Blog Tausiyah275

Juli 3, 2011

Islam, Arab, dan Arab Saudi (Saudi Arabia)

Filed under: Ensiklopedia Islam,HOT NEWS,Seri Kesalahan2 — Tausiyah 275 @ 6:44 am

Bismillah,

Ada salah kaprah yg luar biasa dialami oleh kaum muslim, terutama jika saya lihat, kaum muslim di Indonesia. Salah kaprah yg saya maksud adalah mengidentikkan Islam dan Arab Saudi, demikian juga sebaliknya. Dengan kata lain, semua yg ada dan terjadi di Arab Saudi merupakan representasi/cerminan dari Islam. Sebaliknya, jika ingin melihat Islam maka lihatlah Arab Saudi.

Memang benar, Islam (dan agama2 lain) berasal dari Jazirah Arab. Mengapa banyak para Nabi dan Rasul diturunkan di sana, sementara nyaris tidak pernah kita dengar ada Nabi dan Rasul berasal dari Cina, Jepang atau daerah lainnya di dunia? Terus terang, saya belum punya jawaban yg memuaskan, kecuali bahwa kejahiliyahan bangsa Arab sudah sedemikian besar (dan membahayakan?) sehingga ALLOH SWT perlu mengutus Nabi dan Rasul di sana. *insya ALLOH akan saya bahas di kesempatan lain*

Namun, tidak berarti Islam identik dengan Arab. Bahkan (lahir sebagai) orang Arab BUKAN JAMINAN menjadi seorang muslim yg baik! Rasululloh SAW sendiri sudah menyatakan hal ini,“Wahai manusia, sesungguhnya ayahmu satu dan sesungguhnya ayahmu satu. Ketahuilah, tidak ada keunggulan orang Arab atas non-Arab, tidak pula non-Arab atas orang Arab, serta tidak pula orang berkulit hitam atas orang yang berkulit merah. Yang membedakan adalah taqwanya.” (HR. Ahmad)

Lalu, apa hubungan Arab Saudi dengan Arab dan Islam?

Arab Saudi (di beberapa tulisan lain disebut Saudi Arabia) adalah sebuah NEGARA yang didirikan oleh Abdul Aziz bin Saud. (silakan anda merujuk ke sini utk lebih jelasnya).

‘Kebetulan’ (maaf, saya tidak menemukan kata yg lebih tepat utk menggambarkan hal ini) negara ini didirikan di Arab yg terdapat kota Mekkah dan Madinah. Walhasil banyak orang ‘terbutakan’ dan taklid buta serta menganggap Arab Saudi sebagai representasi Islam.

Padahal, jika kita perhatikan, banyak hal yg tidak Islami terjadi di Arab Saudi. Seperti yg sudah pernah saya tulis sebelumnya di sini, banyak sekali berita penyiksaan, pemerkosaan yg dilakukan oleh orang2 di Arab (Saudi) namun entah kenapa tidak ada tindakan hukum yg dikenakan pada mereka. Padahal mereka mengaku sebagai negara yg menerapkan hukum berdasar Al Qur’an dan Hadits, namun kenyataannya? NOL BESAR!

Hal yg sama pada kasus suap ataupun korupsi. Jika mau jujur dan diperhatikan dengan seksama, sebenarnya sudah cukup banyak kasus suap dan korupsi yg terjadi. Tapi apakah kita pernah dengar berita orang Arab Saudi (terutama yg berhubungan dg kerajaan) dihukum sesuai dg hukum Islam? Saya meragukan hal itu, kecuali anda bisa menunjukkan berita dan bukti yg bisa dipercaya!

Barangkali hal yg tidak kalah ‘parah’ adalah banyak para pangeran dari Arab Saudi menanamkan saham mereka di kasino2 di Amerika Serikat. Padahal sudah jelas2 dinyatakan dalam Al Qur’an dan Hadits, bahwa judi itu HARAM!

Sebenarnya masih banyak hal yg hendak saya beberkan di sini untuk menelanjangi kebobrokan dan kejahiliyahan orang Arab Saudi. Namun, saya yakin orang2 yg fanatik buta akan langsung menyerang saya dan menganggap saya melecehkan Islam, bla 3x.

Orang2 yg fanatik ini mungkin TIDAK TAHU bahwa tidak ada ayat Al Qur’an ataupun Hadits yg menyatakan orang Arab itu suci! Lha wong Abu Jahal dan Abu Lahab juga orang Arab, toh mereka jelas sekali kekafirannya serta permusuhannya terhadap Islam!

Menganggap orang2 Arab sekarang tidak berdosa karena mereka merupakan negara di mana ada Mekkah dan Madinah sama saja dengan mengejek hadits di atas!

Yang menyedihkannya, ulama2 Arab Saudi begitu didewa-dewakan dan dipuja-puja. Padahal banyak kebijakan dan fatwa para ulama di sana yg ‘disesuaikan’ (kasarnya: dipesan) dengan kebijakan kerajaan Arab Saudi. Lalu, apa bedanya dg MENJUAL AGAMA? 😉

Intinya, orang Arab itu sama halnya seperti manusia pada umumnya. Ada yg baik, ada yg jahat. Ada koruptor, pemerkosa, pembunuh, pelaku zina di Puncak (Indonesia) dan pelaku kejahatan lainnya. Ada juga yg menyumbangkan hartanya untuk kemanusiaan, imam Masjidil Haram, penghafal Al Qur’an, dan kebajikan2 lainnya.

Jika usai membaca artikel ini anda merasa marah dan kesal, terlebih lagi jika berkomentar yg isinya menghujat atau mencaci maki saya, insya ALLOH saya yakin bahwa anda adalah salah satu orang yg terbutakan. Sebaliknya, jika anda cukup bijak, saya yakin komentar dan hati anda akan semakin tercerahkan, insya ALLOH.

Semoga bermanfaat.

Iklan

12 Komentar »

  1. […] seperti saya pernah tulis di sini, mengenai campur aduk dan salah kaprah mengenai arab dan Islam, ternyata kian terbukti dengan pernyataan si […]

    Ping balik oleh Apakah Mesti Istilah Arab? « Blog Tausyiah275 — Desember 11, 2011 @ 2:58 pm | Balas

  2. […] sebenarnya banyak kebobrokan pemimpin dan masyarakatnya. Hanya saja, seperti tulisan saya di sini dan sini, kaum muslim cenderung enggan untuk membahasnya, dengan berbagai alasan, terutama […]

    Ping balik oleh Mencari Dan Memilih Pemimpin Dari Kacamata Islam « Blog Tausyiah275 — Agustus 8, 2012 @ 6:57 am | Balas

  3. Saya setuju dengan ulasan di atas. Salah satu buktinya adalah, begitu banyaknya TKW dari Indonesia yang menjadi korban pemerkosaan dan penyiksaan dari majikannya.

    Komentar oleh Arif — Maret 12, 2013 @ 2:25 pm | Balas

  4. Izin Copas ya Saudara !

    Komentar oleh Fazrul Amin — Juni 21, 2013 @ 7:21 pm | Balas

  5. Saya 6 bulan tinggal di KSA – Riyadh, dan saya bs mendukung pernyataan anda, disana Polisi Agama (Muttawa) hanya menghukum orang2 biasa yg melakukan tindakan haram (minum2, sex bebas), padahal di tengah kota Riyadh di KingDom tower tepatnya kepunyaan salah satu pangeran disana perempuan bekerja dan tidak di perbolehkan mengenakan hijab, bisa di cek di Youtube.. dan disana yg saya tau prince2nya seperti kebal hukum… dan juga orang2 riyadh itu seperti orang barbar yg tidak tau aturan…

    Komentar oleh Ajie — Agustus 5, 2013 @ 4:00 pm | Balas

    • terima kasih informasinya, mas Ajie 🙂

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Agustus 6, 2013 @ 5:24 am | Balas

  6. […] mesti ditekankan di sini, Arab itu tidak identik dengan Islam, sebagaimana Islam juga tidak identik dengan Arab karena sifatnya yg […]

    Ping balik oleh Miss World Vs (Miss) World Muslimah | Blog Tausiyah275 — September 14, 2013 @ 8:32 pm | Balas

  7. Saya setuju dengan tulisan agan yang ini.

    Komentar oleh Kopedi PDG — Januari 28, 2014 @ 11:43 pm | Balas

  8. […] saya pernah bahas di sini, umat muslim Indonesia terlalu berkiblat ke Arab dan menjadikan (budaya) Arab di atas segala2nya. Padahal sudah jelas2 ALLOH SWT menyatakan “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu […]

    Ping balik oleh Imlek, Antara Tradisi (Budaya) Atau Ritual (Agama) | Blog Tausiyah275 — Februari 7, 2014 @ 8:02 pm | Balas

  9. oh, gitu?

    Komentar oleh bintang — November 10, 2014 @ 3:26 pm | Balas

  10. memang benar, apa yg anda tulis,sesui dengan apa yg dikatakan teman saya, waktu bekerja selama 15 tahun disana, cuma kalo saya lebih menghormati orang arab, karena sedikit banyak keturunan nabi, banyak tinggal disana, itu wajib buat aku menghormati dia sebagai keturunannya, dan satu lagi urusan kemaksiatan dan kebiadaban yg terjadi disana sini, adalah bukti kiamat akan terjadi, kalo ndak gitu tentu kiamat tak kan terjadi donk..

    Komentar oleh trubus makaryo — Januari 4, 2015 @ 2:03 pm | Balas

  11. Mohon direvisi mengenai Nabi dan Rasul kebanyakan diturunkan di jazirah Arab.
    Bedakan wilayah Arab saat ini dengan jaman dahulu.
    Dahulu wilayah Arab hanya terdiri semenanjung Arab. Sedangkan kebanyakan nabi dan rasul diturunkan jauh dari Arab, seperti Mesir, timur tengah ( palestina, syam/suriah, Turki dan lainnya ), yang memiliki bahasa sendiri, budaya sendiri dan berbeda dengan Arab, dan waktu itu tidak termasuk dari Arab.
    Karena sepanjang sepengetahuan saya, hanya satu nabi dan rasul yang wajib kita ketahui diturunkan di tanah Arab, yaitu Muhammad.
    Nyaris tidak ada nabi dan rasul dari cina, jepang dan daerah lainnya? Hmmmm…. Mungkin saja ada. Karena menurut hadist ada lebih dari 100 ribu nabi dan rasul yang diutus, jadi kemungkinan saja ada. Mungkin saja sidharta budha gautama adalah salah satu nabi? Kita tidak tau.
    Hanya saja yang wajib diketahui sebagai muslim hanya 25 saja.

    Komentar oleh Rika diana — Januari 7, 2017 @ 3:22 pm | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: