Blog Tausiyah275

Juli 27, 2011

Masih Ada Orang Yang Egois Beribadah

Filed under: Fiqh,Seri Kesalahan2,Sholat — Tausiyah 275 @ 6:41 am

Bismillah,

Beberapa waktu lalu, saya pernah menulis sebuah artikel mengenai keegoisan orang2 dalam beribadah. Nah, saya punya sebuah cerita yg menarik yg memperlihatkan/contoh bahwa masih banyak orang yg egois dalam beribadah. Cerita ini dikirim oleh teman saya.

Mari kita simak.

jadi gini… pada suatu hari, di sebuah mall yg rame, pada waktu maghrib, mampirlah aku ke musholla yg lokasinya di pojokan basement dekat tempat parkir dan toilet. musholla itu sempit. beberapa orang yg barusan wudhu pada berdiri ngantri di luarnya, nunggu orang2 di dalam musholla menyelesaikan sholat maghrib berjamaah.

anyway, setelah aku selesaikan urusan sholat, aku keluar, aku pasang sepatu lagi sambil ngelirik balik ke dalam musholla. yg aku liat disana adalah masih ada beberapa orang yg setelah sholat itu bertahan duduk dan berlama2 berdoa/dzikir, bahkan lanjut sholat rawatib pisan.

waktu itu aku pilih segera keluar untuk ngasih kesempatan orang lain sholat, toh kewajibanku sudah beres. kemudian aku mikir2… untuk urusan ibadah kan harusnya orang memang berlomba2. tapi apakah mesti mengorbankan kesempatan orang lain untuk beribadah juga? waktunya sholat maghrib kan nggak lama.

kalo menurut pendapatmu, di situasi mushall mall yg sempit itu baiknya memuaskan diri dg ibadah? atau ngasih kesempatan orang lain beribadah?

Ada beberapa hal yg saya garis bawahi dan tekankan dalam cerita di atas:
1. mushola yg sempit.
2. waktu sholat magrib yg singkat.
3. sholat sunnah rawatib.

Kita bisa sama2 melihat bahwa orang2 yg melakukan sholat sunnah itu sebenarnya termasuk org yg egois. Mengapa? Mereka tidak peduli bahwa masih banyak orang yg mengantri hendak sholat magrib (yg waktunya singkat) sementara kondisi musholanya sempit. Katakanlah, musholanya hanya bisa menampung 10-20 orang. Lalu yg antri ada 30 orang. Sementara ada 3-4 orang yg sholat sunnah di barisan depan. Ini jelas sekali menunjukkan bahwa mereka TIDAK PEDULI dg saudara-saudara mereka.

Padahal sholat sunnah itu ya sifatnya sunnah. Anda tidak mengerjakannya pun, insya ALLOH tidak akan berdosa. Sementara jika gara2 anda sholat sunnah, lalu saudara2 kita yg lain menjadi ketinggalan sholat magribnya karena ternyata waktu sholat Isya sudah tiba, bagaimana? Apakah anda mau menanggung dosa mereka?

“Lho, itu kan salah mereka, kenapa sholat magribnya dilambat-lambatkan?”
“Wah, saya biasa sholat sunnah rawatib utk melengkapi sholat magrib saya!”
“Itu sih resiko mereka laaahhh…”

Barangkali akan ada jawaban seperti itu. Sekarang, bagaimana jika posisinya dibalik? Anda terlambat sholat magrib sementara orang2 yg di dalam masih asyik berdzikir, berdoa dan sholat sunnah. Apa yg anda rasakan? Saya yakin anda akan gemas dan menggerutu.

“Pak, cepet dong, magribnya sudah mau habis nih!”
“Aduuuhh…lama sekali sih doanya? Minta apa saja sih ke ALLOH SWT?”
“…..” (tambahkan daftar omelan di sini, hehehe)

Sekali lagi, sholat sunnah rawatib itu hukumnya sunnah. Selama anda sudah mendirikan sholat wajib, itu cukup. Bukan berarti saya meremehkan sholat sunnah rawatib. Namun, dalam kasus ini kita dituntut hanya hubungan dengan ALLOH SWT, tapi juga hubungan dg sesama manusia, terlebih sama2 muslim.

Saya yakin, niat sholat sunnah anda akan diterima oleh ALLOH SWT meski anda tidak mendirikannya karena anda memberi kesempatan kepada saudara2 yg lain utk mendirikan sholat magrib. Saya pernah baca juga, Rasululloh SAW melakukan sholat sunnah belakangan, selain ada dasar hukumnya bahwa sholat sunnah lebih baik dilakukan di rumah. Insya ALLOH lain kali saya akan uraikan.

Semoga berguna.

Iklan

1 Komentar »

  1. […] masjid Nabawi pula saya juga temukan bahwa egoisme beribadah ternyata terjadi di sini. Egoisme yg saya maksud adalah orang2 berebut mencari dan menempati […]

    Ping balik oleh Umroh: 4. Madinah | Blog Tausiyah275 — September 17, 2013 @ 11:48 am | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: