Blog Tausiyah275

September 29, 2011

Menonton Situs Porno Tidak Berdosa?

Filed under: Fiqh,HOT NEWS,Lain-lain,Seri Kesalahan2 — Tausiyah 275 @ 6:26 am

Bismillah,

Masya ALLOH dan astaghfirullah, itu yg saya ucapkan ketika membaca artikel ini dan ini. Saya tulis ulang di sini agar para pembaca blog ini bisa tahu mengapa saya sangat sedih usai membaca artikel tersebut.

Agil Siraj: Nonton Situs Porno Tak Berdosa

Posted by KabarNet pada 29/09/2011

Situs Porno Tak Berdosa, Situs Jihadi Radikal Merusak Iman

Alih-alih mengambinghitamkan situs-situs jihadis radikal sebagai akar terorisme, KH Said Agil Siraj membandingkan situs radikal dengan situs porno. Menurutnya, situs radikal lebih berbahaya daripada situs porno. Karena situs radikal merusak iman, sedangkan situs porno tak berdosa, hanya makruh.
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini beranggapan bahwa aksi teror bom yang masih terus terjadi di tanah air berkaitan dengan keberadaan sejumlah situs radikal. Karena situs radikal itu menjadi penyambung lidah ideologi para pelaku teror. Pembiaran situs radikal sama saja merelakan api berkobar liar.

Karenanya, kiyai jebolan Universitas Ummul Qura ini meminta Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Tifatul Sembiring untuk memblokir situs radikal. “Saya meminta Menkominfo menutup situs yang mendorong sikap radikal, bahkan menimbulkan gerakan teror yang meresahkan masyarakat,” desak Said Agil di Gedung PBNU Jakarta, Selasa (27/9/2011).

…Situs porno secara hukum fikih tak berdosa, hanya makruh, ujar Ketua PBNU Prof Dr KH Said Agil Siraj…

Bagi Said Agil, pengaruh situs radikal itu lebih berbahaya terhadap kenyamanan hajat bangsa daripada situs porno. Madharat situs porno hanya berdampak individual, sementara situs radikal berefek sosial.

“Situs porno secara hukum fikih tak berdosa, hanya makruh. Yang dosa itu yang membuat dan menjadi bintang porno,” ujar Prof Dr KH Said Agil Siraj. Sementara itu, situs radikal, menurut Said Agil, lebih berbahaya karena merusak iman.

Said Aqil menegaskan situs-situs radikal itu telah membelokkan makna jihad dalam ajaran Islam. Jadi, situs radikal lebih berbahaya karena merusak iman.

“Jika seseorang membuka situs radikal, efeknya orang tersebut akan memiliki paham yang salah tentang agama. Kesalahan itu yang bisa mengantarkan seseorang menjadi pelaku terorisme. Kalau situs porno merusak akhlak, situs yang mengandung paham radikalisme dapat merusak iman,” tuturnya. Voa-Islam.COM

Dan satu lagi

PBNU: Situs Porno Tak Berdosa, Situs Jihadi Radikal Merusak Iman
Ar Rahmah MediaKamis, 29 September 2011 09:30:43Hits: 507
Jakarta (Arrahmah.com) – Alih-alih mengambinghitamkan situs-situs jihadis radikal sebagai akar terorisme, KH Said Agil Siraj membandingkan situs radikal dengan situs porno. Menurutnya, situs radikal lebih berbahaya daripada situs porno. Karena situs radikal merusak iman, sedangkan situs porno tak berdosa, hanya makruh.

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini beranggapan bahwa aksi teror bom yang masih terus terjadi di tanah air berkaitan dengan keberadaan sejumlah situs radikal. Karena situs radikal itu menjadi penyambung lidah ideologi para pelaku teror. Pembiaran situs radikal sama saja merelakan api berkobar liar.

Karenanya, kiyai jebolan Universitas Ummul Qura ini meminta Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Tifatul Sembiring untuk memblokir situs radikal. “Saya meminta Menkominfo menutup situs yang mendorong sikap radikal, bahkan menimbulkan gerakan teror yang meresahkan masyarakat,” desak Said Agil di Gedung PBNU Jakarta, Selasa (27/9/2011).

Bagi Said Agil, pengaruh situs radikal itu lebih berbahaya terhadap kenyamanan hajat bangsa daripada situs porno. Madharat situs porno hanya berdampak individual, sementara situs radikal berefek sosial.

“Situs porno secara hukum fikih tak berdosa, hanya makruh. Yang dosa itu yang membuat dan menjadi bintang porno,” ujar Prof Dr KH Said Agil Siraj.

Sementara itu, situs radikal, menurut Said Agil, lebih berbahaya karena merusak iman.

Said Aqil menegaskan situs-situs radikal itu telah membelokkan makna jihad dalam ajaran Islam. Jadi, situs radikal lebih berbahaya karena merusak iman.

“Jika seseorang membuka situs radikal, efeknya orang tersebut akan memiliki paham yang salah tentang agama. Kesalahan itu yang bisa mengantarkan seseorang menjadi pelaku terorisme. Kalau situs porno merusak akhlak, situs yang mengandung paham radikalisme dapat merusak iman,” tuturnya. (voa-islam.com/arrahmah.com)

Kesedihan saya kian menebal karena yg mengucapkan adalah ketua NU, yg notabene mempunyai pengikut (dan bahkan pendukung fanatik) lebih kurang 35 juta orang. Apa2 yg diucapkannya akan menjadi teladan dan perkataan yg akan diikuti.

Jika memang situs porno tak berdosa dan malah penutupan situs (yg dianggap) radikal malah dikedepankan, saya tidak bisa membayangkan arus pornografi yg akan melanda, membanjiri, dan ‘menenggelamkan’ generasi muda bangsa ini.

Saya tidak munafik mengenai pornografi, tapi menurut saya pornografi tetap mesti dikendalikan dan filtering mesti diterapkan oleh kaum muslim Indonesia, terutama kepada generasi muda-nya. Saya tidak bisa bayangkan akhlak kaum muda mendatang saat pornografi dianggap tidak berdosa. Apakah berarti adzab ALLOH SWT akan terus datang dan menghancurkan bangsa ini?

Naudzubillah.

Update 7 April 2014:
Saya iseng-iseng googling dan menemukan berita ini.

Tifatul: Nonton Porno, Bukan Dosa Besar

JAKARTA – Mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Tifatul Sembiring membela Arifinto, anggota DPR yang tertangkap kamera tengah menonton video porno saat paripurna DPR, Jumat lalu.

Menurut Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) ini, perbuatan Arifinto melihat video porno bukanlah dosa besar yang tidak akan diampuni oleh Allah.

“Ingat beliau (Arifinto) tidak membuat video porno, hanya melihatnya. Dia membukanya dari link yang dikirim kepadanya,” katanya di kantor Presiden, Jakarta, Selasa (12/4/2011).

Dia menjelaskan, dalam Islam ada yang disebut kabair alias dosa-dosa besar yakni musyrik kepada Allah, durhaka kepada orang tua, membunuh, berzina, dan membuat sumpah palsu.

“Ini bukan termasuk kabair. Jadi kita profesional juga. Kalau cuma menonton belum masuk berzina, masih menyerempet lah,” ujarnya.

Karenanya dia meminta publik untuk tidak menghakimi Arifinto telah berbuat tercela dengan menonton video tidak senonoh di tempat umum. “Beliau itu dikirimi link kemudian dia buka. Itu saja kesalahannya jadi proporsional juga itu. Dia tidak menipu orang,” tegasnya.
(ded)

Memang bisa dikatakan bukan dosa besar, tapi membela dengan cara di atas, menurut saya kurang etis.

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: