Blog Tausiyah275

Agustus 17, 2010

Twitteran Saat Jum’atan? Sebaiknya Jangan!

Bismillah,

Seiring dengan perkembangan jaman, dakwah bisa dilakukan dengan berbagai cara, bahkan kita tak pernah bayangkan semula. Bagaimana sms, internet, facebook, twitter bisa digunakan para aktivis dakwah untuk menyebarkan dan men-syi’ar-kan agama ini ke seluruh pelosok bumi, menembus batas negara dan waktu, karena hampir semua yg pernah muncul di internet, kita masih bisa monitoring. *terima kasih kepada mbah Google*

Salah satu media yg bisa dijadikan ladang amal/ladang dakwah adalah twitter. Saya sendiri sudah mempunyai akun twitter, anda bisa lihat di sebelah kanan, ada gambar huruf “T” yg akan menghubungkan anda dengan halaman twitter Tausiyah 275.

Saya sempat melihat ada pernyataan, bagaimana jika kita twitteran saat Jum’atan?

Sebelum masuk ke situ, ada baiknya kita melihat dulu beberapa artikel ttg Islam yg terkait dengan teknologi:
Masjid dengan hotspot
Tentang Facebook
Ringtone Al Qur’an sebagai dering hp
Islam dan pengeras suara

Pendapat saya, twitteran saat Jum’atan sebaiknya dihindari, bahkan DILARANG. Mengapa? Jum’atan merupakan momen yg begitu sakral. Berbicara dengan orang lain, bahkan menegur orang berbicara pun sudah dilarang Rasululloh SAW, sebagaimana dalam haditsnya yg sudah terkenal,“Barangsiapa yang berbicara pada hari Jum’at di waktu imam berkhutbah, maka ia adalah seperti keledai yang memikul kitab, sedang siapa yang memperingatkan orang itu dengan kata-kata”Diamlah”, maka tidak sempurnalah Jum’atnya.” (HR Ahmad)

Twitter sendiri sebenarnya adalah media utk ngobrol, hanya saja secara tidak langsung. Dengan demikian, twitter, facebook, plurk, milis, atau apapun itu medianya, selama bisa terjadi INTERAKSI 2 ARAH (atau lebih) bisa dikelompokkan sebagai NGOBROL.

Berbeda dengan mencatat Khutbah Jum’at yg dilakukan oleh anak SD dan SMP. (Berdasar pengalaman pribadi) Mereka justru lebih fokus dan menyimak isi khutbah Jum’at, karena aktivitas mereka ‘hanya’ mencatat ke buku, bukan interaksi.

Jadi, jika ada materi Jum’atan yg menarik, cukup catat dahulu. Setelah Jum’atan selesai, barulah kita sebarkan melalui twitter, plurk, dan media2 lainnya.

Anda setuju?

1 Komentar »

  1. […] lain yg tidak bermanfaat, seperti twitteran, juga sebaiknya dihindari karena itu berarti anda berpeluang tidak menyimak khutbah. Dan juga […]

    Ping balik oleh Adab Di Masjid | Blog Tausiyah275 — April 12, 2013 @ 5:41 pm | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: