalik.

    Komentar oleh lolo — Februari 26, 2008 @ 11:21 am | Balas

  3. tapi gimana cara mendapatkan harta halal yang banyak? wong yang haram aja susah….

    Komentar oleh resendriya — Januari 19, 2009 @ 9:12 am | Balas

  4. manusia patut bersyukur karena harta sedikit atau banyak itu relatif tergantung manusia yang memiliki dan menggunakannya

    Komentar oleh nazar — Februari 24, 2009 @ 9:35 am | Balas

  5. bagaimana mendapatkatkan chutbah jumat secara lengkap

    Komentar oleh mukhtardewantara@yahoo.co.id — Maret 25, 2009 @ 4:10 pm | Balas

  6. MAS, dalam Islam bukan berarti tidak boleh menjadi kaya. Para ulama mengatakan “biar harta sedikit, yang penting berkah” itu justru yang BENAR, itu bentuk nasehat yang melihat mukhotab, kalau bisa kaya itu yang diharapkan Islam. Kalau mau menerjemahkan Bahasa “mustasnayatun” dalam mengurai dan membandingkan ya…mafhum mukholafahnya “buat apa banyak harta, tapi tidak berkah” bukan dibandingkan dengan “banyak harta serta berkah”.
    Kalau mau mencoba klik http://www.asiakita.com/rizkiberkah

    Komentar oleh HASYIM — Juni 23, 2009 @ 3:49 pm | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: