Blog Tausiyah275

Oktober 12, 2008

Dibutuhkan: Komunitas Curhat (Muslim)

Filed under: Hikmah,HOT NEWS,Muamalah,Tarbiyah — Tausiyah 275 @ 6:08 pm

Bismillah,

Sebagai seorang manusia, kesulitan hidup merupakan salah satu hal yg tidak mungkin dihindari. Kemiskinan, hutang, ujian tidak lulus, suami selingkuh, istri lari dari rumah, anak yg ugal2an, merupakan sebagian contoh dari kesulitan hidup tersebut.

Islam, sebagai solusi hidup, seringkali dilupakan. Akibatnya banyak orang stres dan mencari hal2 lain sebagai pelariannya. Mulai dari narkoba, sex bebas, hingga senjata pamungkas, bunuh diri, dijadikan solusi karena keterbatasan akal dan hati mereka untuk bisa mengatasi masalah yg dihadapi.

Sebagai contoh terakhir adalah bunuh dirinya seorang lelaki di masjid Istiqlal saat sholat Idul Fitri lalu. Dari beberapa berita yg saya baca, lelaki itu sempat mondar mandir berkali-kali sebelum melakukan bunuh diri. Dari hasil penyelidikan lebih lanjut, diketahui bahwa lelaki tersebut sedang mengalami kesulitan hidup. Saya yakin, pria tersebut sudah berada dalam keadaan linglung, dengan pikiran yg tidak fokus, cenderung mengambang.

Itu satu contoh.

Contoh lainnya, seorang anak yang mencari pelampiasan ke minuman keras dan narkoba, karena kondisi keluarganya yg sedemikian semrawut. Klise memang, tapi contoh dari anak tersebut sebenarnya tidak hanya terjadi di golongan kaya, tapi juga di golongan miskin. Paling berbahaya memang jika terjadi di golongan miskin, karena mereka tidak mempunyai uang untuk memenuhi kebutuhan mereka.

Dari contoh kasus (yang sebenarnya masih banyak lagi contoh2 lain), sebenarnya yg dibutuhkan adalah komunikasi dan diskusi.

Manusia terkadang terlalu naif, bahwa masalah2 hidupnya bisa diatasi dengan materi. Padahal, sebenarnya lebih banyak lagi masalah yg bisa diselesaikan tanpa materi.

Maksudnya?

Kita ambil contoh orang yg bunuh diri itu. Sebenarnya, tindakan nekadnya itu bisa dicegah jika ada orang yg mengajaknya berbicara dari hati ke hati. Barangkali tidak perlu memberi bantuan materi (uang), tapi bisa melampiaskan kekesalan dalam hati bisa jadi suatu hal lebih dari cukup.

Di beberapa negara maju, Amerika Serikat misalnya. Para pecandu narkoba bisa sembuh dari kecanduan, setelah mereka berkumpul dengan para pemakai, lalu masing2 curhat dan mengeluarkan unek2nya, dalam hal apapun. Masalah keluarga, pekerjaan, keuangan, dst dst dikeluarkan dalam grup itu. Mereka mengeluarkan isi hatinya, saling mendengar, saling memberikan solusi (meski hanya sekedar omongan) serta BERSIMPATI DAN BEREMPATI atas masalah yg diungkapkan rekan grupnya.

Dan hasilnya? Banyak para pecandu narkoba (dan minuman keras) yg akhirnya benar2 bisa sembuh.

Blog ini seringkali mendapat pertanyaan, baik berupa komentar ataupun email ke pemilik blog. Mereka mengeluhkan ini itu, bertanya ini itu. Mulai dari hal sepele, misalnya onani, keinginan nikah beda agama, dan banyak lagi.

Saya berusaha menjawab dan mencari solusinya, tentunya sebatas yang saya bisa (dengan sedikit ilmu yg saya ketahui). Dan seperti yg saya jelaskan di atas, kebanyakan dari mereka TIDAK BUTUH SOLUSI MATERI. Balasan 1-2 paragraf, yg menenangkan hati mereka, jauh lebih dibutuhkan.

Beberapa bahkan mengalami masalah keluarga yg sedemikian pelik, yg membuat saya menjadi (mesti) lebih banyak bersyukur lagi, karena jika saya yg mengalaminya, saya tidak yakin kuat menghadapi itu.

Sayangnya, saya belum menemukan komunitas curhat muslim, terutama muslim Indonesia.

Salah satu penyebabnya, ini baru prakiraan kasar saja:
1. Tidak ada uangnya.
Kondisi yg kian serba egois, materialistis, hedonis, membuat orang hanya berpikir materi sebagai solusi. Bahkan untuk mendengarkan pun, si ‘korban’ mesti mengeluarkan uang. Bukan berarti saya ‘menyalahkan’ para psikiater, karena mereka menuntut bayaran untuk curhat yg mereka dengar. Tapi, saya ‘menunjuk’ KITA….YA, SAYA DAN ANDA, yg barangkali tidak pernah berempati dan bersimpati kepada orang2 yg mengeluarkan curhat mereka pada kita, hanya karena anda tidak melihat keuntungan dari apa2 yg mereka ceritakan.

2. Bukan empati yg didapat, malah cacian, ancaman, dst.
Untuk poin 2 ini, saya hendak menyindir para ulama dan orang tua, yg begitu mudahnya marah dan mengeluarkan dalil2 ancaman neraka terhadap orang2 yg ‘tersesat’.

Sebagai contoh, ada 2 anak muda yg berzina hingga hamil. Bukannya berusaha untuk menenangkan hati keduanya, terlebih anak perempuan yg sudah hamil, para orang tua (dan juga ada ulama) malah memakai dalil untuk mencap para pezina ini sebagai penghuni nereka.

Ada juga yg bercerita, katakan V, bahwa dia dimusuhi banyak orang karena dianggap merebut suami orang. Gara2nya, si bos, yg naksir dia, adalah suami dari seorang ibu. Baik, katakanlah dia ‘merebut’ suami orang, tapi kita toh mesti melihat dari sisi lain, sisi si bos, yg malah ‘menjanjikan’ macam2 kepada V.

3. Perlakuan yg tidak adil.
Ini terkait juga dg no 2. Kita sering melakukan tindakan tidak adil kepada orang yg curhat dan membicarakan masalahnya. Jika yg cerita adalah ‘musuh’ kita, kita cenderung mengabaikannya. Atau malah memberi saran yg ‘menjebak’, dalam artian, malah membuatnya kian sengsara dan terjerumus dalam kejelekan.

Sementara jika teman dekat yg bermasalah, apapun kita lakukan.

Sebenarnya, saya punya keinginan untuk mendirikan satu grup untuk diskusi atau curhat tentang masalah mereka. Hanya saja, saat ini yg bisa saya lakukan hanyalah diskusi via email atau mengirim pesan singkat melalui instant messenger.

Mengapa saya ingin membuat grup itu? Tidak lain untuk menumbuhkan rasa simpati dan empati, serta pada akhirnya saya akan lebih banyak lagi bersyukur bahwa kita ternyata jauuuhhh lebih beruntung dari orang lain yg mengalami masalah yg lebih berat.

Semoga satu waktu nanti, impian saya ini bisa terwujud. 🙂

Tapi setidaknya, mulai hari ini anda bisa mulai lebih bersimpati dan berempati pada orang2 yg curhat kepada anda.

Iklan

2 Komentar »

  1. SETUJU DENGAN HAL SEPERTI ITU, BAGAIMANA KALO BUAT KOMUNITASNYA CURHAT,

    Komentar oleh WISNU — Mei 12, 2013 @ 7:23 pm | Balas

  2. saya setuju, kita buat komunitas curhat muslim..tanpa menggurui dan menyalahkan

    Komentar oleh weni — Januari 21, 2014 @ 1:08 pm | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: