Blog Tausiyah275

Agustus 10, 2011

Apakah Umat Islam Segitu Mudahnya Tergoda?

Filed under: Fiqh,HOT NEWS,Puasa,Seri Kesalahan2 — Tausiyah 275 @ 6:34 am

Bismillah,

Memasuki bulan Ramadhan ini, sudah menjadi berita sehari-hari mengenai adanya penggrebekan dan penutupan warung-warung dan rumah makan dengan dalih mereka mesti menghormati orang2 yg berpuasa. Aksi penggrebekan dan penutupan tersebut kini tidak saja dilakukan oleh organisasi yg mengaku2 sebagai pembela Islam, namun juga oleh satpol PP (dengan kata lain perpanjangan tangan dari pemerintah).

Saya sudah pernah menulis sebelumnya, bagaimana jika ada warung yg buka di bulan Ramadhan? Jika anda sudah membacanya, anda akan melihat bahwa orang2 yg tidak berpuasa (terutama utk kaum ibu yg sedang hamil/menyusui serta orang2 non muslim) juga PUNYA HAK untuk bersantap.

Dan kali ini saya kembali hanya bisa terheran-heran dengan pernyataan dari KPI (Komisi Penyiaran Indonesia). Di sana dikatakan bahwa anggota Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat, Iswandi Syahputra mengimbau agar stasiun televisi tidak mempertontonkan adegan makan dan minum dalam program kulinernya yang ditayangkan pada siang hari.

Terus terang saya merasa umat Islam di Indonesia kok menjadi begitu pongah ya? Apakah hal2 di atas (warung/rumah makan buka dan tayangan kuliner) sedemikian menggoda puasa muslim(at) di Indonesia sehingga lantas semua hal yg (dirasa) bisa menggoda/mengganggu kekhusyukan puasa harus diberangus?

Adalah wajar jika ada anak berumur 5-8 tahun yg sedang belajar puasa lantas dia minta orang2 sekitarnya utk tidak makan/minum di depan dia, karena dia merasa takut akan tergoda dg aroma dan orang yg sedang makan. Nah, apakah anda2 mau dikelompokkan ke dalam puasanya anak kecil yg mesti dilindungi hanya karena takut tergoda?

Padahal, jika kita melihat sejarah, Rasululloh SAW melakukan perang Badr di bulan puasa. Apa lantas, beliau dan para sahabat membatalkan puasanya hanya karena akan perang?

Hemat saya, seseorang akan meningkat kualitasnya jika diuji. Jika anda berpuasa lantas tidak diuji, bagaimana kita yakin kualitas puasa kita sudah baik?

Apabila anda memang sedemikian takutnya tergoda dengan makanan, lebih baik anda tidak perlu bekerja/beraktivitas di bulan puasa. Usai sahur, anda tidur saja seharian hingga saatnya berbuka. Lakukan selama bulan Ramadhan, maka saya yakin anda tidak akan tergoda dengan makanan/minuman, apalagi terganggu dengan warung/rumah makan.

Umat Islam tidak perlu gila hormat untuk minta dihormati pada bulan Ramadhan. Rasululloh SAW sendiri tidak pernah mengeluarkan hadits/mencontohkan bahwa saat umat Islam puasa, kaum Yahudi dan Nasrani tidak boleh makan/minum (di depan mereka). Ayat2 di Al Qur’an pun tidak ada yg menjelaskan demikian.

Lalu terkait dg etika? Ok, saya setuju, etika memang perlu utk menghormati mayoritas kaum muslim yg berpuasa. Tapi menurut saya tidak perlu lebay/berlebihan dengan razia2 dan pelarangan2 seperti di atas.

Bagaimana menurut anda?

Iklan

1 Komentar »

  1. […] saya yakin tidak semua kaum muslim di Indonesia sedemikian lemah imannya sehingga mudah tergoda untuk membatalkan puasanya hanya karena melihat makanan atau orang […]

    Ping balik oleh Berpuasa Di Bulan Ramadhan Itu Tidak Perlu Minta Dihormati Secara Berlebihan | Blog Tausiyah275 — Juli 7, 2013 @ 7:37 pm | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: