Blog Tausiyah275

April 17, 2008

Saat Merasa Sial

Filed under: Ensiklopedia Islam,Hikmah,HOT NEWS,Seri Kesalahan2 — Tausiyah 275 @ 12:50 pm

Bismillah,

Pernahkah satu waktu anda merasa kesialan datang kepada anda? Anda merasa kesialan itu datang karena anda merasa berada di waktu yg salah, tempat yg salah, atau bahkan bertemu dengan orang yg (menurut anda) salah? Sedemikian ‘parahnya’ kesialan itu datang, hingga anda merasa bahwa anda tidak akan bertemu dengan orang itu atau tidak akan mau datang lagi ke suatu tempat karena anda yakin mereka semua itu adalah penyebab kesialan.

Saudara2ku, dalam Islam, hal ini disebut tathayyur (merasa sial).

Hal ini merupakan salah satu perbuatan yg DILARANG di dalam Islam. Contoh paling mudah adalah mempercayai angka 13 sebagai angka sial, kemudian percaya bahwa burung gagak dan/atau kucing hitam akan mendatangkan kematian/kesialan bagi yg melihatnya. Atau yg lebih buruk lagi, merasa dirinya sial karena menjalankan perintah agama, misalnya usai bersedekah tiba2 dirinya kecopetan. Maka, dia bisa jadi akan menyalahkan sedekah yg dia lakukan.

Perbuatan tathayyur ini ternyata sudah dilakukan oleh umat2 pembangkang agama Islam sejak dahulu. Kita bisa temukan di An Naml(27):47,“Mereka menjawab: “Kami mendapat nasib yang malang, disebabkan kamu dan orang-orang yang besertamu”. Saleh berkata: “Nasibmu ada pada sisi Allah, (bukan kami yang menjadi sebab), tetapi kamu kaum yang diuji”.”

Bahkan Fir’aun senantiasa menyebut Nabi Musa dan pengikutnya sebagai penyebab kesialan yg dia alami. Hmmm..aku jadi ingat dg George Bush, yg senantiasa mengaitkan terorisme dengan Islam. *senyum*

Rasululloh SAW sendiri menyatakan,“Bukan dari golongan kami, siapa yg merasa sial atau minta diramalkan kesialannya atau menenung atau minta ditenungkan atau menyihir atau minta disihirkan.” (HR Thabarani)

Pernyataan yg lebih keras juga dinyatakan, sebagaimana riwayat dari Ibnu Mas’ud,“Tathayyur (merasa sial) adalah syirik” (diucapkan sebanyak 3 kali) “Tetapi ALLOH SWT akan menghilangkannya dengan cara tawakal.” (HR Abu Daud dan Tarmidzi).

Dari pernyataan di atas, terutama hadits yg terakhir, kita mesti waspada terhadap perasaan merasa sial ini. Yakinlah bahwa sial itu tidak ada hubungannya dengan tempat, orang, atau waktu. Perasaan ini hanya bisa hilang jika kita bertawakal kepada ALLOH SWT, yakni menyerahkan sepenuhnya keputusan/kejadian yg dialaminya kepada ALLOH SWT (tentunya setelah berikhtiar sebelumnya).

Semoga kita semua terhindar dari perbuatan ini.

Iklan

5 Komentar »

  1. yay First comment…

    Assalamu’alaikum…

    salam kenal sebelumnya…

    q boleh gabung kan? lumayan buat nambah pengetahuan ttg Agama…

    q pernah kadang2 ngerasa sperti yg dibahas diatas…
    berguna ni infonya, thx…

    wassalam

    Komentar oleh H1T05H11 — April 17, 2008 @ 8:36 pm | Balas

  2. Assalamu’alaikum….
    ku pngin gbung,,,,eh,y, sbLum’y SALAM KENAL n PERSAUDARAAN
    moga islam mkn erat n jaya…. amiin…

    ku kdg srg mRsa sbg org pmbawa sial,blh mnt saran’y??
    trm ksh,,, 🙂

    Wassalamu’alaikum…

    Komentar oleh choty — Mei 3, 2008 @ 11:46 am | Balas

  3. Asslamu alaikum….
    saya tertarik dengan artikel ini, tapi belum puas karena materinya sudah saya ketahui sebelumnya karena dari kecil sudah biasa ikut pengajian.
    hanya saja saya merasa dalam diri saya selalu saja kena musibah, hampir tiap tahun saya ada kecelakaan. terakhir tahun ini kecelakaan saya mulai serius, sebelum-belumnya hanya bagian kecil saja. sehingga saya merasakan apa memang saya selalu di “sial” dengan kecelakaan (ditakdirkan). mohon pembinaannya,

    Komentar oleh ammar — Mei 16, 2008 @ 6:18 pm | Balas

  4. ass….
    iya nih, kadangkala seseorang merasa sial. entah karena waktu yang salah, tempat yang salah atau lainnya.
    padahal ga da yang salah dengan waktu….
    orang dulu bilang, jangan pergi2 di hr sabtu atau selasa, atau di tanggal ini dan ini.katanya sih hari jelek gitu…
    sempet ngerasa bener juga sih…tapi aku dapet buku yang di dalamnya Rasulullah SAW baersabda :
    “Allah Ta’ala berfirman : “Anak cucu Adam telah menyakiti-Ku,ia mencela waktu,sedangkan Aku adalah yang mencipta dan mengatur waktu. Di tangan-Kulah segala urusan, Aku membolak-balikan malam dan siang.” (Muttafaqun ‘alaihi)

    trus abis itu aku jadi sadar deh, kalo ga ada yang namanya angka sial, hari sial, atau semacamnya…….

    Komentar oleh icha — Mei 29, 2008 @ 4:20 pm | Balas

  5. […] waktu lalu, saya pernah menulis artikel tentang tathayyur, yakni (perasaan) mengenai dirinya selalu mengalami sial dalam hidup. Beberapa waktu lalu saya menemukan berita, yg bisa dikatakan ilmiah, yg menjelaskan mengenai hal […]

    Ping balik oleh Manusia Sering Mengalami Kesialan. Takdir Atau Ilmiah? | Blog Tausiyah275 — April 9, 2014 @ 10:16 am | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: