Blog Tausiyah275

April 17, 2011

Hukum Bank ASI

Filed under: Fiqh,HOT NEWS,Lain-lain,Seri Kesalahan2 — Tausiyah 275 @ 6:57 am

Bismillah,

Manusia seringkali berpikir dan bertindak ngawur. Terlebih jika mereka tidak menggunakan agama sebagai petunjuk dan lebih mengedepakan dan menuhankan hawa nafsunya.

Bank ASI merupakan salah satu hal yg mempunyai potensi untuk disalahgunakan oleh manusia.

Sebelumnya, mari kita lihat dulu apa yg dimaksud dengan bank ASI (Air Susu Ibu).

Bank ASI adalah tempat untuk menyimpan air susu ibu. Pendirian bank ini sebenarnya ditujukan untuk menyimpan air susu ibu yg diproduksi berlebih, sehingga apabila satu waktu nanti sang ibu mengalami kesulitan memberi susu untuk bayinya, maka dia bisa mengambil air susunya di bank ASI lalu menyusukannya ke anaknya.

Lalu, apakah boleh ASI dari ibu A diberikan untuk anak ibu B? Hal ini dikarenakan ibu B mengalami kesulitan untuk memberi ASI, sementara pemberian susu formula masih dirasa terlalu mahal.

Untuk kasus seperti ini, harap diingat dan dibaca lagi artikel saya, mengenai saudara sepersusuan.

Di sana saya sudah tuliskan cukup rinci, bahwa jika hendak memberikan ASI kepada bayi lain, terutama jika untuk jangka waktu cukup lama (minimal 3x pemberian ASI dan cukup mengenyangkan serta di bawah 2 tahun) maka mesti diperhatikan garis keturunan. Hal ini dikarenakan jika anak ibu B diberi asi ibu A (sedikitnya) 3x dan mengenyangkan, maka anak ibu A dan anak ibu B menjadi saudara sepersusuan. Itu artinya mereka MAHRAM DAN HARAM DINIKAHKAN!

Cukup jelas bukan aturan mainnya?

Sayangnya, niat baik pendirian bank ASI ini disalahgunakan oleh beberapa orang yg keblinger. Ada orang2 yg membuat ES KRIM TERBUAT DARI AIR SUSU IBU! Sekilas sah2 saja pembuatan es krim dari ASI. Tapi jika es krim ini dikonsumsi oleh anak kecil (di bawah 2 tahun) dan dia mengonsumsi (setidaknya) 3x berturut-turut hingga kenyang, maka (seperti saya tulis di atas) dia akan menjadi saudara sepersusuan dg anak dari ibu yg ASI-nya dibuat es krim.

Masalahnya, saya yakin, para produsen ini tidak akan mempedulikan masalah ini. Efeknya? Terjadi kekacauan garis keturunan! Bisa dibayangkan di masa mendatang, jika es krim ini diperdagangkan secara bebas, terutama di Indonesia, akan banyak terjadi pernikahan sesama saudara sepersusuan, yg notabene dilarang agama!

Saya yakin, jika hal ini terjadi, kekacauan (generasi) yg lebih dahsyat akan menimpa Indonesia. Naudzubillah min dzalik!

Kesimpulan:
– bank ASI boleh selama aturannya diperhatikan
– jika ada bayi lain hendak menyusu dg susu dari bank ASI, maka mesti diperhatikan nasab/garis keturunannya

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: