Blog Tausiyah275

Maret 1, 2013

STOP Mengonsumsi Rhum!

Bismillah,

Siapa di antara pembaca yg suka makan black forrest atau kue sus? Saya yakin banyak di antara kita yg menyukai kue-kue tersebut. Bahkan ada yg cenderung fanatik, dengan menyukai black forrest atau kue sus produk tertentu saja. Alasannya, kue2 dari produk tertentu tersebut mempunyai wangi yg khas dan rasa yg ‘menggigit’ dan sulit dijumpai di kue2 lainnya.

Atau ada yg suka dengan saus puding yg aromanya begitu menusuk dan menggoda serta rasanya yg ‘menggigit’ dan membuat lidah menari-nari?

Tahukah anda bahwa rasa yg ‘menggigit’ itu muncul dari bahan kue yg bernama rum (ada juga yg menulis rhum)? Dan tahukah anda bahwa rhum merupakan bahan makanan yg HARAM dikonsumsi oleh kaum muslim/muslimah?

Mari kita bahas lebih detail mengenai rhum ini. Merujuk dari wikipedia, tertulis dengan jelas info berikut “Rum (rhum) adalah minuman beralkohol hasil fermentasi dan distilasi dari molase (tetes tebu) atau air tebu yang merupakan produk samping industri gula” dan “Rum berwarna cokelat keemasan dan gelap dipakai untuk memasak, membuat kue, dan juga pencampur koktail.” Dari beberapa sumber, saya sempat baca bahwa kandungan alkohol dalam rhum cukup tinggi, lebih dari 30%!

Selain black forrest dan kue sus, rhum bisa dijumpai dalam vla (saus puding). Beberapa kali dalam acara pernikahan saya temui vla disajikan padahal menggunakan rhum. Akibatnya saya terpaksa batal memakan puding.

Keharaman rhum disebabkan dia mengandung alkohol (zat yg memabukkan) dan sebagaimana sabda Rasululloh SAW, semua hal yg memabukkan itu haram.

“Setiap yang memabukkan adalah khomr. Setiap yang memabukkan pastilah haram.” (HR Muslim)
“Setiap minuman yang memabukkan, maka itu adalah haram.” (HR Bukhori Muslim)

“Tapi saya kan cuma makan sedikit, tidak sampai mabuk kok! Buktinya saya masih sadar!”
“Islam kok galak bener ya? Padahal kan saya tidak mabok makan ataupun mengonsumsi kue itu walau ada rhumnya?”

Well, bukan mabuk atau tidak yang membuat haram, tapi mesti merujuk pada hadits “Sesuatu yang apabila banyaknya memabukkan, maka meminum sedikitnya dinilai haram.” (HR Abu Daud).

“Tapi saya kan sudah kadung makan, terus bagaimana ini makanannya?”

Jika suatu waktu anda makan lalu anda merasa makanan itu mengandung rhum/beralkohol, SEGERA SUDAHI dan TINGGALKAN makanan itu!

“Tapi kalo membuang makanan, mubadzir dong? Dan orang yg mubadzir itu temennya setan kan?”

Alasan di atas seringkali dijadikan senjata utk meneruskan (bahkan menghabiskan) makanan yg mengandung alkohol itu! Padahal, yg dimaksud dg mubadzir adalah jika makanan yg anda makan/konsumsi adalah makanan yg halal serta anda mengonsumsi berlebihan. Jika makanan yg haram, apalagi anda tahu itu memang haram, ya segera tinggalkan!🙂

Pengecualian tentu saja ada. Jika anda yakin bahwa makanan itu tidak mengandung rhum/alkohol, ya silakan saja dihabiskan. Tapi, sekali lagi, jika ada yg memberi tahu anda bahwa makanan itu mengandung rhum/alkohol, TINGGALKAN!

Beberapa hal yg sering saya temui terkait dengan makanan yg beralkohol/mengandung rhum:
1. Tidak peduli. Meskipun tahu (atau diberitahu) bahwa makanan itu mengandung rhum/alkohol, tetap cuek menghabiskan makanan itu.
2. Pura2 tidak tahu (tidak peduli). Tetap menghabiskan makanan beralkohol lalu berakting dg pura2 tidak tahu.
3. Menghentikan mengonsumsi makanan & memuntahkan yg ada di mulut.

Bagaimana jika makanan sudah ditelan dan lalu baru tahu bahwa makanan itu beralkohol/mengandung rhum? Jika bisa segera dimuntahkan. Tapi jika tidak bisa, ya berdoa dan bertobat kepada اَللّهُ serta tidak mengulanginya lagi.

Lalu ada orang yg mengatakan bahwa rhum itu WAJIB utk bahan kue karena menimbulkan efek rasa yg ‘menggigit’ itu. Saya dapatkan informasi bahwa rhum bisa diganti dengan jus nenas.

 
Malah saya juga temukan cara membuat black forest tanpa menggunakan rhum.

So, STOP mengonsumsi rhum sekarang juga!

Semoga berguna.

2 Komentar »

  1. Kalau vinegar itu halal gak? *maaf gak tau bahasa indonesianya apa, soalnya liat bahan makanan di Jerman.

    Komentar oleh Luthfi — Maret 28, 2013 @ 4:56 am | Balas

    • vinegar, setahu saya artinya cuka dalam bahasa Indonesia.
      cuka, sepemahaman saya, tidak mengandung alkohol. dengan demikian, insya ALLOH halal🙂

      Komentar oleh Tausiyah 275 — Maret 31, 2013 @ 8:30 pm | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: