Blog Tausiyah275

November 30, 2012

Gunakan (Nama) Panggilan Yang Baik!

Filed under: Ensiklopedia Islam,HOT NEWS,Seri Kesalahan2,Tarbiyah — Tausiyah 275 @ 5:34 pm

Bismillah,

Sebagai makhluk sosial, manusia tentu membutuhkan pergaulan dan berhubungan dengan orang2 di sekitarnya. Dengan bergaul (silaturahim), maka eksistensinya akan diakui dan, insya ALLOH, rejeki akan semakin bertambah sebagaimana hadits Rasululloh SAW berikut:
“Barangsiapa yang menyukai untuk mendapatkan kelapangan rezeki dan panjang umurnya, hendaklah ia menyambung hubungan dengan saudaranya (silaturahim).” (HR. Bukhari dan Muslim)

Nah, dalam pergaulan seringkali kita punya teman yg akrab, atau melihat ada orang yg sedemikian akrab berteman hingga nyaris tidak ada bedanya teman dengan saudara, saking dekatnya. Celakanya, keakraban yg terjadi seringkali malah membuat orang2 lupa dengan etika dan norma.

Salah satu etika dan norma yg seringkali dilupakan orang2 yg sedemikian akrab adalah nama panggilan. Saya yakin orang tua kita telah memberikan nama yg baik, karena nama itu merupakan doa. Namun, pada saat bergaul, tidak jarang terlontar nama panggilan yg tidak baik.

  • “Eh, lama ga keliatan, ke mana aja loe, (mo)Nyet?”
  • “Si anjing, minta rokok donk!”
  • “Oo…si Budi banci itu?” *maaf kepada orang2 yg namanya Budi*
  • “Ndut, cepetan dikit dong!”
  • “Loe udah ketemu ama si Anto jerawatan itu?” *maaf kepada orang2 yg namanya Anto*

Demikian sedikit contoh dari nama-nama panggilan yg kurang baik, karena menggunakan nama hewan (anjing, monyet), panggilan yg tidak menyenangkan (banci), kekurangan fisik (gendut), ataupun penyakit (jerawat).

Islam sendiri sudah mengatur dan menjelaskan mengenai nama panggilan ini. Dalam Al Qur’an surat Al Hujurat (49):11 sudah dijelaskan,“Hai orang-orang yang beriman janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olok) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barang siapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang lalim.”

Ada 4 hal dari ayat tersebut yg bisa kita ambil hikmahnya:
1. Jangan suka mengolok-olok orang, karena bisa jadi orang tersebut lebih baik (terutama di sisi ALLOH SWT),
2. Jangan memanggil orang dg gelar (nama panggilan) yg buruk,
3. Orang yg memanggil dg gelar yg buruk bisa menurunkan derajat keimanannya menjadi tingkat/level fasik,
4. Lakukan taubat (nasuha), apabila kita pernah melakukan hal2 tersebut di atas.

Kita juga perhatikan hadits berikut. Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Jubairah bin adh Dhahak, ia berkata: “Firman Allah: “Dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk,” turun untuk kami Bani Salamah.” Abu Jubairah melanjutkan, “Ketika Rasululloh SAW tiba di Madinah, kala itu setiap orang memiliki dua atau tiga nama. Siapa yang memanggil, nama-nama itulah yang dipakai. Mereka berkata, “Wahai Rasululloh SAW, sesungguhnya dia akan marah dengan nama itu. Kemudian turunlah ayat, “Dan janganlah kamu panggil-memanggil dengan gelar-gelar yang buruk” (HR Ahmad). Hadits yang sama juga diriwayatkan oleh Abu Dawud. (Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Al Qurthubi)

Celakanya, seringkali terjadi hal yg tidak kalah ngawurnya di masyarakat kita, dengan menyebut dan menyematkan ‘gelar’ kafir kepada sesama muslim lain, hanya gara2 ulah sepele, seperti yg dilakukan anggota FPI ini.
FPI Sebut Jokowi Kafir karena Dilarang Berwudhu di Balai Kota

Padahal ada hadits yg melarang utk sembarangan mengkafirkan sesama muslim.

“Barangsiapa yang berkata pada saudaranya ‘hai kafir’ kata-kata itu akan kembali pada salah satu diantara keduanya. Jika tidak (artinya yang dituduh tidak demikian) maka kata itu kembali pada yang mengucapkan (yang menuduh)”. (HR Bukhori Muslim)

Dari Abu Dzarr ra. telah mendengar Rasululloh saw. bersabda,“Siapa yang memanggil seorang dengan kalimat ‘Hai Kafir’, atau ‘musuh ALLOH SWT’, padahal yang dikatakan itu tidak demikian, maka akan kembali pada dirinya sendiri”. (HR Bukhori Muslim)

Apakah ada yg suka dipanggil dg nama yg buruk? Jika ada, saya jadi bertanya-tanya dan merasa heran, karena barangkali ada yg salah dg otak dan pikirannya sehingga mau dipanggil dg nama yg buruk. Dan sesungguhnya perbuatan kita ini akan dicatat dan diperlihatkan pada kita di hari pembalasan kelak.

So, mari kita perbaiki akhlak kita dan lidah kita agar tidak melakukan perbuatan yg tidak bermanfaat serta mengundang celaka bagi kita sendiri. Salah satunya ya menghindari menggunakan nama panggilan yg buruk kepada teman/rekan/orang lain.

Semoga berguna.

Artikel yg berhubungan:

Teman Yang Baik Adalah…

Iklan

6 Komentar »

  1. Assalamu’alaikum..
    ana mau bertanya, bagaimana jika orang itu mengaku muslim, tetapi ia tidak shalat kecuali shalat jum’at..
    kemudian ia juga menentang sunnah Nabi Muhammad SAW..
    Apakah ia masih muslim, atau sudah bisa dipanggil kafirr.??

    Ini hanya contoh, tidak menyindir atau menyerang orang lain kok..

    Komentar oleh Irvan Nofrandy — Januari 11, 2013 @ 6:09 pm | Balas

  2. It is the best time to make a few plans for the future and it is time to be happy.
    I have read this post and if I could I desire to counsel you some fascinating things or tips.
    Perhaps you could write subsequent articles referring to this article.
    I want to read more things approximately it!

    Komentar oleh gambar rumah minimalis — Maret 12, 2014 @ 3:53 pm | Balas

  3. klo batasan muslim hanya solat bagaimana lagi anda melogikaka orang yang gila muslim bukan dan idiot itu muslim bukan

    Komentar oleh wafi udaibi — Juni 5, 2014 @ 4:00 pm | Balas

    • Lo bukankah sholat merupakan pembeda antara iman dan kufur ?
      Dan bukankah orang gila termasuk ghoru mukalaf ( tidak ada tanggungan ) ?

      Komentar oleh el.khoir — Mei 10, 2015 @ 10:28 pm | Balas

  4. Great post.

    Komentar oleh Carley — Oktober 3, 2014 @ 7:39 am | Balas

  5. Ini artikel bagus… tadinya saya semangat bacanya… namun setelah didalamnya ada unsur menebar kebncian terhadap suatu ORMAS, saya fikir kurang pas jika penulis berjtujuan untuk memberikan wawasan atau tausyiah tetapi didalamnya ada kebencian terhadap suatu golongan yang dengan terang2an di sebutkan..

    Komentar oleh Fawwaz Pulsa — Desember 11, 2016 @ 5:46 am | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: