Blog Tausiyah275

Mei 27, 2008

Sholat Jama’ (Jamak) dan Qashar

Filed under: Ensiklopedia Islam,Fiqh,Seri Kesalahan2,Sholat — Tausiyah 275 @ 8:29 am

Bismillah,

Pada kesempatan ini, saya hendak menjelaskan pengertian sholat jama’ dan sholat qashar. Latar belakang artikel ini dibuat, karena ada seorang temanku yg ‘salah’ membedakan sholat jama’ dan qashar. Semoga artikel ini bisa menambah pengetahuan baginya dan bagi anda semua.

Yang dimaksud dengan sholat jama’ adalah menggabungkan 2 sholat dalam 1 waktu. Sebagai contoh menggabungkan sholat Dhuhur dan Ashar, serta sholat Maghrib dan Isya.

Dalil yang digunakan adalah:
1) Dari Muadz bin Jabal bahwa Rasululloh SAW apabila beliau melakukan perjalanan sebelum matahari condong (masuk waktu sholat zuhur), maka beliau mengakhirkan sholat zuhur kemudian menjamaknya dengan sholat ashar pada waktu ashar, dan apabila beliau melakukan perjalanan sesudah matahari condong, beliau menjamak sholat zuhur dan ashar (pada waktu zuhur) baru kemudian beliau berangkat. Dan apabila beliau melakukan perjalanan sebelum magrib maka beliau mengakhirkan sholat magrib dan menjamaknya dengan sholat isya, dan jika beliau berangkat sesudah masuk waktu magrib,maka beliau menyegerakan sholat isya dan menjamaknya dengan sholat magrib. (Hadits Riwayat Ahmad, Abu Daud dan Tirmidzi).

2)Rasululloh SAW menjamak sholat magrib dan isya pada malam yang hujan. Dalil lainnya yaitu salah satu perbuatan sahabat, dari Nafi’: bahwa Abdulloh Ibnu Umar sholat bersama para umara (pemimpin) apabila para umara tersebut menjamak sholat magrib dan isya pada waktu hujan. (HR Bukhori)

3) Rasululloh SAW menjamak antara sholat zuhur dan ashar dan antara sholat magrib dan Isya bukan karena rasa takut dan hujan. (HR Muslim)

4) Adalah Rasululloh SAW dalam peperangan Tabuk, apabila hendak berangkat sebelum tergelincir matahari, maka beliau mengakhirkan Dzuhur hingga beliau mengumpulkannya dengan Ashar, lalu beliau melakukan dua shalat itu sekalian. Dan apabila beliau hendak berangkat setelah tergelincir matahari, maka beliau menyegerakan Ashar bersama Dzuhur dan melakukan shalat Dzuhur dan Ashar sekalian. Kemudian beliau berjalan. Dan apabila beliau hendak berangkat sebelum Maghrib maka beliau mengakhirkan Maghrib sehingga mengerjakan bersama Isya’, dan apabila beliau berangkat setelah Maghrib maka beliau menyegerakan Isya’ dan melakukan shalat Isya’ bersama Maghrib“. (HR Tirmidzi)

5) Dari Abdullah bin Abbas Radhiyallahu ‘anhuma, dia berkata, ‘Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menjama antara Zhuhur dan Ashar jika berada dalam perjalanan, juga menjama antara Maghrib dan Isya. (HR Bukhari)

Ada beberapa syarat melakukan sholat jama’, yaitu:
1. Bepergian jauh dan tujuannya bukan untuk bermaksiat.
2. Apabila melakukan sholat berjama’ah, maka imamnya harus musafir juga.
3. Karena sedang mengerjakan pekerjaan-pekerjaan berat yang betul-betul sulit ditinggalkan. Misalnya seorang dokter yang mesti melakukan operasi.

Ada 2 jenis sholat jama’, yakni:
1. Jama’ Taqdim (ada juga yg menuliskan ta’dim, takdim, dst)
Jama’ taqdim adalah ‘menarik’ lebih awal waktu sholat. Jadi, apabila kita hendak bepergian yg kira2 cukup jauh di waktu Dhuhur, usai sholat Dhuhur kita lanjutkan dengan sholat Ashar. Hal yang sama berlaku untuk sholat Isya’, yang dilakukan di saat Magrib.

Yang tidak diperbolehkan dijama’ taqdim adalah Dhuhur di waktu Subuh, ataupun Magrib di waktu Ashar. Selain itu tidak boleh menjama’ Ashar dg sholat Jum’at (di hari Jum’at).

Untuk melaksanakan sholat jama’ taqdim, maka ada hal-hal yg mesti diperhatikan:
a. Kerjakan dulu sholat Dhuhur baru Ashar (atau Magrib dulu baru Isya).
b. Niat jama’ dilakukan saat hendak sholat Dhuhur atau Magrib. Dengan demikian, tidak sah jika niat jama’ dilakukan saat sholat Ashar atau Isya.
c. Dilakukan ‘menyambung’, dalam artian, tidak melakukan sholat sunnah setelah sholat Dhuhur atau Magrib.

2. Jama’ Takhir (ada juga yg menulis ta’hir, taqhir, dst)
Jama’ takhir kebalikan dari poin 1. Dengan demikian, kita ‘mengulur’ sholat di waktu berikutnya. Berdasarkan poin 1, maka kita bisa simpulkan bahwa jama’ takhir itu berarti sholat Dhuhur & Ashar di waktu Ashar, dan sholat Maghrib & Isya di waktu Isya.

Hal yg tidak diperbolehkan adalah Isya di saat Subuh dan Ashar di saat Maghrib.

Untuk melaksanakan sholat jama’ takhir, maka ada hal-hal yg mesti diperhatikan:
a. Niat jama’ tetap dilakukan di saat sholat Dhuhur atau Magrib.
b. Kita masih berada dalam perjalanan pada saat Ashar atau Isya.

Khusus untuk sholat jama’ takhir, kita mesti mendahulukan waktu sholat yg terakhir. Sebagai contoh, jika kita jama’ takhir Dhuhur dan Ashar, maka kita sholat Ashar dahulu barulah sholat Dhuhur.

Tata cara sholat jama’ sama dengan sholat biasa.

Sementara itu, yang dimaksud dengan sholat qashar adalah menyingkat sholat. Sholat yang bisa disingkat hanya sholat dengan jumlah raka’at 4, yakni Dhuhur, Ashar, dan Isya. Sementara Magrib, terlebih lagi Subuh, tidak bisa disingkat.

Dalil-dalilnya:
1) “Dan apabila kamu bepergian di muka bumi, maka tidaklah mengapa kamu mengqashar shalatmu jika kamu takut diserang orang-orang kafir. Sesungguhnya orang-orang kafir itu adalah musuh yang nyata bagimu”. (An Nisa 101).

2) “Saya telah bertanya kepada Anas tentang mengqashar shalat. Jawabnya: Rasululloh SAW apabila ia berjalan jauh 3 mil atau 33 farskah (25,92 km), maka beliau shalat dua rakaat” (Ahmad, Muslim, dan Abu Dawud dari Yahya bin Mazid r.a)

3) “Telah berkata Ibnu Abbas: Rasululloh SAW pernah sembahyang jama’ antara Dhuhur dan Ashar, dan antara Maghrib dan Isya, bukan diwaktu ketakutan dan bukan di dalam pelayaran (safa). Lantas ada orang bertanya kepada Ibnu Abbas: mengapa Nabi SAW berbuat begitu? Ia menjawab: Nabi SAW berbuat bgitu karena tidak mau memberatkan seorangpun daripada umatnya”. (HR Imam Muslim)

4) Dari Muhammad bin Ja’far : ” Telah bercerita kepadaku Syu’bah, dari Yahya bin Yazid Al-Hanna’i yang menuturkan : “Aku bertanya kepada Anas bin Malik tentang mengqashar shalat. Sedangkan aku pergi ke Kufah maka aku shalat dua raka’at hingga aku kembali. Kemudian Anas berkata : “Artinya : Adalah Rasululloh SAW manakala keluar sejauh tiga mil atau tiga farskah (Syu’bah ragu), dia mengqashar shalat. (Dalam suatu riwayat) : Dia shalat dua rakaat”. (HR Imam Ahmad (3/129) dan Al-Baihaqi (2/146).

5) Dari Ya’la bin Umayyah bahwasanya dia bertanya kepada Umar ibnul Kaththab –radhiallahu anhu tentang ayat ini seraya berkata: “Jika kamu takut di serang orang-orang kafir”, padahal manusia telah aman ?!”. Sahabat Umar –radhiallahu anhu menjawab: “Aku sempat heran seperti keherananmu itu lalu akupun bertanya kepada Rasululloh SAW tentang hal itu dan beliau menjawab: “(Qashar itu) adalah sedekah dari ALLOH SWT kepadamu, maka terimahlah sedekah ALLOH SWT tersebut.” (HR. Muslim, Abu Dawud)

Untuk melakukan sholat Qashar, maka kita mesti berniat untuk sholat Qashar. Karena disingkat menjadi 2 raka’at, maka perlakuannya serupa dengan sholat Shubuh.

Selain itu ada juga syarat-syarat yang mesti diperhatikan:
1. Orang yang melakukan qashar = musafir.
2. Seseorang dikatakan musafir jika menempuh lebih kurang 88 km (atau lebih). Di hadits lain disebutkan bahwa Rasululloh SAW jika bepergian lebih dari 15 km, beliau juga melakukan qashar, seperti hadits berikut,“Dari Yahya bin Yazid al-Hana?i berkata, saya bertanya pada Anas bin Malik tentang jarak shalat Qashar. Anas menjawab: “Adalah Rasululloh SAW jika keluar menempuh jarak 3 mil atau 3 farsakh beliau shalat dua rakaat.” (HR Muslim)

Pertanyaannya, apakah boleh kita menggabungkan jama’ dan qashar?

Di dalam bukunya, As-Shalah (hal 181), Prof.Dr. Abdullah Ath-Thayyar menyatakan bahwa Rasululloh SAW pernah melakukan gabungan jama’ dan qashar sekaligus. Pendapat ini juga merupakan fatwa para ulama termasuk syaikh Abdul Aziz bin Baz.

Semoga bermanfaat

Update (23 April 2010): saya sudah menambahkan penjelasan mengenai hal ini. Silakan ke sini.

Iklan

45 Komentar »

  1. koh tanya,
    dulu pas dapet materi ini (pas esde) sama kayak tulisan koh. waktu jamak itu mendahulukan yg akhir baru yg dijamak.

    untuk dzuhur dan ashar gag masalah karena rakaatnya sama. nah yg jadi masalah ketika menjamak maghrib dan isya, padahal ini yg sering, karena waktunya yg deket.

    biasanya kalo jamak takhir maghrib dan isya tuh tetep sesuai urutan waktu sholat, 3 + 4 rakaat.

    piye itu koh ?

    sebenarnya ada 2 pendapat yg pernah saya baca dan dengar, yakni mendahulukan yg akhir dan mendahulukan yg awal. Namun, dari sebuah buku, saya lupa judulnya, disebutkan bahwa Rasululloh SAW MENCONTOHKAN mendahulukan yg akhir. Informasi lebih lengkap menyusul, saya sedang cari bukunya.

    Demikian

    Komentar oleh paydjo.Net — Mei 27, 2008 @ 12:00 pm | Balas

  2. oya, soal qashar.
    pernah baca hadits, kalo musafir itu sholat 5 waktunya boleh qashar, dan ini adalah shadaqah dari Allah, jadi diutamakan untuk qashar bukan menggenapkannya. mosok nolak shadaqah dari Allah.

    biasanya kalo dah sampe tujuan tetep sholat sesuai rakaatnya, gag diqashar.
    piye koh ?

    saya sudah tuliskan hadits yg ‘mirip’ dg mas Paydjo sebutkan. Ada beberapa penafsiran untuk hal ini (qashar), terutama untuk rentang waktu seseorang disebut musafir. Dari beberapa ulama yg pernah saya ikut pengajiannya, mereka menyebut 3 (tiga) hari sebagai batas seseorang disebut musafir. Jadi, katakanlah mas Paydjo pergi ke Bandung selama 4 hari, maka 3 hari-nya ‘boleh’ qashar (dan jama’), tapi di hari ke-4, mesti sholat sesuai dg waktunya.

    Demikian.

    Komentar oleh paydjo.Net — Mei 27, 2008 @ 12:03 pm | Balas

  3. yang saya tanyakan apakah jama takhir boleh juhur dulu bru ashar kan abis shalat ashar kan ga ada shalat lagi

    mbak Sri, larangan sholat setelah sholat ashar itu adalah untuk sholat sunnah. pengecualian sholat setelah sholat ashar adalah untuk sholat jamak (takhir) dan/atau sholat jenazah.
    demikian

    Komentar oleh sri — Juni 24, 2008 @ 11:12 am | Balas

  4. Bagus2 untuk mengingatkan lagi nih.. jamak dan qashar

    Komentar oleh alifaiq — Juni 25, 2008 @ 8:08 am | Balas

  5. Maaf nih, 1 mil itu bukannya 1,6 km (mil darat) atau 1,8 km (mil laut)/info dari http://id.wikipedia.org/wiki/Mil. Jadi kalo mnrt haditsnya 3 mil, seharusnya 4,8 km (mil darat) atau 5,4 Km (mil laut), knp jd 88 Km atau 15 Km berarti 1 milnya 5 Km, penetapan ini apa sekedar kehati2an ulama agar umat islam tidak gampang melakukan jama’ sholat , atau ada dalil yang menguatkan agar jarak tempuhnya minimal 15 km/88km?, krn setahu saya haditsnya ya sebagaimana yg tertera diatas

    saya rasa itu kehati2an para ulama saja. karena bagi Rasululloh SAW, beliau tentu lebih tahu yg ‘pas’ 🙂

    Komentar oleh Abu Faruq — Juni 30, 2008 @ 3:24 pm | Balas

  6. Asw. terima kasih atas artikelnya…

    Saya baru bener-bener paham tata cara shalat Jamak..masalahnya saya sering berpergian jauh, jadi saya kadang-kadang bingung juga dijamak g ya???? saya lebih sering shalat dikendaraan, jadi saya tayamum kemudian shalat dengan arah kiblat sesuai arah kendaraan, karena saya pernah juga baca buku tentang tata cara shalat di kendaraan.

    mau nanya, mana yang lebih baik dijamak atau shalat dikendaraan aja..?? makasih

    wa’alaykumsalam wr wb
    yg mesti diperhatikan, carilah yg termudah untuk dilakukan. Tiap ulama berbeda pendapat, ada yg membolehkan sholat di kendaraan, ada juga yg menyarankan di-jamak saja.

    Insya ALLOH saya akan muat artikelnya.

    Komentar oleh Eko Sedane Putra — Juli 4, 2008 @ 8:55 pm | Balas

  7. assalamaualikum
    maaf mau tanya apakah bnar ketika jama’ qashar imamnya harus sma2 musafir? klo mislkan dengan imam yang bukan musafir gman? sya biasnya ikut sholat imam masjid 4 rakaat utk dhuhur, kemudian saya lanjutkan 2 rakaat ashar. karena sya berpergian sendiri.mohon tanggapannya

    wa’alaykumsalam wr wb
    Tidak mesti sesama musafir.
    insya ALLOH yg anda lakukan sudah benar.

    Komentar oleh joko — Juli 30, 2008 @ 1:04 pm | Balas

  8. Ass.

    Mengenai jama Takhir, mohon saya di beri tahu referensi buku nya. karena yang selama ini saya kerjakan itu shalat maghrib dulu baru shalat isya..
    sebelumnya saya ucapkan terima kasih

    Wassalam

    wa’alaykumsalam wr wb
    insya ALLOH akan saya cari referensi yg lebih lengkapnya.

    Komentar oleh Fadil — September 1, 2008 @ 10:39 am | Balas

  9. bisakah salat magrib di jama’ di waktu isya dan apakah salat tersebut bisa di jama’ qashar? kalopun bisa salat isya dilakukan dalam 4 rakaat atau 2 rakaat?

    Magrib BISA di-jama’ di waktu Isya.
    untuk Isya, bisa di-qashar (menjadi 2 raka’at). Sementara magrib tidak bisa.

    Komentar oleh Rv MTC 2022 — Oktober 10, 2008 @ 9:21 pm | Balas

  10. Assalamualaikum,,
    1. jadi untuk jama takhir,, yg didahulukan shalat ashar/isya atau dzuhur/magrib??lalu ada ayat/hadis yg menjelaskan ga??

    Untuk melaksanakan sholat jama’ takhir, maka ada hal-hal yg mesti diperhatikan:
    a. Niat jama’ tetap dilakukan di saat sholat Dhuhur atau Magrib.

    2. tolong jelaskan poin diatas donk??
    yaitu kalau shalat jama takhir,,niat nya d saat shalat dzuhur/magrib??khan katanya shalat yg didahulukan shalat pada waktu shalat itu??masih berhubungan dengan pertanyaan no 1.

    Walaikumsalam

    terima kasih.

    Komentar oleh citra — November 15, 2008 @ 12:21 pm | Balas

  11. no komen!!!

    Komentar oleh afgan — Desember 20, 2008 @ 7:38 pm | Balas

  12. sholat jama’ takhir Magrib, yg benar niatnya di saat Magrib atau Isya? Krn yg dikerjakan sholat Isya dulu? Tks

    Komentar oleh similikiti — Januari 23, 2009 @ 3:20 pm | Balas

  13. Assalamu’alaikum
    gimana dengan bacaan niat nya?
    truz gmana kalo dlm perjalanan panjang tersebut selalu melewati masjid,dan perjalanan tsb tidak terlalu terburu2?
    ap shlat jamak tersebut masih berlaku?
    mhon balasannya,,,terima kasih,,,

    Komentar oleh nda — Februari 7, 2009 @ 12:05 pm | Balas

  14. Assalamu’alaikum
    Cuma numpang lewat aja, penjelasannya komplit banget mas.
    Makasih ^_^

    Komentar oleh Dez — Maret 30, 2009 @ 3:39 pm | Balas

  15. terima kasih

    software full serial number
    http://andik-eternal.blogspot.com

    Komentar oleh andik — Mei 15, 2009 @ 7:53 pm | Balas

  16. assalamualaikum,mo tanya ni ,saya kerjanya dikapal 2bln baru pulang apa itu termasuk musafir,?

    Komentar oleh karjono — Mei 31, 2009 @ 3:53 am | Balas

  17. Assalamu alaikum wr wb,
    Maaf klo saya lancang bicara, sepengetahuan saya yang namanya sholat itu harus tertib, urutan sholat itu dari subuh,dhuhur,ashar,magrib dan isya, tidak boleh dibolak-balik jadi ashar-dhuhur n isya-maghrib, mengenai hadist di atas perlu dicerna arti n maksudnya,mohon dicek dulu, mohon maaf klo perkataanku ada yang salah
    wassalamu alaikum wr wb

    Komentar oleh sugeng — Juni 4, 2009 @ 11:27 am | Balas

  18. saya mau tanya. tata cara sholat jamak. apakah dilakukan 2 rakaat per sholat atau bagaimana ? misalnya saya ingin menjamak sholat zduhur dg sholat ashar apakah setiap waktu sholat itu saya mengerjakan 2 rakaat dzuhur dan 2 rakaat ashar atau 4 rakaat dzuhur & 4 rakaat ashar ? mohon pejelasan karena saya sangat membutuhkan penjelasan ini.

    Komentar oleh yana — Juni 24, 2009 @ 10:29 pm | Balas

  19. misalnya kita menjama takhir dzuhur ke asar,mengapa harus dikerjakan shalat asar dulu,kan kalau kita susun waktu shalat dzuhur ada dalam urutan waktu yang kedua dan asar urutan waktu yang ke tiga.mohon penjelasaan nya. kalau bisa dilengkapi dengan hadis atau pendapat para ulam.terimakasih …………

    Komentar oleh parman — Juli 22, 2009 @ 1:20 am | Balas

  20. Mohon dijawab dong pertanyaan soal tata cara sholat jama’, berpa salam yang harus kita lakukan. terimakasih

    Komentar oleh rasya — November 2, 2009 @ 9:34 am | Balas

  21. apakah terjebak dalam kemacetan jalan tol, bisa menjama’ shalat, misalnya kejebak saat maghrib…maka nanti shalat maghrib-nya dijama sama shalat isya’?

    Komentar oleh cinnamon — November 26, 2009 @ 11:43 am | Balas

  22. saya mau tanya, misalnya kita sedang menuntut ilmu di negara asing yang mayoritas penduduk beragama non-muslim. Dikampus tersebut tidak ada masjid sedangkan asrama juga jauh. Bisa tidak kita men-Jama’ sholat duhur-ashar setiap hari karena mengingat kita sedang menuntut ilmu dan apakah kita juga tergolong musafir?
    terima kasih.

    Komentar oleh dimitri — Desember 8, 2009 @ 2:20 pm | Balas

  23. pak tanya
    kalau sholat jama’ itu jaraknya sama dengan sholat qashar itu gimana?

    hadist ttg syarat jarak yang diperbolehkan sholat jama’ itu yang sama pada sholat qashar itu benar?

    kalau ada hadist lain tolong di kasih tau?

    suwun

    Komentar oleh saka — Februari 3, 2010 @ 10:18 am | Balas

  24. Terimakasih atas informasinya yah……

    Komentar oleh sayyid — Februari 17, 2010 @ 11:27 am | Balas

  25. Kalau sholat jama” takhir, apa yang bener sholat dhuhur atau maghrib dulu, karena urutan sholat kan subuh,dhuhur,asar,maghrib dan baru isya”, kata takhir hanya dimaksudkan dilakukan di waktu yang belakang, terima kasih

    Komentar oleh ines — April 22, 2010 @ 10:40 am | Balas

  26. Mohon diperjelas karena dari keterangan diatas saya blum bisa menangkan tentang tata cara roka’atnya, kilo kita narik sholat ashar ke dhuhur apakah 4+4 atau 4+2 atau 2+2. Trus klo mengundurkan sholat dhuhur ke ashar 4+4 atau 4+2 atau 2+2.

    silakan merujuk ke artikel terbaru saya mengenai hal ini.

    Komentar oleh M. Noorjaman — April 23, 2010 @ 10:33 am | Balas

  27. gimna ene?

    Komentar oleh cezar — Mei 6, 2010 @ 9:24 am | Balas

  28. saya pengen naya….
    bagaimana cara niat untuk solat jamak takdim dan takhir????
    apakah ada solat jamak takdim asar dengan magrib??

    – niat tidak perlu bahasa arab. anda bisa berniat dengan bahasa Indonesia.
    – tidak ada jama’ ashar dengan magrib
    demikian

    Komentar oleh hasnan — Juni 15, 2010 @ 10:07 am | Balas

  29. Aslmkm,,.. mau tanya mas,., lau misalnya saya berangat sebelum maghrib tapi dalam perjlanan saya terkena macet dari sholat maghrib nyampe ke isya,.,pdahal lau ngga macet sya bisa nyampe rumah terus bisa mnerjakan sholat maghrib,. pertanyaanya., boleh ngga lau kasus di atas holatnya saya jamak dari maghrib ke isya,. trmksh

    wa’alaykumsalam wr wb. jika terjebak macet (tidak diperkirakan sebelumnya) boleh. namun bila anda tahu bahwa jalur anda macet sehingga anda berniat menjama’ sholat, menurut hemat saya, kurang baik. demikian.

    Komentar oleh rina — Juni 26, 2010 @ 1:12 pm | Balas

  30. asslm saya pernah baca kalau yang boleh di jamak berdasarkan keadaan mendesak harus benar-benar mendesak dan tidak boleh berulang kali,yang saya mau tanyakan di setiap hari jumat keluarga saya pergi dan hanya saya seorang yang harus menjaga warnet, didalam waktu sholat saya benar-benar tidak bisa meninggalkan warnet,apakah keadaan saya tersebut termasuk kriteria yang di bolehkan jamak berdasarkan keadaan mendesak?
    terimakasih sebelumnya wasalam

    wa’alaykumsalam wr wb. sebenarnya sholat tidak butuh waktu lama, kisaran 5-10 menit. menurut saya, anda bisa titip warnet sebentar untuk mendirikan sholat. hemat saya, urusan anda BELUM termasuk keadaan mendesak. contoh urusan mendesak: dokter yg mengoperasi. demikian

    Komentar oleh yayang — Juli 13, 2010 @ 3:22 pm | Balas

  31. asw.saya mw tanya….saya kerja di jakarta. tepatnya di jl.gatot subroto saya naik kendaraan umum jam 5 sore-19.30 saya tertingal salat maghribnya..terus saya harus bgaimana??

    wa’alaykumsalam wr wb. bagaimana jika jam 18.45 anda berhenti dan turun dari angkutan umum untuk sholat Magrib? pengeluaran jelas bertambah besar, tapi di mata ALLOH SWT perbuatan anda (insya ALLOH) akan membawa berkah. demikian

    Komentar oleh akhi — Juli 19, 2010 @ 11:15 am | Balas

  32. Asw. Saya mw tanya ttg sholat jama’ qashar. Saya kerja di bandung&tinggal dengan suami disana. Setiap hr jmt stlh plg kerja kami pulang k jkt.Pertanyaanya apakah sholat magrib&isya saya boleh di jamak-qashar?krn ada ustad yg bilang tidak boleh jamak qashar, hanya boleh jamak saja karena d bandung saya hanya kerja jadi bila saya ke jkt tidak trmasuk musafir shq tidak boleh qashar. Mohon penjelasannya. Terima Kasih

    wa’alaykumsalam wr wb.
    setahu saya, selama sudah lebih dari 80 km, sudah termasuk musafir, dan diperbolehkan qashar.
    demikian.

    Komentar oleh ck — Oktober 7, 2010 @ 4:32 pm | Balas

  33. Tulisan yang menarik, thanks sangat menambah wawasan

    Komentar oleh Mandailing Natal — Desember 1, 2010 @ 6:34 pm | Balas

  34. assalamualaikum.wr.wb.
    maaf koh butuh saran nih.
    saya sekarang sedang bekerja dijepang, diperusahaan ini saya dengan teman-teman saya sesama muslim alhamdulillah di berikan mushollah tetapi hanya cukup untuk 5 orang,sedangkan umat muslim yang bekerja di sini ad 18 orang.
    yang jadi permasalahan saya dengan teman2 saya adalah saat shalat ashar kami hanya diberi waktu 5 menit sedangkan untuk bergantian sholat ashar tidak cukup,
    sebaiknya saya harus bagaimana?
    mohon bantuanya terima kasih.

    wa’alaykumsalam wr wb

    ada beberapa saran dari saya, mudah2an bisa diterapkan:
    1. menurut saya, dicoba bergantian, dengan catatan BERGANTIAN sholatnya. Dijadikan 3 kloter, berupa 5 orang sebanyak 3 kali dan 3 orang sebanyak 1 kali. Kloter pertama break dulu 5 menit, dilanjutkan dengan kloter berikutnya.

    2. jika hal di atas tidak bisa, coba bicara dg boss anda, bagaimana jika ada kompensasi jam kerja? misalnya diambil 10 menit untuk break ashar, dg catatan akan ditebus jam kerja dilebihkan 10 menit.

    mudah2an bermanfaat dan bisa dipraktikkan. 🙂

    Komentar oleh Ridwan — Januari 11, 2011 @ 12:34 pm | Balas

  35. Artikel sangat menarik, bisa menjawab keraguan dalam hati sy, izin di copas untuk blog sy yach ?

    Komentar oleh Thomy HY — Februari 8, 2011 @ 2:13 pm | Balas

  36. Trimakasih, saya mengerti bgt. saya lagi butuh untuk UAS, setelah baca bl;og anda, saya jd tau secara rinci dan mengerti banget. makasih

    Komentar oleh Widia — Maret 13, 2011 @ 7:22 pm | Balas

  37. Assalamu alaikum Wr. Wb.
    Mohon penjelasan mengenai masalah shalat wajib yang di jama
    apakah boleh shalat di jama karena halangan sakit yang mengeluarkan darah terus menerus , yang mana sakit tersebut tidak memungkinkan untuk shalat tepat pada waktunya tapi harus menunggu beberapa jam sehingga melewatkan waktu shalat yang ditentukan, sedangkan syarat shalat yang di jama tidak termasuk kepada halangan sakit tersebut.
    terima kasih atas informasinya

    Komentar oleh Adhitya — Juli 8, 2011 @ 6:06 pm | Balas

  38. Assalamu alaikum Wr. Wb.
    Mungkin dijaman nabi berbeda dengan jaman sekarang ini, dimana semua fasilitas lebih banyak, disaat perjalanan jauh mungkin kita bisa berhenti sejenak jika memungkinka, disaat waktu sholat sudah datang, dan anggab istirahat sebentar sambil melepas kepenatan (kalo dilakukan dengan naik Mobil), kalau dilakukan dengan menggunakan pesawat, mungkin dengan cara menjamak lebih baik dilakukan karena situasi untuk melakukan shalat sesuai waktu (5x sehari)…, jadi menurut pendapat saya, lakukanlah Jama’ dan qash sesuai dengan situasi saat itu.

    Komentar oleh Salim — Agustus 7, 2011 @ 11:16 am | Balas

  39. Mana bacaan nian shalat jama * qasharnya? Ngubek2 mbah google, kok cuma comment yg sama, aneh.

    Komentar oleh udin — November 7, 2011 @ 11:21 am | Balas

  40. […] ini saya tulis untuk memperjelas dan mempermudah pemahaman mengenai sholat Jama’ (Jamak) dan Qashar yg pernah saya […]

    Ping balik oleh Lebih Lanjut Mengenai Sholat Jama’ (Jamak) Dan Qashar « Blog Tausyiah275 — Desember 1, 2011 @ 5:57 pm | Balas

  41. […] menerima sebuah komentar dan pertanyaan mengenai sholat jama’ (jamak). Isinya sebagai berikut: Assalam… Pak mau tanya.. Sebenarnya setelah kita selesai melakukan salah […]

    Ping balik oleh Salam Dahulu Tiap Usai Sholat Jama’ (Sholat Jamak) « Blog Tausyiah275 — Desember 10, 2011 @ 8:05 am | Balas

  42. wah boleh gak , ni saya butuh yang pake tulisan arab ….. dikirim ya …

    Komentar oleh Salwa Danila Mutiara Rani — Maret 5, 2013 @ 7:52 pm | Balas

  43. Terima kasih

    Komentar oleh jaja — Juli 11, 2014 @ 4:16 am | Balas

    • sama2 mas Jaja 🙂

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Juli 11, 2014 @ 8:17 am | Balas

  44. […] Sholat Jamak bagi mereka yang tidak musafir bila ada kebutuhan yang sangat mendesak, dengan catatan tidak menjadikan yang demikian sebagai tradisi (kebiasaan). Pendapat demikian juga dikatakan oleh Ibnu Sirin, Asyhab, juga Ishaq […]

    Ping balik oleh Suka Traveling?, Kamu Harus Faham Sholat Jamak dan Qashar | Tips dan Trik Umroh Dari Ahli Untuk Anda — April 8, 2017 @ 10:37 am | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: