Blog Tausiyah275

Agustus 18, 2009

Niatnya Wangi Kesturi, Tapi…

Filed under: Ensiklopedia Islam,Fiqh,Hikmah,HOT NEWS,Puasa,Seri Kesalahan2 — Tausiyah 275 @ 5:43 pm

Bismillah,

Ramadhan sudah di depan mata. Tidak terasa kita sudah didatangi (lagi) untuk yang kesekian kalinya oleh tamu yang agung ini. Tamu yang begitu memuliakan kita, big sales yang tidak ada duanya, bahkan membuat kita selalu merindukan Ramadhan.

Ada beberapa hal yang selalu menjadi ganjalan pikiran saya setiap Ramadhan. Kali ini saya ketengahkan artikel tentang SALAH PAHAM orang tentang BAU MULUT YANG SEWANGI KESTURI.

Hadits lengkapnya adalah sebagai berikut:
Abu Hurairah r.a, berkata, “Rasulullah bersabda, ‘Allah berfirman, (dalam satu riwayat: dari Nabi, beliau meriwayatkan dari Tuhanmu, Dia berfirman 8/212), “Setiap amal anak Adam itu untuknya sendiri selain puasa, sesungguhnya puasa itu untuk Ku (dalam satu riwayat: Tiap-tiap amalan memiliki kafarat, dan puasa itu adalah untuk Ku 8/212), dan Aku yang membalasnya. Puasa itu perisai. Apabila ada seseorang di antaramu berpuasa pada suatu hari, maka janganlah berkata kotor dan jangan berteriak-teriak (dan dalam satu riwayat: jangan bertindak bodoh 2/226). Jika ada seseorang yang mencaci makinya atau memeranginya (mengajaknya bertengkar), maka hendaklah ia mengatakan, ‘Sesungguhnya saya sedang berpuasa.’ (dua kali 2/226) Demi Zat yang jiwa Muhammad berada dalam genggaman-Nya, sungguh bau mulut orang yang berpuasa di sisi Allah adalah lebih harum daripada bau kasturi. Bagi orang yang berpuasa ada dua kegembiraan yang dirasakannya. Yaitu, apabila berbuka, ia bergembira; dan apabila ia bertemu dengan Tuhannya, ia bergembira karena puasanya itu.”

Nah, hadits di atas seringkali DISALAH ARTIKAN dan DISALAH PAHAMI oleh banyak orang. Mereka TIDAK MENJAGA KEBERSIHAN DAN KEHARUMAN MULUTNYA. Akibatnya, seringkali kita alami, saat bulan puasa jika kita berbincang-bincang (atau bahkan sekedar buka mulut) terasa sekali bau mulut yang tidak enak, bahkan memusingkan dan bisa membuat kita mual.

Hendak menegur mereka, seringkali kita merasa tidak enak. Namun jika mereka ditegur, mereka selalu menggunakan dalil hadits di atas. “Lho, bau mulut ini ga enak kan menurut anda, kalo menurut ALLOH SWT bau mulut saya ini lebih wangi dari bau kasturi lho.”

Hal ini terjadi karena mereka tidak mau gosok gigi atau membersihkan mulut mereka. Selain dengan alasan hadits di atas, juga ada anggapan dan salah pemahaman bahwa saat puasa itu DILARANG UNTUK GOSOK GIGI!

Padahal jika kita merujuk ke kitab-kitab manapun, tidak ada hadits Rasululloh SAW yg melarang menggosok gigi (siwak). Hanya saja, yg mesti diperhatikan adalah JANGAN MENELAN AIR KUMUR DG SENGAJA!

“Tidak mengapa berkumur-kumur dan memakai air dingin (untk mendinginkan badan) dalam keadaan puasa.” (HR.AbuDawud)

Nah, bagi sebagian saudara kita, mereka memilih tidak gosok gigi dg alasan takut menelan air kumur. Padahal jika kita berniat dan sungguh-sungguh, kita sebenarnya bisa gosok gigi (dan berkumur) dengan hati-hati dan tidak sampai tertelan air kumurnya.

Anda bisa bayangkan jika semua orang memilih tidak memperhatikan kebersihan mulutnya selama puasa, lalu anda ajak bercakap-cakap, bwehhhh…bau mulutnya akan terasa mengganggu sekali. Bau mulut sendiri saja kadang kita tidak tahan, apalagi bau mulut orang lain. 😉

Saya sendiri, alhamdulillah, tidak terlalu takut untuk gosok gigi selama puasa (dan di bulan Ramadhan). Bahkan saya kenal dg 1 rekan kerja yg selalu membawa sikat gigi dan odol. Sebelum wudhu, dia selalu gosok gigi, sekalipun di bulan puasa. Posisinya sebagai manajer, sehingga memang penampilan cukup penting. Tapi alasannya bukan karena penampilan (duniawi), tapi karena baginya sikat gigi merupakan hal ‘wajib’.

Anda sendiri bagaimana? Masih tidak mau gosok gigi dg alasan takut menelan air kumur, tapi dengan demikian anda berarti ‘menyengsarakan’ orang2 sekitar anda (terutama yg anda ajak obrol)? Atau anda mulai punya kesadaran bahwa wangi kasturi bisa didapat walau mulut anda senantiasa dijaga kebersihannya? 😉

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: