Blog Tausiyah275

Februari 4, 2013

Islam Dan Janda

Filed under: Ensiklopedia Islam,Hikmah,HOT NEWS,Kisah Nabi dan Rasul,Seri Kesalahan2 — Tausiyah 275 @ 5:33 pm

Bismillah,

Bermula dari beberapa kicauan dan berita yg saya dengar terkait dengan janda. Isi dari informasi tersebut pada umumnya setipe, yakni cenderung menganggap rendah si janda, entah dengan alasan apa. Akhirnya saya pun berkicau seperti ini.

Bagi masyarakat Indonesia, istilah janda sudah identik dg hal2 negatif, apalagi jika si janda tersebut muda dan/atau kaya serta belum dikaruniai anak. Maka segala sentimen dan pandangan negatif tidak ayal akan beredar dari mulut ke mulut.

Padahal, seperti 2 kicauan saya di atas:
1. di mata ALLOH SWT, status janda/bukan janda tidak akan dilihat. hanya ketakwaan yg akan menjadi pertimbangan ALLOH SWT untuk menilai hamba-Nya.

2. Rasululloh SAW sendiri menikah dg Khadijah, yg notabene janda (dan kaya).

Lalu terjadi perbincangan antara saya dengan seseorang (si A), yg intinya si A mengatakan bahwa:
1. mesti dicek dulu janda seperti apa yg layak dinikahi

2. motif menikahi janda di jaman sekarang berbeda dg jaman dahulu

Ketika saya tanya lebih lanjut, menurut si A kedua poin di atas ternyata berhubungan. Menurut A, motif menikahi janda di jaman sekarang lebih banyak karena si janda tersebut kaya.

Tapi ketika saya tanya hub poin 1 dg poin 2, si A tidak menjawab. Menurut saya, untuk poin 1 saya melihat ada sisi positif. Memang betul, boleh saja mencek dahulu janda yg akan dinikahi. Tapi jika ukuran materi si janda yg dijadikan ukuran boleh/tidak dinikahi, saya jelas tidak setuju.

Lagipula, apa salahnya menikahi janda kaya? Lah, Rasululloh SAW saja menikahi janda kaya kok. Lagipula apa hak kita/masyarakat menentukan boleh/tidaknya atau motif seseorang menikahi janda kaya? Lah kalo sama2 suka dan menurut agama memang memenuhi syarat, kenapa jadi dilarang?

Lebih lucu lagi ketika si A mengatakan bahwa jaman dulu menikahi janda bekas perang, dst dst. Sementara jaman sekarang menikahi janda yg suka kawin cerai. Wah, saya sih tertawa saja mendengar alasannya.

Saya merasa si A belum pernah mengunjungi atau mengetahui seluk beluk/latar belakang seorang perempuan menjadi janda. Memangnya siapa sih yg mau menjadi janda? Tapi hal ini merupakan peristiwa real, terjadi di tengah-tengah masyarakat kita.

Jika seseorang menjadi janda karena ditinggal mati suaminya (entah kecelakaan, sakit, atau apapun itu) atau jika dia bercerai karena menjadi perilaku suaminya yg tidak menyenangkan (entah selingkuh, entah suka main pukul, atau suka judi, dan hal2 lain) maka jelas, para janda ini punya hak untuk menikah lagi. Apalagi jika para janda ini sudah punya anak yg mesti dibiayai.

Lah jika (menurut pendapat si A) mereka tidak boleh dinikahi karena kawin cerai, ya silakan cek lagi pernyataan di atas. Bisa saja setelah cerai lalu menikah lagi ternyata suami barunya juga sama saja, suka mabuk, judi, dst. Ya wajar si janda minta cerai lagi toh?

Yg menjadi masalah, jika para janda ini tidak boleh dinikahi, maka lantas siapa yg mesti membiayai hidupnya (dan anak2nya, jika ada)?

Di sinilah letak kesempurnaan agama Islam. Salah satu caranya membolehkan poligami, tentu saja dengan restu dan ijin dari istri pertama agar perbuatan baik ini tidak dikotori atau tercemar dg cara yg tidak baik.

“Lho, kenapa tidak menyantuni saja? Kan bisa saja membantu para anak yatim itu dg memberi donasi?”

Seringkali kita lupa bahwa yg butuh bantuan bukan saja anak yatim, namun janda itu juga. Sebagai manusia normal, sudah sewajarnya jika para janda itu (apalagi masih muda) mempunyai syahwat. Mereka juga membutuhkan perlindungan dan jaminan keamanan, yg notabene hanya bisa didapat dari suami, bukan para donatur.

Salah seorang teman saya di Facebook, mas Ihsan pernah berbincang dg temannya, yg menyarankann mas Ichsan utk mengambil anak yatim utk dirawat. Jawabnya mas Ichsan,”karena ada yg menyarankan aku ambil anak yatim untuk aku pelihara. tapi masalahnya ” ibu ” anak yatim pasti ikut !”

Bisa dibayangkan, apabila para janda itu tidak ada yg mau menikahi mereka, saya yakin akan terjadi hal2 yg tidak diinginkan. Beberapa ilustrasi (yg umumnya terjadi):
1. si janda ini menjadi pelacur, terutama karena tidak punya keahlian. Sudah cukup banyak berita (dan cerita nyata) yg saya ketahui mengenai hal ini. Dan ini benar2 menyedihkan dan memilukan.

2. apabila si janda membuka usaha, misalnya rumah makan (dan ternyata laris), maka si janda akan dituduh punya peliharaan siluman, lalu pakai cara2 mistis utk mendapatkan pelanggannya.

3. tidak sedikit janda (muda) yg menjadi simpanan (mirip dg no 1).

4. bila si janda tidak punya keahlian namun dia masih cukup waras utk tidak menjadi pelacur, maka bisa saja si janda ini menjadi pengemis.

5. saat tua kelak, tidak ada yg peduli dg kondisi si janda dan akhirnya dia mati dg kondisi yg mengenaskan.

Sekali lagi, kita mesti OBYEKTIF dengan (predikat) janda ini. Janganlah antipati dan memandang rendah mereka. Namun bagi para suami, anda2 juga mesti waspada dan tidak berhubungan terlalu dalam/erat dg mereka, kecuali anda memang berniat poligami dan istri anda sudah setuju.

Saya pernah mendengar sebuah cerita poligami yg dilakukan seseorang, katakan si T. T melakukan poligami dengan menikahi janda R (masih cukup muda dengan 3 anak) karena R menjadi sumber pertikaian si D dengan S (keduanya bawahan T). Untuk menyelesaikan masalah ini, maka T berinisiatif menikahi R.

Di Al Qur’an sendiri, kita bisa lihat ayat terkait dengan janda di At Tahriim(66):5,“Jika Nabi menceraikan kamu, boleh jadi Tuhannya akan memberi ganti kepadanya dengan istri-istri yang lebih baik daripada kamu, yang patuh, yang beriman, yang taat, yang bertobat, yang mengerjakan ibadah, yang berpuasa, yang janda dan yang perawan.”

Sementara di hadits, kita bisa lihat:
“Siapa saja dari kalian yang mengurus keluarga dan harta seorang mujahid akan menerima pahala setengah dari pahala berjihad” (HR Muslim) **catatan: keluarga di sini adalah janda dan anak2nya**

“Orang yang membantu para janda dan orang miskin adalah seperti orang yang berjihad di jalan Allah atau seperti orang yang selalu mengerjakan shaum di siang hari dan shalat di malam hari.” (Muttafaq ‘Alaih)

Dari Abu Hurairah r.a. bahwa Nabi saw. Bersabda, ”Orang yang menyantuni kaum janda dan orang-orang miskin adalah setara dengan orang yang berjihad di jalan Allah.” Aku mengira, Rasulullah saw. Juga bersabda, ”Dia juga seperti orang yang bertahajjud yang tidak merasa lelah dan seperti orang yang berpuasa yang tidak pernah berbuka.” (Muttafaq ’alaih)

Semoga artikel ini bermanfaat.

40 Komentar »

  1. “Mengharamkan” menikahi janda atau merasa bermasalah dengan menikahi janda, terutama janda cerai hidup, dikhawatirkan menjadi bentuk tasyabbuh terhadap umat nasrani yang mengharamkan perceraian (yang berimplikasi terhadap larangan mereka menikahi janda cerai hidup). Status janda tidak menunjukkan kedudukan seorang akhwat di sisi Alloh. Jika baik agamanya (walaupun baik bukan berarti sempurna pemahamannya), maka jangan jadikan status janda sebagai penghalang untuk menikahinya, walaupun laki-lakinya seorang jejaka ataupun duda.

    Komentar oleh Piracetam — Februari 16, 2013 @ 11:55 pm | Balas

    • sepakat dengan anda, mas(?) Piracetam😉

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Maret 31, 2013 @ 8:35 pm | Balas

  2. saya setuju,ayo kita santuni janda yg beriman sama alloh

    Komentar oleh handoko — Februari 18, 2013 @ 5:03 am | Balas

    • setuju, mas Handoko🙂

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Maret 31, 2013 @ 8:35 pm | Balas

  3. saya setuju dan sepakat dengan anda mas piracetam

    Komentar oleh anjasmara hasan — April 25, 2013 @ 11:26 am | Balas

  4. […] seks (dildo, vibrator) untuk memuaskan hasrat seksual anda. Saya pernah menulis artikel tentang Islam dan Janda di sini. Meski janda, bukan berarti anda lantas ‘mengotori’ hidup anda dg hal2 yg dilarang […]

    Ping balik oleh Islam Dan Alat Bantu Seks | Blog Tausiyah275 — Mei 10, 2013 @ 3:04 pm | Balas

  5. akhirnya nemu juga ni web yg bahas kyk gini…

    Saya juga punya permasalahan seprti ini karna punya pacar janda cerai hidup tanpa anak..dan ingin menikahinya dengan status ku yang belum kawin.

    .saya ingin menikahinya karna mau membimbingnya jadi lebih baik lagi dari semua hal

    tolong kasih saran,
    thanks..

    Komentar oleh imam — Juni 7, 2013 @ 7:02 pm | Balas

    • mas Imam,

      saran saya,pastikan pacar anda memang akan bersedia untuk dibimbing anda ke hal2 yg lebih baik lagi. hal ini perlu saya sampaikan untuk menghindari hal2 yg tidak diinginkan, misalnya ternyata setelah menikah istri anda ternyata tidak mau dibimbing, dst.

      demikian saran singkat saya saat ini.🙂

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Juni 8, 2013 @ 8:18 pm | Balas

      • trims sarannya mas..

        Komentar oleh imam — Juni 8, 2013 @ 9:11 pm

    • Maaf gan, sekedar saran. Untuk bisa membimbing harus dipastikan dulu diri kita sudah bisa jadi contoh tidak?? kalau hanya membimbing tanpa contoh bisa berat nanti gan. awalnya sih enjoy tapi akhirnya nanti ditakutkan terjadi hal yang tidak diinginkan.. semoga bermanfaat

      Komentar oleh jaya — November 11, 2015 @ 9:35 am | Balas

  6. salam
    saat ini saya dekat dengan seorang anda beranak 1, dan berencana ke jenjang serius
    masalahnya anak kekasih saya dibawa oleh keluarga mantan suaminya dan mereka tida mau melepaskannya
    mohon masukannya.
    terima kasih

    Komentar oleh anton — Juni 21, 2013 @ 7:30 am | Balas

    • mas Youdaz,

      saran saya,seraya memperjuangkan anak istri anda, nikahi dahulu kekasih anda,barulah anda (lebih) serius memperjuangkan anak istri anda dari suaminya terdahulu.
      insya ALLOH akan bernilai ibadah.

      tapi jika anda perjuangkan sekarang,menurut saya nilai ibadahnya tidak ada,karena status anda belum menjadi suami.

      bisa jadi mantan suaminya tidak mau melepas karena mereka takut anaknya tidak ada jaminan kesejahteraan ataupun keamanan. apabila anda telah menjadi suami,maka insya ALLOH anda bisa tunjukkan bahwa anaknya punya jaminan yg lebih baik.🙂

      demikian

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Juni 25, 2013 @ 5:37 pm | Balas

  7. Alhamdulillah wlp awal nya berat,,tetapi berkat bimbingan Allah,,saya dapat melalui dan menghilangkan predikat seorang “janda itu buruk”

    Komentar oleh Uya' Setiawan — Oktober 4, 2013 @ 9:01 am | Balas

    • alhamdulillah

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Oktober 6, 2013 @ 11:47 am | Balas

  8. menjadi janda bukanlah suatu keinginan tetapi pilihan dimana apabila bertahan pasti ada yang tersakti yakni anak..itulah yang saya alami! karena zaman sekarang yang baik dianggap salah dan salah dianggap baik

    Komentar oleh sarah — Oktober 25, 2013 @ 3:23 pm | Balas

    • betul sekali, mbak Sarah!🙂

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Oktober 28, 2013 @ 5:16 pm | Balas

  9. assalamualaikum..
    maaf saya mau sedikit bercerita,.sama seperti anton,.saya dekat dengan janda muda anak 1
    ,.
    kendalanya anak itu hasil hubungan dengan pria,yang notabennya pria itu teman saya,.sekarang status mereka sudah cerai,.
    mungkin dari segi sosial/lingkungan,saya akan di cap negatif,enah apapun itu,.tapi saya berniat tulus untuk mendampingi seorang janda tersebut,.
    apakah saya salah pada posisi ini?,.mohon beri sedikit saran..
    terimakasih.

    Komentar oleh akbar — Februari 19, 2014 @ 5:09 pm | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb,

      mas Akbar, jika memang niat anda benar (dan baik) serta dilakukan dg cara yg memang benar juga, tidak perlu ragu2.

      toh, hub teman anda dg mantan istrinya itu sudah jelas, berpisah.

      Rasululloh SAW saat menikahi Zainab, mantan istri anak angkatnya, apa tidak ada penolakan? justru beliau tetap dicap negatif hingga sekarang.

      tapi, selama masih dalam koridor hukum Islam (dibenarkan), insya ALLOH tidak perlu khawatir.

      saran saya, jika memang niat anda tulus, segera lamar dan nikahi daripada terjadi hal2 yg tidak diinginkan.

      demikian

      wassalam

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Februari 20, 2014 @ 9:44 am | Balas

  10. assalamualaikum
    sy seorang janda usia 28th,pda hr ini sy genap 2 bln dtinggal mati suami karna skit,anak sy satu usia 4th 7bln.walpn br 2bln sy dtgal suami,tp sy ingin cpt2 puny suami lg.karna sy ingn anak sy punya bpk.sy mint sarannya.
    wassalam.

    Komentar oleh lina wibowo — Maret 19, 2014 @ 2:25 pm | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb.

      mbak Lina belum boleh mencari suami lagi.
      karena masa iddah utk perempuan yg ditinggal mati suaminya adalah 4 bulan 10 hari. setelah masa iddah lewat, barulah anda boleh mencari suami lagi karena anak memang perlu ada sosok bapak, terutama untuk membangun karakternya.

      saran saya, jika anda hendak mencari suami:
      1. perhatikan akhlaknya (agamanya)
      2. pastikan dia mempunyai pekerjaan (bisnis sendiri atau menjadi karyawan)

      di mana mencarinya?
      anda bisa coba ikut pengajian atau banyak berkumpul dengan teman2 lama. yg jelas, cari di tempat yg baik, agar mendapatkan suami yg (insya ALLOH) baik.

      demikian

      wa’alaykumsalam wr wb

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Maret 22, 2014 @ 10:59 am | Balas

    • Blehkah sy taaruf dgn sdri lina wibowo sy duda…

      Komentar oleh mang boer — Desember 21, 2014 @ 11:01 pm | Balas

  11. asmkm,q seorang janda beranak stu,usia q 28th,n usia ank q 5th.ank q cwo.q jd janda 2 bln lalu karn dtgal suami meninggal dunia karna skt.walpn br 2bln tp serasa 2th.n q berharap akn menikah lg stelah msa idah q slesai nanti.4bln 10hr.tp blm ada clony smg Allah kbulkan doa q stlah idah nant q dpertmukan jdoh q.amin

    Komentar oleh lina wibowo — Maret 20, 2014 @ 8:42 am | Balas

    • wa’alaykumsalam wr wb.

      mbak Lina, insya ALLOH saya akan coba bantu doa semampu saya.
      aamiin, semoga anda cepat ketemu jodoh anda🙂

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Maret 22, 2014 @ 10:59 am | Balas

      • @tausiyah 275 tlg bntu sy wat taaruf sma sdri lina wibowo sy duda sy mmng mnginginkn seorg jnda yg ditnggal mati suaminy cz sklian sy bsa mngsuh anak yatim… mksih sblmny

        Komentar oleh mang boer — Januari 5, 2015 @ 12:09 am

  12. Boleh berpendapat, tapi tidak boleh menyalahkan pendapat orang.

    Komentar oleh Risya wardani — Juni 15, 2014 @ 11:01 am | Balas

    • setuju, mbak Risya🙂

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Juni 16, 2014 @ 8:31 am | Balas

  13. Terima kasih atas tulisannya kami para janda merasa sngat tersanjung dgn isi tulisan ini….. pesan untuk para laki2 mohon jangan mempermainkan janda, memermainkn perasaannya… apalagi membuat hatinya terluka…

    Komentar oleh mbak Ida — Agustus 11, 2014 @ 2:53 pm | Balas

    • sama-sama, mbak Ida.

      tulisan ini memang dibuat agar kaum laki2 tidak seenaknya melabeli janda dengan hal2 negatif.

      tetap semangat🙂

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Agustus 11, 2014 @ 3:59 pm | Balas

  14. Saya mencintai,menyayangi,kasian,trhadap seorang janda.kami ingin mnikah,tp ibunya tdk merestui,karena saya org miskin.Saya mrasa sangat sakit.

    Komentar oleh Irfan maulana — Agustus 12, 2014 @ 2:33 pm | Balas

  15. […] status janda yg akan melekat pada diri perempuan, usai mereka bercerai. Mengapa? Silakan baca artikel berikut ini, insya ALLOH anda tidak perlu takut lagi dengan predikat janda. […]

    Ping balik oleh Kapankah Cerai Sebagai Solusi Terbaik (Terutama Bagi Kaum Perempuan)? | Blog Tausiyah275 — September 21, 2014 @ 5:01 am | Balas

  16. ijin ninggalin jejak gan…thx

    Komentar oleh Bang Uddin — Desember 3, 2014 @ 11:30 am | Balas

  17. Saya pengalaman menikah dgn janda 2 anak karna cerai hidup dgn mantan suaminya,awal perkenalan dia sia di bimbing, tapi kenyataanya, setelah menikah orangnya masih mau kebebasan bergaul,,intinya sy menyesal dgn janda,

    Komentar oleh ahmad — Desember 16, 2014 @ 6:55 am | Balas

  18. sy punya pacar janda anak 1 dia cerai masalaahnya dia mash komunikasi dgn mantanyA sy belum siap cemburu

    Komentar oleh ssamsul — Oktober 23, 2015 @ 7:53 pm | Balas

  19. Assalammuallaikum wr wb… Saya tertarik dengan artikel ini… Sebelumnya saya minta maaf jika komentar saya ada yang salah… Bismillah… Kadang kita dibutakan oleh kalimat “lebih baik menikah dengan janda daripada gadis”… apakah ada dalil yang mengatakan hal tersebut??? Sehingga banyak laki-laki bujang terjerumus oleh kalimat tersebut. Perlu diingat, Allah s.w.t menciptakan wanita berawal masih gadis, kenapa kalian mengatakan menikah dengan janda lebih baik daripada gadis… Nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan… Apakah ada perintah menikahi janda itu lebih baik daripada gadis??? Jangan lupa Rasullah menikahi para janda karena Agamanya dan yang dinikahi Rasullah adalah janda karena meninggal suaminya bukan janda kawin cerai… dan Rasullah adalah manusia terpilih oleh Allah s.w.t, sedangkan kita hanyalah manusia biasa jadi jangan mencoba melakukan sesuatu diluar kemampuan kalian. Jangan lupa juga Rasullah menikahi seorang gadis yaitu Aisyah r.a… dan untuk laki-laki bujang (perjaka) , Rasullah bersabda:
    عَلَيْكُمْ بِالأَبْكَارِ فَإِنَّهُنَّ أَعْذَبُ أَفْوَاهًا وَأَنْتَقُ أَرْحَامًا وَأَرْضَى بِالْيَسِيرِ–رواه البيهقي

    “Hendaklah kalian menikah dengan gadis karena mereka lebih segar baunya, lebih banyak anaknya (subur), dan lebih rela dengan yang sedikit” (H.R. Baihaqi)… Bukankah kita diciptakan berpasang-pasangan???jadi, jangan mencoba berpoligami karena pada kenyataannya poligami menyakiti pasangannya… Bukankah wanita diciptakan dari tulang rusuk laki-laki??? Tentunya tulang rusuk itu tidak akan menjadi bekas laki-laki lain, bukan???… Kasus kawin cerai meningkat… Duda & Janda merajalela, bukan??? Yang perlu kita benahi adalah masalah perceraian… Perkara halal yg paling dibenci Allah adalah perceraian, knp??? Kalian tentu sudah tau semuanya, perceraian akan membawa keburukan, bukan malah membawa kebaikan, oleh karena itu ada “rujuk” (menikah, cerai dan rujuk). Jika kamu adalah janda/duda krn pasanganmu meninggal dunia, yakinlah dia adalah jodoh dunia akhiratmu… pasanganmu sedang menunggumu disana, setialah & tetap jagalah kehormatanmu hanya untuk suami/istrimu meskipun dia telah meninggal dunia, isilah hari-hari mu dengan ibadah setiap waktu & menjaga amanahnya (anak) dengan baik. Jika kamu duda/janda kawin cerai, muhasabah diri lah menuju ke jalan yang lebih baik lagi supaya tidak terjadi perceraian lagi. Jika kamu suami istri, pertahankanlah keutuhan rumah tangga kalian dalam keadaan apapun jangan sampai terjadi perceraian… Dengan begitu tidak ada janda/duda lagi, kecuali karena kematian bukan karena perceraian… Tidak ada lagi janda/duda yang mengganggu keharmonisan pasangan lain… Sehingga tidak ada lagi duda/janda penggoda… Untuk laki-laki yang masih bujang / wanita yang masih gadis jangan sampai salah mengambil keputusan, yakinlah kita diciptakan berpasang-pasangan, tentunya pasangan kalian akan tetap terjaga & Allah s.w.t tidak akan salah dalam memberikan pasangan kita. Kita manusia lah yang selalu salah dalam memilih pasangan… Gunakanlah hati & akal fikiran untuk memilih pasangan kalian… Jangan menggunakan hawa nafsu. Dan yang terpenting adalah berusahalah jadi laki-laki & wanita baik-baik, pilihlah pasangan kalian karena Agamanya.

    Komentar oleh marwah — Desember 24, 2015 @ 1:36 am | Balas

  20. Janda ternyata berat juga jd janda, tp sy sampai saat ini blm merasakn bnr jd janda

    Komentar oleh Natalia — Maret 19, 2016 @ 4:18 pm | Balas

    • Assalamu alaikum,saya janda beranak 2,usia 43thn,anak cowok usia 17thn,cewek 11thn.Berharap secepatnya dapat jodoh pria yg sholeh,mapan(ada kerja)bertanggung jwb&setia.
      Kehidupan menjanda bukan keinginan tp mungkin sdh takdir dari Allah,semoga Allah memberi pengganti yg lebih baik..amiin

      Komentar oleh rumahherbal73 — April 24, 2016 @ 6:31 pm | Balas

  21. Memang sangat berat menjalani sebagai janda, apalagi kalau wanita itu dicerai oleh suaminya karena tuduhan yang tidak ada dasarnya. Sakit hati dan takut menghadapi perubahan yang siap menanti di depan bisa menyebabkan kita trauma dan takut untuk mengenal laki-laki lagi. Adakah yang bisa menbantu memberikan nasehat untuk tetap tegar menghadapi perubahan2 yang menanti di depan mata ?

    Komentar oleh Farida — Mei 2, 2016 @ 9:12 am | Balas

  22. Saya memilih jadi janda 3x drpd nama Allah selalu di jadikan sumpah palsu.
    Saya baru sadar, sbnrnya yg saya butuhkan bukan pria berpangkat, berwajah tampan dan juga ‘baik’ di mata masyarakat.
    saya butuh pria taat yg cinta Allah agar saya bisa selalu mencintainya dan patuh padanya.
    pilihan menjadi janda sholehah yg mengejar sukses dunia akherat.
    saya salah di mata semua orang. tapi sblm bercerai selalu memantapkan hati dg hanya bersandar kpd Allah.
    janda muda, berhijab, berkarier apa saja demi ridho Nya, menjadikan anak sholeh,
    adalah pilihan tepat bwt saya.
    walaupun mulut orang picik selalu menjadi taman berduri di sekitar.
    saya hanya butuh cinta Allah yg tak palsu, tak akan mendua dan Maha Adil.

    Komentar oleh anggun axelia — Agustus 7, 2016 @ 1:37 am | Balas

  23. Asalamualaikum
    Saya mau nanya apa status janda itu hina dimata allah dan orang ,sampai” slalu dipojongan trus .
    Padahal orang itu tidak tau sebab masalah knp jadi janda?bisa jadi konflik keluarga atau dengan suami?tapi kenapa ya dimata orang janda itu hina ?
    Wasalam

    Komentar oleh Intan — September 22, 2016 @ 11:45 am | Balas

  24. Assalamualaikum wr wb…
    Sy janda beranak 1 ditinggal suami meninggal bln april lalu, dlm berumah tangga km sll berprinsip langkah rezeki pertemuan maut ditangan Allah, trmasuk dg keadaan sy ini, sy tdk berpikir sy hrs menikah atw tdk menikah,, sy mengikhlaskan n menyerahkan smw takdir sy kpd Allah, jika sy ditakdirkan utk menikah sy tdk menutup kemungkinan atwpn sebaliknya, jika sy menikah sy berharap kebaikan terutama utk anak sy , insyaallah, tp bbrp hari lalu sy br th, nnt diakherat kt akn berjumpa dgn suami yg terakhir, kok hati sy menjd sedih, seandainya Allah memberikan jodoh lg pd say,, berarti sy tdk akn bertemu lg dg suami pertama sy, mohon pencerahan ..

    Komentar oleh Ummi — Oktober 23, 2016 @ 4:58 pm | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: