Blog Tausiyah275

November 22, 2008

Menemukan Jodoh Anda

Filed under: Ensiklopedia Islam,Fiqh,Hikmah,HOT NEWS,Lain-lain,Muamalah,Munakahat,Tarbiyah — Tausiyah 275 @ 6:56 pm

Bismillah,

Seperti janji saya tempo hari, yang akan membahas tentang pernikahan, saya akan mulai dengan (menemukan) jodoh. Jadi, harap diperhatikan bahwa upaya menemukan jodoh di sini adalah DALAM RANGKA MENIKAH, bukan hal2 yg lain. 😉

Jodoh merupakan salah satu dari sekian rahasia ALLOH SWT kepada makhluk-Nya (baca: manusia), di samping rejeki dan kematian.

Sebenarnya apa sih jodoh itu?

Banyak definisi tentang jodoh. Saya hanya akan menjelaskan definisi jodoh dengan pendapat pribadi saya, jadi akan banyak unsur subyektifitas dan ‘ngawur’ dalam definisi saya.

Jodoh, menurut saya, adalah pasangan (yg diikat dengan tali pernikahan, terutama secara agama/Islam), serta bersedia menemani sisa hidup kita, dalam suasana duka dan suka, tidak hanya di dunia namun juga di akhirat (terutama di surga).

Pertanyaan yg akan timbul, jika ada orang yg hingga meninggal, dia tidak menikah, berarti dia tidak punya jodoh?

Untuk hal ini, saya teringat dengan ucapan salah seorang guru saya. Beliau mengatakan bahwa ALLOH SWT menciptakan (ada) orang2 yg tidak diberi jodoh di alam dunia. Bagi mereka telah disiapkan jodoh di akhirat (baca: surga, jika mereka memang masuk surga kelak).

Saya ‘cut’ dulu untuk urusan jodoh di akhirat ini, kita akan bahas di lain waktu, insya ALLOH. Kini saya hendak fokus dulu pada jodoh di dunia.

Untuk menikah, tentulah mesti ada pasangannya. Nah, pasangan ini yg seringkali dianggap sebagai jodoh (termasuk pada definisi yg saya uraikan di atas).

Menemukan jodoh, sulit-sulit gampang. Ada yg menyebutkan, jodoh itu adalah orang yg kita rindukan setiap saat walau hanya bertemu sesaat. Ada juga yg menyebutkan, jodoh itu adalah orang yg membuat kita ingin menghabiskan sisa waktu hidup kita bersamanya. Bahkan ada yg menyebutkan, jodoh itu adalah orang yg sudah kita nikahi. Dan seterusnya, dan seterusnya.

Khusus untuk pernyataan terakhir ini, mesti lebih berhati-hati. Jika kasusnya poligami, MUNGKIN saja itu jodohnya. Tapi jika kasusnya kawin cerai, nah…itu mesti lebih dicermati sebelum mengatakan bahwa pasangan nikahnya adalah jodohnya.

Banyak cara ALLOH SWT untuk mempertemukan seseorang dengan jodohnya. Ada yg di sekolah atau kampus kuliah (mungkin banyak yg mengalami hal ini). Ada yg bertemu di tempat kerja, bioskop, diskotik, masjid, atau bahkan gara-gara tabrakan atau bersenggolan.

Saya tidak akan membahas cara2 bertemu jodoh, karena itu merupakan rahasia-Nya. Namun saya bisa membantu anda cara menemukan jodoh kita dengan cara yg, insya ALLOH, baik.

Bagi laki2, kriteria jodoh (perempuan) yg hendak dia nikahi, ‘relatif mudah’ karena ada panduan dari Rasululloh SAW, dalam haditsnya yg terkenal. Rasululloh SAW menjelaskan ada 4 kriteria perempuan yg ‘boleh’ dinikahi (baca: dijadikan jodoh) oleh seorang laki2, yakni kecantikan, kekayaan, kehormatan (kedudukan), dan agama. Tapi nikahilah perempuan yg paling baik agamanya, karena lelaki itu akan beruntung. Hadits lengkapnya sebagai berikut: “Seorang wanita dinikahi karena empat hal : karena hartanya, kecantikannya, keturunannya, dan karena agamanya. Maka pilihlah yang memiliki agama, niscaya beruntung kedua tanganmu” (HR. Ahmad)

Bagi perempuan, dia juga berhak memilih lelaki yg hendak menikahinya. Meski tidak ada panduan ‘resmi’ dari Rasululloh SAW bagi perempuan, untuk kriteria calon suaminya, saya menggunakan panduan yg sama. Yakni, terimalah nikah seorang lelaki karena si lelaki taat beragama.

Lalu, bagaimana dan kapan bertemu jodoh?

Tidak ada pola ataupun cara yg ‘pasti’ untuk menemukan jodoh. Banyak cara yg dialami seseorang untuk menemukan jodohnya, terserah bagaimana ALLOH SWT berkehendak, seperti yg saya tulis di atas.

Namun, karena jodoh adalah sesuatu yg berharga, hendaknya dia (dicari dan) ditemukan dengan cara dan di tempat yg baik. Menggunakan ilmu pelet, mencari jodoh di tempat dugem, atau barangkali di tempat pelacuran, jelas bukan cara mencari jodoh yg ‘dianjurkan’. Karena dg cara (dan tempat) yg ‘tidak benar’, sulitlah kiranya kita bisa menemukan hal yg baik dan benar juga.

Beberapa teman menceritakan pengalamannya. Mereka menemukan jodohnya di tempat pengajian, di kampus, di tempat kerja. Intinya tempat2 yg ‘baik’ dan jauh dari hal2 yg (secara agama) dinilai tidak baik.

Lalu, kapan kita akan bertemu dg jodoh kita?

Nah, yg jelas kita mesti berusaha. Memperluas pergaulan, mencari informasi ini itu, merupakan salah satu ikhtiar kita. Jika kita sudah bertemu dg seseorang yg membuat hati kita (istilahnya) ‘deg’, BISA JADI itu adalah tanda bahwa kita sudah bertemu dg jodoh kita.

Saya sendiri bertemu dengan istri saya di kampus, saat kuliah.

Nah, bagaimana anda bertemu dg jodoh anda? Bagi yg belum bertemu, kini saatnya untuk mulai berusaha. 🙂

Iklan

6 Komentar »

  1. […] manfaat. Masalah mencari jodoh atau berpacaran, seperti yg pernah saya tulis dalam artikel “Bagaimana Menemukan Jodoh“, jejaring sosial itu hanyalah alternatif, terutama bagi masyarakat jaman sekarang yg […]

    Ping balik oleh Facebook Haram? « Blog Tausyiah275 — Desember 11, 2011 @ 1:27 pm | Balas

  2. […] poin pertama), apakah anda mau paksa dan takuti orang2 yg belum menikah (karena memang belum ketemu jodoh) atau orang2 yg tidak pakai gamis/surban atau orang2 yg kepalanya botak? Apakah anda berani […]

    Ping balik oleh Phobia Terhadap Kucing = Menolak Sunnah? « Blog Tausyiah275 — Februari 5, 2012 @ 1:28 am | Balas

  3. […] bagi anda yg menginginkan punya jodoh, ikhtiarlah dengan mencari jodoh di berbagai tempat yg baik. Janganlah membatasi atau mengatakan jodoh anda tidak ditemukan […]

    Ping balik oleh Ibadah Saja Tidak Akan Mengubah Hidup Anda « Blog Tausyiah275 — Juli 19, 2012 @ 8:54 pm | Balas

  4. […] karena itu adalah kekuasaan ALLOH SWT. Kita hanya bisa ikhtiar (dan menjemput jodoh), tapi di mana jodoh itu akhirnya ditemukan, toh tetap ALLOH SWT yg […]

    Ping balik oleh Perlukah Menikah Di Masjidil Haram? « Blog Tausyiah275 — Oktober 21, 2012 @ 4:08 am | Balas

  5. asalamualaikum ustad, kita dianjurkan untuk mencari jodoh yang taat pada agama, sementara kita ketahui, orang yang taat pada Rabb nya tidak akan memunculkan sifat riya atas ketaatannya, lalu bagaimana kita tahu calon pasangan kita itu adalah seorang yang taat pada Raab nya? apa indikator orang yang taat pada Rabb nya yang bisa kita ketahui dari dirinya?

    Komentar oleh Wardian Dwi Fresha — November 2, 2014 @ 8:28 am | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb

      kita bisa tahu dari perbuatannya, sikapnya, teman-temannya. bisa juga dari informasi teman/saudara/keluarganya.

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Maret 3, 2015 @ 2:29 am | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: