Blog Tausiyah275

Juli 20, 2010

Hukum Kopi Luwak Dan Kencing Unta

Filed under: Ensiklopedia Islam,Fiqh,Hikmah,HOT NEWS,Seri Kesalahan2 — Tausiyah 275 @ 6:04 pm

Bismillah,

Selama ini kita sering diajarkan bahwa hukum/sifat dari kotoran (maaf, tai atau tinja atau feses) dan air kencing adalah haram. Namun, sebenarnya ada beberapa riwayat yang menyatakan bahwa ada beberapa hewan yg dihalalkan atas kotoran dan air kencingnya. Yang mengharamkan kotoran dan air kencing tanpa kecuali adalah mazhab Syafi’i, sementara ada mazhab lain yg menghalalkan dengan syarat yg bisa dibaca di bawah ini.

Mari kita bahas beberapa di antaranya, sesuai dengan pengetahuan saya.

Kopi Luwak/Musang
Anda pecinta kopi? Jika ya, maka anda akan tahu betapa mahalnya (dan enaknya) kopi luwak ini. Jika anda bukan pecinta kopi, maka anda akan terheran-heran melihat harga kopi luwak yg super mahal ini.

Luwak atau musang adalah sejenis hewan yg suka mengonsumsi buah, salah satunya kopi. Dia akan mengeluarkan feses yg mengandung buah kopi yg dia makan itu dan selanjutnya feses itulah yg dijadikan kopi untuk selanjutnya dinikmati. Dengan kata lain, kopi luwak adalah kopi yg dihasilkan dari proses pengolahan di perut luwak ini.

Terdengar menjijikkan? Tapi sebenarnya feses mengandung kopi itu HALAL! Apa sebab? Para ulama bersepakat bahwa MUSANG adalah hewan yg HALAL DIMAKAN. Dan SEMUA hewan yg halal dimakan, KOTORANNYA SUCI DAN TIDAK NAJIS.

Adapun yg menyatakan luwak/musang adalah binatang yg halal dimakan, hal ini didasarkan kepada sumbar Mughniyul Muhtaj (4/299), Al-Muqni’ (3/528), dan Asy-Syarhul Kabir (11/67), yg menulis hewan luwak/musang adalah halal, karena walaupun bertaring hanya saja dia tidak mempertakuti dan memangsa manusia atau hewan lainnya dengan taringnya dan dia juga termasuk dari hewan yang baik (arab: thoyyib). Ini merupakan madzhab Malikiyah, Asy-Syafi’iyah, dan salah satu dari dua riwayat dari Imam Ahmad.

Selain itu, ada fatwa Syaikhul Islam Ibnu Taimiah yg berkata dalam Al-Fatawa Al-Kubra (5/313), “Kencing dan tinja hewan yang boleh dimakan dagingnya adalah suci, tidak ada seorangpun dari para sahabat yang berpendapat najisnya. Bahkan pendapat yang menyatakan najisnya adalah pendapat yang muhdats (baru muncul), tidak ada salafnya dari kalangan para sahabat.”

Sementara dalil yg mendukung hal ini adalah hadits riwayat Muslim no. 1529 di mana Rasululloh SAW mengizinkan sholat di kandang kambing. Maka ini menunjukkan tinja dan kencingnya kambing (yang notabene dia adalah hewan yang halal dimakan) adalah suci dan bukan najis, karena tidak boleh sholat pada tempat yang ada najisnya. “Dahulu sebelum dibangun masjid nabawi, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mendirikan sholat di kandang kambing.”(Muttafaqun ‘alaih)

Kencing Unta
Ini pun akan jadi pertanyaan banyak kaum muslim. Masa air kencing unta itu halal?

Seperti kita ketahui bersama, unta adalah salah satu hewan yg BOLEH dikonsumsi. Jika anda belum tahu, unta seringkali dijadikan hewan qurban di kawasan Arab dan sekitarnya (yg menjadikan unta sebagai hewan ternak).

Dalil air kencing unta itu halal (boleh diminum) merujuk dari hadits berikut,“Beberapa orang dari kabilah ‘Ukel dan Urainah singgah di kota Madinah, tidak berapa lama perut mereka menjadi kembung dan bengkak karena tak tahan dengan cuaca Madinah. Menyaksikan tamunya mengalami hal itu, Rasululloh SAW memerintahkan mereka untuk mendatangi onta-onta milik Nabi yang digembalakan di luar kota Madinah, lalu minum dari air kencing dan susu onta-onta tersebut.” (Muttafaqun ‘alaih)

Ada beberapa orang yg mengaitkan air kencing unta ini dengan terapi urine. Hmmm…terus terang, saya belum menemukan referensi yg cukup jauh dan layak untuk hal ini.

Saudara-saudara saya, intinya, seringkali akal manusia tidak bisa menjangkau hal2 seperti di atas. Bagaimana mungkin kotoran seperti itu bisa dihalalkan? Jika memang urine unta itu berkhasiat, mengapa tidak ada penelitian yg mendukung? Pertanyaan2 seperti itu adalah wajar. Namun, hal tersebut telah ada haditsnya dan insya ALLOH shahih.

Bagi yg ingin minum kopi luwak dan air kencing unta, atau hal2 yg ‘didukung’ hadits dan riwayat di atas, ya monggo karena memang ada dalilnya. Jika yg merasa jijik dan menganggap aneh, saya pikir tidak perlu lantas menistakan dan menjelek2an saudaranya yg percaya dan melakukan hal itu. Lagipula hal itu sifatnya bukan wajib.

Semoga bermanfaat.

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: