Blog Tausiyah275

September 23, 2009

Puasa Syawal, Susah Atau Mudah?

Filed under: Ensiklopedia Islam,Fiqh,Hikmah,HOT NEWS,Puasa,Seri Kesalahan2 — Tausiyah 275 @ 6:11 pm

Bismillah,

Pertama-tama, saya ucapkan Selamat ‘Idul Fitri 1430 H. Taqabballahu Minna Wa Minkum, Shiyamana Wa Shiyamakum. Maaf lahir dan batin untuk segala kesalahan yang pernah saya lakukan di blog ini, facebook, ataupun di yahoo messenger. 🙂 Semoga di 11 bulan berikutnya, kita bisa mempertahankan semangat Ramadhan hingga kita bertemu lagi dengan bulan mulia itu. Aamiin 🙂

Puasa Syawal adalah ibadah yang bisa dilakukan di bulan Syawal, sebagai upaya untuk menyempurnakan shaum Ramadhan yang telah kita lakukan. Anda bisa membaca artikelnya di sini.

Pertanyaan yang timbul, apakah puasa Syawal itu mudah atau susah?

Mengapa ada pertanyaan seperti itu? Karena walaupun puasa Syawal itu ‘hanya’ 6 hari, jauh lebih pendek jika dibandingkan dengan puasa Ramadhan yang 29-30 hari, namun bagi kebanyakan kaum muslim, puasa Syawal ini dirasa sangat berat untuk dilakukan. Hal ini, jika dipikir secara logika, memang benar. Dilihat dari jumlah hari, puasa Syawal itu mudah, tapi kenyataannya sulit dilakukan.

Apa pasal puasa Syawal (cenderung) sulit dilakukan?

Ada beberapa penyebab mengapa puasa Syawal cenderung sulit (dan enggan) dilakukan.

Pertama, kaum muslim merasa dirinya baru bebas dari kewajiban puasa Ramadhan. Mereka beranggapan puasa di bulan Ramadhan sudah cukup sebagai sarana ibadah, terutama untuk puasa di bulan lain tidak terlalu penting. Walhasil, mereka merasa tidak perlu menuaikan puasa Syawal.

Kedua, bisa jadi kaum muslim tidak mengetahui manfaat dari puasa Syawal. Manfaat puasa Syawal adalah untuk menyempurnakan ibadah puasa yang telah dilakukan di bulan Ramadhan. Sebagaimana sabda Rasululloh SAW, dari Abu Ayyub rodhiyallahu anhu: “Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Siapa yang berpuasa Ramadhan dan melanjutkannya dengan 6 hari pada Syawal, maka itulah puasa seumur hidup’.” [Riwayat Muslim 1984, Ahmad 5/417, Abu Dawud 2433, At-Tirmidzi 1164] Selain itu, anda bisa baca kembali poin 1.

Ketiga, masalah kebersamaan. Puasa Ramadhan terasa lebih mudah dilakukan karena orang-orang di sekeliling anda juga berpuasa. Sementara untuk puasa Syawal, anda akan berpuasa sementara orang-orang lain cenderung tidak berpuasa. Adalah hal yang aneh, jika di Indonesia, yg mayoritas penduduknya beragama Islam, sulit untuk puasa sunnah. Bagi orang-orang yg pernah tinggal di negara non muslim, saya yakin akan lebih mudah untuk menuaikan puasa sunnah, karena mereka sudah terbiasa puasa di tengah-tengah orang yang tidak berpuasa. Terlebih bagi kaum muslim di Jakarta, yg sehari-hari mesti berhadapan dg cuaca cukup panas dan teriknya matahari.

Nah, menurut anda sendiri, puasa Syawal mudah atau sulit?

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: