Blog Tausiyah275

Juli 10, 2012

Ternyata, Makan Dan Minum Sambil Berdiri Itu BOLEH!

Filed under: Ensiklopedia Islam,Fiqh,Hikmah,HOT NEWS,Lain-lain,Seri Kesalahan2,Tarbiyah — Tausiyah 275 @ 7:13 pm

Bismillah,

Selama ini kita seringkali beranggapan (dan mendapat informasi) bahwa Rasululloh SAW SELALU duduk pada saat makan dan/atau minum. Saya pribadi sempat mendapatkan informasi mengenai hikmah makan dan minum sambil duduk disertai dengan bahaya2 yg mengancam kesehatan tubuh apabila kita makan dan/atau minum sambil berdiri.

Hal ini sering menjadi ganjalan bagi orang2 yg menghadiri acara resepsi pernikahan atau acara perayaan lain namun tidak mendapatkan tempat duduk. Mereka berpikir bahwa makan dan minum sambil berdiri berarti mereka melanggar ajaran Rasululloh SAW. Akibatnya timbul penyesalan yg begitu mendalam dan membuat mereka tidak nyaman untuk menikmati hidangan yg disajikan.

Namun, beberapa waktu lalu saya baru mendapat dalil yg jelas dan bisa dipertanggungjawabkan, bahwa ternyata makan dan minum sambil berdiri itu BOLEH!

Berikut ini dalil2 yang membolehkan makan dan minum sambil berdiri.

“Dari An-Nazzaal ia berkata : ‘Aliy radliyallaahu ‘anhu membawa air ke pintu masjid kemudian meminumnya sambil berdiri. Kemudian ia bekata : “Sebagian orang tidak suka minum sambil berdiri, padahal aku melihat Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam melakukannya sebagaimana engkau melihatku melakukannya barusan” [Diriwayatkan oleh Al-Bukhari no. 5615-5616, Ath-Thayalisi no. 141, Abu ‘Ubaid dalam Ath-Thahuur hal. 131 no. 39, Ahmad 1/78 & 101 & 102, ‘Abdullah bin Ahmad bin Hanbal dalam Zawaaidul-Musnad 1/109 no. 1366 & 1372, Abu Dawud no. 3718, At-Tirmidziy dalam Asy-Syamaail no. 200, An-Nasa’iy no. 130, Ibnu Khuzaimah no. 16 & 202, dan Ibnu Hibbaan no. 1057].”

Dari Ibnu ‘Abbas ia bekata : “Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam pernah minum air zamzam sambil berdiri” [Diriwayatkan oleh Al-Bukhari no. 1637 & 5617, Muslim no. 2027, Al-Humaidiy no. 481, Ibnu Abi Syaibah no. 24460, Ahmad 1/214 & 220 & 243, At-Tirmidziy dalam Al-Jaami’ no. 1882 dan Asy-Syamaail no. 197 & 199, Ibnu Maajah no. 3422, An-Nasa’iy no. 2964-2965, Ibnu Khuzaimah no. 2945, serta Ibnu Hibban no. 3838 & 5319].

Dari ‘Amr bin Syu’aib, dari ayahnya, dari kakeknya, ia berkata : “Aku pernah melihat Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam berpuasa dan berbuka ketika safar, minum sambil berdiri dan duduk, shalat dengan telanjang kaki dan memakai sandal, serta berpaling dari arah kanan dan kirinya (setelah selesai shalat)” [Diriwayatkan oleh Ahmad 2/206, Ibnu Sa’d dalam Ath-Thabaqaat 1/480, At-Tirmidziy dalam Al-Jaami’ no. 1883 dan Asy-Syamaail no. 198, Al-Firyaaniy dalam Ash-Shiyaam no. 119, Ibnu ‘Adiy dalam Al-Kaamil 5/181, serta Ibnu Syaahiin dalam An-Naasikh wal-Mansukh no. 570; dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih Sunan At-Tirmidziy 2/332-333 dan Ahmad Syaakir dalam Syarh ‘alal-Musnad 6/399].

Dari Ibnu ‘Umar ia berkata : “Kami pernah makan sambil berjalan dan minum sambil berdiri di jaman Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam” [Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi no. 1880, Ibnu Maajah no. 3301, Ibnu Hibbaan no. 5322 & 5325, Al-Khathiib dalam At-Taariikh 8/195, Ath-Thahawiy dalam Syarh Ma’aanil-Aatsaar 4/273, dan Ibnu Syaahiin dalam An-Naaiikh wal-Mansukh no. 573; dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih Sunan At-Tirmidziy 2/331 dan Al-Arna’uth dalam Takhrij ‘ala Shahih Ibni Hibban 12/141].

Dari Kabsyah ia berkata : Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam masuk ke rumahku, kemudian beliau minum dari mulut bejana (dari kulit) yang tergantung sambil berdiri. Lantas aku berdiri ke bejana tersebut dan memotong talinya” [Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dalam Al-Jaami’ no. 1892 dan Asy-Syamaail no. 203, Al-Humaidiy no. 354, Ahmad 6/434, Ibnu Abi ‘Aashim dalam Al-Aahaadu wal-Matsaaniy no. 3365, Ibnu Hibbaan no. 5318, Ath-Thabaraniy dalam Al-Kabiir 10/25 dan Musnad Asy-Syaamiyyiin no. 639, serta Al-Baihaqiy dalam Syu’abul-Iman no. 5624 dan Ma’rifatus-Sunan wal-Aatsaar 10/266; dishahihkan oleh Al-Albaniy dalam Shahih Sunan At-Tirmidziy 2/335 dan Al-Arna’uth dalam Takhrij ‘alaa Shahih Ibni Hibban 12/138-139].

Dari ‘Aisyah : Bahwasannya Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam pernah masuk ke rumah seorang wanita Anshar yang di dalamnya ada bejana (kulit) yang tergantung. Beliau membelokkan mulut bejana itu dan meminumnya dalam keadaan berdiri” [Diriwayatkan oleh Ahmad 6/161; dihasankan oleh Al-Arna’uth dalam Takhriij ‘alal-Musnad 42/165-166].

Dari ‘Abdullah bin Az-Zubair : “Bahwasannya ia pernah minum sambil berdiri” [Diriwayatkan oleh Maalik no. 1845; shahih].

So, ada 2 aturan mengenai makan dan minum ini. Yang pertama, yg melarang. Yang kedua, yg membolehkan. Lalu, bagaimana kita bersikap?

Hal pertama yg mesti diingat, JANGAN MERASA BENAR SENDIRI DAN MENYALAHKAN ORANG LAIN YG TIDAK SEPENDAPAT DENGAN KITA. Dengan kata lain, jika kita berprinsip makan dan minum sambil duduk, maka jangan mencemooh atau menjelek2kan orang yg makan dan minum sambil berdiri. Sementara, jika kita berprinsip makan dan minum sambil berdiri, hendaknya jangan merasa diri kita paling benar.

Dengan kata lain, pada saat kita menghadiri undangan dan tidak ada tempat duduk, maka kita JANGAN SUNGKAN dan JANGAN RAGU untuk makan dan minum sambil berdiri, karena ada dalil yg mendukung dan membolehkan kita untuk melakukan hal itu.

Toh, memang sebaiknya kita makan dan minum sambil duduk, kecuali memang kondisinya darurat, misalnya tidak ada kursi.

Semoga bermanfaat.

Iklan

10 Komentar »

  1. spertinya apa yg d lakukan Rasulullah diatas makan atw minum sambil berdiri smua dalam situasi darurat dan ini d bolehkan tapi bukan suatu kebiasaan dari Rasullah sendiri makan atau minum sambil berdiri…

    Komentar oleh epen_ambon — Januari 9, 2013 @ 9:17 am | Balas

    • dalam hadits tsb,tidak dijelaskan apakah darurat atau tidak 🙂

      Komentar oleh Tausyiah275 — Januari 9, 2013 @ 10:32 am | Balas

  2. setuju sama yang di atas

    Komentar oleh Ternyata, Makan Dan Minum Sambil Jungkir Balik Itu Tidak BOleh — Januari 14, 2013 @ 2:07 am | Balas

  3. kalo makan minum sambil berdiri kan cuma boleh/mubah. lagian dalam hadist di atas cuma melihat bukan disuruh.beda dong.kalo larangan minum dan makan sambil berdiri kan disuruh langsung sama Rasul.jadi hukumnya lebih kuat. jadi tinggal milih pilih yang sunah (yang diucapkan Rasul) atau yang mubah (yang cuma dilihat) lagian dari segi kesehatan udah jelas kok kenapa kita disuruh duduk.tanya dokter aja biar jelas. sami’na wa atokna aja gan.

    Komentar oleh duduk dong — Maret 3, 2013 @ 11:14 am | Balas

    • lho, seperti saya tulis, bahwa minum sambil berdiri itu BOLEH.
      lagipula dalam hadits2 di atas disebutkan Rasululloh SAW sendiri yg minum sambil berdiri! 🙂

      coba baca lagi dg teliti! 🙂

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Maret 6, 2013 @ 5:11 pm | Balas

  4. Namun, meskipun boleh, kita harus tetap menjaga adab dan muru’ah. Sebab Nabi pernah melarang minum sambil berdiri, demikian juga yang sampai pada kita dari jumhur Ulama. Meskipun beliau saw pernah melakukan keduanya. Tapi, saya belum pernah melihat dengan jelas hadits yang menyebutkan beliau saw pernah makan sambil berdiri. Belum ada rasanya. Silahkan dicek. Mohon dikoreksi jika salah. Wallahu a’lam

    Saling mengingatkan 🙂

    Komentar oleh Ikhwan Al Amin — April 16, 2014 @ 4:23 pm | Balas

  5. Oh ya, berikut ini ada link yang sangat dianjurkan untuk dibaca sebagai referensi kita 🙂
    Link >> http://rumaysho.com/umum/boleh-makan-dan-minum-sambil-berdiri-2478

    Komentar oleh Ikhwan Al Amin — April 16, 2014 @ 4:25 pm | Balas

  6. ini lah salah satu ghazwul fikri, bagaimana orang kafir akan berusaha menjauhkan kita dari agama kita. mereka tidak berhasil memasukkan kita ke agamanya namun, mereka akan berusaha untuk menjauhkan kita dari al-qur’an dan sunnah. wallahu a’lam bissawab,,,, kita diberi akal dan pikiran oleh Allah swt. oleh karena itu, kita pasti tahu mana yang benar dan mana yang salah.,,,,

    Komentar oleh juita — Mei 8, 2014 @ 12:04 am | Balas

    • halo mbak(?) Juita,

      jadi mana yg benar dan mana yg salah,jika memang ada ghazwul fikri untuk hal ini? 🙂

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Mei 11, 2014 @ 12:45 am | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: