Blog Tausiyah275

Agustus 8, 2008

Ibadah Itu Jangan Egois

Filed under: Ensiklopedia Islam,Fiqh,Hikmah,HOT NEWS,Lain-lain,Seri Kesalahan2 — Tausiyah 275 @ 6:06 pm

Bismillah,

Sebuah fenomena yg menarik saya amati, dilakukan oleh banyak kaum muslim Indonesia (sejauh ini pengamatan dilakukan di Indonesia, karena saya masih hidup di Indonesia. Entahlah jika suatu saat nanti ALLOH SWT berkehendak menyimpan hamba-Nya yg satu ini ke negara lain). Saya yakin jika kita mau merenung, bisa jadi saya dan anda juga termasuk orang2 yg terlibat dalam fenomena ini.

Fenomena yg menurut saya menarik ini adalah fenomena jor2an ibadah untuk kepentingan diri sendiri. Bisa dikatakan ibadah tipe ini adalah ibadah (yg) egois.

Hmmm…seperti apakah ibadah yg egois itu?

Ibadah yg egois adalah ibadah yg dilakukan karena untuk kepentingan dirinya sendiri. Saya ambil beberapa contoh:
– Si A bersedekah karena berharap ALLOH SWT membalasnya berlipat ganda.
– Pak B menyumbangkan pakaian2 bekasnya karena dia merasa pakaian2 bekas tersebut membuat rumahnya sesak.
– Seseorang sholat demi menyelamatkan dirinya dari api neraka.
– Si L naik haji berkali-kali, sementara tetangganya ada yg kelaparan.
– Masih banyak lagi.

Coba anda perhatikan lagi daftar di atas, apakah anda pernah melakukan hal di atas atau yg setipe dengan itu?

Sesungguhnya Islam adalah agama yg mengajarkan sosial kepada para pemeluknya. Artinya, ibadah ‘kolektif’ (bersama) justru dihargai lebih tinggi. Tidak usah jauh-jauh, sholat berjama’ah saja contohnya.

Anda akan temukan hadits, bahwa sholat berjama’ah mempunyai pahala yg lebih besar daripada sholat sendiri (ibadah ‘egois’). “Shalat jama’ah pahalanya melebihi shalat sendiri-sendiri dengan dua puluh tujuh derajat.” (Mutafaq’alaih)

Bahkan Rasululloh SAW jelas2 mengecam imam yg, saat berdoa, lebih mementingkan dirinya. “Barangsiapa mengimami suatu kaum lalu mengkhususkan do’a untuk dirinya, maka dia telah mengkhianati mereka.” (HR. Aththusi)

Lalu, bagaimana mengubah paradigma ibadah yg egois itu?

Saya termasuk orang yg masih belajar juga, tapi (berdasarkan contoh di atas) kita bisa ubah niat kita sebagai berikut:
– Si A bersedekah karena berharap ALLOH SWT membalasnya berlipat ganda.
Nah, kita ubah niat seperti di atas dengan niat seperti ini. “Ya ALLOH, saya bersedekah untuk menolong saudara saya agar tidak menderita kesulitan.”

– Pak B menyumbangkan pakaian2 bekasnya karena dia merasa pakaian2 bekas tersebut membuat rumahnya sesak.
Pada poin ini, mirip dg poin di atas. Ubah niat kita menjadi,”Ya ALLOH SWT, semoga pakaian yg saya berikan ini bermanfaat bagi saudara saya agar bisa berpakaian dan beribadah kepada-Mu dg pakaian yg lebih baik.”

Rasululloh SAW bahkan menyatakan bahwa orang yg MENYANTUNI anak yatim, akan dekat dengan beliau di surga kelak. Hal ini sudah jelas sekali menyatakan bahwa SOSIAL jauh lebih utama dari EGOIS.

Bahkan kita sudah sering mendengar cerita bagaimana seseorang mendapatkan pahala haji padahal dia tidak ikut naik haji. Pahala yg dia dapat karena dia MEMBERIKAN/MENOLONG TETANGGANYA yg kesulitan untuk hidup (dg lebih layak).

Demikian, semoga kita bisa menjadikan ibadah kita lebih bermanfaat bagi orang lain, tidak melulu karena keinginan pribadi (keegoisan) kita.

Iklan

3 Komentar »

  1. […] waktu lalu, saya pernah menulis sebuah artikel mengenai keegoisan orang2 dalam beribadah. Nah, saya punya sebuah cerita yg menarik yg memperlihatkan/contoh bahwa masih banyak orang yg […]

    Ping balik oleh Masih Ada Orang Yang Egois Beribadah « Blog Tausyiah275 — Juli 19, 2012 @ 8:51 pm | Balas

  2. […] Yang hendak saya gugat adalah sikap dan niat dari pak ‘haji’ dan bu ‘hajjah’ yg berangkat. Poin-poin yg hendak saya kritik (habis2an jika perlu) adalah: 1. Yang berhaji berkali-kali Saya pernah tulis artikel tentang kaum muslim (terutama dari Indonesia) yg menuaikan haji berkali-kali. Di sana, saya tulis bahwa MEMANG TIDAK SALAH UNTUK BERHAJI BERKALI-KALI, tapi alangkah baiknya jika hartanya tidak melulu untuk haji sebagai sebuah ibadah yg ‘egois’, karena lebih banyak tertuju untuk pribadi/individu, namun hendaknya juga bisa menyentuh dan mengangkat (martabat) masyarakat di sekitarnya. Dengan kata lain, ibadah itu jangan egois. […]

    Ping balik oleh Menggugat Pak Haji dan Bu Hajjah « Blog Tausyiah275 — Oktober 21, 2012 @ 4:09 am | Balas

  3. […] Keempat, dengan menjadi kaya, umat Islam bisa menyempurnakan rukun Islam-nya dengan menuaikan ibadah haji. Sekarang saja untuk naik haji mesti antri 5 tahun, padahal umat Islam belum semuanya kaya. Bisa dibayangkan jika semua umat Islam kaya dan punya toleransi untuk ibadah haji dengan tidak terlalu sering berulangkali berhaji (tidak egois dalam beribadah). […]

    Ping balik oleh Umat Islam HARUS KAYA, Tapi… | Blog Tausiyah275 — Agustus 11, 2013 @ 9:47 am | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: