Blog Tausiyah275

Februari 3, 2012

Phobia Terhadap Kucing = Menolak Sunnah?

Filed under: Ensiklopedia Islam,Fiqh,Hadits,Lain-lain,Seri Kesalahan2,Tarbiyah — Tausiyah 275 @ 10:25 pm

Bismillah,

Beberapa waktu lalu, saya sempat mengamati sebuah perbincangan dan diskusi mengenai kucing. Awalnya, ada seorang ibu yg mengeluh dan tidak nyaman dengan keberadaan kucing yg ada di rumahnya. Selidik punya selidik, ternyata kucing tersebut dipelihara oleh 2 anaknya.

Si ibu sendiri mengeluh dan tidak nyaman dg kucing karena dia ternyata memiliki ketakutan terhadap kucing, dalam istilah kesehatan biasa disebut phobia. Dia tidak bercerita latar belakang kenapa phobia thd kucing.

Dalam perbincangan berikutnya, ada seseorang yg (menurut saya, gegabah) menyatakan bahwa karena Rasululloh SAW dan para sahabat menyukai kucing, maka menyukai kucing termasuk dalam sunnah Rasululloh SAW. Bahkan, orang ini mengeluarkan dalil,”Barangsiapa tidak menyukai sunnahku, maka bukanlah umatku.” Lalu orang itu ‘memaksa’ si ibu utk menyukai kucing karena itu termasuk sunnah Rasul.

Saya sendiri pernah menulis artikel tentang sunnah. Bisa dicek di sini.

Mendapat respon dalil seperti itu, anda bisa bayangkan, siapa kaum muslim yg tidak lantas menjadi keder? Saya pribadi, jelas akan melawan dan menentang ucapan si orang itu, apalagi terkait dengan dalil tersebut!

Pertama, dalil tersebut, menurut hemat saya, salah alamat! Lho, kok bisa? Ya bisa saja! Dalil tersebut sebenarnya dipotong dan digunakan dg seenaknya oleh orang tersebut!

Hadits dan dalil tersebut lengkapnya adalah sebagai berikut:
“Menikah itu adalah sunnah-ku, barang siapa membenci sunnahku, bukanlah bagian dari kami.” (HR Bukhari Muslim).
So, sudah paham kan bahwa ada PEMENGGALAN hadits yg digunakan untuk kepentingan pribadi!

Kedua, meski Rasululloh SAW dan sahabatnya menyukai kucing, saya pribadi hingga saat ini belum menemukan dalil/referensi dari para ulama bahwa ini dijadikan sunnah.

Ketiga, memaksakan ‘sunnah’ suka kucing kepada orang yg memang phobia kucing, bagi saya malah melanggar sunnah itu sendiri. Coba cari, adakah Rasululloh SAW memaksa orang utk mengikuti sikap dan gaya hidup beliau? Anda bisa bayangkan orang yg ketakutan setengah mati terhadap sesuatu malah dipaksa. Saya malah bayangkan, ‘sunnah’ suka kucing ini bisa menjadi bumerang dan berbahaya apabila ada orang yg ingin masuk Islam tapi akhirnya batal karena dia takut atau alergi kucing hanya karena ‘sunnah’ suka kucing ini.

Keempat, sunnah Rasul tidak sekedar suka pada kucing. Masih banyak sunnah2 Rasululloh SAW lain yg lebih jelas dan memang ‘aman’ dan mudah dilakukan/diikuti oleh banyak orang. Anda bisa cari di sini untuk lebih jelasnya.

Kelima, terkait dg penggunaan dalil/hadits (merujuk poin pertama), apakah anda mau paksa dan takuti orang2 yg belum menikah (karena memang belum ketemu jodoh) atau orang2 yg tidak pakai gamis/surban atau orang2 yg kepalanya botak? Apakah anda berani tanggung jawab jika akhirnya mereka jadi keluar dari Islam?

So, saya melihat masih banyak kaum muslim yg cenderung memaksakan pendapat/sikap mereka ke orang lain. Jika orang lain menolak atau katakan minta penjelasan yg masuk akal untuk dirinya, alih-alih menjelasakan dan membuat orang mengerti dan tertarik, mereka malah mengeluarkan ‘dalil’ yg mendukung mereka. Jika perlu, dalilnya direkayasa (dipotong/ditafsirkan) sesuai dg kehendak mereka.

Walhasil, yaaa….kian jelek Islam di mata orang banyak, tidak cuma di mata orang non muslim. Bahkan di kalangan muslim pun, mereka jadi bertanya-tanya,di mana letak rahmat untuk seluruh alam semesta jika apa2 main ancam? 😉

Semoga berguna.

Iklan

2 Komentar »

  1. Tambah wawasan lagi hari ini, trim

    Komentar oleh Artikel Islami — Februari 21, 2012 @ 9:33 am | Balas

  2. setuju dengan Anda. phobia kucing bukanlah sunnah. pun memelihara kucing jg bukanlah sunnah. ntar kalo itu jadi sunnah maka bayangkan brp jutaan kucing yg hidup karena setiap rumah muslim memelihara kucing..

    hemat saya sunnah yg sebenar2nya adalah sunnah/ajaran/sikap yg justeru wajib adalah meneruskan mentalitas Rasulullah Muhammad SAW yaitu : siddiq (berkata benar & berbuat benar, bukan dibenar2kan), amanah ( jujur dan bisa dipercaya ), fathanah ( cerdas dalam berpikir dan bertindak ), tabliq ( menyampaikan semua kebenaran yg sesungguhnya ).

    Jadi buat apa kita pelihara kucing, piara jenggot, shalat jengkang jengking tiap hari tapi kita sering berbuat kebohongan, dusta, tidak menepati janji, bersumpah palsu, mencuri, rampok, korupsi, dll yang menyengsarakan orang lain … maka kita telah mendustakan “syahadat” yg kita lafazkan setiap shalat itu sendiri. Naudzu billah.. Maka sebaik2nya adalah melatih dan tetap menjaga ke 4 sunnah nabi tsb. Amiin.

    Komentar oleh wied — Maret 20, 2012 @ 12:22 am | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: