Blog Tausiyah275

Desember 22, 2011

(Hari) Ibu Dalam Kacamata Islam

Filed under: Ensiklopedia Islam,Fiqh,Hikmah,HOT NEWS,Lain-lain,Seri Kesalahan2,Tarbiyah — Tausiyah 275 @ 6:19 pm

Bismillah,

Hari ini, 22 Desember, bangsa Indonesia merayakan hari Ibu. Saya perhatikan banyak sekali ucapan2 di Facebook maupun di Twitter yg isinya adalah menyanjung, menghormati, menyayangi, dan aneka kata lainnya yg intinya ucapan terima kasih kepada Ibu mereka.

Namun, di balik itu semua, ada hal yg menggelikan (menurut saya) yg saya temukan. Ada sebuah tulisan berisi “Hari Ibu ternyata bukan dari budaya Islam, apakah kita mesti mengikuti budaya Barat ini?” lebih kurang demikian isinya. Terus terang, saya tidak terlalu ingat detailnya, karena menurut saya tidak terlalu penting.

Jika kita perhatikan, menarik juga pernyataan tersebut. Terlebih jika dikaitkan dengan hadits Rasululloh SAW berikut:

  • “Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum maka ia termasuk golongan mereka.” (HR. Ahmad dalam musnadnya juz II hal. 50)
  • “Dan pasti kalian akan mengikuti orang-orang sebelum kalian setapak demi setapak dan sejengkal demi sejengkal, hingga kalaupun mereka masuk ke lubang biawak kalian pasti akan mengikutinya.”, Para sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, jejak orang-orang Yahudi dan Nasrani?” Beliau menjawab , “Siapa lagi kalau bukan mereka.” (HR. Muslim no. 2669)

Dan ayat Al Qur’an berikut:
“Tidak akan rela orang-orang Yahudi dan Nasrani kepadamu hingga kamu mengikuti millah (agama) mereka.” (QS. Al-Baqarah: 120)

Tentu saja ayat dan hadits tersebut akan membuat banyak orang (terutama kaum muslim) bertanya-tanya.

  • “Apakah ini berarti saya tidak boleh mengekspresikan kecintaan dan kasih sayang saya terhadap ibu saya?”
  • “Jika memang dilarang, bagaimana solusi dari Islam? Jangan hanya melarang saja!”
  • “Ah, picik sekali. Ini kan bukan budaya yg terkait aqidah. Tidak perlu terlalu serius lah!”
  • “Jadi orang Islam sulit sekali ya? Apa2 saja dilarang! Dibilang bid’ah, bla bla bla.”

Barangkali pertanyaan2 dan komentar2 di atas ditemui ataupun muncul di benak kita.

Jadi, bagaimana sebenarnya kedudukan Ibu dalam Islam?

Ibu punya kedudukan yg SANGAT TINGGI dalam Islam. Beberapa dinyatakan dalam ayat Al Qur’an dan hadits Rasululloh SAW berikut:

  • “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” (QS. Al-Israa’: 23)
  • Suatu saat Rasululloh SAW pernah ditanyai orang: “Ya Rasul, siapa sih orang yang paling harus saya taati di dunia ini??” Rasul menjawab: “ibumu”, “lalu siapa lagi Ya Rasul??” Rasul menjawab: “I bumu”, “kemudian setelah itu siapa lagi Ya Rasul??” orang itu bertanya lagi, Rasul menjawab: “ibumu”, orang itu bertanya lagi kemudian siapa lagi Ya Rasul?”, Rasul menjawab: “bapakmu”

Pada ayat di atas, disebut ibu dulu baru bapak. Demikian juga pada hadits, bahkan ibu disebut 3 kali baru bapak. Ini menunjukkan Islam sangat peduli dan menempatkan ibu dalam kedudukan yg tinggi!

“Kok tidak ada hari Ibu dalam Islam?”

Demikian pertanyaan yg (mungkin) timbul atau pernah didengar.

Bagi Islam, jelas tidak perlu ada hari Ibu (secara khusus), terutama jika dikaitkan dengan masalah menyayangi, menghormati, dan seterusnya, jika ternyata Ibu hanya diperlakukan secara istimewa di 1 (satu) hari itu saja. Islam mengajarkan kepada kita utk berbuat baik (menyayangi, menghormati, dan seterusnya) pada ortu (terutama ibu) SETIAP HARI.

  • Apalah arti menyayangi di hari Ibu, tapi di hari lain memperlakukan beliau seperti seorang pembantu?
  • Apalah arti berkata sayang di hari Ibu, tapi di hari lain memarahi ibunya karena kesalahan yg sepele?
  • Apalah arti memberi bunga di hari Ibu, tapi di hari lain menyusahkan dan membebani hidup beliau?

Tapi, menurut saya bukan berarti Islam melarang memperingati hari Ibu. Well, banyak dari kita yg butuh momen atau mesti ada waktu2 khusus utk mengingatkan ttg pentingnya Ibu. So, tidak ada salahnya memperingati hari Ibu, asalkan memang sehari-hari kita sudah menyayangi, menghormati beliau. Dan di hari Ibu, kita memberi PERHATIAN YANG LEBIH daripada di hari biasa.

Lagipula, Ibu mana sih yg tidak senang diperhatikan secara khusus (walau hanya 1 hari)? Dan ingat, menyenangkan hati orang lain (terlebih Ibu) itu sangat baik dan dianjurkan!

Akhir kata, daripada sibuk memberi cap larangan kepada orang2 yg merayakan hari Ibu, coba cek dahulu, apakah anda2 yg melarang itu sudah memperlakukan Ibu anda dengan baik? 😉

Semoga bermanfaat.

Iklan

7 Komentar »

  1. sudahkan anda mencoba untuk mengucapkan “selamat hari ibu, mommy tersayang…. terimakasih untuk semua yang telah mommy berikan, i love you mom”
    setiap hari selalu ada cinta untuk ibu, setiap waktu bisa mengucapkan sayang dan memberikan perhatian lebih kepada ibu, tapi ibu (saya) senang sekali dengan perhatian special di hari specialnya.

    jika semua hal yang meniru kaum lain adalah bid’ah, maka terkutuklah semua teknologi yang saya pakai hari karena semua hasil kecerdasan kaum sesat 😐

    Komentar oleh bella — Desember 22, 2011 @ 7:33 pm | Balas

    • Tolong belajar dulu apa yang disebut bid’ah itu baru komentar yaahh. Makasiihh 😊

      Komentar oleh Rexx — Desember 22, 2015 @ 8:06 am | Balas

  2. Saya stju dgn smua pernyataan di atas.
    Percuma blng sayang sm ibu tp tdk ada peng aplikasian dlm dri stiap wkt.
    Trma ksh .

    Komentar oleh Siti romlah — Desember 22, 2011 @ 9:10 pm | Balas

  3. Bella: terkait bid’ah dan teknologi, insya ALLOH akan saya bahas lain kali. 🙂

    Siti Romlah: betul, terima kasih utk komentarnya 🙂

    Komentar oleh Tausyiah275 — Desember 23, 2011 @ 4:25 pm | Balas

  4. thanks buat infonya,sangat berharga,sy baru tau,jadi tergantung niatnya kan?

    Komentar oleh Bidasari Bachrumsyah — Desember 22, 2012 @ 6:55 am | Balas

  5. Klo saya sudah merasa menyayangi ibu saya, apakah boleh saya menyalahkan orng yg merayakan hari ibu?? LoL

    Komentar oleh perdongoan — Desember 22, 2015 @ 6:55 am | Balas

  6. Lo kalo buat blog jgn sok” kaca mata islam, harusnya lo buat pandangan hari ibu menurut kaca mata lo, tau gk asal muasal bisa ad perayaan hari ibu?? Kalo lo gk tau, search deh di google, klo males nyari hukumnya. Dasar islam siluman anjing. Jgn sembarangan ngatas namain islam. Bangsad lo

    Komentar oleh perdongoan — Desember 22, 2015 @ 7:03 am | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: