Blog Tausiyah275

September 30, 2010

Nabi dan Rasul Perempuan, Adakah?

Filed under: Ensiklopedia Islam,Hikmah,Tarbiyah — Tausiyah 275 @ 5:34 pm

Bismillah,

Salah satu pertanyaan yg pernah terlintas di benak saya adalah hal itu, adakah Nabi dan/atau Rasul dari kalangan perempuan? Pertanyaan yg (menurut saya) cukup wajar terlontar karena bisa jadi pertanyaan ini pernah juga terbetik/terlintas di banyak kaum muslim(ah).

Kaum feminis (dan liberalis) adalah pihak yg paling ‘meradang’ jika sudah terkait dengan kesetaraan gender. Mereka menilai Islam tidak cukup aspiratif dan akomodatif dalam hal2 yg terkait dengan perempuan. Padahal pandangan mereka ini jelas2 salah. Untuk hal ini (Islam dan feminisme) insya ALLOH akan saya tampilkan artikelnya nanti.

Kembali ke masalah nabi dan/atau rasul perempuan.

Jadi, apakah ada nabi dan/atau rasul perempuan? Jika ada, siapa namanya? Kapan dia muncul? Apa peran dia? Dalilnya apa?

Selama saya belajar agama Islam, terus terang, saya belum pernah mendengar ataupun tahu dalil2 yg kuat yg berkaitan dengan nabi dan/atau rasul perempuan. Ada pendapat ulama yg mengatakan bahwa BISA JADI ada Nabi dan/atau Rasul perempuan. Mereka menggunakan dalil berikut:

ibu Nabi Musa as
“Dan Kami wahyukan kepada ibu Musa; “Susuilah dia, dan apabila kamu khawatir terhadapnya maka jatuhkanlah dia ke sungai (Nil). Dan janganlah kamu khawatir dan janganlah (pula) bersedih hati, karena sesungguhnya Kami akan mengembalikannya kepadamu, dan menjadikannya (salah seorang) dari para rasul.” (QS. Al-Qashash(28): 7)

ibunda Nabi Isa as
“Maka Maryam mengadakan tabir (yang melindunginya) dari mereka; lalu Kami mengutus roh Kami kepadanya, maka ia menjelma di hadapannya (dalam bentuk) manusia yang sempurna.Maryam berkata, “Sesungguhnya aku berlindung dari padamu kepada Tuhan Yang Maha Pemurah, jika kamu seorang yang bertakwa.” (QS. Maryam(19): 17-18)

Jadi, para ulama tersebut menyatakan bahwa wahyu yg diterima oleh kedua ibu ini (berdasar ayat di atas) sebagai bukti bahwa mereka berdua adalah (minimal) Nabi. Terlebih jika kita merujuk ke definisi Nabi dan Rasul, bahwa wahyu yg diterima Nabi hanyalah berlaku untuk dirinya sendiri.

Hanya saja, jika merujuk pada ayat berikut, maka kita akan melihat hal tersebut ‘terbantahkan’:
Kami tidak mengutus sebelum kamu, melainkan orang laki-laki yang Kami berikan wahyu kepadanya diantara penduduk negeri. Maka tidakkah mereka bepergian di muka bumi lalu melihat bagaimana kesudahan orang-orang sebelum mereka (yang mendustakan rasul) dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memikirkannya?” (QS Yusuf (12): 109)

Apakah ini berarti Al Qur’an bertentangan? Tentu saja tidak mungkin! Al Qur’an tidak mungkin bertentangan, justru tafsiran manusia yg tidak cocok.

Jika para feminis mempermasalahkan nabi dan/atau rasul perempuan karena mereka (para feminis) butuh contoh ibadah yg dilakukan oleh perempuan, maka kita tinggal merujuk ke hadits2 yg bercerita ttg ibadah yg dilakukan para istri Rasululloh SAW, terutama Aisyah ra, yg cukup lengkap dan bisa menjadi panduan.

Selain itu, apa perlu kita membahas nabi dan/atau rasul perempuan? Rasa2nya, menurut hemat saya, tidaklah perlu. Toh yg tetap mesti (dan wajib) kita imani dan ikuti adalah Rasululloh SAW serta 24 Nabi dan Rasul lain yg selama ini sudah kita ketahui.

Semoga berguna.

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: