Blog Tausiyah275

April 11, 2008

Beberapa Produk Belanda

Filed under: HOT NEWS — Tausiyah 275 @ 3:23 pm

Bismillah,

Bagi saudara2ku yg sakit hati karena film Fitna, mungkin ada yg berniat memboikot produk2 dari Belanda. Berikut adalah daftar beberapa produk dari Belanda yg muncul di Malaysia, yg hendak memboikot produk2 Belanda.

1. Dutch Lady – Susu
2. Ferrero Roche – Coklat
3. Wall’s – Es Krim
4. Ing -Asuransi
5. Planta -Margarin
6. Lady’s Choice -Margarin
7. Lipton -Teh
8. Shell -Minyak
9. Knorr -Makanan
10. Dove -Mandi
11. Sunlight -Margarin/Pencuci Pinggan
12. Radiant -Deodoran
13. Rexona -Deodoran
14. Ponds -Produk Kecantikan
15. Kieldsens -Coklat
16. Slimfast -Produk Pelangsing
17. Lego -Kismis
18. Philips -Barang Elektronik
19. Duyvis -Makanan Ringan
20. Gouda -Keju
21. Robin -Pencuci Lantai/Pakaian
22. Ariel -Pencuci Lantai/Pakaian
23. Omo -Pencuci Lantai/Pakaian
24. Labello -Lip Balm
25. Pickwick -Teh
26. Venz -Mentega Coklat
27. Kinder Bueno -Coklat
28. Unilever -Perusahaan
29. Sunsilk -Shampoo
30. Fair & Lovely -Produk Kecantikan
31. Lux -Mandian
32. Vaseline -Lip Balm
33. Cif -Pencuci Lantai
34. Surf -Pencuci Kain
35. Wishbone -Pencuci Kain
36. Doriana – Keju Krim
37. Bertolli -Minyak Masak
38. Clear -Shampoo
39. Breeze -Pencuci Kain
40. Sun -Pencuci Kain

Bagi yg ingin memboikot produk Belanda, monggo…daripada menggunakan kekerasan sebagai protes atas film Fitna. 🙂

Iklan

12 Komentar »

  1. trus masalahnya selesai po ?
    yang salah ki belanda ato wilders to ?

    Komentar oleh paydjo — April 11, 2008 @ 4:21 pm | Balas

  2. Tiap hari saya menkonsumsi produk Belanda

    Komentar oleh Iang — April 11, 2008 @ 4:54 pm | Balas

  3. @paydjo setidaknya jd pelajaran buat negara bld dan negara2 lainnya buat nge-push org2 radikal macam wilders…

    sy jg khawatir kejadian ini dan karikatur Rasulullah saw, semacam test case utk mengukur tingkat kepedulian umat Islam thd agama Islam, entah untuk apa?

    Komentar oleh nadriw — April 12, 2008 @ 12:59 pm | Balas

  4. 1. Bentuk-Bentuk Menghina Rasul

    Imam Ibnu Taimiyah dalam bukunya “Ash Sharim Al Maslul ‘ala Syatimi Ar Rasul” telah menjelaskan batasan tentang tindakan orang-orang yang menghujat Nabi Muhammad saw. Sebagai berikut:

    “Kata-kata yang bertujuan menyalahkan, merendahkan martabatnya, kemudian melaknat, menjelek-jelekkan, menuduh Rasululullah saw. tidak adil, meremehkan serta mengolok-olok Rasulullah saw.”

    Ibnu Taimiyah menukil pendapat Al Qadlo ‘Iyadl yang menjelaskan bentuk-bentuk hujatan Nab saw. sebagai berikut:

    “Orang-orang yang menghujat Rasululah saw. adalah orang-orang yang mencela, mencari-cari kesalahan, menganggap pada diri Rasul saw. ada kekurangan atau mencela nasab (keturunan) dan pelaksanaan agamanya. Selain itu, juga menjelek-jelekkan salah satu sifatnya yang mulia, menentang atau mensejajarkan Rasululah saw dengan orang lain dengan niat untuk mencela, menghina, mengecilkan, memburuk-burukkan dan mencari-cari kesalahannya. Maka orang tersebut adalah yang orang yang telah menghujat Rasul saw. terhadap orang tersebut, ia harus dibunuh . . .”

    2. Vonis mati

    Imam Asy Syaukani menukil pendapat para fuqaha antara lain pendapat Imam Malik yang mengatakan bahwa orang kafir dzimmi seperti Yahudi, Nashrani, dan sebagainya, yang menghujat Rasulullah saw. terhadap mereka hars dijatuhi hukuman mati, kecuali apabila mereka bertaubat dan masuk Islam. Sedangkan bagi seorang Muslim, ia harus dieksekusi tanpa diterima taubatnya. Imam Asy Syaukani mengatakan bahwa pendapat tersebut sama dengan pendapat Imam Syafi’i dan Imam Hambali.

    Imam Asy Syaukani dalam kitab “Nailul Authar” jilid VII, halaman 213-215, mengemukakan dua hadits tentang hukuman bagi penghinaan Rasulullah saw.

    Diriwayatkan dari Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib ra. yang berbunyi:

    “Bahwa ada seorang wanita yahudi yang sering mencela dan menjelek-jelekkan Nabi saw. (oleh karena perbuatannya itu), maka perempuan itu telah dicekik sampai mati oleh seorang laki-laki. Ternyata Rasulullah saw. menghalalkan darahnya”. (HR Abu Daud)

    Ibnu Abbas telah meriwayatkan sebuah hadits yang berbunyi, bahwa ada seorang laki-laki buta yang istrinya senantiasa mencela dan menjelek-jelekkan Nabi saw. Lelaki itu berusaha melarang dan memperingatkan agar istrinya itu tidak melakukannya. Sampai pada suatu malam (seperti biasanya) istrinya itu mulai lagi mencela dan menjelek-jelekkan Nabi saw. (Merasa tidak tahan lagi), lelaki itu lalu mengambil kapak kemudian dia tebaskan ke perut istrinya dan ia hunjamkan dalam-dalam sampai istrinya itu mati. Keesokan harinya, turun pemberitahuan dari Allah swt kepada Rasulullah saw yang menjelaskan kejadian tersebut. Lantas , hari itu juga beliau saw. mengumpulkan kaum muslimin dan bersabda:

    “Dengan menyebut asma Allah, aku minta orang yang melakukannya, yang sesungguhnya tindakan itu adalah hakku; mohon ia berdiri.”

    Kemudian (kulihat) lelaki buta itu berdiri dan berjalan dengan meraba-raba sampai ia turun di hadapan Rasulullah saw, kemudian ia duduk seraya berkata:

    “akulah suami yang melakukan hal tersebut ya Rasulullah saw. Kulakukan hal tersebut karena ia senantiasa mencela dan menjelek-jelekkan dirimu. Aku telah berusaha melarang dan selalu mengingatkannya, tetapi ia tetap melakukannya. Dari wanita itu, aku mendapatkan dua orang anak (yang cantik) seperti mutiara. Istriku itu sayang padaku. Tetapi kemarin ketika ia (kembali) mencela dan menjelek-jelekkan dirimu, lantas aku mengambil kapak, kemudian menebaskannya ke perut istriku dan menghujamkan kuat-kuat ke perut istriku dan menghujamkan kuat-kuat sampai ia mati.

    Kemudian Rasululah saw. bersabda:
    “Saksikanlah bahwa darahnya (wanita itu) halal” (HR. Abu Daud dan An Nasa’i)

    3. Siapa pengeksekusi?

    Empat belas abad yang lalu, tepatnya di kota madinah pada masa Rasulullah saw. ada seorang munafiqun yang bernama Abdullah bin Ubay bin salul. Ketika itu ia bersumpah:

    “Demi Allah, apabila aku kembali ke Madinah, tentu orang yang paling mulia akan segera mngusir orang yang paling hina.”

    Maksud Abdullah bin Ubay adalah bahwa dirinya yang ketika itu termasuk pemimpin di antara pemuka kalangan munafiqun yang menganggap lebih mulia daripada Rasulullah saw; dan bahwasanya Rasulullah Muhammad saw. itu adalah orang yang paling rendah martabatnya di antara mereka. Dengan demikian, beliau tidak layak lagi memimpin mereka. Begitulah maksud Abdullah bin Ubay.

    Berita tersebut didengar oleh Zaid bin Al Arqam, kemudian ia menyampaikannya kepada Umar. Umar sangat geram mendengar hal ini, lalu ia melapor kepada Rasulullah saw. Dengan menahan emosi, ia berkata, “Izinkan aku, ya Rasulullah, untuk membunuh orang itu, orang yang telah menyebarkan fitnah, agar aku dapat memancung lehernya.”

    Mendengar permintaan Umar itu, Rasulullah saw lalu bertanya, “Apakah engkau akan membunuhnya, bila kuizinkan engkau melakukannya?”

    Umar menjawab, :” ya tentu. Demi Allah, jika engkau memerintahkan kepadaku untukmembunuhnya, maka aku akan memancung lehernya, (sekarang juga).

    Rasulullah saw berusaha menenangkan emosi umar, seraya berkata “Duduklah dulu”.

    Tak lama kemudian, datanglah salah seorang terkemuka dari kalangan Anshar yang bernama Usaid bin Hudlair. Ia kemudian berkata “Ya Rasululullah, izinkanlah aku untuk memancung leher orang yang telah menyebarkan fitnah di tengah masyarakat itu”

    Kembali Rasulullah saw berlata persis seperti apa yang dikatakan Beliau kepada Umar: “Apakah engkau akan membunuhnya, bila kuizinkan engkau melakukannya?”

    Usaid bin Hudzair menjawab: “Ya tentu saja. Demi Allah, jika engkau memerintahkan kepadaku untuk membunuhnya, maka aku akan memancung lehernya, (sekarang juga).”

    Tetapi, lagi-lagi Rasulullah tidak mengijinkan Usaid melepaskan geramnya.

    Berbeda dengan itu, setelah usai Perang Badar, seorang gembong Yahudi bernama Abu ‘Afak terus menerus menampakkan permusuhannya pada Islam dan melakukan penghinaan pada Rasulullah SAW. Diantaranya ia menyuruh penyair untuk membuat sya’ir-sya’ir yang mengandung cacian, celaan, cercaan, dan penghinaan terhadap Nabi SAW. Mendengar hal ini, tanpa banyak komentar seorang sahabat bernama Salim bin Umar mendatangi rumah Abu ‘Afak. Kemudian ia menebaskan pedangnya di leher Abu ‘Afak sehingga seketika itu juga matilah dia.

    Juga pernah suatu waktu ada seorang Yahudi bernama Asma binti Marwan yang sangat membenci Islam. Ia selalu melontarkan perkataan-perkataan yang mengandung penghinaan terhadap Nabi dan Islam. ‘Umair bin ‘Auf, salah seorang sahabat Nabi mendatangi rumah Asma lalu menancapkan pedang ke dadanya. Ia pun mati. Mensikapi kedua kejadian terakhir ini Rasulullah SAW mendiamkannya.

    Nampaklah, sikap Rasulullah SAW tidak mengijinkan membunuh orang munafik Abdullah bin Ubay karena Beliau khawatir orang-orang mengatakan “Muhammad telah membunuh sahabat-sahabatnya”. Bahkan Beliau bersedia menshalatkannya saat ia meninggal. Namun, Allah segera menurunkan larangan tentang hal itu (lihat surat at Taubah ayat 84). Sementara, untuk kasus lainnya, pengeksekusinya adalah para sahabat yang gagah berani dengan seijin Rasulullah sebagai Kepala Negara.

    Komentar oleh hanif — April 14, 2008 @ 8:08 pm | Balas

  5. Pakai minyak klentik aja if lu kramas

    Komentar oleh Ana — April 19, 2008 @ 5:44 pm | Balas

  6. yang salah Gert Wilders, bukan masyarakat Belanda_nya, toh di negara_nya dia [baca: GW] juga dikecam habis2an, dan produk Belanda ada ratusan yang masuk ke Asia, tidak cuma 40 item, maaf Shell [minyak] adalah produk asal Australia…

    Komentar oleh XV — April 21, 2008 @ 1:34 pm | Balas

  7. dulu tahun 80_an, Salman Rusdhie juga menghina kita [kaum Muslim] lewat buku_nya Ayat-Ayat Setan, saat itu banyak yang teriak ini_itu, tapi sekarang…gaung_nya hilang begitu saja…

    Komentar oleh XV — April 21, 2008 @ 1:37 pm | Balas

  8. jika kita [kaum Muslim] memboikot produk Belanda, itu adalah salah kaprah, wong yang berbuat adalah orang per orang, dan itu juga dikecam habis pemerintah_nya, masa’ gara2 beberapa orang teroris yang ber_operasi di negara kita, lalu orang luar negeri boikot, gak mau ke Indonesia, gak mau pake’ produk Indonesia yang dijual di negara_nya, gak juga_lah…

    Komentar oleh XV — April 21, 2008 @ 1:47 pm | Balas

  9. jika kita [kaum Muslim] meng_kategori_kan Gert Wilders sebagai kafir, maka ada seruan seperti ini dari Amien Rais…agar tokoh2 Islam betul2 menerapkan moral dan akhlak Islami, karena dalam Al-Quran orang kafir pun punya hak hidup [KORAN TEMPO, Minggu 20 April 2008], saat beliau berada di Padang [Sumatera Barat], ketika ditanya soal Ahmadiyah…

    Komentar oleh XV — April 21, 2008 @ 1:55 pm | Balas

  10. relevasi_nya adalah kata ‘kafir’ tadi, mari_lah senantiasa melakukan aktivitas sehari2 dengan berbekal ke_Islam_an dan petunjuk2 Rasulullah SAW, agar senantiasa mendapatkan rahmat dan ridho ALLAH SWT, Amin…

    Komentar oleh XV — April 21, 2008 @ 2:03 pm | Balas

  11. MUI ataupun OKI perbuatlah sesuatu,Belanda sedang mancing para teroris untuk bergerak.padahal mereka lah yang teroris

    Komentar oleh ivan_taruna — April 24, 2008 @ 8:48 am | Balas

  12. gw rasa memboikot bukan kata yg pantes sodara katakan di sini, dimana notabene indonesia masih sebagai negara yg penuh dengan manusia yg belom bisa berpikir dengan hati-hati. gw setuju sama komen dari sodara paydjo ” apa masalah bakalan selesai? ” saya rasa jawabanya tidak sodara. lagi pula setelah kita memboikot bagaimana dengan nasib karyawan pabrik yg kebanyakan di dominasi oleh orang kita juga. apa sodara tega membuat mereka kehilangan lapangan pekerjaan?!
    cari kerja sekarang tidak semudah membalik telapak tangan, masih beruntung sodara punya kerja dan bisa buka internet setiap hari. tapi gimana dengan sodara-sodara kita yg lain?

    Komentar oleh irina — April 30, 2008 @ 12:10 pm | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: