Blog Tausiyah275

Agustus 23, 2010

Salah Menyikapi Sabar dan Syukur

Filed under: Ensiklopedia Islam,Hikmah,Seri Kesalahan2 — Tausiyah 275 @ 6:37 pm

Bismillah,

Kita seringkali menemui perilaku masyarakat Indonesia, khususnya yg muslim, seringkali salah menyikapi sabar dan syukur. Bukan, saya tidak bermaksud menyalahkan sikap sabar dan syukur, namun sikap yg salah terhadap kedua hal ini justru akan merugikan diri kita sendiri.

Sebelum membahas lebih jauh, saya ingin mengingatkan lagi mengenai sikap sabar dan syukur.

Sabar adalah sikap seorang hamba ALLOH SWT pada satu waktu. Seringkali sabar diartikan sebagai sikap kita untuk menahan diri (dari kesedihan/kedukaan/putus asa) pada saat tertimpa musibah. Padahal sebenarnya sabar itu bisa dibagi menjadi 3:
1. Bersabar dalam menjalankan ketaatan kepada ALLOH SWT. “Dan untuk (memenuhi perintah) Tuhanmu, bersabarlah.” (Al Muddatstsir(74):7)
2. Bersabar untuk tidak melakukan hal-hal yang diharamkan ALLOH SWT
3. Bersabar dalam menghadapi takdir-takdir ALLOH SWT yang dialaminya (duka cita/kesedihan,dll). “Dan bersabarlah dalam menunggu ketetapan Tuhanmu, maka sesungguhnya kamu berada dalam penglihatan Kami, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu ketika kamu bangun berdiri,” (Ath Thuur(52):48)

Rasululloh SAW sendiri bersabda, “Aku mengagumi seorang mukmin karena selalu ada kebaikan dalam setiap urusannya. Jika ia mendapatkan kesenangan, ia bersyukur (kepada Allah) sehingga di dalamnya ada kebaikan. Jika ditimpa musibah, ia berserah diri (dan menjalankannya dengan sabar) bahwa di dalamnya ada kebaikan pula.” (HR Muslim)

Sementara syukur sendiri kerap diartikan sebagai perbuatan dan ungkapan ‘berterima kasih’ kepada ALLOH SWT atas nikmat yg telah diberikan-Nya dan telah kita terima.

Kini kita masuk ke topik.

Adalah sikap yg ‘salah’ jika kita bersabar terhadap kedzaliman dan penderitaan yg kita alami. Kedzaliman dan penderitaan tersebut mesti kita atasi, tidak boleh dibiarkan begitu saja karena akan merugikan kita. Sayangnya, banyak orang yg menganggap kita sudah ‘layak’ mendapat penderitaan karena itu sudah takdir ALLOH SWT. Walhasil, orang2 banyak yg cenderung diam saja (yg menurut mereka, mereka sedang bersabar). Dan mereka menganggap orang2 yg berjuang untuk bebas dari kedzaliman sebagai orang yg tidak sabar.

Kita jangan menganggap sabar ~ diam. Ini adalah hal yg salah. Terlebih jika anda dirugikan. Misalkan bonus gaji yg semestinya mendapat Rp 10.00.000, ternyata hanya mendapat Rp 8.000.000 karena boss anda berdalih ini itu. Anda mesti pertanyakan hingga detail mengapa anda tidak mendapat full, padahal rekan kerja yg lain bisa mendapat full.

Untuk kasus di atas, anda TIDAK BOLEH DIAM! Mendiamkan berarti anda telah ‘setuju’ membuat boss anda berbuat dzalim dan sewenang-wenang.

Atau jika ada pasangan suami istri yg belum dikaruniai anak, orang2 banyak menyuruh bersabar tanpa memberikan solusi. Malah, pada saat pasangan tersebut berikhtiar untuk mendapatkan anak, dianggap sebagai sikap yg terlalu ngebet (kepingin) dan terburu-buru. Jelas ini adalah kesalahan paradigma sabar.

Sementara untuk syukur, kita akan melihat sikap yg salah akan membuat kaum muslim tidak produktif dan malas.

Misalnya, anda ingin mencari pekerjaan yg lebih baik dari yg sekarang, anda bisa dicap tidak bersyukur. Padahal mestinya dilihat dulu motivasi pindah kerjanya. Jika hanya orientasi materi dan melihat orang lain lebih enak, maka sikap seperti ini bisa dikatakan tidak bersyukur.

Tapi jika motivasinya adalah agar anak-istri bisa lebih tercukupi (dan terjamin) kebutuhannya (dengan catatan: tidak boros dalam pengeluaran/tetap wajar), maka adalah hal yg lumrah. Justru sebagai orang tua (apalagi sebagai suami), kita mesti berusaha untuk kehidupan yg lebih baik.

Silakan bagi yg hendak diskusi.

Semoga berguna.

Iklan

2 Komentar »

  1. […] jangan salah kaprah sabar dengan diam. Sabar bukanlah diam dalam menerima musibah atau penderitaan dari siapapun. Tetapi merupakan saat […]

    Ping balik oleh Khutbah Jum’at – 20090925 « Kumpulan Khutbah Jum’at — Juni 12, 2012 @ 8:23 pm | Balas

  2. […] 1 kunci sukses hidup di dunia dan akhirat. Malah ada yg menyebutkan kedudukannya jg lbh tinggi dari sabar dan […]

    Ping balik oleh Khutbah Jum’at – 20130111 « Kumpulan Khutbah Jum’at — Februari 5, 2013 @ 7:44 pm | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: