Blog Tausiyah275

Mei 25, 2012

Heboh Irshad Manji

Bismillah,

Beberapa hari belakangan, kita di Indonesia mendapati media banyak menyebut dan menuliskan Irshad Manji sebagai bahan berita. Yang paling banyak diberitakan adalah terjadinya pembubaran paksa ‘diskusi’ yg diselenggarakan oleh beberapa lembaga yg menjadikan Irshad Manji sebagai narasumber.

Pertanyaannya, siapa Irshad Manji yg menimbulkan kehebohan itu?

Secara umum, anda bisa membaca bio data Irshad Manji di wikipedia berbahasa Inggris atau bahasa Indonesia, atau di situsnya.

Info umum yg bisa saya berikan di sini adalah Irshad Manji adalah seorang muslimah yg menganut paham feminisme dan menjalani hidup sebagai seorang lesbian.

Saya yakin, sebagian besar kaum Islam (apalagi muslim di Indonesia) akan langsung ‘panas’ begitu membaca info yg saya berikan di atas. Walhasil,kita bisa baca mengapa terjadi pembubaran dan pengusiran Irshad Manji.

Namun, terus terang, saya agak tidak setuju dg metode pembubaran dan pengusiran seperti itu. Mengapa? Itu artinya muslim (di Indonesia) selalu terlihat reaktif dengan selalu melibatkan fisik. Padahal jika kita perhatikan lebih seksama, secara fisik Irshad Manji tidak mengganggu.

“Lho, tapi kan pemikiran kan lebih berbahaya? Makanya kita usir!”

Betul, pemikiran bisa lebih berbahaya daripada fisik karena pemikiran tidak bisa dibelenggu atau disiksa. Justru jika anda berpikir bahwa pemikiran lebih berbahaya, maka sudah saatnya kita berpikir untuk mengedepankan metode pemikiran untuk melawan pemikiran! 😉 *mudah2an tidak bingung membaca kalimat ini*

Saya, terus terang, tidak punya fisik yg mumpuni untuk ikut berjuang dan berjihad (jika memang boleh dikatakan demikian). Namun, saya punya otak dan akal yg bisa saya manfaatkan untuk berpikir dan membantu dari sisi non fisik.

Saya sendiri termasuk orang yg tidak setuju (kontra) dengan Irshad Manji. Saya juga yakin bahwa kedatangan Irshad Manji ke Indonesia adalah sebagai salah satu metode perang pemikiran yg dilakukan oleh musuh-musuh Islam. Namun, saya tidak akan repot2 melawan dia dengan menggunakan fisik.

Sebaliknya, saya akan baca bukunya (dan sedang saya baca bukunya) untuk mengetahui pemikiran2 dia seperti apa? Jika memang pemikirannya keliru, maka saya akan lawan dengan pemikiran pula.

Dengan kata lain, gunakan senjata yg ‘sepadan’. Untuk membunuh nyamuk, tidak perlu menggunakan bom nuklir. Cukup dengan 2 tangan (untuk menepuk nyamuk) atau raket listrik atau obat nyamuk (semprot atau bakar).

Saya hanya hendak menyampaikan, bahwa saat ini saya sedang membaca buku milik Irshad Manji yg berjudul “Beriman Tanpa Rasa Takut”. Sejak awal membaca, saya sudah melihat banyak ‘kesalahan’ pemikiran yg dituangkan Irshad Manji dalam bukunya. Dan saya punya jawaban untuk tiap-tiap ‘kesalahan’ tersebut.

Insya ALLOH, saya akan menulis review dan bantahan2 dari tiap ‘kesalahan’ yg ada di buku Irshad Manji. Saya coba tulis per bab atau tiap 2 bab.

Semoga bermanfaat.

Iklan

1 Komentar »

  1. barangkali irshad manji tdk tahu …..kalau dia termasuk kelompok ke-empat dari pernyataan Umat bin Khatab :
    ada org berilmu, dia tahu kalau berilmu
    ada org berilmu, tp dia tdk tahu kalau berilmu
    ada org tdk berimu, dia tahu kalau tdk berilmu
    ada org tdk berilmu, tp dia tdk tahu kalau tdk berilmu

    Komentar oleh Eka — Mei 25, 2012 @ 12:07 pm | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: