Blog Tausiyah275

Mei 19, 2010

Muslimah Menjadi Miss Amerika. Lalu Apa Manfaatnya?

Filed under: Fiqh,HOT NEWS,Lain-lain,Seri Kesalahan2,Tarbiyah — Tausiyah 275 @ 6:05 pm

Bismillah,

Kemarin saya membaca bahwa yang menjadi pemenang Miss Amerika tahun 2010 ini adalah seorang muslimah. Hmmm…sejenak saya mengernyitkan dahi sebelum membaca lebih rinci beritanya.

Dari sini, saya kutipkan beritanya:

Seorang gadis kelahiran Lebanon, Rima Fakih, dinobatkan sebagai Miss USA (United States of America) 2010, pada hari Minggu malam (16/5) waktu setempat.

Gadis berusia 24 tahun itu pindah ke Amerika Serikat (AS) bersama kedua orangtuanya saat masih bayi. Dia masuk sekolah Katolik di New York City dan pada tahun 2003 pindah ke Michigan bersama keluarganya. Dia dibesarkan dalam keluarga yang menghormati agama Kristen dan Islam.

Fakih mengatakan kemenangan itu akan membuat citra orang Arab menjadi lebih positif. “Saya kira itu akan membuktikan bahwa orang Arab tidak selalu memisahkan diri mereka, tetapi menyatu dalam budaya Amerika. Itu akan menunjukkan kepada dunia bahwa ada orang Arab yang cantik bukan hanya penampilannya, tetapi juga didalam,” katanya.

Ada beberapa hal yg membuat saya tergelitik untuk mengomentari kemenangan Rima Fakih ini.

Pertama, tentang ucapan Fakih bahwa hal ini akan membuat citra orang Arab menjadi lebih positif. Terus terang, saya tertawa geli membaca komentar Fakih ini. Apa hubungannya memenangkan miss-miss-an seperti ini, yg notabene mengobral banyak aurat, dengan citra positif? Citra positif seperti apa yg dia maksud? Citra positif dari kacamata Amerika Serikat dan konco2nya, mungkin ya. Tapi apa perlu kita butuh citra positif dari mereka, sementara di mata agama, hal seperti ini malah tidak ada manfaatnya sama sekali?

Kedua, komentarnya “menyatu dalam budaya Amerika”. Jika melihat komentar saya di atas, maka saya memaklumi (bahkan prihatin) bahwa hanya agar ‘dianggap’ menyatu dalam hal budaya, maka kita mesti meninggalkan atribut kita sebagai seorang muslim(ah). Ini berarti kita menggadaikan agama dengan sesuatu yg sifatnya sementara dan harganya murah.

Ketiga, menurut pendapat saya, ini adalah kekalahan kaum muslim dalam perang pemikiran (ghazwul fikri). Seperti kita ketahui bersama, umat Islam relatif lebih sulit dilawan secara fisik karena mereka punya semangat (jihad) yg luar biasa. Maka disusunlah cara yg lebih halus utk menghancurkan Islam. Menurut saya, salah satunya dengan cara seperti ini.

Dengan memenangkan Fakih, umat Islam merasa mereka telah diterima oleh Amerika. Padahal sebenarnya ini malah menjatuhkan Islam. Jika kita perhatikan, banyak kaum muslim yg bisa berbaur dan diterima oleh masyarakat Amerika lainnya tanpa perlu merendahkan diri seperti Fakih.

Intinya: kemenangan Fakih tidak ada artinya jika harus ‘menggadaikan’ agama (baca: dengan membuka aurat).

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: